Anda di halaman 1dari 18

Vector borne dissease

(bakteri dan virus)
Dr.Rayhana,M.Biomed

trinidad.Virus haemorrhagic fever Famili : • Flaviviridae. • Bunyaviridae (crimean-congo haemorrhagic fever virus) korea. africa) . Rusia. binatang pengerat. Argentina). scandinavia. africa. Brazil. ebolavirus. • Togaviridae. • Filoviridaea (cuevavirus. mll serangga. Venezuela. marburgvirus. amerika utara. • Arenaviridae (arenavirus.

• enveloped • Host ( mll hewan ke manusia). nyamuk atau serangga • Patogenesis hemodinamik : sindroma kebocoran pipa kapiler akut yang masif. • Etiologi : belum diketahui dengan pasti .• RNA viruses.

Arboviruses .

3. • Belum ditemukan adanya infeksi kongenital.4 • Dengue HF terdapat mekanisme immunopatogenik (antibody dependent enhancement) • Penularan mll nyamuk Aedes aegypti.Dengue haemorrhagic fever • Flaviviridae. Aedes albopictus.2. • Tumbuh pada tissue culture • Umumnya menghemagglutinasi red blood cell burung. . envelop • Virus dengue terdiri atas 4 serotipe : 1. Genome positif (+) RNA.

Pemeriksaan isolasi dan identifikasi virus 1. Isolasi dengan bayi mencit (umur 2-3 hari) .Sel Toxorhynchites amboinensis clone TRA 284 SFG 3.aegypty 2. Isolasi memakai biakan sel .Aedes Albopictus Clone C6 / 36 . Isolasi terhadap gigitan nyamuk Nyamuk Toxorhynchites spp atau A.

Yellow fever • Flaviviridae. dan sabethes chloropterus. Genome positif (+) RNA. penyebarannya antara manusia dan nyamuk. Lingkaran penularan melibatkan binatang. • Rural yellow fever ditularkan nyamuk Aedes africanus. Haemagogus equinis. Aedes simpsoni. . Haemagogus capricornii. envelop • 2 siklus : urban yellow fever (perkotaan) dan rural yellow fever (pedesaan) • Urban yellow fever ditularkan nyamuk Aedes aegypti.

perbedaan utama pada hepatotrofik demam kuning • Masa inkubasi 1-3 hari gejala timbul mendadak (sakit kepala. nausea. albuminuria • Hari ke 6-7  dapat terjadi kematian . muntah.Patogenesis demam kuning • Hampir sama dengan patogenesis demam berdarah dengue. • Hari ke 3-4  suhu tubuh menurun kemudian naik lagi  fase kedua demam lebih mudah perdarahan. ikterus. cenderung perdarahan. demam tinggi. kemerahan pada muka.

hati. Menginfeksi otak (mll endotelial kapiler atau pleksus koroideus). menggigil. makrofag. ss RNA (+) • Ditularkan mll nyamuk Aedes • Sel target : sel endotel kapiler. monosit. kulit dan jaringan pembuluh darah .Virus chikungunya • Famili Togaviridae. nyeri punggung berlangsung 3-7 hari. genus alphavirus. sistem retikuloendotelial (RES) • Masa inkubasi : singkat • Gejala Viremia I : demam. sakit kepala. • Viremia II : replikasi di RES.

• Umumnya kasus sampai tahap penyakit sistemik ringan (viremia I) • Terapi : supportif .

Nepal. • Infeksi bakteri ke manusia melalui ‘deer ticks’ / kutu • Epidemiologi : Africa.Lyme dissease • Lyme dissease disebabkan bakteri Borrelia burgdoferri. Nepal. Asia (Jepang. Thailand. Mongolia) . Eropa.

“Deer ticks “ .

Rickettsiae • RNA dan DNA • Batang. kokoid. pleiomorf gram negatif • Pewarnaan giemsa : Rickettsia terlihat biru • Parasit intraselluler obligat (reproduksi parasit hanya dapat dilakukan di sel inang) • Ditularkan kutu manusia / pediculus vestimenti .

Rickettsia .

.

.

tifus endemik).• Golongan tifus (Tifus epidemik. demam query. delirium. demam parit. sakit kepala. . bercak-bercak gangren dikulit atau jaringan sub kutan. golongan spotted fever. • Gejala : demam. • Kasus-kasus berat : dapatdijumpai stupor. kelainan di kulit. tidak ada kelainan kulit. • pada Qfever : Pembesaran limpa dan hati. malaise. golongan demam semak. lesu.

akan kebal terhadap keduanya • Masa inkubasi : 1-4 minggu • Terapi : tetrasiklin dan khloramfenikol .• Mortalitas bervariasi antara 1%-90% • Timbul kekebalan setelah sembuh • Ricketsia typhi dan Ricketsia prowazeki bila sdh terinfeksi salah satu dari bakteri ini.