Anda di halaman 1dari 10

USUL SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK METANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura l.)


TERHADAP KADAR SGOT-SGPT TIKUS PUTIH (Rattus norvergicus) MODEL
HIPERKOLESTEROLEMIA

Oleh :
Kelompok 2
ARIFAH MABRUROH PRILIA
G1A013015
Pembimbing : Dr. dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK, M.Si.Med
KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
JURUSAN KEDOKTERAN
PURWOKERTO
2016

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
. Hiperkolesterolemia adalah adanya peningkatan

konsentrasi kolesterol dalam darah yang melebihi


nilai normal yaitu >250mg/dl (Guyton & Hall,
2008).
. Dapat menyebabkan perlemakan hati
(peningkatan SGOT SGPT)
. Perlu obat penurun kolesterol Obat herbal
Ekstrak metanol daun kersen

B. Perumusan Masalah

Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak metanol daun


kersen (Muntingia calabura L.) terhadap kadar SGOTSGPT tikus putih (Rattus novergicus) model
hiperkolesterolemia?
C. Tujuan dan Manfaat

Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak metanol daun


kersen (Muntingia calabura L.) terhadap kadar SGOTSGPT tikus putih (Rattus novergicus) model
hiperkolesterolemia

II. Tinjauan Pustaka


A.
B.
C.
D.
E.

Kolesterol
Hiperkolesterolemia
Perlemakan Hati
SGOT dan SGPT
Daun Kersen
1.
2.
3.

Saponin
Flavonoid
Polifenol

F. Tikus Model Hiperkolesterolemia

Kerangka
Penelitian

Kerangka Konsep

Hipotesis
Pemberian ekstrak metanol daun kersen (Muntingia
calabura) dapat mempengaruhi kadar SGOT dan SGPT pada
tikus putih model hiperkolesterolemia

III. Metode Penelitian

Completed Randomized Desain (CRD)

dengan pendekatan post test only with


control group design
Sampel 30 tikus putih galur wistar
(Metode Finner)
Induksi hiperkolesterolemia : minyak
babi 3 mL/200 gram BB/kali dan
kuning telur bebek 2 mL/200 gram
BB/kali, diberikan dua kali sehari
menggunakan sonde lambung
Kelompok
Kelompok 1 = kontrol sehat
Kelompok 2 = kontrol sakit
Kelompok 3 = tikus hiperkolesterolemia

+ ekstrak 120mg/kgBB
Kelompok 4 = tikus hiperkolesterolemia
+ ekstrak 240mg/kgBB
Kelompok 5 = tikus hiperkolesterolemia
+ ekstrak 480mg/kgBB

Kriteria Inkluasi dan Eksklusi

Kriteria Inklusi :
Berat badan tikus 160-220 gram
Usia 2-3 bulan
Sehat, aktif, dan tidak memiliki kelainan
anatomi (cacat)
Berjenis kelamin jantan
Kriteria Eksklusi : Drop out apabila

tikus mati selama percobaan

Pengambilan darah
dan pengukuran
variabel
Darah diambil di retroorbita
Pengukuran SGOT dan

SGPT menggunakan
metode kinetik

Variabel

Definisi operasional

Nilai

Jenis data

Independen Pemberian
Ekstrak metanol daun kersen dari daun kersen yang - 120 mg/kgBB Kategorik
Ekstrak
didapat dari desa Pamijen, kecamatan Purwokerto - 240 mg/kgBB
Metanol
Selatan, kabupaten Banyumas, provinsi Jawa - 480 mg/kgBB
Daun Kersen
Tengah. Daun kersen dikeringkan lalu dibuat

Skala
data
Ordinal

menjadi ekstrak metanol daun kersen di laboratorium


biofarmasi jurusan farmasi fakultas ilmu kesehatan
Unsoed. Pemberian ekstrak metanol daun kersen
secara oral dengan menggunakan sonde lambung
pada hewan coba tikus putih (Rattus norvegicus)
galur Wistar jantan.
Dependen SGOT

Kadar enzim yang terdapat pada darah hewan coba U/L


yang diambil melalui retro orbita sebagai penanda
fungsi hati yang diukut dengan spektrofotometer

SGPT

Kadar enzim yang terdapat pada darah hewan coba U/L


yang diambil melalui retro orbita sebagai penanda
fungsi hati yang diukut dengan spektrofotometer

Numerik

Rasio

Tata Urutan Kerja


A.Persiapan hewan coba
1. Pengadaan
2. Aklimatisasi
3. Pengelompokkan

B. Induksi hewan coba


C. Pembuatan ekstrak metanol daun

Analisis Data
1. Distribusi data dengan uji
2.
3.

kersen
1. Pengadaan dan determinasi
2. Persiapan pembuatan ekstrak
3. Pembuatan ekstrak

D.Pemberian perlakuan hewan coba


E. Terminasi hewan coba
F. Pengambilan sampel
G.Pengukuran kadar SGOT dan

SGPT
H.Pengolahan dan analisis data

4.
5.

Saphiro Wilk
Pemeriksaan varians data
menggunakan Levene Test
Jika data terdistribusi normal
dan varians homogen (p>0,05)
uji (one way ANOVA).
Uji post hoc.
Jika distribusi tidak normal
maka digunakan uji non
parametrik Kruskal Wallis dan
dilanjutkan dengan uji post hoc
dengan uji Mann-Whitney test
(Dahlan, 2009).

Waktu penelitian = Juli 2016-September 2016


Tempat Penelitian
Laboratorium

Taksonomi Tumbuhan, Fakultas Biologi


Universitas Jenderal Soedirman sebagai tempat determinasi
tumbuhan.
Laboratorium Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman.
Laboratorium Farmakologi, Fakultas kedokteran Universitas
Jenderal Soedirman.
Mei - Juni
2016
1.

Tahap persiapan
Penyusunan proposal dan
penelitian pendahuluan
Seminar proposal

2.

Tahap pelaksanaan

3.

Tahap pengolahan data


dan analisis data
Tahap akhir penelitian

4.

Penyusunan hasil
Seminar hasil

Juni - Juli
2015

AgustusSeptember
2015