Anda di halaman 1dari 34

HIPERTENSI DALAM

KEHAMILAN
Prof. Dr. H.A. Kurdi Syamsuri, SpOG(K), MSEd

SEJARAH

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN
INSIDENSI
• Angka kejadian 7-10% kehamilan
• Angka kematian maternal 33,3%
• Angka kematian bayi 10-35%
• Hampir 75% terjadi pada
primigravida
Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ, Spong CY.
Williams Obstetrics 23rd. New York: McGraw-Hill Companies Inc. 2005:
295-4.

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN KLASIFIKASI 1. yang terjadi pada umur kehamilan <20 mgg atau yang menetap setelah 6 mgg post partum 3. HDK tidak berhubungan langsung dengan kehamilan: HIPERTENSI KRONIK  adanya hipertensi yang menetap oleh sebab apapun. yaitu PREEKLAMPSIA & EKLAMPSIA 2. Transient Hipertensi: timbulnya HDK pada wanita yang TD normal & tidak terdapat gejala hipertensi kronik atau PE &E 5. HDK yang tidak dapat diklasifikasikan . HDK sebagai penyulit yang berhubungan langsung dengan kehamilan. Super imposed: PREEKLAMPSIA & EKLAMPSIA yang terjadi pada HIPERTENSI KRONIK 4.

the disease of the theory” VARARDUS 1619 .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN “Preeclampsia.

Bloom SL. karena angka kejadian hipertensi kronik pada umur ini tinggi 4. Riwayat keluarga dengan preeklampsia dan eklampsia 6. Obesitas dan hidramnion. Umur ekstrim (>35 tahun). Williams Obstetrics 23rd. Hauth JC. DM. gemelli. Hiperplasentosis: mola.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN ETIOLOGI “Preeclampsia. Riwayat penyakit ginjal dan hipertensi sebelum kehamilan Cunningham FG. the disease of the theory” Faktor predisposisi: 1. . Leveno KJ. bayi besar 3. Primigravida/ nullipara <20 tahun 2. Spong CY. New York: McGraw-Hill Companies Inc. gizi kurang. Rouse DJ. anemia 5. 2005: 295-4.

Kelainan hemodinamik uteroplasenter . Aktivasi sistem koagulasi 3. Kerusakan sel endotel 5. Kelainan hemostasis 4. Terjadi vasospasme menyeluruh 2.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN PATOFISIOLOGI 1.

Perubahan fisiologik dan patologik plasentasi Normal Dikutip: Redman and Ian L. Sargent Science June 2005 Vol 308 1592 Preeklampsia .

Modie W. Sibai B.Gambar 1.12 Dikutip dari Reynold C. . Plasenta pada kehamilan normotensi dan preeklampsia.

Sargent Science June 2005 .1592 .Vol 308 .Produksi berlebihan radikal bebas menimbulkan PreEklampsia Dikutip: Redman and Ian L.

Atau kenaikan BB: > 500 gr/mgg. wajah. Bloom SL. > 13 kg selama hamil. Diastolik >90 (<110) 2. PER (PREEKLAMPSIA RINGAN) Definisi Timbulnya hipertensi disertai proteinuria & edema akibat kehamilan. Hauth JC. . lumbosakral. Cunningham FG. Leveno KJ. Kenaikan TD: Sistolik > 30 mmHg Diastolik > 15 mmHg atau Sistolik >140 mmHg (<160). Williams Obstetrics 23rd. Proteinuria: > 0. Rouse DJ. dinding perut. > 2000gr/bl. tangan. setelah umur kehamilan 20 mgg atau segera setelah persalinan. Edema: pretibia. New York: McGraw-Hill Companies Inc. Diagnosis 1.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 1.3 g/dl dalam 24 jam atau ++ 3. Spong CY. 2005: 295-4.

cukup protein. urin lengkap 6. fungsi hati&ginjal. roborantia 5. banyak istirahat 2. Lab: Hb. PER (PREEKLAMPSIA RINGAN) Penatalaksanaan A. Rawat Jalan: 1.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 1. rendah karbohidrat. Urat. jangan diberi diuretik 7. sedatif: luminal 3x30-60 mg selama 7 hari 4. lemak & garam 3. kontrol ulang 1 minggu . Ht. As.

Rawat Inap. Oligouria: produksi urin <500/24 jam disertai kenaikan kadar kreatinin darah d. Desakan darah Sistolik>160 mmHg & Diastolik > 110 mmHg b. bila: 2. Gangguan visus dan serebral e. Pertumbuhan janin terhambat h. Sindrom HELLP .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 1. Edema paru dan sianosis g. PER (PREEKLAMPSIA RINGAN) Penatalaksanaan B. Proteinuria > 5gr/24 jam atau +4 c. BB meningkat ≥ 1 kg/mgg selama 2x berturut2 4. Nyeri epigastrium f. 2 minggu rawat jalan tidak ada perbaikan 3. Timbul salah 1 tanda PEB: a.

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 1. dijumlahkan dalam 24 jam b.pitting edema pagi hari bangun tidur . Ibu: a.TD tiap 6 jam (kecuali tidur) .Urine tiap 3 jam. Pemeriksaan laboratorium c. Janin: fetal well being  USG . jantung 2.BB tiap pagi bangun tidur . PER (PREEKLAMPSIA RINGAN) Penatalaksanaan C. Evaluasi 2. Pemeriksaan fisik: . Konsul bagian mata.

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 1. PER (PREEKLAMPSIA RINGAN) Penatalaksanaan D. Persalinan: TD normotensif  kehamilan tunggu aterm TD meningkat  terminasi .

TD Sistolik ≥ 160 mmHg. Pertumbuhan janin terhambat 10. Oligouria < 500 ml/24 jam & kadar kreatinin naik 6. Kriteria Terdapat 1 atau lebih gejala/ tanda di bawah ini: 3. Edema paru 9. Gangguan visual/ serebral 7.Sindrom HELLP (Hemolysis Elevated Liver Enzyme Low Platelet) .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. Diastolik ≥ 110 mmHg 4. Nyeri epigastrium/ kuadran kanan atas abdomen 8. pada kehamilan 20 mgg atau lebih. PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Definisi Suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi > 160/110 mmHg disertai proteinuria & edema. Proteinuria > 5 gr/24 jam atau 4+ 5.

Gangguan visual 5. Muntah-muntah 6. Nyeri kepala hebat 4. PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Impending Eklampsia bila PEB dengan gejala2: 3. Nyeri epigastrium 7.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. TD naik secara progresif .

kehamilan ≥ 37 mgg 2. tanda gawat janin 2. ada tanda pertumbuhan janin terhambat Laboratorium: ada Sindroma HELLP (Hemolysis Elevated Liver Enzyme Low Platelet) . PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Aktif: Yaitu kehamilan segera diakhiri bersamaan terapi medisinal Indikasi: Ibu: 1. konservatif gagal:  6 jam stlh terapi medisinal TD ↑ 24 jam stlh terapi medisinal gejala tdk berubah Janin: 1.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. ada tanda-tanda impending eklampsia 3.

4 gr boki tiap 6 jam sampai 24 jam Post Partum •. Magnesium Sulfat 40% 4 gr boka. Infus D5%: Rl = 2:1 •. Kateter menetap •. baring ke kiri •. Anti hipertensi . PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Terapi medisinal •. Isolasi.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. Diuretik  bila ada edema paru •.

PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Terhadap persalinan: Belum inpartu: Induksi persalinan Inpartu: Akselerasi persalinan Kala II dipercepat .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2.

bila terdapat: 3.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Konservatif: Yaitu kehamilan dipertahankan bersama terapi medisinal. Kriteria. Kehamilan < 37 mgg 4. Keadaan janin baik 5. Tidak ada impending eklampsia .

Tersedia antidotum Ca gluconas 10% 1 gr b. Anti kejang: 1.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. RR > 16 x/mnt d. Ada tanda2 intioksikasi b. 6 jam post partum normotensif . Produksi urine > 100 cc dlm 4 jam sebelumnya Dihentikan bila: a.1 Magnesium sulfat 40%  4 gr(10cc) boka-boki IM Syarat: a. Setelah 24 jam post partum c. Refleks patella + c. PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Obat-obatan: 3.

HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2. Anti hipertensi 2.15 mg/ml  1 amp + 10 ml aquadest  iv pelan (5mnt)  dapat diulang tiap 4 jam sampai normotensif . PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Obat-obatan: 2.1 Nifedipine 3 x 10 mg 2.2 Methyldopa 3 x 125 mg 2.3 Clonidine  1 amp=0.

Furosemide 40 mg IM/IV 4. PEB (PREEKLAMPSIA BERAT) Penatalaksanaan Obat-obatan: 3. Antipiretik 5. Antibiotika .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 2.

saat persalinan. Sebelumnya wanita tadi menunjukkan gejala preeklampsia. edema) 3. Kadang dengan gangguan fungsi organ Penatalaksanaan 5. Terminasi kehamilan . Hentikan kejang dan cegah kejang berulang 6.HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN 3. Cegah komplikasi 8. Kejang atau koma 4. EKLAMPSIA Definisi Kelainan akut pada wanita hamil. atau masa nifas 2. Diagnosis 1. proteinuria. Terdapaat tanda PEB (hipertensi. Perbaiki keadaan umum ibu dan janin 7. dalam persalinan atau nifas yang ditandai dengan timbulnya kejang atau koma. Kehamilan > 20 mgg.

.

.

.

.

.

.

Studi Sumber: Wibowo N. Kontrol Kel.Manfaat NACysteine (flumucil) sebagai antioksidan untuk mencegah timbulnya Preeklampsia Berat Dosis NAC: 2 x 600 mg Kel. Angsar D. Wiknjosastro G. dkk (2005) ..

Batam: Pokja penyusunan Pedoman Pengelolaan Hipertensi dalam Kehamilan di Indonesia Himpunan Kedokteran Fetomaternal .HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN KOMPLIKASI HDK IBU: 1. 2005 . CVD 2. solutio plasenta 8. gagal ginjal 6. decompensatio cordis 3. prematuritas 3. edema paru 4. DIC 7. Edisi 2. pertumbuhan janin terhambat 2. kematian janin Pedoman pengelolaan hipertensi dalam kehamilan di Indonesia. gagal hati 5. asidosis JANIN: 1. gawat janin 4.

TERIMA KASIH .