Anda di halaman 1dari 28

BED SIDE TEACHING

:
BRONKOPNEUMONIA
Oleh:
Rahmat Arif (12100115146)

1
Preseptor:
Nina Surtiretna, dr., SpA., MKes

IDENTITAS PASIEN
 Nama

: An. RFA

 Jenis Kelamin : Laki - laki
 Tempat, tgl lahir : Bandung,
 Umur : 3 bulan
 Alamat : Cihampelas
 Tgl masuk : 12 Agustus 2016
 Tgl pemeriksaan : 13 Agustus 2016

2

R  Umur : 38 tahun  Pendidikan : SMA  Pekerjaan : Ibu rumah tangga 3 . O  Umur : 43 tahun  Pendidikan : SMA  Pekerjaan : Swasta  Nama ibu : Ny.IDENTITAS ORANG TUA PASIEN  Nama ayah : Tn.

muncul secara tiba – tiba. Keluhan sesak tidak mengalami perubahan dengan adanya perubahan berbagai posisi. Pada saat sesak pasien tidak sampai terjadi kebiruan disekitar mulutnya. Sesak berlangsung terus- menerus tetapi tidak terlalu hebat. 4 . Mulai hari pertama adanya sesak hingga saat dibawa ke Poli Anak RSMB sesaknya bertambah sedikit lebih berat dari sebelumnya dan tambah disertai adanya suara tambahan seperti suara mengi dan menggonggong.ANAMNESIS  Keluhan utama : Sesak  Anamnesis khusus (alloanamnesis): Pasien datang dibawa orang tuanya dengan keluhan sesak sekitar 1 hari sebelum masuk RS. dimana sesak masih tetap saja terjadi.

Panas badan dan batuk muncul tiba – tiba. batuk berdahak dan pilek dimana batuk berdahak dan pilek terjadi sejak 2 hari sebelum masuk RS dan panas badan terjadi sejak 1 hari sebelum masuk RS. 5 . Orang tua pasien mengatakan pasien sempat muntah di hari pertama rawat dengan isi muntah berupa susu saja. tanpa adanya isi lainnya. Orang tua pasien mengatakan bahwa panas badan dirasakan tidak bersifat naik turun. Keluhan batuk yang dirasakan oleh pasien juga terjadi secara terus-menerus dan hanya berlangsung hanya sekitar setengah menit pada saat sekali waktu batuknya.Keluhan sesak juga didahului oleh adanya panas badan. Panas badan sampai saat ini sudah turun.

orang tua pasien mengatakan jika pasien saat ini tinggal dilingkungan yang cukup padat dan ramai dengan ventilasi rumah yang cukup. batuk dan demam sudah berkurang. Pasien dalam hari kedua perawatan. Orang tua mengatakan jika anggota keluarga di dalam rumah maupun tetangga disekitar lingkungan rumahnya tidak ada yang sedang mengalami batuk-batuk disertai demam. serta sudah diberikan terapi oksigen untuk mengurangi kondisi sesaknya. Namun pasien masih mau minum susu formula yang diberikan meskipun jumlahnya berkurang dari biasanya. 6 . dimana pasien menjadi kurang tidur dan sering terbangun saat tidur. keluhan sesak. Sudah diberikan obat – obatan untuk demam dan batuknya. Pasien belum melakukan pengobatan untuk keluhannya. Namun. bahkan untuk keluhan demamnya sudah tidak ada meskipun untuk keluhan sesak dan batuknya masih ada terlihat meskipun tidak terlalu berat seperti kondisi sebelum dirawat. Pasien juga menjadi sedikit rewel dibanding biasanya. Selama perawatan.Orang tua pasien menyangkal adanya keluhan lain seperti adanya mencret. Orang tua pasien juga mengeluhkan adanya penurunan nafsu makan dari pasien yaitu saat menyusui atau mengedot. karena ketika orang tua pasien ingin membawa pasien ke rumah sakit adanya kondisi berduka sehingga baru sempat dibawa pada hari kamis ke poli RSMB. hidung tersumbat dan hidung meler.

Orang tua pasien juga mengatakan jika tidak ada keluarga yang memilik riwayat batuk-batuk lama maupun asthma. 7 .  Riwayat Penyakit Keluarga: Orang tua pasien mengatakan jika tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan yang sama dengan pasien. Riwayat Penyakit Dahulu: Orang tua pasien mengatakan kalau ini merupakan penyakit pertama kali yang dialami pasien hingga pasien dirawat.

Ibu pasien hanya mengonsumsi vitamin yang diberikan bidan dan tidak mengonsumsi obat – obatan lainnya. Setelah lahir. Pasien tidak memiliki riwayat sakit kuning saat lahir. Riwayat Kehamilan dan Persalinan: Ibu pasien dengan status kehamilan P3A0 dengan usia kehamilan 9 bulan yang biasa melakukan kontrol kehamilan secara teratur ke bidan. Selama hamil. ibu pasien tidak pernah mengalami sakit. dengan berat badan lahir 3040 gram dan panjang badan lahir 50 cm. 8 . Pasien dilahirkan secara spontan (pervaginam) dengan posisi kepala lebih dahulu. pasien langsung menangis dan tidak ada penyulit seperti terlilit tali pusar. Pasien merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara yang dilahirkan di bidan pada usia kehamilan 9 bulan.

 Anamnesis nutrisi: 0 – 1 bulan : ASI 1 .  Riwayat pertumbuhan dan perkembangan: Orang tua pasien mengatakan bahwa pasien sudah mulai banyak bergumam. memegang mainan walaupun tidak terlalu kuat.3 bulan : susu formula  Riwayat imunisasi: Pasien telah mendapatkan imunisasi pada saat lahir di bidan. • Hepatitis B (HB) 0 • BCG. Polio 2 : saat usia 2 bulan Pasien seharusnya saat ini melakukan imunisasi DPT namun pasien sekarang dirawat. dan menangis jika digendong oleh orang yang baru dikenal rata-rata pada saat usia 2 bulan. 9 . Polio 1 : saat lahir : saat usia 1 bulan • DPT/HB1. menarik pakaian orang yang mengendongnya walaupun tidak terlalu kuat.

Suhu : 36.LK : 41 cm  Status gizi : .Tekanan darah : tidak dilakukan .LK / U : 0 s/d 1 SD (normal) Kesimpulan :Status gizi baik 10 .Nadi: 140 kali / menit .BB / U : 0 s/d -2 SD (normal) .TB : 63 cm .5 kg .Respirasi : 40 kali / menit .1 O  Antropometri C : . sakit sedang  Tanda vital : .BB / TB : digaris -2 .TB / U : 0 s/d 2 SD (normal) .BB : 5.PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan umum : composmentis.

11 .

12 .

13 .

14 .

pch (-). bentuk normal. sekret (-).Kepala  Bentuk: Normal  Wajah : simetris. deviasi septum (-). sclera icteric -/-. hiperemis (-) 15 . pupil bulat isokor. deformitas (-)  Rambut : hitam halus.  Mulut :  Bibir       : Gigi : Gusi : Mukosa Lidah : faring : Tonsil : tidak ada kebiruan belum erupsi hiperemis (-). sekret (-)  Hidung: lokasi normal. basah kebiruan (-) hiperemis (-) T0/T0. reflex cahaya +/+. luka (-) : tidak ada kelainan. simetris.  Telinga : lokasi normal. tidak mudah rontok  Mata : konjungtiva anemis -/-.

S2 murni regular. pergerakan simetris. retraksi intercostal (-)  Palpasi : tidak ada kelainan  Perkusi : sonor  Auskultasi :  bunyi paru VBS kanan kiri tidak sama. wheezing (-/+)  Bunyi jantung S1. crackles (+/+).Leher  JVP : tidak meningkat  Kel. Tiroid : tidak ada pembesaran  KGB : tidak teraba pembesaran KGB Thoraks  Inspeksi : bentuk normal. murmur (-)16 gallop (-) .

clubbing finger (-)  Akral hangat  CRT < 3 detik 17 . retraksi epigastrik (+)  Palpasi : lembut. deformitas (-)  Sianosis perifer (-).Abdomen  Auskultasi : bising usus (+) normal. NT (-)  Perkusi : timpanik Genital : tidak dilakukan Ekstremitas  Bentuk normal. frekuensi 6x  Inspeksi : datar. turgor normal. liver dan lien tidak terdapat pembesaran.

II.Neurologis: Tanda rangsang meningens:  Kaku kuduk :tidak dilakukan  Burdzinski I. III :tidak dilakukan  Kernig’s Sign :tidak dilakukan Refleks Fisiologis:  Biceps tendon reflex : +/+ (tidak terlalu jelas)  Triceps tendon reflex : +/+ (tidak terlalu jelas)  Knee-patellar reflex : +/+ (tidak terlalu jelas) 18 .

Refleks Primitif :  Babinski : +/+  Sucking :+  ATNR :+  Palmar Grasping : +/+  Plantar Grasping : +/+  Morro  Stepping : +/+ : +/+ 19 .

RFA berusia 3 bulan dengan status gizi baik datang dengan keluhan sesak sejak 1 hari SMRS. menyusui dan tidak terlihat kebiruan disekitar mulutnya. kesadaran composmentis. Tidak ditemukan kelainan neurologis. keadaan umum pasien sakit sedang. dengan adanya dahak sulit dikeluarkan serta tanpa disertai suara tambahan seperti menggonggong dan mengi. 20 .RESUME Pasien An. Karena keluhannya pasien tidak mau tidur. Dari pemeriksaan paru-paru didapatkan suara wheezing dan crackles. Pada pemeriksaan fisik. rewel. Ditemukan suhu afebris dengan tanda vital lainnya normal. Dari pemeriksaan abdomen terdapat retraksi epigastrium. Sesak disertai dengan batuk demam dan dahului batuk pilek.

DIAGNOSIS BANDING  Bronkopneumonia ec bakteri Streptococcus Pneumonia  Bronkopneumonia ec Haemophilus Influenza tipe B  Bronkiolotis 21 .

hematokrit. trombosit.USULAN PEMERIKSAAN  Hematologi rutin (Hemoglobin. differential counting)  Foto thoraks PA 22 . leukosit.

DIAGNOSIS KERJA  Bronkopneumonia ec bakteri Streptococcus Pneumonia 23 .

5 = 275 mg setiap 8 jam iv 24 . 120 mg 3x1 sendok obat jika demam  Sefotaksim 50 mg/kgBB melalui iv = 50 x 5.5 Kg x 100 ml = 550 ml/hari = 23 ml/jam tetesan mikro = 23 tetes menit. • Paracetamol : 10-15 mg/kg/kali.PENATALAKSANAAN • Tirah baring • Berikan oksigen 1-2 liter • Cairan : BB = 5.

terutama untuk membuat susu formula. seperti tidak mau menyusui. 25 . • Penyediaan air bersih dalam kebutuhan seharihari.EDUKASI  Berikan nasihat dan cek pemahaman ibu/pengasuh tentang cara pemberian Obat.  Demam yang tidak kunjung redah  Kesulitan atau adanya penurunan nafsu makan dan minum. ASI/makanan dan tanda-tanda untuk segera membawa anaknya ke petugas kesehatan jika anak:  Batuk berkepanjangan disertai sesak. bahkan sampai adanya kebiruan.

4.PENCEGAHAN 1. 5. 3. Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan merawat anak. 26 . Menyediakan 2. Jaga kesehatan bagi orang tua yang mengasuh anaknya. Untuk membuat susu gunakan air yang bersih dan matang Jika anak dalam kondisi kurang baik jauhkan dari lingkungan yang padat. obat batuk dan obat penurun panas di rumah.

PROGNOSIS  Quo ad vitam : ad bonam  Quo ad functionam : dubia ad bonam  Quo ad sanationam : dubia ad bonam 27 .

28 TERIMA KASIH  .