Anda di halaman 1dari 119

Purwadi Dwijodarmanto

Profesi Fak Farmasi

References :
• “ Operations Management “ Roger G Schroeder , McGraw-Hill
International Edition , Third Edition
• “ Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi “ T. Hani
Handoko , BPFE Yogyakarta
• “ Manajemen Produksi “ Sukanto Reksohadiprodjo , BPFE
Yogyakarta
• “ Pengendalian Produksi “ , Agus Ahyari , BPFE Yogyakarta
• “ Mark Plus on Strategy “ Hermawan Kertajaya , PT. Gramedia
Pustaka Utama , Jakarta

Economic = to do with money
Economical = something that is money-saving

Economy DEFINITION 1 Activities related to the production and distribution of goods and services in a particular geographic region. . DEFINITION 2 The correct and effective use of available resources.

Economics is customarily divided into microeconomics and macroeconomics.Cont’d Economics is the study of how individuals and societies choose to employ those resources: what goods and services will be produced. how they will be produced. and how they will be distributed among the members of society. .

Controlling Micro ekonomi .Micro ekonomi Micro ekonomi Macro ekonomi :  Kebijaksanaan fiskal/moneter  Exchange rate  Interest rate  Employment >< unemployment  Poverty  Inflation  Economy growth  GNP/GDP  income per capita Micro ekonomi : Pharmaceutical businesses Planning . Actuating . Organizing .

0 8.2 4.3 8-9 KEMISKINAN 17.704.ASUMSI MAKRO 2006-2008 URAIAN 2006 RIIL 2007 APBN 2008 RAPBN-P RAPBN PERTUMBUHAN PRODUK DOMESTIK BRUTO : PERTUMBUHAN (%) 5.2 3.804.6 746.8 NOMINAL (Rp triliun ) 3.0 7.8 15-16.338.5 6.8 INFLASI (% ) PENDAPATAN NEGARA( Rp triliun ) 723.6 PDB per kapita ( dlm $) 1.1 684.164 9.643.5 6.3 6.100 TINGKAT BUNGA SBI RATA2 (%) 11.0 1.300 9.4 836.4 SUMBER: DEPARTEMEN KEUANGAN RI .5 PENGANGGURAN 10.0 NILAI TUKAR (Rp/1$ ) 9.3 6.100 9.0 1.4 BELANJA NEGARA( Rp triliun ) 763.7 12.0 6.531.077.858.0 2.306.1 3.5 6.6 6.5 761.

sektor riil belum bergerak karena faktor pendorong ekonomi hanya dari konsumsi . meski kebijakan tersebut belum berhasil membangkitkan ekonomi disektor riil. serta terjadi pula degradasi lahan “ . belum oleh investasi yang baru “ “ Tiga masalah berat yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah kemiskinan . Kerawanan sosial juga masih terus berlangsung. “ Ini menyebabkan kemiskinan dan pengangguran masih belum menunjukkan tanda-tanda teratasi. pangan dan energi . “ Dari kunjungan kedaerah-daerah . perumahan dan jalan . disatu sisi telah terjadi pertambahan penduduk miskin yang lahan pertaniaannya mengalami pengalihan fungsi menjadi kawasan Industri .Ketua DPD( Dewan Perwakilan Daerah ) Ginanjar Kartasasmita menilai bahwa: Pemerintah telah menunjukkan kesungguhan dalam membangun kebijakan ekonomi makro .

: Research Based company .Global Pharmaceutical Business Outlook :  Merger process  Acquisition process * mutual benefits . win-win solution * hostile acquisition  Co-marketing  Strategic alliance  Products License  Network rationalization  Operational Excellence  New products discovery  Strong & Effective R&D : huge investments .

Current Good Manufacturing Practice = Cara Pembuatan Obat yang Baik .

peningkatan usaha . FDA .Quality  Pemerintah ( BPOM/NADFC.TGA )……memenuhi syarat/compliance  Pemegang saham ……………………….Didalam QMS(Quality Management System) disebutkan ada 3 pelanggan penting penerima produk-produk farmasi/ stake holders :  Pasien & pelanggan ………… …… .

sesuai dengan spesifikasinya .lingkungan.WIP .Quality relationships : Quality Management Quality Assurance Aspek dari fungsi-fungsi Mng yg menetapkan & menjalankan Quality policy Tindakan yg sistematik untuk melaksanakan Quality policy dilapangan. fasilitas . sehingga dapat dijamin dan dipenuhinya standard kualitas GMP Quality Control Bagian dari GMP yang memfokuskan pada testing produk jadi. bahan.

Quality Management Good Manufacturing Practice  Ensure the products are consistently produced and controlled  Diminishes risks that can not be controlled by testing of product  cross contamination  mix-ups .

Bar/Pharma code detected by Bar code verifier . Utilities . People.Building . Equipment. Line clearance . water system . strictly implement GMP . double check . materials . CIP/SIP  mix-ups : Clear label .Quality Management Good Manufacturing Practice  Ensure the products are consistently produced and controlled :  BAS ( Building Automation System)  PAT ( Process Analytical Technology )  Robust processes. Process Flows . Full segregation . Cleaning validation . SOP . Process capability ( Cpk )  Diminishes risks that can not be controlled by testing of product  cross contamination : HVAC.

• Be Aware of The quality of products depend on the quality of : – – – – – Starting materials and packaging materials Production and quality control processes Building Equipments Personnel involved . since It is not sufficient that finished products pass testing only.GMP’s principles : • Ensure that products are consistently manufactured and controlled to meet specified quality standards • Overall control is essentially carried out to ensure consumers receive high quality products • Strictly follows the concept of quality must be built into the products .

15% Artwork 9% Distribution/ Marketing Manufacturing 66% 13% Product Development 7% Regulators 2% Counterfeit .

tantangan farmacists kedepan • GMP/cGMP/QMS – – – – – – Konsep yang dinamis Ketentuan Umum : peran QC. saling berhubungan – Multiplier effects – Peran farmacist pada sektor riil – Peran Industri/perush. manfaatnya • Global outlook .2.3 )/4 external audit .Bahasan yang lalu …………. mix-ups QA / QC Internal audit (level 1. • Makro-mikro ekonomi. bahan awal Mencegah : cross contamination . Farmasi • Free trade competition .

pendidikan .10 Prinsip Utama CPOB :  Anda harus menulis semua Prosedur Tetap ( Protap ) yang dilakukan  Anda harus mengikuti semua Protap yang sudah ada  Anda harus membuat catatan ( membuat dokumentasi ) apa yang sudah dikerjakan  Lakukan validasi pekerjaan anda  Persiapkan rancangan ( design ) fasilitas dan peralatan yang sesuai  Peliharalah keadaan fasilitas dan peralatan yang digunakan  Personnel yang bertugas adalah yang cakap melakukan tugasnya ( telah mendapatkan latihan/training yang memadai . peralatan . dan berpengalaman )  Jagalah kebersihan lingkungan . dan pribadi( personal hygiene )  Lakukan pemeriksaan mutu secara teratur  lakukan inspeksi diri ( self inspection ) apa yang sudah anda lakukan secara teratur .

 Fatality : death of patient ( elixir 1938 . thalidomide 1963 )  Product recalls: membahayakan keselamatan pasien  Factory closure : job losses  Tarnished image  Rejects/reworks  Increased costs / waste .

balance scored card  Increased complaints . Decreased efficiency  Litigation  Loss of morale  Missed orders : loss of opportunity  Low quality index : KPI’s .

Rumah sakit asing 9. Persaingan semakin sulit dan keras . Kemungkinan MNC untuk melakukan mega merger 8. 13. NBE 3.compliance. Semakin sulit dan mahal penemuan obat baru : NCE . Product Life Cycle untuk produk baru semakin pendek 4. Memenuhi persyaratan cGMP : comprehension . Semakin mahalnya beaya operasi.Bahan baku obat import masih menjadi kendala 12.Tantangan dunia Farmasi Indonesia kedepan : 1. AFTA 10. Diperlukan qualified and competence Pharmacists . terutama obat generik 2. Customers are more demanding : harga . Multinational Distributors ( Chain Distributors ) masuk ke Indonesia 7.Unemployment rate yang masih tinggi 11. availability 6. quality. global regulatory perspective 5.

Keuangan yang penting . Farmasi kedepan : 1.Menghasilkan output qualified Pharmacists yang competitive. beaya produksi( COP ) • Perubahan paradigma Akademisi ke Akademisi praktisi • Pengetahuan yang lebih “ applicable “ 2. Inventory Management. Lembaga Riset/Pendidikan • Memenuhi peran farmasis sesuai dengan WHO “ eight star pharmacist “ 3. Membangun Kompetensi Farmasis dari lembaga pendidikan sesuai dengan bentuk pelayanan Kefarmasian : • RS . . Industri jasa pendidikan harus meperhatikan kebutuhan market : • Mengetahui konsep-konsep Accounting . Farmasi komunitas . mampu bersaing secara global.Tantangan Fak.Pendidikan yang mengedepankan Pharmaceutical care secara luas 4. Industri . Standard beaya .

ketrampilan . yang memberikan dampak terhadap produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan sehingga mampu menaikkan daya saing perusahaan • Kompetensi Individu adalah sekumpulan pengetahuan . • Kompetensi Organisasi adalah sekumpulan pengetahuan . didengar diukur . perilaku baik teknis maupun manajemen yang dimiliki suatu organisasi .Kompetensi . ketrampilan . terdiri dari Kompetensi Organisasi dan Kompetensi Individu. seseorang yang dapat dilihat . yang secara signifikan mendukung keberhasilan seseorang dalam mencapai standard yang ditetapkan . perilaku .

-Profit Oriented -Brand Awareness -Mempertahankan pertumbuhan .Tujuan Umum Perusahaan : Membuat produk/jasa dengan biaya serendahrendahnya. menjual dengan harga wajar dan membentuk kebiasaan.

• An Organization is a group of people whose activity are consciously coordinate toward a common objective or objectives. . (Mescon “Management”) 2 Fungsi essential Perusahaan : .produksi sisi penawaran (supply side). .pemasaran sisi permintaan (demand side). dengan penciptaan produk dengan beaya minimal. mis : seleksi “pembentukan kebiasaan” dan penentuan harga (pricing policy).

Mission/Strategy/Tactics Mission Strategy Tactics How does mission. strategies and tactics relate to decision making and distinctive competencies? .

Strategy • Strategies – Plans for achieving organizational goals • Mission – The reason for existence for an organization • Mission Statement – Answers the question “What business are we in?” • Goals – Provide detail and scope of mission • Tactics – The methods and actions taken to accomplish strategies .

1 Mission Goals Organizational Strategies Functional Goals Finance Strategies Tactics Operating procedures Marketing Strategies Tactics Operating procedures Operations Strategies Tactics Operating procedures .Planning and Decision Making Figure 2.

Example 1 Strategy Example Rita is a high school student. graduate. and earn enough income to live comfortably Mission: Live a good life • Goal: Successful career. get job . She would like to have a career in business. take courses. buy books. have a good job. study. good income • Strategy: Obtain a college education • Tactics: Select a college and a major • Operations: Register.

Examples of Strategies • • • • • • Low cost Scale-based strategies Specialization Flexible operations High quality Service .

– Price – Quality – Time – Flexibility – Service – Location .Strategy and Tactics • Distinctive Competencies The special attributes or abilities that give an organization a competitive edge.

Table 2. first-class postage Motel-6. ATMs . Cadillac quality Pepsi. Red Roof Inns Quality High-performance design Sony TV or high quality Consistent Lexus. UPS Flexibility Variety Volume Burger King Supermarkets Service Superior customer service Disneyland Nordstroms Location Convenience Banks. Motorola Time Rapid delivery On-time delivery Express Mail. One-hour photo.2 Examples of Distinctive Competencies Price Low Cost U. Fedex.S. Kodak.

Competitiveness: How effectively an organization meets the wants and needs of customers relative to others that offer similar goods or services .

koordinasi . gajih karyawan. investasi -Personalia Karier planning Training Recruitment process Saling bekaitan . perlu komunikasi .Yang lain … -Keuangan Penyediaan modal.

asuransi. kosmetik . makanan. rumah sakit . minuman) -Perusahaan-perusahaan jasa  jasa perbankan. Apotik . Distributor. ban.Manajemen Produksi/Operasi -Perusahaan-perusahaan manufacturing (pabrik)  produk (mobil. hotel. Farmasi . toko obat dll. transportasi. .

.  Manusia adalah elemen terpenting.  Tujuan pokoknya adalah produktivitas atau kepuasan atau kombinasi dari keduanya. perlu kerjasama dan pembagian tugas.Organisasi  Kumpulan dari elemen-elemen (orang. informasi.  Dibentuk karena manfaat yang diperoleh dari usaha kerjasama (sinergy) dan pembagian tugas. struktur dan tujuan) untuk melaksanakan usaha-usaha produktifnya. tehnologi.  mereduksi ketidak pastian  bagaimana tugas di laksanakan  bagaimana alokasi dari sumber daya  bagaimana mengatasi keterlambatan.  Organisasi memerlukan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi.

 bagaimana mengatasi keterlambatan… dengan cara  Formulasi masalah  Penyusunan model  Mencari pemecahan  Menguji model  Menerapkan hasil  Evaluasi hasil  Aktivitas manajerial Perencanaan Pengambilan keputusan Pengorganisasian Pengkoordinasian Pengendalian elemen organisasi tujuan teknologi struktur orang informasi .

Organisasi adalah adanya orang-orang yang usahanya
harus dikoordinasikan tersusun dari sejumlah subsistem
yang saling berhubungan dan saling bergantung, bekerja
atas dasar pembagian kerja, peran, dan wewenang,
serta mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai.
(Sukanto Reksohadiprojo)
• Sarana untuk memenuhi kepuasan , effisiensi ,
creativitas , initiatives , dan produktivitas
• Mepertahankan pertumbuhan
• Daya saing / competitiveness advantage &
competency

Manajemen Operasi

Manajemen adalah usaha untuk mencapai sasaran
melalui atau bersama dengan orang lain

Management is the function of getting things done
through the effort of other people
(Harold Koontz & Cyril O’Donnel “Principles of
Management”).

Disamping perusahaan-perusahaan manufacturing, terdapat pula kegiatan
produksi yang menghasilkan berbagai bentuk jasa (perbankan, asuransi,
transportasi, rumah sakit, hotel, restauran dll).
 Manajemen operasi
 Manajemen produksi/operasi
 Manajemen produksi dan operasi
Ternyata saat ini lebih dari 80% tenaga kerja di Amerika bekerja di sektor
Industri jasa.
 Manajemen produksi dan operasi
Adalah merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal
penggunaan sumber daya-sumber daya (faktor-faktor produksi :
tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah) dalam proses
transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi berbagai produk
atau jasa.
C.T. Hani Handoko “Dasar-dasar Manajemen produksi dan operasi.

Operation Management INPUTS PROCESS OUTPUTS Energy Materials:PM’s/RM’s Labor Capital Information Transformation (Conversion) Process Goods or Services “ added value “ Method Feedback information for control of process inputs and process technology .

Operations Interfaces Industrial Engineering Maintenance Distribution Purchasing Operations Public Relations Legal Personnel Accounting MIS .

Business Operations Overlap Operations Marketing Finance .

Manufacturing vs Service Characteristic Manufacturing Service Output Tangible Customer contact Low High Uniformity of input High Low Labor content Low High Uniformity of output High Low Measurement of productivity Easy Difficult Opportunity to correct quality problems High Low High Intangible .

. .Scope of Operations Management • Operations Management includes: – Forecasting – Capacity planning – Scheduling – Managing inventories – Assuring quality – Motivating employees – Deciding where to locate facilities – And more . .

• The operations function – Consists of all activities directly related to producing goods or providing services .

Focusing on The Customer “The purpose of a business is to create and retain customers.” Peter Drucker .

A. appearance Caring.E. confidence Tangibles Empathy Responsiveness - Facilities.Listening for Customer Value Use R. courtesy. promptness .R. equipment. individual attention Willingness to help.T. Content Reliability - Doing what was promised Assurance - Knowledge.

reduce Materials.Productivity = Outputs Inputs Increase Productivity : • Increase Outputs ( Yield. 2) FOH .. Conformance Index. BRFT ) • Reduce Waste (Rework/Rejects) • Reduce Inputs (Energy reduction.) • Reduce COP : 1) Materials (Rm/Pm) . 3) DL …………. etc. Labor.> strengthen products competitiveness & increase profit .

higher quality.The power of simplification : a simpler operating model that provides the opportunity to reduce costs : •reduced lead times (faster) •reduced defects (better) •increased productivity (smarter) •reduced cost (cheaper). improved productivity and increased process capability . faster and better customer service. higher performance . reduced inventory.improved material flow.

Factors Affecting Productivity Capital Quality Technology Management .

Other Factors Affecting Productivity • • • • • • • Standardization Quality Use of Internet Computer viruses Searching for lost or misplaced items Scrap rates New workers .

Other Factors Affecting Productivity • • • • • • Safety Shortage of IT workers Layoffs Labor turnover Design of the workspace Incentive plans that reward productivity .

Bottleneck Operation Machine Machine #1 #1 Machine Machine #2 #2 10/hr 10/hr Machine Machine #3 #3 Bottleneck Bottleneck Operation Operation 10/hr Machine Machine #4 #4 10/hr 30/hr .

Improving Productivity • Develop productivity measures • Determine critical (bottleneck) operations • Develop methods for productivity improvements • Establish reasonable goals • Get management support • Measure and publicize improvements • Don’t confuse productivity with efficiency .

is it’s ultimate competitive advantage” Jack Welch .and to rapidly convert this learning into action . CEO GE .“ The desire and ability of an organisation to continuously learn from any source .

R&D) Annual Savings Supporting Business Supporting Business Fixed Capital Reduction or Avoidance of “Budgeted” Invest Supporting Business Expenses.Site Payroll Losses/Yields Rework/Recall Outsourcing Testing Overtime Depreciation Storage/Handling OE Targets .g.Current focus of Operational Excellence( OE )activities One-time Saving Balance Sheet * Working Capital Inventory Profit/Loss Plus Sales Verified by commercial only Other (e.

Product .Quality . safe .Strong & Effective R&D .Delivery •World class manufacturing : perusahaan klas dunia yang dapat bersaing pada Pasar domestik dan export dan dapat mencatat keuntungan • New products discovery ( NCE . effective/efficacy .accessible . .Kunci sukses perusahaan farmasi / obat-obatan dalam persaingan Global : • Daya saing kuat / competitiveness advantage .Research based Company .speed . pure .Cost .Biotechnology Industry . NBE ) .productive .innovative .

Only marketing and innovation generate revenue . the rest creates cost ( Peter Drucker ) .

Shifting cost center to profit center concept BUDGET ACTUAL COST Manufacturing Profit gained = favorable variance STANDARD COST Profit gained HJP Commercial Distributor HNA Apotik Toko Obat HET Pasien .

fuel.telephone • maintenance • training • spareparts •Consumables .•Components of Standard cost (COP) in mostly Pharmaceutical Industries are *RM’S/PM’S : 70% to 80% *FACTORY OVERHEAD(FOH): 15% to *DIRECT LABORS : 5% to 10% •Depreciation •Employment cost 20%•Energy. supplies etc .

Berkaitan dengan disain. operasi. kebutuhan modal. Sekitar 70% aktiva-aktiva yang ada persediaan. harga pokok pabrik. : social responsibilities . 2.Pentingnya Manajemen Operasi untuk bidang-bidang Fungsional lainnya 1. pengawasan sisi penawaran. dan pengawasan produksi dan persediaan  manajer personalia dapat mengetahui kompleksitas disain pekerjaan. Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat (HSE). aliran kas dll  para akuntan dapat menghitung akutansi beaya. mesin. 3. training/ketrampilan yang diperlukan. cara seleksi karyawan  ahli komputer dan sistem informasi dapat mengembangkan berbagai sistem yang diperlukan. melakukan auditing.  manajer pemasaran dapat memahami kemampuan dan keterbatasan sistem produksi/operasi  manajer keuangan dapat merencanakan expansi kapasitas. alat dibawah pengawasan manajer produksi/operasi.

Proses Pembuatan Keputusan Perumusan masalah Pengembangan alternatif-alternatif Evaluasi alternatif-alternatif Pemilihan alternatif terbaik Implementasi keputusan Evaluasi hasil-hasil .

Five Major Decision Areas Capacity Process Inventory Quality Manpower .

. materials handling. pemilihan teknologi. mis. Kapasitas ( output persatuan waktu ) • penyediaan volume keluaran yang optimal bagi organisasi • pengembangan kapasitas jangka panjang. dan scheduling. inventory . menengah dan jangka pendek • forecasting. 3. stock • harta penting yang harus dikelola secara baik • kapan memesan dan berapa banyak setiap kali pesan • mengelola sistem logistik.5 Tanggung jawab keputusan utama dalam Manajemen Operasi (Five major decision areas) 1. 2. analisis aliran proses. perencanaan fasilitas. Persediaan ( sumber daya yang disimpan untuk memenuhi kebutuhan masa depan ” idle resources “ ) . perencanaan agregat. layout fasilitas. Proses • merancang proses produksi secara fisik. seleksi tipe proses. penentuan lokasi fasilitas.

. lingkungan kerja yang aman dan sehat. pemberian kompensasi. well trained . peningkatan produktivitas.4. pengukuran kerja. skill ) • disain pekerjaan. well educated . 5. competence. Tenaga kerja • perencanaan dan pengelolaan tenaga kerja ( well trained. tingkat kapasitas produksi. fit for intended use ) • Tanggung jawab atas kualitas barang atau jasa. • Attributes of quality : potency . alokasi tenaga kerja. Kualitas ( degree of satisfaction . hardness. efficacy . dissolution Kriteria keputusan operasi  biaya  kualitas  dependability  diukur dari persentase kekurangan bahan. pemenuhan janji pengiriman  fleksibilitas  kemampuan operasi-operasi untuk membuat perubahan  diukur dari waktu yang di perlukan untuk merubah disain produk. • High skill . dll.

Inventory Management • • • • Adalah fungsi Management Operasi yang terpenting karena inventory memerlukan beaya yang besar dan mempengaruhi pengiriman barang ke pelanggan Mempunyai pengaruh pada semua fungsi bisnis. marketing. urutan operasi. Dibutuhkan oleh operasi untuk menjamin kelancaran dan effisiensi produksi . Memberikan pelayanan ke pelanggan yang sangat penting untuk pemasaran. dan finance.

Konflik pada tujuan pengendalian inventory Keuangan menjaga inventory yang rendah untuk memperkuat modal Marketing menginginkan inventory tinggi untuk mendorong penjualan Operasi menginginkan inventory secukupnya ( optimum ) untuk menjaga efisiensi produksi dan memperlancar tingkat pemanfaatannya Inventory Management harus mengembangkan konflik-konflik tersebut dan mengendalikan inventory tersebut untuk manfaat yang besar buat perusahaan secara keseluruhan. .

berdasarkan peramalan ( forecasting . kebakaran . kadaluarsa dalam penyimpanan ( expired products on storage )  tanggung jawab kepada pihak ketiga ( liability ) sangat besar. pertumbuhan .kurang fleksibel menghadapi pasar yang selaru berubah . gagal memenuhi tanggung jawab jangka .dinamis  gangguan cash flow .Peranan Strategis dari Persediaan ( Strategic decision making ) : • Posisi Persediaan adalah dibagian neraca harta lancar ( current assets . resiko yang timbul :  kerusakan barang . over stock ) : dapat dijamin pemasokan barang ke pasar .keuntungan Kesalahan dalam pengendalian persediaan : • Persediaan yang tinggi ( high inventory level. is an art and science for predicting future events) • Mendukung pendapatan perusahaan ( sales revenue ) : beaya operasional . balance sheet ) • Menjamin kontinuitas pemasokan ( to secure sourse of supply ). persediaan sebagai idle resources .

• Persediaan yang rendah ( low inventory level ) , dapat mengurangi
tanggung jawab kepihak ketiga ( liability ) , memperbaiki aliran
dana ( working capital kuat ,cash flow ), berhasil memenuhi
tanggung jawab jangka pendek , sebaliknya resiko yang dapat
terjadi :
 gagal memenuhi kebutuhan pasar ( loss of sales ), berakibat ganda
( multiplier effect ), kehilangan kepercayaan terhadap konsumen ,
kehilangan pangsa pasar.
 terjadi konflik antar manajemen , produksi dan pemasaran , merusak
kerjasama team yang kuat ( solid team work )
 tidak dapat mencapai target perusahaan , pertumbuhan perusahaan
( growth ) tidak tercapai , kerugian yang nyata.

Perlu pengendalian persediaan ( Inventory Management ) , yang
dapat mencegah resiko-resiko buruk yang mungkin terjadi
• tingkat persediaan yang optimum
• mencegah resiko-resiko buruk dari tingkat persediaan tinggirendah

Inventory adalah persediaan barang-barang yang digunakan untuk
memenuhi permintaan produksi dan memberikan
kepuasan pada kebutuhan.( sumber daya yang disimpan
untuk memenuhi kebutuhan masa depan)

Terdiri dari :
•bahan mentah (raw materials)
•barang setengah jadi (WIP , work in process)
•barang jadi (finished goods)
•barang pengemas (packaging materials)
Tujuan utama dari inventory Management adalah untuk melepaskan
hubungan beberapa tahapan operasi :
1.

Menjaga terhadap ketidak pastian

2.

Menjaga tingkat produksi dan pembelian yang ekonomis

3.

Antisipasi terhadap perubahan penawaran (supply) dan permintaan
(demand)

4.

Menyiapkan barang untuk mengisi jaringan distribusi( filling
pipe line )

Masalah Persediaan / Inventory
1.

Jenis persediaan yang perlu di simpan
• make to stock atau
• make to order

2.

Berapa banyak yang harus di pesan
• kemasan terkecil, order quantity, MOQ dll

3.

Kapan memesan persediaan
• right quantity and right time
• accurate records
• track the flow, status, outstanding orders

4.

System kontrol persediaan yang digunakan
• computer system, MRP
• manual system

Struktur beaya persediaan 1.selama setahun.. Item Cost • beaya per unit dikalikan jumlah pembelian • kadang-kadang ada potongan harga untuk pembelian banyak 2. beaya penerimaan • beaya set-up mesin produksi untuk memenuhi pesanan 3. berarti memerlukan beaya Rp. 100. Ordering (set up) cost • tidak tergantung dari jumlah item yang dibeli • tergantung cara pengetikan PO. Carrying (holding) cost • beaya penyimpanan • dihitung sebagai persentase nilai rupiah per satuan waktu mis : 15% holding cost tahunan. beaya transportasi. mempercepat pembelian.untuk menyimpan persediaan Rp. 15. .

Terdiri dari  Cost of capital • adalah beaya untuk persediaan. sebagai Opportunity Cost. pajak • menjadi fixed cost untuk WH sendiri  Cost of obsolescence. deterioration. sehingga timbul kerugian karena kehilangan kesempatan penjualan (loss of sales) • loss of opportunity . rusak. dll) 4. bukan investasi lainnya.  Cost of storage • beaya variable asuransi. and loss • untuk persediaan yang beresiko tinggi menjadi tak terpakai (expired. absolete. Stock-out cost • back ordered atau backlogged.

Harga per unit tetap. Setiap item adalah produk tunggal. disebut Wilson EOQ • Berdasarkan asumsi : 1. Harris pada 1915 • Digunakan secara luas oleh Wilson. . Barang yang diorder atau diproduksi dalam jumlah 1 lot atau 1 batch 5. tak ada interaksi dengan produk lainnya. berulang dan diketahui 2. tidak ada potongan harga pada pembelian yang besar 6.• Economic Order Quantity (EOQ) Formula ini dikembangkan oleh F.W. Tidak ada stock outs 4. Kebutuhan tetap. Lead time tetap dan diketahui Lead time dari order dibuat sampai order dikirim adalah tetap 3.

frekwensi order ulang lebih sering. inventory lebih besar. frekwensi order ulang berkurang. atau beaya set-up D = Kebutuhan unit per tahun i = Bunga bank C = Beaya per unit . Q= 2 SD iC Q = Jumlah unit (Economic order quantity) S = Beaya per order. inventory rendah • Order besar.Catatan • Ada hubungan antara frekwensi order dan inventory level • Order dalam jumlah kecil.

000) 3600 = 60 yards .Contoh : Toko karpet akan menentukan berapa banyak karpet yang akan di beli D = S = i = C= EOQ = 360 yards per tahun Rp.000 per yard 2. 10.000) 360 = 0.(8. (10.000 per order 25% per tahun Rp.25. 8.

• Manager pembelian harus membuat order 60 yards setiap ordernya • Jumlah order = 360 yards = 6 order setiap tahun 60 yards • Atau order dibuat setiap 2 bulan • Total cost per tahun = ordering cost per tahun + carrying cost per tahun TC = SD + iCQ Q 2 = 10.000 + Rp. 60.000 . 120.000 = Rp.000).60/2 = Rp.000 ( 360/60) + 0.25 (8. 60.

A n n u a l Cost Total Cost (SD/Q + iCQ/2) Carrying cost (iCQ) 2 Minimum cost Ordering cost (SD/Q) EOQ lot size (Q) • Ordering cost per tahun = (Cost per order) (orders per tahun) = S D Q • Carrying cost per tahun = (annual carrying rate) (unit cost) (average inventory) = iCQ 2 .

. Persentase waktu dari tersedianya persediaan dalam system.Service level   adalah persentasi dari kepuasan pelanggan terhadap pemenuhan kebutuhannya. Probabilitas dari dapat dipenuhinya semua order dari persediaan yang ada dalam waktu lead time nya atau reorder cyclenya. 3. Persentase dari pemenuhan kebutuhan dari persediaan dalam waktu yang disepakati. 2. Ada 3 cara berbeda untuk mengukur service level 1. 100% service level menunjukkan dapat dipenuhinya semua kebutuhan pelanggan.

R R m s = = = = m + s reorder point rata-rata kebutuhan selama waktu tenggang (lead time) safety stock (buffer stock) .Cara pembuatan order : Diagram gergaji Q R L Q Q L L Pada saat posisi persediaan menurun sampai titik R (Reorder point). saat itu dibuat order sebesar Q (Quantity). Order akan datang sesuai dengan L (Lead time). Demikian dilakukan secara berulang sesuai dengan siklus penggunaannya (cycle of usage).

Fungsi-fungsi yang digunakan pada pengendalian persediaan  Transaction counting Ketelitian pencatatan persediaan setiap terjadi transaksi sangat penting  Inventory decision rules Setiap system yang digunakan harus memiliki ketentuan kapan dan berapa banyak order yang dibuat  Exception reporting Setiap penyimpangan yang terjadi harus dilaporkan. Pertimbangan khusus perlu dibuat untuk modifikasi peramalan untuk hal-hal yang khusus  Top management reporting Laporan yang akurat kepada pimpinan perusahaan yang dapat menyajikan laporan menyeluruh tentang inventory. nilai persediaan sehingga mempermudah management membuat keputusan yang tepat. service level. . Untuk memperingatkan Management agar merubah asumsi terdahulu  Fore-casting Pengambilan keputusan didalam pengendalian persediaan berdasarkan pada forecast (peramalan).

 sekelompok kecil penduduk memiliki sebagian besar pendapatan negara  beberapa jenis barang yang dimiliki perusahaan menghasilkan sebagian besar penjualan .Type system pengendalian persediaan  single-bin system  two-bin system  card-file system  computerised system Pengendalian Persediaan Cara ABC 1906. Vilfredo Pareto mengamati bahwa  beberapa jenis persediaan ternyata memberikan kontribusi yang sangat besar pada seluruh nilai persediaan.

MRP (Materials Requirements Planning) Untuk mempermudah perencanaan kebutuhan materials digunakan “a computerized planning and control system” atau disebut Materials Requirements Planning (MRP). • Di hitung berdasarkan jadwal induk (Master Schedule). . • Mempertimbangkan materials yang ada di stock • Mempertimbangkan lead times • Apabila kapasitas produksi dan pemasok cukup maka MRP akan dapat membuat rencana produksi dan pengadaan barang yang tepat. • Pembelian bahan baku di jabarkan berdasarkan BOM’s (Bill of Materials).

• Tidak termasuk perencanaan kapasitas. kas. . • Disebut closed-loop system. 3. A Production dan Inventory Control system • adalah system informasi yang digunakan untuk perencanaan dan pengendalian inventory dan kapasitas di Industri produk jadi. 2 . An Inventory Control System • adalah system pengendalian persediaan yang merencanakan produksi dan pembelian material dengan jumlah dan waktu yang tepat untuk mendukung jadwal induk. kapasitas. • Termasuk perencanaan kapasitas. A Manufacturing resource-planning system • adalah system MRP yang digunakan untuk merencanakan dan mengendalikan semua sumber daya produk yang dibutuhkan : persediaan. peralatan dan modal.Ada 3 type MRP 1 . yang mengendalikan persediaan dan kapasitas. personel.

.

Joseph Orlickly pada 1975. Prioritas  order dalam batas waktu yang tepat  menjaga agar batas waktu tersebut valid 3. mengemukakan 3 fungsi utama MRP 1. Kapasitas  pemanfaatan secara penuh  pemanfaatan secara tepat  pemanfaatan untuk masa depan sudah dipersiapkan . Persediaan  order material yang tepat  order dalam jumlah yang tepat  order dalam waktu yang tepat 2.

cukup melakukan revisi dengan membuat kebijakan dan keputusan yang tepat. Top management dapat mengendalikan customer service. karena terlalu rumit. Apabila kapasitas tidak cukup. Jadwal Induk (Master Scheduling) Tujuannya untuk menentukan keluaran (outputs) dari fungsi operasi George Plossl menyebut “top management’s handle on the business.Elemen-elemen MRP 1. Management puncak tak dapat melakukan pekerjaan jadwal-induk sendirian. dan beaya produksi (manufacturing costs). . kemudian kapasitas dan jadwal induknya harus dirubah sampai jadwal induk tersebut dapat dilaksanakan. inventory levels.

• Perlu informasi tentang status persediaan : outstanding order. cycle counting. • Untuk mencegah kesalahan yang dapat terjadi. inventory level. Bill of Materials (BOM) • Pembongkaran suku cadang (parts explosion) • Adalah daftar materials atau barang yang dibutuhkan untuk membuat produk jadi tertentu (formula. dll. validitas kualitas. kedatangan barang. penjualan nyata. peramalan kebutuhan. sebaliknya sangat mahal untuk membiarkan kesalahan BOM. resep). • Tidak terlalu mahal membuat 100% benar. transaksi. nilai inventory. waktu kadaluarsa. . data history persediaan.2. • Harus dipastikan 100% benar. 3. Inventory records • Catatan persediaan dengan menggunakan komputer.

menghasilkan jadwal yang tepat.4. Purchasing • Untuk membatasi keterlambatan jadwal. dan keterlambatan jadwal banyak terjadi. persediaan akan naik. • Adalah untuk mengecek ketepatan jadwal induk. sehingga kedatangan sumber daya perlu dipercepat. • Apabila kapasitas cukup. perlu selalu di perbarui (up to date). . Capacity planning • Keluaran per satuan waktu. • Apabila kapasitas belum mencukupi. • Dengan melaksanakan perencanaan persediaan yang tepat. 5. • Apabila kapasitas tidak mencukupi. jadwal induk maupun kapasitasnya perlu di atur kembali. mengurangi usaha-usaha untuk mempercepat kedatangan sumber daya.

• Menyiapkan rencana pembelian masa depan. Shop-floor control • Merencanakan pesanan-pesanan dilaksanakan dan diselesaikan tepat waktu. . • Perlu umpan balik atas semua kegiatan. untuk menyesuaikan dengan perencanaan persediaan perusahaan. informasi tentang job-priorities. mencari alternatif sumber pemasok.• Tugas utama adalah menilai kualitas pemasok (vendor). dan menjaga harga barang tetap rendah. 6. kekurangan material. • Pemasok juga perlu memiliki system MRP. • Melakukan koreksi kegiatan harian yang menyimpang : absensi pekerja. kerusakan mesin. • Keputusan yang baik memerlukan kontrol masukan-keluaran.

 Perencanaan keuangan yang baik  Perencanaan persediaan masa depan  Peramalan budget untuk pembelian  Perencanaan investasi fasilitas atau mesin mendatang.  Semakin sedikit safety stock bila MRP digunakan secara benar.  Membantu pembuatan standard beaya produk dan cost accounting.Pelaksanaan System MRP  Bukan hanya sekedar menggunakan komputer. .  Lead times dapat di kendalikan dengan shop-floor control system. tapi Management harus bertindak secara cerdas dan efektif.  Berhasilnya MRP :  membantu perencanaan dan pengawasan seluruh kegiatan perusahaan.  Apabila ketidak menentuan lead times dapat dikurangi.  Keputusan berapa banyak safety stock yang diperlukan. hanya sedikit safety stock yang di perlukan.  Membantu perencanaan personel.

3 Current estimate 5.Keberhasilan MRP ditentukan • Implementasi planning • Dukungan komputer yang memadai • Data yang akurat • Dukungan dari Management • Pengetahuan pengguna Pada pelaksanaan awal diperlukan BOM’s Keuntungan MRP Inventory turnover “Pre-MRP” estimate 3.3 Delivery lead time (days) 71 59 44 Percentage of delivery promises met 61% 76% 88% Percentage of orders requiring “splits” because of unavailable material 32% 19% 9% Number of expediters 10 6 5 Future estimate .2 4.

 Penyimpanan persediaan berarti membuang tempat dan menganggurkan barang yang berharga (valuable materials).  Dikembangkan oleh Toyota Motor Company di Jepang. 1970.Just-in-Time (JIT) Manufacturing  Adalah cara pendekatan untuk mengurangi semua material yang terbuang. . dan kekurangan sumber daya alam. dengan menyediakan barang yang tepat pada tempat yang tepat.  Praktek secara modern di populerkan oleh Taiichi Ohno di Toyota pada pertengahan th. pada waktu yang tepat.  Segala sesuatu yang tidak mempunyai nilai tambah. rework dianggap sebagai limbah.  Didorong oleh Lingkungan Jepang yang sempit. segala sesuatu yang tidak memberi nilai tambah dalam proses produksi. dan kualitas lebih baik. beaya yang murah.  Menghasilkan persediaan yang rendah. scarp.

dan ROI dengan cara menurunkan beaya. elektronik. dan mengurangi lead times produksi. Pekerja bertanggung jawab untuk menghasilkan keluaran tepat waktu untuk mendukung proses berikutnya dan perbaikan proses produksi.  Sasarannya meningkatkan keuntungan.  Pelaksanaan JIT:  mengurangi waktu set-up mesin sampai nol  set-up yang rendah akan dihasilkan lot size yang kecil dan ekonomis.  Sesuai untuk industri dengan proses produksi berulang (repetitive) dan industri massal : industri mobil.dll. mesin. alat-alat rumah tangga. penurunan persediaan dan perbaikan kualitas. proses lebih flexible untuk perubahan  pabrik memerlukan ruangan lebih kecil  temukan kesalahan dan cari tindakan koreksinya. sepeda motor. .

plakat) yang digunakan untuk mengkontrol urutan proses produksi  dibuat untuk menjamin bahwa barang di produksi tepat waktu untuk mendukung proses berikutnya  adalah sistem kontrol secara fisik yang berisi kartu-kartu. dan wadah (container)  mengurangi set-up time dan lot size  menambah kapasitas yang ada  menambah flexibilitas untuk memenuhi perubahan jadwal  mengurangi persediaan. .Kanban System  Adalah subsistem dari JIT  berarti tanda (kartu. alat.

tentang jumlah yang akan di produksi dan kapan di produksi. Ada jadwal produksi induk (Master production plan).Materials Requirements Planning (MRP)  Unsur input yang penting untuk industri manufaktur adalah material  Untuk dapat memenuhi penjualan. Nomor-nomor kode dari persediaan dan harus unik. perencanaan material akan teratur dengan menerapkan sistem pemesanan ulang (Reorder point system) dan kuantitas pesanan yang ekonomis (Economic order quantity) Prasarat MRP 1. dan up to date. teliti. 3. perlu sinkronisasi antara produk jadi dan kebutuhan material. 2. . (Ada rencana penjualan dan rencana produksi)  Rencana produksi/penjualan yang teratur. Data harus lengkap.

resep. Tanggal yang tercantum benar akan dilaksanakan. 5. 6. .  Status persediaan harus diketahui  apa yang ada dalam persediaan  apa yang dibutuhkan  apa yang akan di lakukan  jadwal ulang  pesanan di percepat/di tunda  Bill of Materials (Materials list) adalah daftar komponen. Jumlah item dalam MRP harus sama dengan yang akan di pakai untuk produksi. formula. Lead time sudah diketahui dan dalam bentuk satu angka saja.4.

“FORECASTING” is the art and science of predicting future events = PERAMALAN Penting untuk perencanaan dan pengawasan produksi dengan mempertimbangkan kebutuhan marketing -Melihat situasi penjualan masa lalu -Memperhitungkan kemungkinan kebutuhan pasar masa datang dengan melihat pertumbuhannya (market growth) Peramalan menyangkut : -Pemilihan proses -Perencanaan kapasitas -Layout fasilitas -Perencanaan. scheduling dan persediaan yang terus menerus essential untuk efisiensi operasi2 manufacturing & produksi jasa .

dll.Metode2 peramalan : 1. Publikasi2 Dibuat menurut pesanan.Top-down forecasting •Hasil peramalan pada kondisi bisnis umum yang dibuat oleh para ekonom dalam lembaga2 pemerintah. jumlah pekerja. dalam perusahaan2 besar. . •Peramalan umum ini kemudian diterjemahkan dalam Bisnis industri yad Bagian pangsa pasar (market share) perusahaan. Peramalan penjualan setiap produk per bulannya •Metoda peramalan “ekstrinsik” untuk produk2 individual utama Adanya berbagai hubungan antara penjualan suatu barang dengan satu atau lebih faktor eksternal : pertumbuhan penduduk. universitas2. tingkat penghasilan.

Bottom-up forecasting . . langganan Top-down dan bottom-up digunakan secara bersamaan menjadi proyeksi suatu ramalan tunggal.Dengan perkiraan permintaan produk akhir individual • Ramalan datang dari orang2 sales.2. Peramalan tidak selalu sempurna. para dealer/distributor. ada penyimpangan (variance).

PERAMALAN Adalah suatu usaha untuk meramalkan keadaan dimasa mendatang melalui pengujian keadaan masa lalu. kwartalan) supaya lebih dekat dengan actual demands. perlu dibuat revisi forecasting tersebut secara berkala (bulanan. forecasting berkala ini disebut Rolling forecast (ROFO). . Untuk memperkecil kesalahan forecasting.

Penentuan tujuan Perlu penentuan macam estimasi yang diinginkan. Diketahui kebutuhan2nya dan tentukan: • variabel2 yang akan diestimasi • siapa yang menggunakan hasil ramalan • tujuan dari hasil peramalan • ramalan jangka pendek dan panjang • ketepatan estimasi • kapan estimasi dibutuhkan • bagian2 peramalan yang dibutuhkan .PROSES PERAMALAN 1.

5 Revisi dan evaluasi Ramalan selalu dilakukan revisi dan evaluasi untuk mengkoreksi kesalahan2 yang mungkin terjadi. validitas. reliabilitasnya. .2 Pengembangan model : Suatu kerangka analitik sebagai data masukan untuk mendapat hasil estimasi penjualan diwaktu mendatang. 4 Penerapan model Data yang didapat dimasukkan dalam model untuk menghasilkan ramalan. 3 Pengujian model Diuji akurasi. Evaluasi merupakan pembandingan ramalan2 dengan hasil-hasil nyata untuk menilai ketepatan ramalan. dan diterapkan pada riwayat penjualannya.

TEKNIK-TEKNIK PERAMALAN •Kualitatif •Analisis trend •Analisis runtun waktu (Time series) •Analisis regresi dan korelasi •Model-model ekonometrik •Model-model simulasi .

•Orang-orang Penjualan Tenaga penjual (sales force). •Para langganan. mengetahui taktik2 pesaing (competitor) Hambatan : informasi yang bias. telephone. top management. . sehingga tingkat kuota penjualan rendah untuk mendapat kompensasi tinggi.Teknik2 kualitatif. sehingga estimasi terlalu rendah (under estimate). yang selalu berhubungan dengan langganan. karena orang penjual cenderung bersikap pesimis. questionaire. sumber pendapat di peramalan : •Para Eksekutif Para manajer yang berpengalaman dalam peramalan : produksi. surat. survey. bisa memberikan : Rencana pembelian mereka Informasi secara pribadi. •Lain-lain Pendapat para ahli dalam berbagai bidang. pemasaran. wawancara.

memperbaikinya dan merebut pasar yang lebih besar  mengembangkan produk tiruan yang sukses dari perusahaan lain  reserve ingineering  spionase industrial .Perancangan & Pengembangan Product  Product development & product improvement  Penelitian dan pengembangan (research & development)  Kegiatan penelitian memperbaiki produk. pengembangan berbagai produk dan jasa baru. mengurangi beaya. menganalisa produk pesaing  Sumber gagasan  orang-orang pemasaran produksi  setiap orang adalah sumber gagasan potensial  menghidupkan lingkungan yang kreatif bagi karyawan  membeli gagasan  Design by Imitation  meniru produk.

memanfaatkan kurva “S shape” untuk menggambarkan trend penjualan mobil di AS. Pengenalan Pertumbuhan Kejenuhan Penurunan Product life cycle 1.Volume penjualan produk  Product life cycles (PLC) (siklus kehidupan produk) Raymon Prescott pada 1922. Pengenalan (introduction)  penjualan belum baik  kelambatan dalam perluasan kapasitas produksi  konsumen coba-coba  menciptakan “awareness”  harga tinggi waktu .

Life Cycles of Products or Services Saturation Demand Maturity Decline Growth Introduction Time .

2. Kejenuhan (maturity)  harga wajar  volume penjualan mulai menurun  perlu memodifikasi produk (peningkatan kualitas. penambahan “feature” dan model)  mengusahakan inovasi produk baru 4. Pertumbuhan (growth)      produk di perbaiki/di standarisasi harga lebih rendah penjualan meningkat perbaikan kualitas produk konsumen membeli dengan desakan 3. Penurunan (decline)  penurunan permintaan produk-produk diganti yang baru  industri farmasi. PLC selama ± 5 tahun  perlu investasi R&D yang sangat mahal (10-15% dari gross sales) .

tingkat kegiatan yang diharapkan . Bandingkan hasil dengan rencana c. Bandingkan kegiatan dengan rencana b. .penyimpangan (variance)  penekanan beaya (cost reduction) kegiatan untuk menetapkan tingkat beaya minimum dengan melalui berbagai cara untuk memperbaiki standard.Pengendalian beaya produk merupakan suatu kegiatan yang mencakup usaha-usaha menjaga beaya pada tingkat tertentu sesuai rencana  mempunyai dua aspek : informasi dan tindakan  informasi .  Sistem pengendalian beaya • Biaya timbul dalam usaha memperoleh dan mengubah “input” menjadi “output” a.tingkat kegiatan nyata . Bandingkan sasaran dan yang di capai.

berdasarkan kenyataan yang ada • digunakan untuk .Beaya Standar • komponen : standar dan beaya • standar .tenaga kerja langsung • beaya-beaya tidak langsung (biaya overhead) standard dibuat untuk seluruh jumlah produksi dan meliputi jangka waktu tertentu .anggaran perusahaan .penilaian persediaan .untuk menyusun laporan keuangan sementara atau tahunan .bahan langsung .memilih alternatif .apa yang dianggap normal.menentukan harga jual • standar dipergunakan untuk .pengendalian beaya .perubahan dapat terjadi. biasanya di terima sebagai standar .

Standar teoritis .untuk mengetahui beaya minimum yang biasa di capai 3.standar dalam keadaan kerja yang sesungguhnya . Standar dasar standar ini tetap sebagai dasar dalam membandingkan antara beaya sesungguhnya selama beberapa tahun 2.berdasarkan kemampuan perusahaan sekarang . Standar dapat dicapai .tiap penyimpangan negatip (unfavorable) berarti ketidak efisienan .• Beberapa macam standar 1.adalah standar efisiensi yang maximum .

dll. air. beaya pemeliharaan. barang konsumsi. . listrik. Penetapan beaya standar yaitu jumlah standar X harga standar a. waste). down-time. penyusutan.Menetapkan Standar ada 3 langkah : 1. Standar beaya overhead . penelitian.mencakup beaya pengawas.dll c. Mempelajari dan menetapkan spesifikasi dan metode produksi (bahan. beaya umum serta beaya analisa.waktu set-up. Standar beaya bahan . cleaning. Penetapan harga bahan dan upah buruh langsung 3. uniform. beaya pelabuhan dll b.kebutuhan bahan berdasar BOM’s . Standar beaya buruh . cara kerja dan tenaga kerja yang diperlukan) 2. telpon. beaya pengangkutan.diperhitungkan faktor kerusakan (reject.menghitung waktu kerja buruh untuk menyelesaikan kegiatan .

Menyusun anggaran belanja Mengendalikan beaya dan mengukur effisiensi Penurunan beaya (cost reduction) Menyederhanakan prosedur costing dan mempercepat laporan beaya Menentukan beaya untuk persediaan bahan baku. 2. dapat positip maupun negatip. Menetapkan harga jual. 3. 4. 5. Favorable = jika beaya standard > beaya sebenarnya(Actual cost) Unfavorable = jika beaya standard < beaya sesungguhnya .Kegunaan beaya standar. work in process (WIP) dan barang jadi 6. untuk : 1. Analisa Penyimpangan (Analysis of variance) Penyimpangan adalah perbedaan antara beaya standar dengan beaya sesungguhnya.

Standar bahan ada 2 yaitu : 1. penyusutan . Standar harga bahan • menggambarkan harga pasaran • digunakan selama periode fiskal yad standar harga ini dapat digunakan untuk • meneliti kinerja bagian pembelian • mengukur akibat perubahan harga terhadap keuntungan perusahaan 2.Penyimpangan yang sudah melampaui batas harus dilakukan tindakan perbaikan (corrective actions) A. waste. Standar harga bahan 2. Standar kwantitas bahan • berdasarkan spesifikasi bahan yang di persiapkan oleh bagian product design • tercantum di dalam BOM’s • memperhitungkan allowance untuk barang rusak (reject). Standar kwantitas 1.

B. Standar tenaga kerja ada 2 standar untuk beaya buruh (tenaga kerja) 1. Rate standard • upah ditentukan oleh daerah kerja. dll • penetapan rate standard secara umum tidak mungkin 2. Standar effisiensi Penyusunan standar waktu kerja biasanya didasarkan atas penelitian kegiatan operasinya • dimengerti oleh supervisor • diketahui waktu yang disediakan dan diperbolehkan • mengukur kegiatan perorangan berdasarkan hasil yang di capai. Rate standard (beaya atau upah) 2. Standar effisiensi (waktu atau penggunaan) 1. . status pekerja. keahlian. macam pekerjaan.

makin kecil beaya overhead tetapnya per unit • Overhead variable meningkat secara proporsional dengan peningkatan produk yang dihasilkan dan besarnya tetap per unit .Penyimpangan waktu dapat digunakan untuk mengukur effisiensi kerja. yaitu perbedaan antara standar dan aktualnya. C. Standar overhead • Makin besar jumlah unit yang di produksi.

Thank You .