Anda di halaman 1dari 19

BALANTIDIUM COLI

KELOMPOK 4:

JAMILATUL KOMARI
(132310101004)

KURNIA JULIARTHI
(132310101012)

NUR WININGSIH
(132310101020)

NOVITA NURKAMILAH
(132310101028)

WINDI NOVIANI
(132310101036)

AFAN DWI ANWAR


(132310101044)

YENI DWI ARYATI

8 TRI BUANA RATNA S

(132310101045)
(132310101053)

Klasifikasi
Domain : Eukarya
Kingdom : Chromalveolata
Superphylum : Alveolata
Phylum : Ciliophora
Class : Litostomatea
Order : Vestibuliferida
Family : Balantiididae
Genus : Balantidium
Species : B. Coli

Balantidium coli

Balantidium coli merupakan protozoa usus


manusia yang terbesar dan satu-satunya
golongan ciliata manusia yang patogen,
menimbulkan balantidiasis atau ciliate dysenteri.
Penyakit zoonosis yang sumber utamanya adalah
babi sebagai reservoir host, hidup di dalam usus
besar manusia, babi dan kera. B.coli dalam siklus
hidupnya memiliki 2 stadium, yaitu stadium
tropozoit dan kista. Lingkaran hidup B.coli dan
E.histolitica sama, hanya saja bentuk kista dari
B.coli tidak dapat membelah diri sebagaimana
layaknya E.histolitica.

Morfologi
Tropozoit berbentuk lonjong,
ukuran 60-70 x 40-50 m.
Tubuh tertutup silia pendek,
kecuali di daerah mulut silia
lebih panjang (adoral cilia).
Bagian anterior terdapat
cekungan dinamakan
peristom dan terdapat mulut
(sitostom), tidak memiliki
usus namun dibagian
posterior memiliki anus
(cy;cytoyge).

yang terdiri dari makronukleus


(maN;berbentuk ginjal) dan
mikronukleus (miN;berbentuk bintik
kecil) yang terdapat pada cekungan
makronukleus. Terdapat vakuole
makanan (berisi sisa makanan ;
bakteri, leukosit, erithrosit, dll) dan
vakuole kontraktil (cv)

Kista berbentuk bulat, ukuran 5060 , dinding dua lapis,


sitoplasma bergranul, terdapat
makro & mikronukleus serta
sebuah badan refraktil. Tropozoit
hidup dalam mukosa dan sub
mukosa usus besar, terutama di
daerah sekum bagian terminal
daripada illeum. Bergerak ritmis
dengan perantaraan cilia.

Tropozoit tidak dapat lama hidup


di luar badan, tetapi kista tetap
hidup selama beberapa minggu.
Kista yang dapat hidup di luar
badan adalah bentuk infektif. Bila
tertelan oleh hospes baru, maka
dinding kista hancur dan trofozoit
yang dilepaskan masuk dinding
usus, dan memperbanyak diri.

Siklus Hidup
Stadium kista dan tropozoit dapat
berlangsung di dalam satu jenis hospes.
Hospes alamiah adalah babi, dan manusia
merupakan hospes insidentil. Jika kista
infektif tertelan di dalam usus besar akan
berubah menjadi bentuk tropozoit. Di
lumen usus atau dalam submukosa usus,
tropozoit tumbuh dan memperbanyak diri
(multiplikasi). Jika lingkungan usus kurang
sesuai bagi tropozoit akan berubah
menjadi kista.

Reproduksi
Berlangsung secara
binary transverse
fission (belah diri
melintang), yaitu
tropozoit melakukan
pembelahan diri dan
secara konjugasi,
dimana 2 tropozoit
membentuk kista
bersama, dan kemudian
bertukar material dari
inti dan berpisah
kembali menjadi 2
tropozoit baru.

BALANTIDIASIS

Penyakit yang ditimbulkan penyakit ini hampir sama dengan


penyakit yang ditimbulkan oleh Entamoeba histolytica. Di
selaput lendir usus besar, bentuk vegetative membentuk absesabses kecil yang kemudian pecah, menjadi ulkus yang
menggaung. Penyakit dapat berlangsung akut dan ulkus yang
merata pada selaput lender usus besar. Pada kasus berat, ulkus
ini dapat menjadi gangren yang berakibat fatal. Biasa disertai
dengan sindrom disentri. Penyakit dapat menjadi menahun
dengan diare yang diselingi konstipasi, sakit perut, tidak nafsu
makan, muntah dan kakeksia (cachexia). Infeksi ringan
berlangsung tanpa gejala, bila parasit hidup di rongga usus
besar.

Balantidium coli kadang-kadang dapat menimbulkan infeksi


ekstra intestinal, misalnya dapat menyebabkan peritonitis,
uretritis. Pada tahun 1983, dilaporkan satu kasus di Italia
dengan B.coli dalam sediaan apus secret serviko vagina, pasien
ini setiap hari kontak dengan babi. Dari spanyol dilaporkan dua
kasus dengan diare karena B.coli, sedangkan di Venezuela
dilaporkan satu kasus yang fatal dengan parasit ini ditemukan
dalam usus dan paru-paru. Di Ekuador B.coli ditemukan sebagai
penyebab syndrome disentri dan akses hepar.

Identifikasi
Protozoa yang menginfeksi usus besar dan
menyebabkan diare atau disenteri diikuti
dengan kolik abdominal, tenesmus, nausea
dan muntah-muntah. Biasanya disenteri
disebabkan oleh amebiasis, dengan
kotoran yang berisi banyak darah dan
lendir tapi sedikit pus. Invasi ke peritoneum
atau saluran urogenital jarang terjadi.
Diagnosa dibuat dengan menemukan
trofozoit dari parasit atau kista dari
Balantidium coli pada kotoran segar, atau
trofozoit ditemukan melalui sigmoidoskopi.

Penyebab Penyakit
Balantidium coli, protozoa
besar dengan silia.

Resevoir
Babi, kemungkinan juga hewan lain,
seperti tikus dan primata selain
manusia.
Hospes parasit ini adalah babi dan beberapa
spesies kera yang hidup di daerah tropic.
Tetapi parasit ini kadang-kadang ditemukan
pada manusia dan dapat menyebabkan
balantidosis atau disentri balantidium.

Cara Penularan
Dengan menelan kista yang berasal
dari kotoran inang yang terinfeksi.
Pada saat wabah, penularan
terutama melalui air yang
terkontaminasi. Penularan sporadis
terjadi karena masuknya kotoran ke
mulut melalui tangan atau melalui
air, dan makanan yang
terkontaminasi.

Cara Pengobatan
Balantidiasis dapat diobati dengan
tetrasiklin 4x500 mgr/hari selama
sepuluh hari, atau iodokuinol 3x650
mgr/hari selama 20 hari. Obat pilhan
adalah metronidazol 3x750 mgr/hari

Cara Pencegahan
1.Beri penyuluhan pada masyarakat tentang higiene
perorangan.
2.Beri penyuluhan dan bimbingan kepada penjamah makanan
melalui instansi kesehatan.
3.Pembuangan kotoran pada jamban yang memenuhi
persyaratan sanitasi.
4.Kurangi kontak dengan kotoran babi.
5.Lindungi tempat penampungan atau sumber air untuk
masyarakat dari kontaminasi kotoran babi. Filter pasir atau
tanah dapat menyaring semua kista, klorinasi air dengan cara
yang biasanya dilakukan tidak menghancurkan kista. Air
dalam jumlah sedikit untuk diminum lebih baik dimasak.
6.Tindakan provilaktik seperti pada disentri amebawi dalam hal
pengandung kista dan pengawasan terhadap makanan dan
air, juga harus dilakukan disini. Ada baiknya untuk
menganggap babi sebagai sumber infeksi; mungkin di
kemudian hari pengetahuan kita akan bertambah mengenai
soal ini.

Kesimpulan
1.Balantidium coli adalah protozoa yang
terbesar pada manusia
2.Hospes parasit ini adalah babi dan beberapa
spesies kera yang hidup di daerah tropic
3.Dapat menyebabkan penyakit balantidosis
atau disentri balantidium.
4.Parasit ini banyak ditemukan pada babi
yang dipelihara (60-90%). Penularan antara
babi mudah terjadi, sekali-sekali dapat
menular pada manusia (Zoonosis).