Anda di halaman 1dari 57

STRUKTUR DAN FUNGSI

JARINGAN TUMBUHAN

Dwi Setio Purnomo, S. Pd

PETA KONSEP

PRIMER

Apikal

Interkal
ar

ORGAN

JARINGAN

SEL

(Akar,Batang,Daun,Bunga.
Buah, Biji)

SEKUNDER

Latera
l

Epidermis
J. Angkut
J.
Penyokon
g
J. Gabus

Stomata
Trikoma
Sel kipas
Sel silika
Litokis

Xilem
Floem

Kolenkin
Parenkim
Sklerenki
m
Feloderma
(dalam)
Felem
(luar)

Tujuan Pembelajaran
Secara rinci Anda diharapkan dapat
menjelaskan :
1.Pengertian jaringan dan jenis-jenis
jaringan tumbuhan;
2.Beragam jenis meristem;
3.Struktur jaringan permanen
(epidermis, parenkim, penyokong,
pengangkut, dan jaringan gabus) pada
akar, batang, dan daun

JARINGAN TUMBUHAN
1) Menjelaskan jaringan meristem
beserta sifat dan contoh-contohnya;
2) Menjelaskan jaringan permanen
yang terdiri atas jaringan epidermis,
jaringan dasar, jaringan penyokong,
jaringan pengangkut, dan jaringan
gabus.

JARINGAN TUMBUHAN
Sel adalah bagian terkecil dari tubuh
makhluk hidup
Jaringan adalah sekumpulan sel yang
memiliki bentuk serta fungsi yang
sama.
Jaringan meristem pembelahan sel
aktif dilakukan hanya di bagian
tertentu saja.
Jaringan permanen bagian lain yang
tidak mengalami pembelahan

Sebagian selsel anakan tersebut ada yang tetap mempertahankan diri sebagai meristem sementara sel-sel anakan yang lain akan mengalami diferensiasi (perubahan bentuk dan fungsi). Kelompok jaringan ini akan menjadi jaringan permanen.1.  Sel-sel yang mengalami diferensiasi tersebut keluar dari meristem dan akhirnya menjadi tergabung ke dalam jaringan lain dan menjadi suatu bagian utama dari tumbuhan.  Sel-sel meristematik tersebut aktif membelah sehingga menghasilkan sel-sel anakan yang banyak. Jaringan Meristem • Jaringan meristem dapat diartikan sebagai sekumpulan sel dengan bentuk dan fungsi yang sama serta memiliki sifat meristematik. .

meristem sekunder. merupakan jaringan meristem yang ditemukan pada tumbuhan dewasa serta biasa ditemukan pada ujung batang (yang mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi) dan ujung akar (yang mengakibatkan akar bertambah dalam/panjang). jaringan meristem dapat dikelompokkan menjadi tiga macam. adalah jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkat embrio  meristem primer. ke dalam membentuk kayu) . yaitu : promeristem.Jaringan Meristem Berdasarkan asal pembentukannya. Contoh : kambium (keluar membentuk kulit. yaitu jaringan meristem yang berasal dari jaringan yang telah mengalami diferensiasi.

Gambar 1.com .1 Letak meristem apikal pada ujung akar dan ujung batang Sumber : www.bcs.whfreeman.

Meristem apikal mengalami pertumbuhan yang dikenal sebagai pertumbuhan primer. Pertumbuhan sel yang dilakukan oleh meristem interkalar menyebabkan munculnya bunga . Pertumbuhan ini dinamai pertumbuhan sekunder. menghasilkan pertumbuhan ke arah samping. dan menghasilkan jaringan yang dikenal dengan jaringan primer.Meristem apikal. Kambium vaskuler berperan dalam penebalan selama pertumbuhan sekunder sedangkan kambium gabus menghasilkan lapisan pelindung yang disebut periderm 3. Contoh : kambium vaskuler dan kambium gabus. Meristem interkalar. jaringan meristem dibedakan menjadi : 1.Meristem lateral.Jaringan Meristem Berdasarkan posisinya. 2. tetapi dalam waktu yang lama setelah sel-sel di ruas atas menjadi dewasa sepenuhnya. Hasilnya yang Anda lihat adalah batang dan akar semakin membesar/menebal. terdapat pada ujung batang dan ujung akar yang kelak menghasilkan pemanjangan batang dan akar. Meristem interkalar dapat tetap aktif.

Gambar 1.glogster.2 Meristem interkalar pada batang rumput-rumputan Sumber : http://www.com/xr10050/plan t-tissue .

jaringan permanen terbagi menjadi jaringan epidermis. Berdasarkan fungsinya. dan jaringan gabus . jaringan pengangkut.Jaringan permanenPermanen tidak aktif membelah 2. Jaringan dan sel-selnya sudah terdiferensiasi. seiring waktu selsel di jaringan permanen memiliki bentuk dan fungsi khusus sesuai peruntukannya di dalam tubuh tumbuhan. jaringan dasar. Ketika berdiferensiasi. jaringan penyokong.

dan trikomata (rambut-rambut) . sel kersik.berbentuk persegi panjang. spina (duri). Jaringan Permanen a. .2. . . perubahan suhu.  Beberapa modifikasi epidermis antara lain adalah stomata. sel kipas.mampu membentuk modifikasi jaringan epidermis. . kerusakan mekanik. dan hilangnya zat-zat makanan epidermis memiliki beberapa ciri antara lain : .sel-selnya rapat tanpa ruang antarsel. . Jaringan Epidermis selalu terletak paling luar pada setiap organ tumbuhan fungsi lapisan epidermis adalah melindungi bagian dalam organ bersangkutan dari keadaan seperti hilangnya air karena penguapan.terdiri dari sel-sel hidup.tidak memiliki klorofil.

3 Jaringan pada daun dengan sel-sel epidermis Sumber : http://www.com/xr10050/pla nt-tissue .glogster.Gambar 1.

omampu bersifat merismatik karena dapat membelah diri. odan memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat. . Jaringan Permanen b. maupun buah. Jaringan Dasar (Parenkim) Disebut jaringan dasar karena jaringan ini menyusun sebagian besar jaringan baik pada akar. o letak inti sel mendekati dasar sel.2. batang. o memiliki banyak vakuola. Ciri-ciri jaringan parenkim yang membedakanya dengan jaringan lain adalah : osel-selnya merupakan sel hidup yang berukuran besar dan tipis. serta umumnya berbentuk segi enam. daun.

glogster.4 Jaringan parenkim Sumber : http://www.Gambar 1.com/xr10050/pla nt-tissue .

omelindungi berkas pengangkut (vaskuler). . juga karena sel-selnya telah mengalami spesialisasi. yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. jaringan penunjang. oAda 2 jenis jaringan penyokong. Jaringan Permanen c. memiliki sel-sel dengan dinding sel yang tebal dan kuat. Jaringan penyokong berfungsi untuk: omenguatkan/menegakkan batang dan daun. jaringan inilah yang menunjang bentuk tumbuhan hingga dapat berdiri dengan kokoh. omelindungi biji atau embrio. Jaringan Penyokong dikenal juga dengan nama jaringan mekanik.2. atau jaringan penguat.

tidak merata pada seluruh permukaan dinding sel. .Jaringan Permanen 1) Jaringan Kolenkim Sifat utama dari jaringan kolenkim adalah :  sel-sel penyusunnya hidup dan dinding selnya banyak mengandung selulosa.  Sel-sel kolenkim mengalami penebalan di sudut-sudut selnya.  Kolenkim terdapat langsung di bawah atau dekat permukaan batang muda dan tangkai daun muda.  Sifatnya mirip jaringan parenkim. dan dapat dianggap sebagai jaringan parenkim khusus yang menunjang organ muda pada tumbuhan. Dinding selulosa yang tebal pada kolenkim menyebabkan organ bersangkutan memiliki sifat lentur. namun jarang ditemukan pada akar.  Kolenkim baik sekali untuk menopang organ yang aktif tumbuh karena sel-selnya dapat meregang untuk menyesuaikan diri dengan perpanjangan organ.

nicerweb.Gambar 1.com .5 Jaringan kolenkim Sumber : http://bio1152.

6 Jaringan sklerenkim Sumber : http://www. biasanya berlignin (mempunyai zat kayu) Gambar 1.sbs.utexas.2. Sel-sel dewasa jaringan skerenkim telah mati dan memiliki dinding sel yang tebal.edu . Jaringan Permanen 2) Jaringan Sklerenkim Jaringan sklerenkim merupakan jaringan penunjang pada organ tumbuhan yang telah dewasa.

sementara ujung-ujungnya yang runcing bertumpang tindih dan menyatu dengan kuat.Ada 2 kelompok besar jaringan sklerenkim. Sel-sel ini biasanya berkumpul menjadi sebuah jalur panjang. Sklereid dapat dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok kecil di antara sel-sel lain. Serabut sklerenkim terdapat pada sebagian besar bagian tumbuhan. yaitu : a)Serabut/serat. Serabut merupakan sel yang panjang dan sempit yang berujung runcing. Sklereid pada batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid. bentuknya bervariasi dan berdinding keras yang tahan terhadap tekanan. . b)Sklereid merupakan sel-sel tumbuhan yang telah mati. misalnya butiran pada daging buah jambu biji dan buah pir.

7 Sel sklerenkim .Gambar 1.

2.  Xilem Xilem (pembuluh kayu) berfungsi untuk menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun. dan komponen pembuluh (trakea). serta mengedarkan zat makanan hasil fotosintesis dari satu bagian ke bagian lain tumbuhan. Jaringan Permanen d. Jaringan pengangkut pada tumbuhan di bagi menjadi dua kelompok berdasarkan fungsinya. Xilem tersusun dari parenkim dan serabut. Jaringan pengangkut ini berfungsi mengangkut air dan unsur hara. serta trakeid. Jaringan Pengangkut  Nama lain jaringan pengangkut adalah berkas vaskular. .

terdiri atas berbagai macam bentuk sel dan diantaranya ada yang masih hidup dan ada pula yang telah mati. Floem  Floem (pembuluh tapis) merupakan jaringan yang berfungsi mengangkut lalu menyalurkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.  Jaringan floem sangat rumit. Selain itu. komponen lain dari floem adalah pembuluh tapis dan sel pengiring/penyerta .  Komponen floem antara lain adalah parenkim floem yang berfungsi menyimpan cadangan makanan dan berperan sebagai sekat pemisah antara floem yang satu dengan yang lain.  Serabut floem merupakan jaringan sklerenkim yang berfungsi untuk memperkuat jaringan pembuluh.

wikispaces.co m   Gambar 1.edu   .8 Skema pembuluh angkut Sumber : http://www.9 Sel trakeid Sumber : http://www.plantsstructureand reproduction77.Gambar 1.miami.bio.

tutorvista.Gambar 1.com .10. Sel-sel floem Sumber : http://www.

Tabel 1. Perbedaan Pembuluh Xilem dan Floem Karakteristik Tersusun dari Xilem Sel mati Ketebalan dinding sel Tebal Bahan penyusun dinding sel Permeabilitas dinding sel Floem Sel hidup Tipis Lignin Selulosa Impermeabel Permeabel Ada lubang antar Lubang antar sel Tidak ada dinding sel disebut pembuluh ayak/saringan Sitoplasma Fungsi Tidak ada Mengangkut air dan garam mineral Sel dibatasi dengan sitoplasma Mengangkut makanan Bagian yang sedang Bahan yang diangkut dibawa ke Daun tumbuh dan organ penyimpan cadangan makanan Arah pengangkutan Ke atas Ke atas dan bawah Jaringan memiliki Serabut (Fibre) Sel ganda/pendamping .1.

Sebaliknya. kambium gabus membentuk jaringan ke arah luar yang tersusun dari sel-sel mati yang dinamakan felem. .2. Jaringan Gabus Jaringan gabus sering berfungsi menggantikan epidermis ketika lapisan epidermis tersebut rusak karena usia atau faktor lain sehingga jaringan lain di bawahnya terlindung dari kehilangan banyak air dan gangguan mekanik. Jaringan gabus tersebut membentuk jaringan ke arah dalam yang tersusun dari sel-sel hidup dan dinamakan feloderm. Jaringan Permanen e. Felem inilah yang bersifat tidak tembus air (impermeabel) karena dinding selnya mengalami penebalan oleh suberin.

11 Jaringan Gabus Sumber : http://belajar.Gambar 1.id .kemdiknas.go.

dilanjutkan dengan pertumbuhan batang. Dengan kata lain. lalu tumbuh akar. Coba Anda sebutkan jaringan-jaringan yang sudah memiliki bentuk dan fungsi khusus tersebut ? Apakah nama bagi seluruh jaringan itu ? . akarnya semakin dalam dan kuat. tumbuhan mengalami kenaikan tinggi dan ketebalan. Ketika tumbuhan berkembang sejak dari biji. 1. serta batangnya semakin lebar. hingga terus meninggi dan membesar. jaringan apa yang berperan dalam pertumbuhan tersebut ? Sebutkan 2 istilah bagi dua jaringan yang berperan dalam 2 jenis pertumbuhan di atas ! 2. tumbuhan semakin tinggi. Menurut Anda. maka jaringan di dalam tumbuhanpun semakin kompleks/rumit.Latihan/Tugas Kerjakanlah latihan berikut ini secara individual ataupun kelompok untuk mempertajam pemahaman Anda tentang topik Jaringan Tumbuhan yang sudah Anda baca. Dalam tubuh tumbuhan tersebut terdapat jaringanjaringan dengan sel-sel yang sudah terdiferensiasi.Anda pasti mengetahui bahwa dalam pertumbuhannya. dengan bentuk dan fungsi tertentu. dengan bertambahnya usia.

jaringan penyokong.Tumbuhan sebagaimana halnya makhluk hidup lain mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kenaikan pada tinggi batang disebabkan jaringan meristem apikal yang sel-selnya aktif membelah di bagian apikal (ujung) batang. Jaringan-jaringan terspesialisasi ini antara lain adalah jaringan epidermis. jaringan dasar. jaringan pengangkut. Pertumbuhan pada tanaman ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada tinggi dan ketebalan diameter batang. sel-sel tumbuhan tidak hanya akan terus membelah agar terjadi pertumbuhan/penambahan tinggi dan lebar. dan pemanjangan pada akar disebabkan oleh jaringan meristem apikal juga yang berada di ujung akar. . Keseluruhan jaringan ini dinamakan jaringan permanen. mengalami perubahan bentuk dan fungsi sel sehingga menempati posisi tertentu dengan tugas tertentu pula.Seiring dengan perkembangannya menuju kematangan. dan jaringan gabus. Tetapi sel tumbuhanpun perlu untuk berdiferensiasi. Lain halnya dengan pembesaran/penebalan pada batang. Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh meristem lateral atau dikenal dengan kambium.Rambu-rambu Penyelesaian Latihan/Tugas 1. 2.

Jaringan penyokong membuat tumbuhan bisa berdiri kokoh. meristem dikelompokkan menjadi promeristem. dan daun. jaringan pengangkut. yaitu jaringan meristem (selnya aktif 3. dan melindungi berkas pengangkut. meristem lateral. membelah dan tetap bersifat meristematik) dan jaringan permanen (sel-selnya sudah terspesialisasi. 1. Sedangkan berdasarkan posisinya. 2. Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk serta fungsi yang sama. melindungi bagian dalam organ. Terakhir adalah jaringan gabus yang membantu menggantikan epidermis ketika lapisan epidermis rusak. 4. dan jaringan gabus. Terdiri atas jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan tumbuhan terdiri atas 2 jenis. Jaringan epidermis ibarat pakaian yang terletak di bagian paling luar.   . dan meristem interkalar. Meristem apikal menghasilkan pertumbuhan primer yang membuat tumbuhan semakin tinggi dan akarnya semakin dalam. jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal. maupun buah. jaringan dasar. 5. Meristem primer. Meristem interkalar menghasilkan pertumbuhan sekunder yang membuat tumbuhan membesar diameter batangnya. Berdasarkan asal pembentukannya. menjadi jaringan tertentu pada tumbuhan). Jaringan dasar atau parenkim menyusun sebagian besar jaringan pada akar. Jaringan permanen berdasarkan fungsinya terdiri atas jaringan epidermis. melindungi biji/embrio. batang. dan meritem sekunder. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem yang mengangkut air dan mineral serta floem yang mengantarkan nutrisi makanan. jaringan penyokong.Rangkuman 1.

.ORGAN TUMBUHAN Diharapkan sesudah mempelajari Kegiatan Anda mampu : 1)Menjelaskan masing-masing organ pada tumbuhan beserta fungsi yang dijalankannya dalam tumbuhan. 2)Mendeskripsikan struktur jaringan pada masing-masing organ dan perannya dalam menunjang fungsi organ. Pembahasan tentang organ tumbuhan akar dimulai dari akar sebagai organ yang pertama kali tumbuh keluar dari biji.

. dan silinder pusat.  untuk menguatkan posisinya di atas tanah  menjadikan akar sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Daerah ujung akar dikotil dan monokotil dilindungi oleh tudung akar (kaliptra) sehingga jaringan meristem aman dari kerusakan karena gesekan di dalam tanah. akar yang tumbuh membentuk akar tunggang sedangkan pada monokotil akar tumbuh membentuk akar serabut.  Akar dikotil dan monokotil jika telah dewasa akan memiliki susunan yang secara umum tersusun atas bagian epidermis. endodermis. oksigen.1. dan garam-garam mineral dari dalam tanah.  sebagai organ untuk memperluas area bernapas .  Fungsi akar :  menyerap air. Akar  Akar adalah bagian tanaman yang pada umumnya tersembunyi karena terletak di dalam tanah. korteks.  Pada tanaman dikotil.

ca .12 Bagian-bagian akar tumbuhan Sumber : http://dnowlan.Gambar 1.

Akar o Epidermis adalah bagian paling luar organ. Korteks menempati sebagian besar akar tumbuhan. o Tujuannya adalah untuk memperluas are permukaan serap akar untuk menyerap air.  Korteks o Letak korteks tepat di bawah lapisan epidermis. o Berperan sebagai kulit luar luar yang melindungi. Epidermis 1. serta bersifat mudah dilalui oleh air. o Di dalamnya terlihat sel-sel yang tidak tersusun rapat sehingga memiliki ruang antar sel yang memanjang di sepanjang akar. o Jaringan pembangun korteks sebagian besar adalah parenkim. dan garam mineral. o Ada bagian epidermis yang membentuk bulu akar. . Oleh karena perannya tersebut maka epidermis tersusun dari sel-sel yang rapat dan terdiri hanya setebal satu lapis. o Sel-sel korteks di dekat epidermis biasanya mempunyai suberin (materi gabus) yang melapisi dinding sel tumbuhan. oksigen.

o Endodermis tersusun atas sel-sel berbentuk kotakkotak yang posisinya rapat tanpa menyisakan ruang antar sel.1. o Sel-sel endodermis mengalami penebalan dinding sel dengan penambahan materi suberin (gabus) sehinga membentuk suatu pita. o Pita kaspari mencegah air masuk melintasi dinding sel. tetapi air dapat masuk melalui endodermis yang dindingnya tidak menebal atau disebut sel penerus. Akar  Endodermis o Endodermis adalah lapisan ketiga setelah lapisan epidermis dan korteks. Pita ini disebut pita kaspari. .

o Pada perkembangan selanjutnya sel-sel perisikel berubah menjadi jaringan meristem. o Silinder pusat tersusun dari aneka jaringan. o Perisikel atau perikambium merupakan lapisan terluar silinder pusat. Akar  Silinder pusat (stele) o Silinder pusat adalah bagian terdalam dari akar. antar lain jaringan perisikel (perikambium). o Sel-sel tersebut membelah ke arah luar dan membentuk cabang akar. . xilem. floem dan empulur. Oleh karena pembentukan cabang akar dimulai dari silinder pusat (pada lapisan perisikel) maka pertumbuhan cabang akar bersifat endogen (pertumbuhan dari dalam ke luar).1. Berada tepat di sebelah dalam lapisan endodermis.

Penampang melintang akar dikotil (A). dan akar monokotil (B) Sumber : Pearson Education.Gambar 1. . Inc.13.

nz .Gambar 1.waikato.14 Perbesaran penampang melintang silinder pusat akar tanaman dikotil Sumber : http://sci.ac.

c. kursi. sebagai penopang yang membuat tanaman tegak. Batang adalah bagian yang paling banyak digunakan untuk keperluan manusia.Fungsi BataBatang ng b. 2. menjadikan daun mudah mendapatkan sinar matahari. Batang yang mengandung bahan makanan juga dimanfaatkan secara besar seperti tebu dan sagu. berperan dalam proses pengangkutan mineral dan air ke daur dan menyalurkan makanan dari daun ke bagian lain dari tubuh.a. . seperti untuk perabot meja. g. f. e. potensi tanaman untuk berkembang biak secara vegetatif. dan lemari. d.

tersusun atas sel-sel berbentuk pipih. tersusun rapat (tidak ada ruang antarsel). dan berfungsi melindungi jaringan di dalam batang. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder tersebut. 2. epidermis pecah dan diisi jaringan gabus yang dihasilkan oleh kambium gabus (felogen).b. Lenti sel berfungsi sebagai tempat pertukaran gas dan penguapan . Sementara ada celah yang tidak terlapisi lapisan gabus yang disebut lenti sel. Jaringan Batangpada Batang Dikotil  Epidermis Epidermis terletak di bagian paling luar.

b. oKorteks dalam tersusun dari sel-sel parenkim. Korteks luar tersebut tidak dijumpai pada batang setiap jenis tumbuhan. . oKorteks dalam dijumpai pada batang setiap jenis tumbuhan karena korteks dalam merupakan pemisah antara korteks dengan stele. oKorteks luar (dekat epidermis) tersusun dari sel-sel kolenkim yang berkelompok dengan sel-sel parenkim hingga membentuk lingkaran tertutup. 2. Jaringan Batangpada Batang Dikotil  Korteks oKorteks batang terdiri dari korteks luar dan korteks dalam (endodermis). Korteks dalam pada tumbuhan berbiji tertutup memiliki lapisan sel yang membentuk lingkaran dan berisi butir pati sehingga lapisan sel tersebut disebut seludang pati (sarung tepung).

Letak berkas pembuluh bersebelahan. Jaringan pada Batang Dikotil 2. Silinder pusat memiliki lapisan terluar yang disebut perikambium atau perisikel. oKambium intervasikuler dan kambium intravasikuler melakukan pertumbuhan sekunder yang menyebabkan bertambah besarnya diameter batang. Penebalan tersebut terjadi hanya saat tersedia air dan mineral cukup untuk melakukan pertumbuhan. . Batang Silinder Pusar (Stele) o Silinder pusat (stele) batang tumbuhan dikotil merupakan bagian terdalam pada batang. oDi bagian dalam perikambium terdapat empulur dan berkas vaskuler (pembuluh) yang tersusun dari floem dan xilem. oPertumbuhan ini yang menyebabkan muncul lapisan batang yang berlapis-lapis dan membentuk lingkaran-lingkaran yang dinamakan lingkaran tahun.b. Tapi pertumbuhan yang menebal ini tidak berlangsung terus menerus. yaitu xilem di bagian dalam dan floem di bagian luar dan diantara keduanya terdapat kambium sehingga dinamakan kolateral terbuka.

15 Penampang melintang batang dikotil Sumber : Campbell. et al.Gambar 1. 1999 .

oPada lapisan ini ditemukan pula stomata dan trikoma atau bulubulu yang tersusun dari satu sel atau lebih. Jaringan pada Batang Monokotil 2. •  . Ruang antar sel ditemukan di antara sel-sel parenkim ini sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas.c. oLapisan sel-sel ini kemudian diikuti oleh sel-sel parenkim yang tebal yang menyimpan bahan makanan seperti pati. oDinding sel epidermis menebal (lebih tebal daripada dikotil) dan dilapisi oleh lapisan tebal antiair yang disebut kutikula.  Korteks oLapisan ini umumnya terdiri dari sel-sel sklerenkim yang merupakan kulit batang. berfungsi untuk memperkuat dan mengeraskan bagian luar batang. Batang Epidermis o Epidermis tersusun atas satu lapisan sel yang saling berdekatan.

oTumbuhan monokotil umumnya hanya mengalami pertumbuhan primer memanjang. Jaringan pada Batang Monokotil 2. Ronga tersebut terbentuk dengan menghilangkan bagian empulur. terutama terkonsentrasi mendekati kulit batang. . oBerkas pembuluh pada batang monokotil diselubungi oleh serat-serat sklerenkim sehingga memperkuat berkas pembuluh tersebut. Umumnya batas antara stele dan korteks tidak jelas. Batang Silinder pusat (Stele) oJaringan ini terletak di bawah korteks. oKetiadaan kambium membuat batang monokotil tidak bisa tumbuh membesar atau tidak ada pertumbuhan sekunder yang membuat batang menebal.b. Dengan sifat ini. struktur anatomi batang tumbuhan monokotil muda sama persis dengan tumbuhan yang sudah tua. kecuali empulur pada buku-buku batang. oPembesaran batang dilakukan dengan mekanisme pembentukan rongga. oBerisi berkas pembuluh (vaskuler) yang tersebar pada empulur. Misalnya rongga seperti saluran pada tanaman padi.

fultonschools.16 Penampang melintang batang dikotil (kiri) dan monokotil (kanan) Sumber : www.org .Gambar 1.

Batang Silinder pusat (Stele) oJaringan ini terletak di bawah korteks. oBerisi berkas pembuluh (vaskuler) yang tersebar pada empulur. Ronga tersebut terbentuk dengan menghilangkan bagian empulur. kecuali empulur pada buku-buku batang. oPembesaran batang dilakukan dengan mekanisme pembentukan rongga. . oBerkas pembuluh pada batang monokotil diselubungi oleh serat-serat sklerenkim sehingga memperkuat berkas pembuluh tersebut. oTumbuhan monokotil umumnya hanya mengalami pertumbuhan primer memanjang. terutama terkonsentrasi mendekati kulit batang. struktur anatomi batang tumbuhan monokotil muda sama persis dengan tumbuhan yang sudah tua. Umumnya batas antara stele dan korteks tidak jelas. Misalnya rongga seperti saluran pada tanaman padi. Jaringan pada Batang Monokotil 2. Dengan sifat ini.d. oKetiadaan kambium membuat batang monokotil tidak bisa tumbuh membesar atau tidak ada pertumbuhan sekunder yang membuat batang menebal.

oPembesaran batang dilakukan dengan mekanisme pembentukan rongga. kecuali empulur pada buku-buku batang. Umumnya batas antara stele dan korteks tidak jelas. Jaringan pada Batang Monokotil 2. Batang Silinder pusat (Stele) oJaringan ini terletak di bawah korteks. struktur anatomi batang tumbuhan monokotil muda sama persis dengan tumbuhan yang sudah tua.b. oTumbuhan monokotil umumnya hanya mengalami pertumbuhan primer memanjang. oBerisi berkas pembuluh (vaskuler) yang tersebar pada empulur. oBerkas pembuluh pada batang monokotil diselubungi oleh serat-serat sklerenkim sehingga memperkuat berkas pembuluh tersebut. Ronga tersebut terbentuk dengan menghilangkan bagian empulur. oKetiadaan kambium membuat batang monokotil tidak bisa tumbuh membesar atau tidak ada pertumbuhan sekunder yang membuat batang menebal. Misalnya rongga seperti saluran pada tanaman padi. Dengan sifat ini. . terutama terkonsentrasi mendekati kulit batang.

Bagian terdalam dari batang adalah jaringan empulur. Batang pada Batang Bila melakukan percobaan perkecambahan. Daun primer tersebut merupakan bagian batang pertama yang tumbuh. Selanjutnya muncul daun primer yang terlindungi oleh kotiledon. Sementara prokambium akan menghasilkan jaringan pembuluh primer. Meskipun demikian. Pertumbuhan Primer dan Sekunder 2. Protoderm akan menghasilkan epidermis. meristem dasar dan prokambium (gambar 2. di dalamnya mengandung meristem apikal batang.6).d. sejalan dengan pertumbuhan sekunder ikatan pembuluh disatukan oleh kambium intervasikuler atau kambium yang tumbuh di antara ikatan pembuluh yang tampak pada batang yang lebih tua. Ketiga jaringan ini tersusun menjadi ikatan pembuluh yang terpisah. Meristem apikal ujung batang menghasilkan tiga jenis jaringan primer yaitu protoderm. Bagan berikut menunjukkan pertumbuhan batang dan ujung batang. maka organ pertama kali yang tumbuh adalah akar (radikula). Meristem dasar akan menghasilkan jaringan korteks. floem primer dan xilm primer. yang sering digunakan untuk penyimpanan bahan makanan. .

Anda mungkin pernah melihat tanaman yang daun-daunnya dipangkas akan sulit menghasilkan buah. Pada stomata juga berlangsung suatu proses bernama transpirasi. . Keberadaan stomata di daun membantu terjadinya pertukaran gas O 2 dan CO2 seperti halnya hidung pada manusia. yaitu proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun.Fungsi lain yang terdapat pada daun adalah sebagai organ untuk pernapasan. Fotosintesis merubah energi cahaya dari matahari menjadi energi kimia yang tersimpan di dalam karbohidrat. Transpirasi adalah penguapan air dari jaringan tumbuhan.Peran daun sangatlah penting.Daun adalah tempat untuk memproduksi makanan pada tanaman. Gutasi dapat terjadi karena transpirasi yang rendah sementara penyerapan air tinggi. Daun 1.a.Pada daun berlangsung pula gutasi. 5. Zat makanan yang dihasilkan tanaman inilah yang kemudian menjadi sumber makanan bagi makhluk hidup lainnya seperti hewan dan manusia.Fungsi yang sangat penting dari daun terkait erat dengan struktur yang ada di dalamnya. 4. 3. 2. Warnanya yang berwarna hijau menandakan bahwa daun mengandung banyak klorofil yang bertanggung jawab dalam proses fotosintesis. Fungsi Daun 2. Gutasi dapat diamati dengan keberadaan tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun secara teratur.

Jaringan pada Daun 2. Jaringan penyusun daun meliputi epidermis. Sedangkan daun monokotil tidak bertangkai. warnanya hijau. langsung melekat pada batang. Daun Daun umumnya berbentuk tipis dan lebar. . dan berkas pembuluh seperti tampak pada gambar berikut (gambar 2. mesofil (parenkim). dan posisinya menghadap ke atas. Keadaan daun seperti ini membuat daun dapat menerima sebanyak mungin cahaya yang diperlukannya.b. Pada tumbuhan dikotil.7). daun terdiri atas tangkai (petiola) dan helai daun (lamina).

bbc.18 Penampang melintang daun Sumber : http://www.co.uk .Gambar 1.

Jaringan pada Daun 2. .b. Posisi stomata pada tumbuhan darat terdapat di bagian permukaan bawah daun. Karena daun memiliki dua muka. sedangkan pada tumbuhan air yang terapung. atau rambut-rambut untuk mencegah penguapan air berlebih ketika panas menyengat dan melindungi dari gangguan-gangguan mekanik. Daun  Epidermis Lapisan epidermis terletak di bagian paling luar daun. Melalui celah stomatalah udara bisa keluar dan masuk. yaitu suatu celah di antara sel-sel epidermis yang dibatasi oleh sel-sel penutup sehingga bisa membuka dan menutup sesuai kebutuhan. mulut daun (stomata) dalam jumlah banyak. dan jamur. oleh karena itu di bagian permukaan epidermis terdapat kutikula. stomata terdapat pada permukaan atas daun. bakteri. Daun bentuknya tipis. lapisan lilin. maka lapisan epidermis terdapat di permukaan atas dan di permukaan bawah daun.

Sehingga pada jaringan ini proses fotosintesis lebih banyak terjadi.b. Ciri khas jaringan spons yaitu adanya lekukan-lekukan yang menjadi penghubung antar sel. . Pada jaringan ini terdapat ruang antar sel. Pada tumbuhan dikotil. Jaringan pada Daun 2. namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan kloroplas dalam parenkim palisade. Selain itu didalamnya terdapat pembuluh angkut. Pada jaringan ini terdapat kloroplas. di bagian mesofil ini terdapat sel-sel parenkim yang membentuk 2 jaringan. yaitu jaringan parenkim palisade dan jaringan spons (bunga karang). Selsel pada parenkim palisade tersusun sangat rapat dan mempunyai banyak kloroplas daripada jaringan spons. Daun  Mesofil (jaringan dasar) Di bagian inilah proses fotosintesis terjadi. Jaringan spons pada tumbuhan dikotil memiliki sel-sel yang renggang satu sama lain. hanya ada jaringan spons. Proses fotosintesis terjadi di semua sel penyusun jaringan spons yang berbentuk membulat. Sama halnya dengan tumbuhan dikotil jaringan spons pada tumbuhan monokotil di dalamnya terdapat pembuluh pengangkut. Pada tumbuhan monokotil tidak terdapat jaringan parenkim palisade.

b. Pembuluh kayu (Xilem) berfungsi untuk mengangkut air dan mineral yang diangkut dari akar menuju daun. Ada yang menyirip. yaitu : a) Ibu tulang daun. sejajar. dan melengkung. Pembuluh tapis (floem) berperan dalam mengangkus hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Jaringan pada Daun 2. Berkas pembuluh ini merupakan lanjutan berkas pembuluh pada batang. Ikatan pembuluh pada daun (xilem dan floem) terletak berdampingan dan jaringannya tersusun pada tulang daun. Daun  Berkas pembuluh (vaskuler) Berkas pembuluh tersusun atas pembuluh tapis (floem) dan pembuluh kayu (xilem) yang terdapat di jaringan spons. menjari. Tulang daun berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi 3 macam. b) Tulang-tulang cabang. c) dan Urat-urat daun. . walaupun tidak seluas pada batang. Bentuk tulang daunpun bermacam-macam.