Anda di halaman 1dari 37

Laporan Kunjungan Kasus

Hipertensi grade II tidak
terkontrol pada Ny. I dengan
Pendekatan Kedokteran
Keluarga di Wilayah Kerja
Puskemas Kecamatan Cikupa,
Kabupaten Tangerang, Provinsi
Banten
 
William Tendy Wijaya (406148079)
Cherry Valencia (406148096)
Laurensia Stevanny Marcella
(406148099)
Pembimbing : dr. Ernawati, SE, MS

PENDAHULUAN

Menyelenggarakan
pelayanan primer yang
komprehensif, kontinu,
mengutamakan
pencegahan, koordinatif
Dokter
Keluarg
a

Memberikan
pelayanan
kesehatan tingkat
pertama yang
berkesinambungan
dan menyeluruh

Aktif
mengunjungi
penderita
atau
keluarganya

Epidemiologi
Dunia : 600 juta pada tahun 1980 menjadi
hampir 1 miliar saat tahun 2008
Asia : laki-laki 39% dan 37% untuk
perempuan/th
Indonesia : 65.048.110
jiwa
Puske
smas
Banten
: 26.442
Cikup
kasus/tahun
a : 39
kasus
baru
dari
Maret

Agust

I? .I dengan pengukuran tekanan darah yang mencapai 180/110 mmHg Pertanyaan Masalah • Apa saja faktor-faktor risiko terjadinya hipertensi pada Ny.Perumusan Masalah Pernyataan Masalah • Tidak terkendalinya tekanan darah Ny. I? • Apa saja faktor internal dan eksternal menurut Mandala of Healthyang menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan darah Ny. I? • Apakah alternatif jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Ny.

Diketahuinya alternatif jalan keluar dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh Ny. Tujuan Khusus Diketahuinya faktor internal dan eksternal menurut Mandala of Health yang menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan darah Ny. I dengan harapan mencegah komplikasi lain yang lebih lanjut untuk mencapai kualitas hidup yang lebih optimal. .I. Diketahuinya faktor-faktor risiko yang menyebabkan terjadinya hipertensi Ny.I.Tujuan Tujuan Umum Terkendalinya tekanan darah Ny.I.

Asupan Garam Na Kulit Putih Ras Kerangka Teori Nutrisi Obesitas Stress DM Alkohol Hipertensi Usia Kurang Aktivitas Fisik Dislipidemia Merokok Jenis Kelamin Genetik Nikotin Pria .

I : 60 tahun : Perempuan : Desa Telaga Sari. IW Pekerjaan Kepala Keluarga : Penjual Bakso . RT01 RW03 Kecamatan Cikupa Agama : Islam Suku bangsa : Sunda Status Perkawinan : Menikah.IDENTITAS PASIEN Nama Pasien Umur Pasien Jenis Kelamin Alamat : Ny. dengan 7 orang anak Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Kepala Keluarga : Tn.

Anamnesa Keluhan Utama Keluhan Tambahan • Pusing terus menerus • Kepala terasa nyut – nyut an • Pandangan terasa buram dan kabur • Kedua lutut terasa nyeri .

Ny.I datang ke puskesmas cikupa mengeluhkan pusing dan nyeri pada kepalanya sejak beberapa hari yang lalu.Riwayat Perjalanan Penyakit Ny. pola makan ny.I juga masih menyukai makanan asin.I sudah mengomsumsi obat HT sejak 20 th yang lalu namun tidak patuh dalam pengobatan dan jarang kontrol untuk ukur TD. Sakit kepala yang dirasakan hilang timbul Ny.I juga mengeluh pandangan kabur pada mata sebelah kanan dan nyeri lutut setelah beraktivitas .

Riwayat Riwaya t Penyak 1. pisang. biskuit. Ibu. ga Anak ke-4 menderita HT Riwayat Pola Makan Makan pagi : Nasi putih/ bihun goreng + tahu/tempe goreng Makan siang : Nasi putih + telor goreng + ayam goreng/semur + pecel sayur + tempe orek Makan malam : Nasi putih + ikan asin + ikan (jarang) + sayur bayam/tumis kangkung (jarang) Selingan : kue jajanan pasar seperti kue cucur. Riwayat diare Riwaya t Penya kit Ayah. salak) dan teh manis Riwayat Kebiasa an Jarang Berolahraga Tidak merokok juga tidak minum alkohol .itRiwayat HT sejak 20 th Dahulu yang lalu 2. buah (pepaya. KeluarAnak ke-3.

dengan hasil pengukuran TD 170/100 mmHg. di beri pengobatan dengan amlodipin 5 mg 1x1 Ny.I datang kontrol ke empat ke puskesmas dengan hasil pengukuran TD 180/110 mmHg dan diberi pengobatan dengan amlodipin 10mg 1x1 17 Okt 2016 .I di ukur tekanan darah nya di Puskesmas Cikupa dengan hasil pengukuran TD 180/110 mmHg dan diberikan obat HT yaitu nifedipin. untuk kontrol tekanan darah dengan hasil pengukuran TD 160/110 mmHg. 16 Mei 2016 21 Sept 2015 Ny I datang kontrol ketiga ke puskesmas.Riwayat Pengobatan Ny I datang ke puskesmas. di beri pengobatan dengan nifedipin 1x1 29 Nov 2014 Ny.

8 0C • IMT : 22.Pemeriksaan • Tekanan darah: 180/110 mmHg • Nadi : 84 x/menit. regular. isi cukup • Pernafasan: 18 x/menit • Suhu: 36.47 kg/m2 Normal • Lensa OD : Keruh (suspect katarak senilis) • Visus OD : 1/60 • Gigi terdapat karies gigi dan edentulosus .

Diagnosis Diagnosis Kerja Hipertensi grade 2 tidak terkontrol Diagnosis Tambahan Katarak Senilis Oculo Dextra Suspect Osteoarthritis .

.Terapi yang Diberikan Puskesmas Kecamatan Mauk • Farmakologis : Amlodipin 10mg 1x1 Ibuprofen 400mg 3x1 Vitamin BC 3x1 • Non-farmakologis : – Edukasi kepada pasien untuk mengurangi mengkonsumsi makanan yang asin – Minum obat yang teratur – Kontrol ke puskesmas sebelum obat habis secara teratur.

DATA KELUARGA DAN .

Genogram .

Denah Lokasi .

Denah Rumah .

.

Ventilasi Aging process.00 Work / bulan Keluarga tidak sempat (diberikan olehNy.I tinggalbersamaanak yang kelima beserta environtment suaminya dan kedua Ny.Ny. 60tahun.Tidak adanyakunjungantenagakes ehatankerumahpasien.Mandala Of Health Culture Kebudayaan / gaya hidup masyarakat sekitar (termasuk Ny. Keluarga kurang Jika sakit.I Rp700. pola makan yang sesuai dengan penyakitnyadanmencegahk omplikasi yang mungkindapatterjadi.Ny. tinggiibu rumah tangga.Anak Ny. memasak terpengaruh. Ny. Jarak ke puskesmas 3 km. dan memasak pergi berobat grade II dengan tidakkadar garam/Na yangkeluhan jika ada terkontrol. karena setiap hari orangtua Ny. rumah memenuhi kriteria ideal adanyafactorketurunanhipertensi (> 15%) dan jendela sering yang dibuka.I karena makanan asin sehingga Ny.Penghasilan cepat sembuh agar bisa memantau keteraturan minum beraktivitas seperti biasa obat Ny. Ny. Lifestyle Personal behavior Ny. Kurangnyaedukasimengen aipenyakit hipertensi.I ingin bawah. tidak Body mengantar berobat karena Mind bekerja sibuk bekerja.I sesekaliberkumpuldengantetangga samping rumahnya di teras rumahnya.Keluarga kurang memantau keteraturan minum obat PhysicalEnvironment Ny.I. sirkulasiudara Biosphere rumahbaik.000.I anaknya). I menyukai makan makanan yang asin. Human Made Environment rumah dibersihkan oleh anakLingkunganrumahpasien anak tidakdan cucunya padat. Kebersihan rumah kemungkinanberasaldarikedua terjaga.I dari golongan dengan kadar garam/Na yang Spirit menengah ke tinggi.I kurang patuh dalam cucunya. Keluarga tidak pengaturan pola makan karena sempat mengantar berobat lingkungan sekitar suka makan karena sibuk bekerja.I.I mempunyai kebiasaan makan makanan asin Family Psycho-social-economyNy. jarang kontrol ke terutamatentangcara puskesmas mengontrol tekanan darah. Ny. Community .I dan keluarganya) mempunyai kebiasaan berhenti mengkonsumsi obat jika pasien merasa lebih sehat dan baru berobat lagi saat gejala penyakitnya mulai timbul kembali.I karena dirinya tidak sehat denganhipertensi ketidaktahuannya.I tidak berolahraga dan jarang bergerak. Anak Ny. tidak Sick care system pernah berolahraga. Ny.I sering mengikuti pengajian seminggu dua kali yang ada didekat rumahnya.I Rumahtidakberhimpitandengan rumahtetangganyasehinggacaha ya yang masukcukup. Ny.I merasa Ny. di . ada akses ke puskesmas dengan kendaraan umum.I ketidaktahuannya. Human Biology tidakterkenapolusi.

Diagnosis Keluarga Fisiologis (APGAR)  nilai 8 Social: cukup baik Culture: saling menghormati sesama Religious: Taat beribadah Economic: menengah ke bawah. orang tua usia menengah . Keluarga ini dalam tahap 6 dan 7 yaitu tahap keluarga dengan anak meninggalkan keluarga. Medical: tidak semua anggota keluarga memiliki jaminan kesehatan.

DIAGNOSIS. jika sakit kepala • Non Farmakologis:  Memotivasi pasien untuk rajin kontrol secara rutin seminggu sekali ke puskesmas Hasil intervensi  Sudah tidak sakit kepala lagi  Ny. pandang an mata kabur dan kedua lutut sering nyeri Rencana Intervensi • Farmakologis: Ibuprofen tab 400 mg 3 x 1. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagno AKSIS I (ASPEK PERSONAL) sis Holisti k Kadang – kadang sakit kepala. I belum rutin ke puskesmas karena mengandalkan kunjungan keluarga .

Ibuprofen tab 400 mg 3 x 1.I sudah mengetahui contoh anjuran menu makanan yang sesuai Ny. RENCANA & HASIL Diagnosis INTERVENSI Rencana Intervensi Hasil intervensi Holistik Diagnosis utama : Hipertensi grade II tidak terkontrol • Farmakologis: Diberikan pada saat Kamis. serta makan makanan bergizi seimbang yang sesuai untuk penyakitnya  Menganjurkan untuk olahraga secara teratur dengan intensitas sedang aerobik 30 menit sehari. serta keluarganya bersedia menjadi PMO bagi Ny. prognosa. Olahraga yang paling cocok untuk pasien adalah jalan pagi. 27/10/2016 : Amlodipin 10 mg 1 x 1.000 mg atau <1/2 sendok teh garam per hari). •  • • • • Dalam beberapa kali pengukuran setelah diberikan obat didapatkan hasil penurunan tekanan darah Ny. dan lebih memahami untuk minum obat secara teratur namun belum mau datang ke puskesmas sebelum obat habis karena mengandalkan kunjungan ke rumahnya. garam dapur <6.I memahami penyakit hipertensi serta komplikasi yang dapat terjadi Ny. dan komplikasi yang dapat terjadi)  Menjelaskan pasien untuk minum obat secara rutin dan teratur (seumur hidup) dan memberikan kotak obat  Menganjurkan pasien untuk membatasi asupan garam (Natrium<2.I Ny. terapi. jika sakit kepala • Non Farmakologis:  Mengedukasi pasien mengenai penyakit hipertensi (tanda dan gejala.I telah menggunakan kotak obat dan mencatat tekanan darah.I sudah mengetahui makanan apa saja yang harus dikurangi dan dihindari serta usaha .AKSIS II (Aspek Klinis) DIAGNOSIS. diminum tiap malam.300 mg.

RENCANA & HASIL Diagnosi INTERVENSI s Rencana Intervensi Holistik Suspect • Farmakologis: (-) Osteoart • Non Farmakologis:  Pemeriksaan hritis (OA) penunjang Rontgen Genu Dextra Sinistra Katarak Senilis Oculo Dextra • Farmakologis: (-) • Non Farmakologis: konsulatasi ke dokter spesialis mata.AKSIS II (Aspek Klinis) DIAGNOSIS. Hasil intervensi • Belum melakukan rontgen karena keterbatasan biaya • Belum melakukan konsultasi karena keterbatasan biaya dan masih menunggu program puskesmas untuk pengecekan kondisi mata gratis dan pengobatan katarak melalui operasi gratis .

III (Internal) DIAGNOSIS.Mata • Mengikuti program konsultasi dan operasi katarak gratis di Puskesmas (-) Pasien sudah memahami mengenai penyakit hipertensi dan komplikasi yang dapat terjadi Pasien sudah mulai mau bergerak dan beraktivitas fisik seperti jalan pagi hari seminggu 3 kali selama 30 menit dan mau melakukan aktivitas seperti menyapu rumahnya Belum berkonsultasi ke dr Sp. program konsultasi dan operasi katarak gratis di Puskesmas belum ada untuk saat ini .M karena keterbatasan biaya. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosis Holistik Rencana Intervensi Hasil intervensi Tidak dapat dilakukan intervensi Kurangnya pengetahuan mengenai penyakit hipertensi • Menjelaskan tentang • penyakit hipertensi serta komplikasi yang dapat ditimbulkan. I dan anak ke 3 dan ke 4 Ny.I ) Faktor degeneratif: lensa mata keruh dan pandangannya kabur • • • Konsultasi ke dr Sp. serta penatalaksanaannya Aktivitas sehari – hari sangat ringan dan tidak pernah berolahraga Menganjurkan pasien untuk • melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti jalan pagi 30 menit sehari minimal 3 kali seminggu AKSIS Kemungkinan memiliki • keturunan darah tinggi (ayah ibu Ny.

kekakuan.AKSIS III (Aspek Klinis) DIAGNOSIS.300 mg atau <1/2 sendok teh garam per hari • • • Belum melakukan rontgen karena keterbatasan biaya Pasien sudah mengetahui makanan apa saja yang harus dihindari Pasien sudah mengurangi jumlah garam dan MSG. serta mengetahui jumlah garam dan jumlah MSG yang boleh dikonsumsi . gurih (MSG) Menjelaskan • pembatasan penggunaan garam bahwa selama ini • lidahnya sudah kebal terhadap asin sehingga makanan yang terasa sangat asin dianggap rasanya normal Membatasi asupan garam dapur <2. Dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu Rontgen Genu Dextra Sinistra untuk menegakkan diagnosis Suka makanan asin (garam). dan pembengkakan pada kedua lutut. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosi s Holistik Rencana Intervensi Hasil intervensi Faktor degeneratif : • proses penuaan sehingga terjadi kerusakan pada tulang rawan dan berkurangnya cairan sendi yang menyebabkan nyeri.

I kecil di rumah untuk membantu memantau tekanan darah .AKSIS III (Aspek Klinis) DIAGNOSIS. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosi s Holistik Tidak teratur kontrol dan berobat rutin Rencana Intervensi Hasil intervensi • Motivasi pasien • Pasien telah untuk tetap menggunakan kotak semangat berobat obat dan sudah teratur selama memahami untuk minum seumur hidup dan obat secara teratur menjelaskan namun belum datang ke bahwa puskesmas sebelum penyakitnya dapat obat habis karena dikontrol dengan mengandalkan obat serta pola kunjungan keluarga hidup yang sehat • Keluarga sudah serta memberikan membantu membuat kotak obat catatan kecil untuk • Mengajarkan untuk memantau tekanan membuat catatan darah Ny.

komplikasi lebih lanjut. pencegahan. memberikan • • • • • Keluarga mengerti mengenai faktor risiko.I .DIAGNOSIS. tanda dan gejala. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosis Holistik Rencana Intervensi Hasil intervensi AKSIS IV (eksternal) Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit hipertensi beserta komplikasinya • • • • • Menjelaskan tentang penyakit hipertensi serta komplikasi yang dapat ditimbulkan Menjelaskan bahwa minum obat harus teratur dan terus menerus seumur hidup dan membutuhkan pemantuan / kontrol tekanan darah yang teratur Menjelaskan bahwa pengunaan garam harus dibatasi dan harus mengurangi konsumsi makanan asin seperti ikan asin Menjelaskan makanan apa saja yang aman untuk penderita hipertensi Memotivasi keluarga agar bersedia menjadi Pemantau Minum Obat (PMO). dan pengobatan dari penyakit hipertensi Keluarga telah membantu mantau tekanan darah secara teratur Keluarga sudah mengurangi penggunaan garam untuk makanan pasien ( < 1/2 sendok teh dalam sehari) dan untuk anggota keluarga yang lain diberikan makanan seperti biasa Keluarga telah mengerti apa saja makanan yang aman untuk penderita hipertensi Keluarga bersedia menjadi PMO bagi Ny.

dan pengobatan pasien pengobatan dari dan perubahan penyakit hipertensi pola hidup • Keluarga pasien mendukung dalam pengobatan dan perubahan pola hidup pasien Lingkungan • Tidak dapat sekitar suka dilakukan makan makanan intervensi asin yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan • (-) .AKSIS IV (Aspek Klinis) DIAGNOSIS. • Mengharuskan tanda dan gejala. RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosi s Holistik Dukungan keluarga yang kurang Rencana Intervensi Hasil intervensi • Edukasi keluarga • Keluarga mengerti tentang penyakit mengenai faktor risiko. komplikasi mendukung lebih lanjut. keluarga turut pencegahan.

RENCANA & HASIL INTERVENSI Diagnosis Holistik Tidak ada hambatan dalam bersosialisasi dengan tetangga sekitar dan aktif dalam kegiatan bersosialisasi.AKSIS V (FUNGSIONAL) DIAGNOSIS. Rencana Intervensi  (-) Hasil intervensi  (-) . seperti pengajian (fungsi sosialnya baik).

Prognosis • Ad vitam : dubia ad bonam • Ad fungsionam: dubia ad bonam • Ad sanationam: dubia ad bonam .

I mengenai penyakit hipertensi •Tidak berobat dengan teratur •Pola makan Ny. dan jenis kelamin. umur.I kurang patuh dalam pengaturan pola makan karena lingkungan sekitar suka makan makanan asin sehingga Ny.I terpengaruh •Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai penyakit hipertensi •Keluarga tidak sempat mengantar berobat karena sibuk bekerja •Anak Ny. • Yang dapat dimodifikasi: stres.Kesimpulan DIKETAHUI : Faktor Resiko Faktor Internal Faktor Eksternal • Yang tidak dapat dimodifikasi: genetik. •Genetik dan aging process •Kurangnya pengetahuan Ny.I yang terlalu banyak mengonsumsi garam + MSG •Jarang berolahraga •Ny. aktivitas fisik. pola makan.I memasak dengan kadar .

• Tidak adanya kunjungan tenaga kesehatan ke rumah pasien • Kebudayaan/gaya hidup masyarakat sekitar (termasuk Ny.Kesimpulan Faktor Eksternal : • Kondisi ekonomi menengah ke bawah • Kurangnya edukasi dari tenaga kesehatan mengenai penyakit hipertensi.I dan keluarganya) mempunyai kebiasaan berhenti mengomsumsi obat jika pasien merasa lebih sehat dan baru berobat lagi saat gejala penyakitnya mulai timbul kembali . terutama tentang cara mengontrol tekanan darah. pola makan yang sesuai dengan penyakitnya dan mencegah komplikasi yang mungkin dapat terjadi.

I (Faktor Internal) • Menjelaskan tentang penyakit hipertensi serta komplikasi yang dapat ditimbulkan.I atau anaknya untuk membantu memantau tekanan darah • Menjelaskan pembatasan penggunaan garam bahwa selama ini lidahnya sudah kebal terhadap asin sehingga makanan yang terasa sangat asin dianggap rasanya normal. • Motivasi pasien untuk tetap semangat berobat teratur selama seumur hidup dan menjelaskan bahwa penyakitnya dapat dikontrol dengan obat serta pola hidup yang sehat serta memberikan kotak obat • Mengajarkan untuk membuat catatan kecil di rumah kepada Ny.Kesimpulan Alternatif jalan keluar dalam mengatasi masalah Ny.300 mg atau <1/2 sendok teh garam per hari • Menjelaskan pembatasan penggunaan MSG kurang dari satu sendok teh sehari • Menganjurkan pasien untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti jalan pagi 30 menit sehari minimal 3 kali seminggu • Mengusulkan mengikuti program konsultasi dan operasi katarak gratis di Puskesmas • Mengusulkan untuk dilakukan pemeriksaan rontgen pada kedua lutut . • Membatasi asupan garam dapur< 2. serta penatalaksanaannya.

Kesimpulan Alternatif jalan keluar dalam mengatasi masalah Ny.I (Faktor Eksternal) • • • • • • • Menjelaskan tentang penyakit hipertensi serta komplikasi yang dapat ditimbulkan Menjelaskan bahwa minum obat harus teratur dan terus menerus seumur hidup dan membutuhkan pemantuan / kontrol tekanan darah yang teratur Menjelaskan bahwa pengunaan garam harus dibatasi dan harus mengurangi konsumsi makanan asin seperti ikan asin Memberikan contoh makanan yang aman untuk penderita hipertensi berupa contoh menu yang terdapat di halaman 85-88. Untuk kondisi rumah  tidak dilakukan intervensi Kondisi ekonomi menengah ke bawah tidak dapat dilakukan intervensi Menganjurkan untuk menghindari dari perokok aktif atau menggunakan masker .

I juga ikut berpartisipasi dalam pengobatan Ny. .I menjalani gaya hidup sehat melalui pola makan rendah garam dan melakukan aktivitas fisik jalan pagi 30 menit sehari minimal 3 x seminggu secara teratur •Memastikan keluarga Ny. •Tempat pemeriksaan atau poli di Puskesmas Kecamatan Cikupa diperbarui agar meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien.I minumkeluarga obat secara selanjutnya teratur dan kontrol rutinkepuskesmas •Memastikan Ny. U dan keluarga •Tetap konsisten minum obat secara teratur dankontrol kepuskesmas secara rutin •Tetap mengatur pola makan sesuai dengan anjuran (kurangi makana nasin dan perbanyak makan buah dan sayuran) •Tetapmenganjurkanuntuk melanjutkan berolahraga seperti jalan pagiselama 30 menit minimal 3 x seminggu •Tetap memotivasi dan mendampingi pasien untuk rajin kontrol kepuskesmas dan minum obat secara rutin •Tetap mengusahakan konsultasi ke dokter spesialis mata dan mengikuti program operasi katarak gratis di puskesmas •Menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu Rontgen Genu Dextra Sinistra untuk menegakkan diagnosis Saran bagi kelompok kunjungan •Memastikan Ny.Saran Saran bagi Ny.I Saran bagi Puskesmas •Petugas kesehatan Kecamatan Cikupa : Puskesmas Kecamatan Cikupa melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan memberikan informasi mengenai penyakit yang diderita pasien secara lengkap. •Alat pemeriksaan yang rusak agar diganti supaya dalam pemeriksaan mendapatkan hasil yang lebih tepat dan efektif.

Terima Kasih .