Anda di halaman 1dari 71

Anggota Kelompok

:
Andrea Devina (1406575393)
Nabila Hana’ Dhia (1406573394)
Larasati Windiani (1406533573)
Rizki Larasati (1406533541)
Sangghadatu Abda M (1406569913)

Pertumbuhan dan
Regenerasi Sel Serta Faktor
yang Mempengaruhi

OUTLINE
Pembelahan Sel Prokariotik

Pembelahan Sel Eukaritotik
Mekanisme Regenerasi Sel
Virus
Faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Sel
Rekayasa Makanan Sel untuk
Mendapatkan Karakter Sel
yang Diaharapkan

Pembelahan Sel
Prokariotik
Pembelahan pada sel prokariotik dikenal dengan
pembelahan biner yang artinya pembelahan ini
berlangsung secara sederhana dan spontan atau amitosis
(pembelahan yang tidak melibatkan kromosom).
Pembelahan ini berlangsung secara sederhana yaitu
dengan pembelahan inti TANPA melibatkan :
- Pembentukan benang spindle
- Pembentukan kromosom
- Peleburan membrane inti dan lain-lain.
Pembelahan biner dapat ditemukan pada sel bakteri,
proses pertumbuhan sel, duplikasi materi genetik,
pembagian kromosom, dan pembelahan sitoplasma.

dan lain sebagainya. Tujuan dari pembelahan biner adalah untuk reproduksi (memperbanyak diri). • Setiap sel membelah menjadi 2 sel anak. • Terjadi pada organisme uniseluler (bersel tunggal) seperti amoeba. paramecium. alga biru. .Ciri – Ciri dan Tujuan Pembelahan Biner Ciri-ciri pembelahan biner adalah sebagai berikut.

Pembelahan Biner .

• Kemudian akan terjadi pertumbuhan di antara dua tempat pelekatan kromosom tersebut. • Sitokinesis dan pembentukan dinding sel kemudian terbentuk sehingga 2 sel anak terbentuk.• Pada pembelahan biner. . Hal ini untuk melakukan pemisahan inti. kromosom diduplikasi dan akan menempel pada membrane plasma.

•. Bakteri membutuhkan air untuk fungsi – fungsi .Faktor – faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Sel Prokariotik 1. Bakteri membutuhkan sumber karbon berupa karbon anorganik (karbon dioksida) dan karbon organik (seperti karbohidrat). •. Bakteri membutuhkan beberapa unsur logam (seperti kalium. Bakteri membutuhkan sumber nitrogen dalam bentuk garam nitrogen anorganik (seperti kalium nitrat) dan nitrogen organik (berupa protein dan asam amino). magnesium. •. Faktor Zat Gizi •. Bakteri membutuhkan sumber energi yang berasal dari energi cahaya (fototrof) dan senyawa kimia(kemotrof). •. natrium. besi. tembaga dsb).

sumber nitrogen.Jasad renik heterotrof membutuhkan nutrien untuk kehidupan dan pertumbuhannya yaitu sebagai sumber karbon. dan faktor pertumbuhan yaitu mineral dan vitamin. Setiap jasad renik bervariasi dalam kebutuhannya akan nutrisi tersebut Jasad zat-zat renik yang tumbuh pada makanan umumnya bersifat heterotrof yaitu yang menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi dan karbon. tetapi beberapa dapat pula menggunakan sumber nitrogen anorganik. . Kebanyakan organisme heterotrof menggunakan komponen organik yang mengandung nitrogen sebagai sumber N. Nutrien tersebut di butuhkan untuk membentuk energi dan menyusun komponen komponen sel. walaupun komponen organik lainnya yang mengandung karbon mungkin juga dapat di gunakan.sumber energi.

2. • Asidofil memiliki nilai rentang pH 6. pH Pada sejumlah bakteri. Pada mikroorganisme fermentatif . Hal ini disebabkan kontrol aktivitas sistem transpor ion yang mempermudah masuknya proton.0 • Alkalofil memiliki nilai rentang pH 8. produksi produk fermentatif yang bersifat asam dan akumulasinya .1 unit per perubahan pH pada pH eksternal. Bermacam-macam sistem yang mencerminkan luas rentang nilai pH diperlihatkan oleh berbagai bakteri. pH berbeda dengan 0.5 – 7.0 Mikroorganisme fermentatif memperlihatkan rentang nila pH yang lebih tinggi dibandingkan dengan mikroorganisme yang menggunakan jalur respirasi.0 • Neutrofil memiliki nilai rentang pH 7.4 – 9.5 – 8.

Psikrofilik. • 3. Termofilik. 10-45oC. .3. optimum pada 10-20oC. 25-80oC. • 2. Mesofilik. -5oC sampai 30oC. bakteri dikelompokkan menjadi tiga: • 1. optimum pada 2040oC. Suhu Berdasarkan rentang temperatur dimana dapat terjadi pertumbuhan. optimum pada 5060oC.

Beberapa kondisi atau keadaan di mana air tidak dapat di gunakan oleh jasad renik yaitu: • Adanya solut dan ion dapat mengikat air dalam larutan • Koloid hidrofilik dapat mengikat air. • Air dalam bentuk kristal es tidak dapat di gunakan oleh jasad renik . Ketersediaan Air Tidak semua air yang terdapat dalam bahan pangan dapat di gunakan oleh jasad renik. sebanyak 3-4% agar dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam medium.4.

dapat tumbuh dalam keadaan aerob dan anaerob. Kebutuhan Oksigen Berdasarkan kebutuhan oksigen tersebut.: • Anaerob obligat yang tumbuh hanya dalam keadaan tekanan oksigen yang sangat rendah dan oksigen bersifat toksik.tekanan oksigen tinggi dapat menghambat pertumbuhan. • Anaerob aerotoleran yang tidak terbunuh dengan paparan oksigen. membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. • Anaerob fakultatif. 2012). bakteri dapat dipisahkan menjadi lima kelompok (Wibowo MS. .5. • Aerob obligat. • Bakteri mikroaerofilik yang tumbuh baik pada tekanan oksigen rendah.

.

Pertumbuhan Bakteri .

. Pada fase ini bakteri beradaptasi dengan lingkungan. terapi metabolisme sel bakteri meningkat dan terjadi perbesaran ukuran sel bakteri. belum mampu mengadakan pembiakan. umur biakan. dan nutrien yang terdapat dalam medium yang disediakan. Lama waktu ini tergantung pada macam bakteri. yaitu: Fase Adaptasi (Lag Phase) Merupakan periode penyesuaian diri bakteri terhadap lingkungan dan lamanya mulai dari satu jam hingga beberapa hari.Pertumbuhan bakteri dapat dibagi menjadi empat fase.

Fase Pertumbuhan (Log Phase) Fase ini merupakan periode pembiakan yang cepat dan merupakan periode yang didalamnya dapat teramati ciri khas sel-sel yang aktif. Pada kurva. sel-sel membelah dan jumlahnya meningkat secara logaritma sesuai dengan pertambahan waktu. Selama fase ini pembiakan bakteri berlangsung cepat. seperti karbohidrat dan protein. beberapa bakteri pada fase ini biasanya menghasilkan senyawa metabolit primer. fase ini ditandai dengan adanya garis lurus pada plot jumlah sel terhadap waktu. .

Fase Stasioner (Stationer Phase) Fase ini merupakan suatu keadaan seimbang antara laju peryumbuhan dengan laju kematian. . Beberapa bakteri biasanya menghasilkan senyawa metabolit sekunder seperti antibiotika dan polimer pada fase ini. sehingga jumlah keseluruah bakteri yang hidup akan tetap.

laju kematian bakteri melampaui laju pembiakan bakteri.Fase Kematian (Death Phase) Pada fase ini. Hal ini disebakan karena habisnya jumlah makanan dalam medium sehingga pembiakan bakteri terhenti dan keadaan lingkungan yang jelek karena semakin banyaknya hasil metabolit yang tidak berguna dan mengganggu pertumbuhan bakteri. .

Pembelahan Sel Eukariotik Pembelahan sel meliputi dua tahapan yaitu : Kariokinesis (mitosis) dan sitokinesis. Pembelahan sel diawali dengan Interfase yang terdiri atas tiga fase : .

Tahap Interfase .

benang-benang kromatin terkondensasi. • Pada salah satu ujung sel. • Sel tidak membelah • Kromatin atau bentuk benang-benang kromosom sehingga bentuk kromosom tidak dapat dilihat secara jelas.Interfase • Ketika sel memasuki tahap M (mitosis). terdapat 2 pasang . dan berkumpul membentuk kromosom.

pertambahan sel. . Hal ini berarti sel haploid akan menghasilkan 2 sel haploid dan sel diploid akan menghasilkan 2 sel diploid. Pembelahan ini bertahap dan terjadi pada sel tubuh (somatis) dengan tujuan pertumbuhan. dan regenerasi sel. • Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anak yang identik dengan induknya.Pembelahan Mitosis • Pembelahan mitosis adalah pembelahan yang menghasilkan sel anak yang dapat membelah lagi.

Tahapan-Tahapan Mitosis .

• DNA asal dan DNA hasil replikasi membentuk kromosom dan merekat pada sentromer. .Profase • Benang-benang kromatin terkondensasi membentuk kromosom. • Tahap profase ditandai juga oleh penggandaan jumlah sentriol yang bergerak ke kutub yang berlawanan. • Kromosom tersebut tersusun atas dua kromatid.

• Semua kromosom sel bergerak ke arah bidang ekuator atau bidang pembelahan. • Spindel ini menghubungkan kromosom ke 2 kutub sentrisol yang berlawanan . Pergerakan ini dibantu oleh benang spindel.Metafase • Setiap kromosom sejajar bidang ekuator.

. • Kromatid tunggal bergerak menuju kutubkutub pada arah yang berlawanan.Anafase • Anafase dimulai ketika sentromer yang menggabungkan kedua kromatid terpisah. • Anafase berakhir ketika setiap sel kromosom sampai pada kutubkutubnya.

• Cleavage Burrow/ pembelahan alur menyempit dan lama kelamaan membelah sel. pemisahan sitoplasma. • Lilitan kromosom mulai terurai menjadi kromatin • Setelah tahap telofase.Telofase • Benang-benang spindel menghilang dan membran inti mulai terbentuk di sekeliling daerah kromosom. • Membran inti akhirnya membungkus kromosomkromosom tersebut. . biasanya diikuti oleh tahap sitokinesis.

• Kromosom akan berubah kembali menjadi benangbenang. sel akan kembali ke fase interfase dan sentriosol menjadi empat (2 di setiap sel) serta aster hilang. B • Beberapa jenis kromosom yang mengalami pembelahan adalah kromosom parental dan maternal dapat dilihat pada gambar .• Setelah pembelahan.

Inilah mengapa pembelah ini juga dikenal dengan pembelahan reduksi. pakiten.Meiosis • Berbeda dengan proses mitosis. Pada tahap profase I terdiri dari leptoten. pembelahan ini menghasilkan 4 sel yang tidak identik dengan induknya (diploid menjadi haploid)  akibat pengurangan kromosom. • Pembelahan ini memiliki proses ProMAT I dan ProMAT II. diakinesis. diploten. . zigoten. Proses pembelahannya kurang lebih sama kecuali pada proses Profase I.

Profase I .

Profase I .

html .com/cell/meiosis.Profase I Sumber : http://biology.tutorvista.

kemudian sitokinesis berlangsung. – Proses pembelahan sel pada tahap meiosis I sebagai berikut: . selubung inti terbentuk.2. 3. Metafase I – Tetrad berkumpul di bidang ekuator. Anafase I – Benang gelendong pembelahan dari masing-masing kutub menarik kromosom homolog sehingga setiap pasangan kromosom homolog berpisah bergerak ke arah kutub berlawanan. dan nukleolus muncul lagi. Setiap kutub memperoleh campuran acak kromosom dari ibu bapak. Telofase I – Kromatid memadat. 4.

• Penataan ulang gen-gen diantara non-sister chromatid (disebut crossing over) melengkapi fase ini. synapsis yaitu kromosom homolog yang sudah direplikasi berpasangan dan secara fisik dihubungkan sepanjang kromosomnya oleh protein (synaptonemal complex) . Synapsis dan crossing over secara normal tidak terjadi pada pembelahan mitosis. • Chiasma merupakan bentuk fisik dari crossing over yang memiliki bentuk silang karena kohesi sister chromatids masih mengikat keduanya secara bersama-sama. Sesudah terjadi pemisahan/penguraian synaptonemal complex.  . kedua kromosom homolog tersebut menjadi sedikit terpisah tetapi masih dihubungkan oleh area berbentuk X yang disebut chiasma (jamak chiasmata).Tiga hal yang terjadi selama meiosis I : Synapsis dan crossing over • Selama propase I.

kromosom tereplikasi pada pada tiap-tiap pasangan homolog berpindah pada kutub yang berlawanan tetapi sister chromatids pada tiap-tiapa kromosom tereplikasi masih menempel.Homologs dan metaphase plate • Pada metafase I pembelahan meiosis. Pada mitosissister chromatids terpisah. . Separation of homologs • Pada anafase I pembelahan meiosis. kromosom terletak pada lempeng metafase sebagai pasangan kromosom homolog sedangkan pada mitosis yang terletak pada lempeng metafase adalah kromosom secara individu.

dan sekat pemisah semakin jelas sehingga akhirnya terjadilah dua sel anakan. 4. . kromatid berkelompok duadua. Metafase II – Kromosom berada di bidang ekuator. Anafase II – Kromosom melekat pada kinetokor benang gelendong. Belum terjadi pembelahan 3. lalu ditarik oleh benang gelendong ke arah kutub yang berlawanan yang menyebabkan sentromer terbelah.Meiosis II Fase-fase dalam tahap pembelahan meiosis II meliputi: 1. 2. Telofase II – Kromatid berkumpul pada kutub pembelahan lalu berubah menjadi kromatin kembali. Profase II – Sentrosom membentuk dua sentriol yang letaknya pada kutub yang berlawanan dan dihubungkan oleh benang gelendong. Bersamaan dengan itu membran inti dan anak inti terbentuk kembali.

dimulai dari spermatogonium yang diploid bertumbuh menjadi spermatosit primer. • Pada proses spermatogenesis.Pembelahan Sel Gamet Pada Manusia • Pembelahan sel gamet pada manusia terdiri pada spermatogenesis (pada pria) dan oogenesis (pada wanita). spermatosit primer tersebut membelah secara meiosis menjadi 2 spermatosit sekunder yang . Setelah itu.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Sel .

respirasi. dan transpirasi. • Suhu minimum merupakan suhu terendah yang memungkinkan sel bertahan hidup. • Suhu maksimum merupakan suhu tertinggi yang memungkinkan sel masih dapat bertahan hidup. • Suhu optimum merupakan suhu yang paling baik untuk pertumbuhan sel secara ideal. translokasi.Faktor Eksternal Suhu Suhu merupakan faktor lingkungan yang penting bagi sel karena berhubungan dengan kemampuan melakukan fotosintesis. .

. Sebaliknya tekanan osmose lingkungan yang hipotonis akan menyebabkan sel membengkak dan juga dapat mengakibatkan rusaknya sel.Tekanan Osmosis Suatu tekanan osmose akan sangat mempengaruhi sel jika tekanan osmosis lingkungan lebih besar (hipertonis) sel akan mengalami plasmolisis.

Air • Sebagai pelarut. . air juga memengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung memengaruhi laju metabolisme. • Proses osmosis akan terhenti atau berbalik arah yang berakibat keluarnya materi-materi dari protoplasma sel-sel tumbuhan. sehingga tanaman kering dan mati. Kekurangan air pada tanah menyebabkan terhambatnya proses osmosis.

Makanan • Organisme membutuhkan makanan (nutrien) untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan tersebut berupa unsur atau senyawa kimia. • Tumbuhan membutuhkan zat anorganik yang umumnya diambil dan dalam tanah dalam bentuk ion. Zat makanan diperlukan sebagai sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuhan. dan beberapa diambil dan udara .

• Pada dasarnya tak satupun yang dapat tumbuh baik pada pH lebih dari 8. Kebanyakan bakteri tidak tumbuh dalam kondisi terlalu basa. • Beberapa bakteri tumbuh pada pH 6 • Tidak jarang dijumpai organisme yang tumbuh baik pada pH 4 atau 5.Derajat Keasaman • Medium harus mempunyai pH yang tepat. dengan pengecualian basil kolera (Vibrio cholerae). . yaitu tidak terlalu asam atau basa.

• Informasi genetik yang diterima oleh setiap sel pada saat pembelahan sel harus tepat agar setiap organ dapat berkembang dengan tepat. dan hormon. • Gen sebagai pembawa kode untuk mengatur pertumbuhan protein.Faktor Internal Gen • Gen terdapat di dalam kromosom dan bertanggung jawab dalam pewarisan sifat melalui pembiakan. enzim. Ketiganya penting dalam reaksi metabolisme untuk mengatur pertumbuhan. .

Hormon • Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. . dan pemanjangan sel. • Hormon pertumbuhan atau somatotrof berperan penting dalam pertumbuhan primer dan dapat meningkatkan pembelahan sel. namun ada pula hormon yang menghambat pertumbuhan. Meskipun kadarnya sedikit. hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh. pembelahan sel. dan pertumbuhan tulang. • Hormon tumbuhan disebut fitohormon yang berperan merangsang pertumbuhan. sintesis protein.

sedangkan virus lain mempunyai envelope (amplop) atau membran yang menyelubungi (gb.1) • Dalam banyak kasus.Struktur Virus • Materi genetik berada didalam kapsul atau capsid yang terdiri dari molekul protein individu yang disebut capsomere. (gb.2). . • Unit lengkap dari asam nukleat dan capsid disebut nucleocapsid dengan bentuk yang simetris berbentuk icosahedral. helical atau complex. partikel virus atau virion hanya terdiri dari nukleokapsid. • Biasanya terdiri 2 lapisan lipid (lipid bilayer) yang berasal dari sel hospes yang mana protein dan glikoprotein virus disisipkan.

Struktur Virus .

Pola Pertumbuhan Virus .

Pola Pertumbuhan Virus
Daur Lisis
Adsorpsi (penempelan)
Penetrasi (injeksi)
Replikasi
Sintesa
Perakitan
Pelapasan / Lisis

Daur Lisogenik
Adsorpsi (penempelan)
Penetrasi (injeksi)
Penggabungan
Pembelahan
Sintesis
[Dilanjutkan ke Daur Lisis]

Siklus Litik
• Adsorpsi (penempelan) dari partikel virus (virion) pada sel inang.
• Penetrasi (injeksi) asam nukelat virus ke dalam sel inang. Virus
melubangi membran sel inang dengan enzim lisozim. Setelah itu
virus akan mengirim materi genetiknya masuk ke dalam sel
melalui sitoplasma.
• Replikasi dari asam nukleat virus. Sel inang juga kini akan
memproduksi enzim dan material lain yang diperlukan oleh virus.
• Sintesis dari protein sub unit dari mantel virus. Manipulasi DNA
oleh virus akan merubah sel inang sebuah tempat pembentukan
bagian-bagian yang akan disusun menjadi virus baru.
• Perakitan dari asam nukleat, protein sub unit, dan komponen
membran (pada virus bermembran) ke dalam partikel virus.
Molekul-molekul penyusun virus akan tersusun, asam nukleat
akan dilapisi oleh kapsid, badan virus (seperti pada virus fage)
akan dipasang pada badan virus, dan sebagainya.
• Pelapasan/Lisis. Virus-virus yang telah matang akan berkumpul

.

• Ketika bakteri menggandakan diri. profage akan memisahkan diri dari DNA bakteri untuk melakukan sintesis bagian virus baru (Fase Sintesis). DNA virus yang menyatu namun tidak aktif ini disebut dengan istilah profage. • Virus memasukkan asam nukleat ke dalam sel bakteri (Fase Penetrasi) • DNA virus akan menyatu dengan DNA bakteri (Fase Penggabungan). • Virus akan memasuki siklus litik. profage akan ikut tergandakan juga sehingga bakteri-bakteri anak juga mengandung profage tersebut (Fase Pembelahan) • Jika keadaan lingkungan mendukung.Siklus Lisogenik • Virus menempel pada bakteri (Fase Adsorbsi). .

.

Perbandingan Siklus Litik dan Lisogenik Litik Lisogenik Membunuh sel secara langsung Tidak membunuh sel Melakukan replikasi material virus dengan cara membuat sel memproduksinya secara langsung Memproduksi material virus dengan cara membuat asam nukleat virus terreplikasi bersama DNA sel Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan. Bersifat Non virulen. Bersifat Virulen Waktu relatif singkat Waktu relatif lama Reproduksi terjadi secara Reproduksi terikat pada .

mengambil alih DNA sel dan tidak merusak fungsi sel dan menghancurkan sel. sel Virus bereplikasi dan Virus ini tidak menghasilkan menghasilkan keturunan keturunan bakteriofage Infeksi virus menghasilkan (virulent) berlangsung Replikasi berlangsung virus ganas menghasilkan virus sedang Ada gejala infeksi virus Tidak ada gejala infeksi virus .Perbandingan Siklus Litik dan Lisogenik Litik Lisogenik DNA virus menghancurkan DNA virus menyatu dengan DNA sel.

Sifat unik terkait replikasi • HIV: Merreplikasi diri pada leukosit sekaligus menyelubungi diri dengan membran leukosit agar tidak diserang • Influenza: Bermutasi seiring berjalannya replikasi • Herpes: Dapat merreplikasi diri pada banyak jenis sel .

Penting juga dalam pembangkitan energi sebagai proton. CO2. senyawa organik. nukleotida.Elemen Makronutrien yang diperlukan oleh mikroba Unsur Sumber Karbon Senyawa atau CO2 Oksigen H2O.Penyusun asam amino. senyawa. senyawa. dan koenzim Hidrogen H2O. dan O2 adalah penadah elektron (electron acceptor) pada respirasi aerobik Nitrogen NH3. NO3. Fungsi organik Penyusun utama material sel Senyawa Penyusun material sel dan air sel. O2 organik. N2 nukleotida.Penyusun senyawa-senyawa organik senyawa organik. Phosphor phosphates us anorganik (PO4) Penyusun asam nukleat. LPS. asam nukleat. H2 dan air sel. phospholipida. asam teikoat .

co-factor bagi enzim-enzim tertentu dan penyusun endospore besi Penyusun cytokrom dan protein lainnya. co-factor bagi reaksi-reaksi enzimatik tertentu Kalsium Kation sel. methionin. serta co-factor bagi beberapa reaksi-reaksi enzimatik . S. sulfur organic Kalium Garam-garam Magnesiu m Garam-garam Kalsium Garam-garam Besi Garam-garam Fungsi senyawaan Penyusun cystein.Nutrisi Mikro dalam sel bakteri Nutrisi mikro Sulfur Sumber SO4. beberapa coenzym kalium Sumber katio dan co-factor bagi enzim tertentu Magnesium Kation sel. H2S. glutathion.

. Sebagai contoh: cytochrome oxidase. Mn Diperlukan oleh sejumlah enzim pada situd katalitik. Enzim-enzim photosintetis tertentu menggunakan mangan (Mn) untuk memecah air menjadi oksigen dan proton. termasuk yang   terlibat dalam metabolisma karbon monoksida.Peran yang dimainkan oleh unsur-unsur ringan pada metabolisma Eleme Contoh Fungsi n Kobalt Bagian dari vitamin B12. Dijumpai pada reduktase nitrat dan nitrogenase. yang digunakan untuk membawa gugus methyl. Mo Reaksi-reaksi tertentu yang melibatkan asimilasi nitrogen. Cu Peran katalisis pada beragam enzim yang bereaksi dengan oksigen. Seng Peran struktural pada beragam enzim termasuk DNA polimerase. Ni Beberapa enzim-enzim yang berbeda.

corynebacterium. brevibacterium. flavobacterium. serta beberapa jenis jamur dimanfaatkan dalam aktivitas penguraian senyawa hidrokarbon yang ditumpahkan ke laut secara efisien . • Genus acinobacter. arthrobacter. dan vibrio.Rekayasa Makanan pada Sel untuk Mendapat Karakter Sel yang diharapkan • Pada bakteri pengurai minyak. mycobacterium. enzim yang dimilikinya sangat berpotensi untuk diterapkan sebagai pendegradasi minyak dan biofuel.

invertase. pullulanase. kitinase. siklomaltodekstrin glukanotransferase. levansukrase. endoglukanase. . a-amilase maltogenik. licheniformis HK1 diperkirakan menghasilkan glukoamilase.Rekayasa Makanan pada Sel untuk Mendapat Karakter Sel yang diharapkan • B. dan arabinase pada kultur yang menggunakan pepton. • Pada kultur yang menggunakan sumber nitrogen petis udang terlihat perubahan konsentrasi karbohidrase ekstraseluler yang lebih beragam. dan pektin liase pada kultur yang menggunakan sumber nitrogen petis udang.

70. 60.Rekayasa Makanan pada Sel untuk Mendapat Karakter Sel yang diharapkan • Isolasi bakteri hidrokarbonoklastik ini menggunakan medium SMSSe yaitu Stone Mineral Salt Solution yang diperkaya dengan ekstrak ragi dan ditambah 5% minyak bumi pada suhu 50. . 80 dan 90°C serta pengocokan 120 rpm untuk menghasilkan perolehan minyak bumi dengan menggunakan aktivitas bakteri hidrokarbonoklastik.

• Dalam teknologi bioremediasi dikenal dua cara menstimulasi pertumbuhan mikroba. yaitu dengan biostimulasi dan bioaugmentasi. . air tanah atau air permukaan sehingga lingkungan tersebut kembali bersih dan alamiah.Bioremediasi • Secara umum bioremediasi dimaksudkan sebagai penggunaan mikroba untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan atau untuk menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan dari tanah. lumpur.

Bioremediasi • Biostimulasi adalah memperbanyak dan mempercepat pertumbuhan mikroba yang sudah ada di dalam tanah tercemar dengan cara memberikan lingkungan pertumbuhan yang diperlukan. . • Jika jumlah mikroba yang ada sangat sedikit. yaitu penambahan nutrient (misalnya sumber Nitrogen dan Phospor) dan oksigen. maka harus ditambahkan mikroba untuk mencapai jumlah mikroba rata-rata 103 cfu/gram • Bioaugmentasi adalah proses penambahan produk bakteri komersial ka dalam limbah cair untuk meningkatkan efisiensi dalam pengolahan limbah secara biologi.

dan dapat menekan populasi bakteri patogen pada penampung tinja. Pseudomonas sp. Dengan demikian.Beberapa bakteri yang memanfaatkan hidrokarbon sebagai senyawa pertumbuhan serta secara tidak langsung berperan dalam bioremediasi adalah : 1.dan lemak secara biologis. merupakan salah satu bakteri yang memanfaatan bakteri menjadi biosurfaktan. Bakteri Nitrobacter Bakteri ini merupakan bakteri probioaktif yang mampu bekerja menguraikan bahan organik protein. jenis bakteri ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam melakukan bioremediasi dengan hidrokarbon. Bermanfaat dalam menguraikan NH3 dan NO pada sampah. . 2.tinja.dan kotoran hewan ternak. Pseudomonas sp.karbohidrat.

. Bakteri Endogenous Teknik bioremediasi dengan menggunakan bakteri endogenus juga bertujuan untuk mengendalikan senyawa H2S yang banyak menumpuk di sedimen tambak dan dapat mengendalikan senyawa amoniak dan nitrit 4.3. Bakteri Nitrifikasi Nitirifikasi  untuk menjaga keseimbangan senyawa nitrogen anorganik (amonia. nitrit dan nitrat) di sistem tambak.

.5. sehingga mampu meremidiasi tanah yang tercemar oleh minyak. Bakteri Pereduksi Sulfat Kemampuan BPS dalam menurunkan kandungan sulfat sehingga dapat meningkatkan pH tanah bekas tambang batubara ini sangat bermanfaat pada kegiatan rehabilitasi lahan bekas tambang batubara. akan tetapi tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan juga menggunakan D-glukosa sebagai makanannya.Acinobacter Memiliki kemampuan untuk menggunakan rantai hidrokarbon sebagai sumber nutrisi. Bakteri ini bisa menggunakan amonium dan garam nitrit sebagai sumber nitrogen. 6.

Cunninghamella.7. 8. Penicillium. dimana bakteri ini menggunakan minyak bumi sebagai satu-satunya sumber karbon untuk menghasilkan energi dan pertumbuhannya. Candida. Jamur Phanerochaete chrysosporium mampu mendegradasi berbagai senyawa hidrofobik pencemar tanah yang persisten. Bacillus Bakteri ini mempunyai kemampuan dalam mendegradasi minyak bumi. Sporobolomyces. Jamur dari genus ini mendegradasi hidrokarbon polisiklik aromatik. Cladosporium. Fungi Fungi pendegradasi hidrokarbon  umumnya  berasal dari genus Phanerochaete. .

THANK YOU .

  2002.edu/classes/bios/bios100/lecturesf04am/lect16. et al. . Structure and Classification of Viruses Medical Microbiology NCBI Bookshelf.com/article/how-microbes-helped-cleanbp-s-oil-spill/. Alih bahasa lestari. [ONLINE] Tersedia: http://www.com. How Microbes Helped Clean BP's Oil Spill .edu/research/epulopiscium/binary-fission-and-other-forms-reproduction-bacteria.com/2014/06/klasifikasi-virus.uic. 2015. 2015. Simarmata.gov/books/NBK8174/. [ONLINE] Tersedia: http://www. How Microbes Helped Clean BP's Oil Spill Scientific American.htm. 2015. R. [ONLINE] Available at: https://micro. J. [ONLINE] Tersedia: http://www..Medical Microbiology . 2015. [Diakses 25 Oktober 2015].html. Philadelphia. Klasifikasi Virus. Binary Fission and other Forms of Reproduction in Bacteria | Department of Microbiology.. [Diakses 27 Oktober 2015].ncbi.com/articles/3757/20130830/bacteria-naturally-eat-up-oil-spill-contaminationsupplementing-diet-nitrogen. N. [ONLINE] Tersedia: http://belajarbiologi. [Diakses 26 Oktober 2015].natureworldnews. Mitchell.G. H. Caspar DLD.html. Klasifikasi Virus | Belajar Biologi. [Diakses 22 Oktober 2015].W. [ONLINE] Tersedia: http://www. Hardani. 2015.cornell. [ONLINE] Tersedia: http://www.com/science/binary-fission.B. Structure and Classification of Viruses .nlm. Tamm I (eds): Viral and Rickettsial Infections in Man. Jakarta. Binary fission | cell division | Britannica. [Diakses 25 Oktober 2015].  Erlangga. L. Binary Fission and other Forms of Reproduction in Bacteria | Department of Microbiology.NCBI Bookshelf. Design Principles in Virus Particle Construction. [ONLINE] Tersedia: http://www. 2015. 2015. Reece. 1975.Scientific American. Cell Division. [Diakses 28 October 2015]. 2015.scientificamerican. Bacteria Naturally 'Eat Up' Oil Spill Contamination by Supplementing Diet with Nitrogen : Environment : Nature World News. A.britannica. In Horsfall FL.  Biologi. Klasifikasi Virus.A. [Diakses 25 Oktober 2015]. JB Lippincott.nih.htm.DAFTAR PUSTAKA Bacteria Naturally 'Eat Up' Oil Spill Contamination by Supplementing Diet with Nitrogen : Environment : Nature World News. safitri..com. [Diakses 27 Oktober 2015]. Klasifikasi Virus | Belajar Biologi. binary fission | cell division | Britannica.info/2015/08/klasifikasi-virus. 4th Ed. L. (eds). Cell Division.edubio. Campbell..