Anda di halaman 1dari 84

Materi : Minggu ke-4-5

FUNGSI KELUARGA DAN


PERANAN ANGGOTA
KELUARGA SERTA
PENERAPAN NILAI-NILAI
KARAKTER MELALUI DELAPAN
FUNGSI KELUARGA

Dr. Yuliana, SP. M.SI

DELAPAN FUNGSI
KELUARGA

FUNGSI AGAMA
Keluarga dikembangkan
untuk mampu menjadi
wahana yang pertama dan
utama untuk membawa
seluruh anggotanya
melaksanakan ibadah
dengan penuh keimanan dan
ketaqwaan kepada Tuhan
YME

FUNGSI SOSIAL BUDAYA


Keluarga dikembangkan
menjadi wahana untuk
melestarikan budaya
nasional yang luhur dan
bermartabat

FUNGSI CINTA DAN KASIH SAYANG


Keluarga menjadi
wahana pertama dan
utama untuk
menumbuhkan cinta
kasih antar sesama
anggotanya, antar ortu
dengan pasangannya,
antar anak dengan ortu
dan sesama anak sendiri

FUNGSI PERLINDUNGAN
Keluarga menjadi pelindung
yang pertama, utama dan
kokoh dalam memberikan
kebenaran dan keteladanan
kepada anak-anak dan
keturunannya

FUNGSI REPRODUKSI
Keluarga menjadi
pengatur reproduksi
keturunan secara sehar
dan berencana, sehingga
anak-anak yang dilahirkan
menjadi generasi penerus
yang berkualitas

FUNGSI SOSIALISASI DAN


PENDIDIKAN
Keluarga berfungsi sebagai
sekolah dan guru yang
pertama dan utama dalam
mengantarkan anakanaknya untuk menjadi
panutan masyarakat luas
dan dirinya sendiri

FUNGSI EKONOMI
Keluarga
menyiapkan dirinya
untuk menjadi suatu
unit yang mandiri
dan sanggup untuk
meningkatkan
kesejahteraan lahir
dan batinnya dengan
penuh kemandirian

FUNGSI LINGKUNGAN
Keluarga siap dan sanggup
untuk memelihara
kelestarian lingkungan
untuk memberikan yang
terbaik kepada anak
cucunya dimasa yang akan
datang

PERANAN SUAMI, ISTRI DAN


ANAK

Suami

Bersama

Istri

Taat pada
Menjaga
suami
Memperlakuk
iman &
an istri
taqwa
dengan baik Menjaga senantiasa taat
Menjaga
pada Allah SWT (giat
(marf)
amanat sebagai
ibadah,
bermuamalah
scr
Memberi
ummun
islamiy,
giat
dakwah,
nafkah
warabbatul bait
makanan-minuman halal,
Menjaga
menutupaurat, mendidik
Mendidik Istri
kehormatan
anak, berakhlak mulia
dan harta
seperti syukur, sabar,
suami
Menjaga
tawakal,memenuhi
janji,taubat, baik sangka
kehormatan
Minta ijin

Menghindari
maksiyat
dsb)
istri &
untuk
keluarga
bepergia
Saling
n
mengingatk
an

PERANAN/KEWAJIBAN

SUAMI SHALIH

1. Memberi Nafkah

Tidaklah engkau mengeluarkan nafkah dengan mengharap


keridloan Allah kecuali engkau diberi pahala karenanya
hingga makanan yang engkau berikan pada isterimu (HR.
Bukhari no. 4057)

Apabila seorang muslim memberikan nafkah kepada


keluarganya dengan mengharap keridloan Allah
maka baginya shodaqoh (HR. Bukhari no. 4932)

Tempat
tinggal

Pakaian

Pembantu

NAFKAH
Makanan
Minuman

Alat
kecantikan

Dll

Kesehatan

2. Menggauli dengan baik


(al-usyroh hasanah)
Sesungguhnya mukmin yang paling sempurna
keimanannya adalah mukmin yang terbaik ahlaknya dan
paling lembut pada isterinya (HR. Turmudzi no. 2537).

3. Memenej, Membimbing,
Mengarahkan

Perempuan itu laksana tulang bengkok, jika


engkau meluruskan (dengan paksa) niscaya
akan patah. Dan bila dibiarkan, engkau akan
lihat di sana ada kebengkokan (HR. Bukhari
no. 4786)

4. Bermalam
Bila isterinya satu, wajib bermalam di
rumah minimal sehari semalam dalam
empat hari

Ijma sahabat (dari Kaab bin


Siwar dan Umar bin Khathab

Bila isterinya lebih dari satu, maka wajib


giliran dibagi rata
Jika seseorang memiliki dua isteri namun tidak
adil diantara keduanya maka dia akan datang
pada hari kiamat dengan pundaknya miring
(HR. Tirmidzi no. 1060).

5. Memberikan hak isteri dengan


maruf

Maruf:

menunaikan hak isteri dengan jiwa yang


baik
tidak menunggu dituntut
Saat menunaikannya tidak menunjukkan
ketidaksukaan

6. Melindungi isteri sebagai


kehormatannya

Sejak menikah, isteri menjadi kehormatan suami


Wajib menjaga kehormatannya itu sekalipun
harus mati

Barangsiapa dibunuh karena membela hartanya maka ia syahid,


barangsiapa dibunuh karena membela agamanya maka ia
syahid, barangsiapa dibunuh karena membela isterinya maka ia
syahid (HR. Turmudzi no. 1341).

7. Tidak Menyebarkan Rahasia


Isteri

Sesuingguhnya sejelek-jelek manusia di sisi Allah


keududukannya pada hari kiamat adalah seseorang
yang menyebarkan rahasia isterinya dan isteri yang
menyebarkan rahasia suaminya, kemudian
tersiarlah rahasia tersebut (HR. Muslim no. 2597)

8. Tidak menghukum kecuali secara


syariy (an Nisa:34)

Bila terjadi nusyuz:

Nasihat akan adzab Allah


Hijr hanya di rumah, pisah ranjang, tidak
bicara maksimal 3 hari
Bila maksiat, perbuatan keji memukul
yang tidak melukai

Tidak boleh menjelek-jelekkan /


memburukkan

9. Tidak Membencinya
Janganlah membenci seseorang, karena bila
ada perilaku yang dibenci niscaya ada
perilaku lain yang disukai (HR. Muslim no.
2672).

Mendidik dan Mengajari

ISTRI SHALIHAH

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah


wanita shalihah
Dunia ini adalah perhiasan. Dan
sebaik-baik perhiasan dunia adalah
wanita shalihah (HR. Muslim no. 2668)

1. TAAT PADA ALLAH DAN SUAMI


Andai aku dibolehkan menyuruh seseorang sujud pada
orang lain niscaya akan aku perintahkan wanita sujud
kepada suaminya (HR. Turmudzi, no. 1079)

Perempuan manapun yang meninggal dalam


keadaan suaminya ridlo kepadanya niscaya ia
akan masuk sorga (HR. Turmudzi, no. 1071)

2. BERHIAS UNTUK SUAMI


Maukah engkau aku beri tahu sesuatu yang (paling
berguna) ditimbun oleh seseorang, wanita shalihah
apabila ia (suami) memandangnya ia (isteri)
menjadikannya senang, apabila memerintahkannya
ia pun mentaatinya, dan apabila ia tidak ada maka
ia (isteri) menjaganya (HR. Abu Daud, no. 1417)

3. MENGURUS RUMAH , MENJAGA DIRINYA DAN


HARTA SUAMINYA
Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan dimintai
pertanggungjawaban. Imam adalah pemimpin, dia dimintai
pertanggungjawaban. Suami adalah pemimpin bagi keluarganya, ia
dimintai pertanggungjawaban. Isteri adalah pemimpin di rumah
suaminya, ia dimintai pertanggungjawaban. Hamba sahaya adalah
pemimpin atas harta tuannya, ia dimintai pertanggungjawaban. Jadi,
setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian dimintai
pertanggungjawaban (HR. Bukhari, no. 4789)

3. MEMBANTU SUAMI MENGGAPAI


AKHIRAT
Hendaklah seseorang diantara kalian mengambil hati
yang bersyukur, lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang
beriman yang menolong orang itu menggapai akhirat (HR.
Ibnu Majah, no. 1846)

4. KUAT AGAMANYA
5. SETIA PADA SUAMI

6. TIDAK MELUKAI SUAMI DENGAN


PERKATAAN

7. TIDAK MENGADUKAN SUAMI


8. TIDAK BANYAK KELUAR DARI
RUMAH

Mengurus anak, dapur, rumah, dll lebih


utama daripada berkeliaran di tempat
umum untuk mejeng, shopping, cari
angin, dll

Itulah beberapa karakter penting yang


dimiliki oleh para sahabat Nabi yang
perempuan (shahabiyah)
Dengan memiliki sifat seperti itu,
perempuan sebagai saudara kandung
laki-laki, seperti kata Nabi, akan dapat
masuk sorga bersama-sama.

Anak Shalih
Memiliki kepribadian Islam
Berbuat baik pada orangtua/
birr ul-wlidain

Beberapa Wujud kepribadian


Akan terwujud dengan karakter & sikap antara lain :
Memahami arti hidup dan kehidupan ini dengan
sebenar-benarnya (QS. Al-Qashash : 77).
Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa
bersusah payah menggapai akhirat (QS. Al-Ala :
17).
Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi
tidak menolak menikmati rizqi yang baik-baik tanpa
lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa
perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46)
Ramah terhadap sesama Muslim dan keras
terhadap segala bentuk kekafiran.

Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap


sebagai rakyat
Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas
Zuhud, namun jugamenikmati hidup
Mampu menguasai dunia, dan sukses di
akhirat
Tidak rakus dunia, namun tidak
menyengsarakan diri
Gagah dan perkasa di medan tempur, namun
rendah hati di saat damai

Seorang abid (hamba Allah) yang khusyu


dalam sholat, menjauhi perkataan yang tiada
berguna, membayar zakat, menundukkan
pandangan, memelihara amanat, memenuhi
kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi
janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah
Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan dan
aktif berdakwah
Tekun beribadah, tangkas berpolitik dan giat
berjuang
Dan lain-lain

M.e.m.e.l.i.h.a.r.a
Keutuhan kepribadian

Senantiasa menghidupkan iman/aqidah Islam


dalam hati dan fikirannya
Senantiasa menyadari hubungan dengan Allah
SWT
Senantiasa menyadari tiada daerah bebas
hukum Allah
Senantiasa menyadari bahwa diri memiliki
kelemahan dan kekurangan
Senantiasa bahwa hawa nafsu kita sering tak
tahu diri
Senantiasa menyadari bahwa syaithan akan
selalu berupaya untuk menipu dan menyesatkan
manusia
Senantiasa menyadari bahwa hanya dengan
pertolongan dan kekuatan Allah seorang muslim
akan memiliki kekuatan kepribadian Islam yang
luar biasa.

Birr ul-Walidain
Birr ul-wlidain:
Semua bentuk kebaikan untuk
mentaati kedua orangtua
Bentuk ketaatan yang bisa
membuat orangtua menjadi ridlo,
hatinya tenang dan bergembira

ANAK SHALIH TIDAK DITENTUKAN


OLEH UMUR. MESKIPUN SUDAH
PUNYA ANAK ATAU CUCU, KITA
HARUS TETAP MENJADI ANAK
SHALIH. SEBAB, KITA TETAP ANAK
DARI AYAH DAN IBU KITA.

MENJADI ANAK SHALIH:

WAJIB!

Ridlo Allah bergantung pada keridhaan


orangtua, dan kemurkaan Allah tergantung
pada kemurkaan orangtua (HR. Ibnu Hibban
dan al-Hakim)
Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?
Rasul menjawab: shalat pada waktunya.
Kemudian apa? Beliau menjawab: birr ulwlidain (berbakti pada orang tua).
Kemudian apa? Jihad di jalan Allah (HR.
Bukhari, no. 496)

Anak Shalih

Akidah Islamiyah
(iman); tidak syirik

Terikat kepada syariah


Islam (ibadah,
makanan, pakaian,
minuman, akhlak,
muamalah, uqubat, dll)

Sungguh rugi, sungguh rugi,


sungguh rugi. (Rasul) ditanya,
Siapa orang itu, ya, Rasulullah?
Beliau menjawab, Orang yang
mendapatkan kedua orangtuanya
sudah tua salah satu atau keduaduanya, tapi ia tidak masuk sorga
(HR. Muslim, no. 4627).

Wujud keshalihan Anak

SAAT
ORANGTUA
MASIH
HIDUP

SAAT
ORANGTUA
SUDAH
MENINGGAL

Saat Keduanya Masih Hidup


1.

Tidak mencaci maki ataupun


menghardik betapapun bodoh
dan kesalahan mereka

Yang termasuk dosa besar adalah menyekutukan


Allah, mencaci maki orangtua, membunuh, dan
kesaksian palsu (HR. Bukhari, no. 6182)

2.

Menyelesaikan masalah yang


dihadapinya & membebaskan
tanggungan mereka

Tidaklah seseorang dipandang telah membalas budi


baik kepada orangtuanya kecuali ia menemukannya
sebagai budak, lalu ia membelinya dan
membebaskannya (HR. Muslim, no. 2779)

3.

Bila keduanya memerintah


pada saat yang sama, maka
ibu harus didahulukan
Siapakah manusia yang lebih berhak untuk
diperlakukan baik? Beliau menjawab, Ibumu. Lalu
siapa? Beliau jawab, Ibumu. Lalu siapa? Beliau
jawab, Ibumu. Lalu siapa? Beliau jawab, Bapakmu
(HR. Muslim, no. 4621)

4.

Mengurusi dan merawat


mereka
Seseorang datang kepada Nabi SAW seraya berkata,
Aku membaiat engkau untuk berhijrah dan berjihad.
Aku mengharap pahala dari Allah. Beliau menjawab,
Apakah salah satu orangtua kamu masih hidup?
Jawabnya, Ya, bahkan keduanya. Nabi bertanya,
Engkau ingin meraih pahala dari Allah? Jawabnya,
Ya. Rasul bersabda, Pulanglah kepada orangtuamu.
Lalu, perbaikilah pergaulanmu kepada keduanya! (HR.
Muslim, no. 4624)

5.

Menjalin Silaturrahim
Persaudaraan itu terkait dengan arsy. Persaudaraan
berkata, barangsiapa menghubungkan aku niscaya
Allah menghubungkannya. Dan barangsiapa
memutuskannya niscaya Allah memutuskannya.
(HR. Muslim, no. 4635)

Silaturrahim tidak sekedar mengunjungi tetapi


juga mengetahui persoalan untuk dipecahkan;
minimal dengan telepon, SMS, surat, e-mail dll.

6.

7.

8.

Menghajikan mereka (HR. Ibnu


Huzaymah dari Abu Hurairah)
Menisbatkan namanya kepada
mereka, bukan kepada orang lain
(Al-Ahzb [33]:40).
Bila mereka punya nadzar, maka
kita harus menunaikan nadzar yang
tidak dapat dilakukannya (HR. Ibnu
Huzaymah dari Ibnu Abbas).

9.

Selalu Mendoakan
Bila meninggal seorang manusia maka
terputuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu
sodakoh jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat,
atau anak shalih yang mendoakannya
(HR. Muslim, no. 3084)

Setelah Keduanya Meninggal


Dunia
Menunaikan wasiat dan memenuhi janji mereka

1.
2.

3.
4.
5.
6.

7.
8.

Mendoakan dan memintakan ampunan untuk


mereka
Menyambung hubungan dengan kenalan mereka
Bersedekah atas nama mereka dan untuk mereka
Menunaikan ibadah haji atas nama mereka
Bergegas melakukan amal shalih sebagai anak
shalih yang pahalanya akan terus mengalir untuk
mereka
Menziarahi pusara mereka
Tidak mencela dan mengungkit-ungkit keburukan
mereka

Dari Abi Usaid Malik bin Rabiah as-Saidiy, dia


berkata: ketika kami bersama Rasulullah SAW, tibatiba datanglah seseorang dari Bani Salamah seraya
berkata, Wahai, Rasulullah, apakah masih ada
kebaikan yang bisa saya kerjakan untuk berbakti
kepada kedua orangtua setelah mereka meninggal
dunia? Beliau menjawab: Ya, masih ada. Yaitu,
menshalatkan keduanya, memintakan ampun buat
mereka, meleksanakan janji-janjinya setelah
mereka tiada, menyambung tali persahabatan
yang tidak bisa disambung kecuali dengan
keduanya (kerabat), dan memuliakan kenalan baik
keduanya. (HR. Abu Dawud, no. 4476).

Anak shalih akan berupaya untuk


berbakti kepada orangtua selamanya

Salah satu karakter penting anak shalih


adalah menjadi pengemban dakwah yang
senantiasa menjaga dan membela Islam
hingga amalnya itu terus mengalir bagi
orangtua yang disayanginya

SUDAHKAN ANDA MENJADI


ANAK SHALIH/SHALIHAH?
SIAPKAH ANDA MENCETAK
ANAK SHALIH/SHALIHAH?

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan

AGAMA

Keimanan

Biasakan jalankan
ibadah secara
bersama
ajak anak ikuti
kegiatan agama spt
ceramah, mendalami
kitab suci
Berikan sedekah
kpd orang tak
mampu
Selalu ucap syukur
dan sabar

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
AGAMA

Nilai karakter
Ketaqwaan
(pengamalan ajaran
agama)

Penanaman/
penerapan
tidak meremehkan
orang lain, semua
sama, tidak ada yang
lebih tinggi
beri pengertian, yg
bedakan seseorang
adalah ketaqwaan
kpd. Tuhan YME

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
AGAMA

Kejujuran

berlaku jujur dalam


ucapan dan tindakan
berbuat jujur
terhadap siapapun
dalam segala hal
jelaskan manfaat
bersikap jujur
ceritakan contoh
orang-orang yang
selalu jujur
tunjukkan rasa
percaya kepada anak
saat berbicara

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
AGAMA

Nilai karakter
Bersyukur

Penanaman/
penerapan
biasakan ucapkan
terima kasih ketika
minta tolong kepada
anak
biasakan ucapkan
terima kasih bila
orangtua atau anak
berikan sesuatu
biasakan ajak anak
mengucap syukur
kepada Tuhan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan

AGAMA

Kepedulian

Tenggangrasa

berkunjung ke panti
asuhan, atau
saudara/tetangga
yang sedang terkena
musibah/sakit
saling membantu
dalam berbagai hal
saling hormat dan
pahami perasaan
orang lain- peduli.
ajarkan untuk
gunakan pakaian/alat
sekolah yang biasa
saja

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
AGAMA

Kerajinan

Kesalehan

biasakan anak untuk


melaksanakan tugas
dengan baik, benar
dan tepat waktu
sesuai dengan aturan
menghindari hal
tidak baik, bersih lahir
batin.
berperilaku sesuai
ajaran agama.
perlakukan orang
lain dengan baik

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
AGAMA

Ketaatan

biasakan untuk
menjalankan ibadah
sebagai wujud
kewajiban kpd Tuhan
selesaikan tugas
tanpa perintah ortu

Suka Menolong

berikan teladan
menolong orang lain
yang membutuhkan
bantuan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
AGAMA

Disiplin

Biasakan jalankan
ibadah tepat waktu
selalu tepati janji
ikuti aturan yang
ada

Sopan santun

biasakan ucapkan
salam waktu keluar
dan masuk rumah
pamit sebelum pergi
sopan dalam
pergaulan
berkata dan
berperilaku sopan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
AGAMA

Kesabaran

tenang, tidak
tergesa-gesa dalam
melakukan sesuatu
menunda keinginan
anak
tenang dan sabar
hadapi orang
bekerja tidak asalasalan
menahan hawa
nafsu/emosi

Kasih sayang

Perhatian thd
permasalahan anak
tidak kasar
Berikan bantuan
sesuai kebutuhan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluargaFungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan

SOSIAL BUDAYA

Gotong Royong

Sopan santun

ajak bersihkan
rumah dan
halaman
menata kamar tidur
ikut kegiatan di
sekolah
ingatkan selalu
berlaku sopan
dimanapun berada
hargai aturan pada
daerah/budaya lain.

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
SOSIAL BUDAYA

Kerukunan

Kepedulian

mampu menghargai
perbedaan, termasuk
agama, adat, sifat
dan watak.
Menjaga persatuan
kesatuan
hubungan harmonis
antar anggota
keluarga.
peduli terhadap
budaya dan adat
daerah manapun juga
kondisi sosial orang
lain.

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
SOSIAL BUDAYA

Kebersamaan

mendorong anak ikut


dalam kegiatan di
sekitar rumah, dalam
kel.besar, ikut
oganisasi
kemasyarakatan

Toleransi

sikap menghormati
dan toleran
thd.agama, budaya
orang lain.

Kebangsaan

menghargai sejarah
bangsa.
mencintai produk
dalam negeri.

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga?
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
CINTA KASIH

Empati (peka)

mengajak kunjungi
teman, sahabat,
tetangga yang sedang
sakit.
tunjukkan empati
kepada anak yang
sedang menghadapi
masalah.

Keakraban

Ciptakan komunikasi
terbuka, saling beri
perhatian

Keadilan

perlakuan adil thd.


semua anak
(pendidikan)

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi pa
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
CINTA KASIH

Pemaaf

orangtua dan anak


harus dapat saling
memaafkan, juga
dengan orang lain.
tidak menghakimi
kesalahan anak tanpa
bertanya.

Kesetiaan

menepati janji
tanamkan rasa
kasih pada sesama

Pengorbanan

ajarkan ikhlas dalam


membantu orang lain
meski ada risiko

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
CINTA KASIH

Suka menolong

senang menolong
orang lain dengan
dasar kasih.

Bertanggungjawab

bertanggungjawab
atas semua
tindakan
anak siap
menerima risiko
perbuatannya

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
PERLINDUNGAN

Pemaaf

Tanggap

memaafkan
kesalahan anak
disertai nasihat, shg
anak merasa aman
dan terlindungi. Ortu
tidak menghakimi.
bertanya bila ada
perubahan sikap
anak.
tunjukkan kesediaan
untuk bantu atasi
masalah
bersama atasi
masalah

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
PERLINDUNGAN

Ketabahan

beri kesadaran
untuk tabah hadapi
masalah
beri dorongan untuk
selalu lakukan hal
terbaik
libatkan diri dalam
masalah anak secara
proporsional

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
REPRODUKSI

Bertanggung jawab beri penyadaran


agar anak tidak
menyalahgunakan
fungsi reproduksi
tegas utk gegah hal
tersebut.
kesehatan
bimbing anak
menjaga kebersihan
organ rerpoduksi luar
perkuat iman dan
taqwa dlm menjaga
kespro
diskusi ttg perilaku
menyimpang dalam
kespro

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
REPRODUKSI

Nilai karakter
Keteguhan

Penanaman/
penerapan
pertahankan diri
utk tdk lakukan hub
seksual pra-nikah.
berani katakan
tidak utk hindari
pelecehan seksual
berikan info akibat
hub.seks
menyimpang
hindari pergaulan
bebas
ajarkan berbusana
sopan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
SOSIALISASI DAN
PENDIDIKAN

Percaya Diri

beri kesempatan
kpd semua anak

utk lakukan
keg.bermanfaat
sarankan utk ikut
dlm kelompok
heterogen
dorong anak
berani tampil
Beri peran yang
jelas pada acara
formal kel/masy
beri kesempatan
utk ambil
keputusan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
Nilai karakter
Penanaman/
penerapan
SOSIALISASI DAN
PENDIDIKAN

Keluwesan

Kebangggaan

jaga komunikasi
efektif dlm.keluarga
Biasakan anak
bergaul sejak dini
dorong anak untuk
belajar kelompok
bimbing khusus anak
yang rendah diri.
ajarkan anak untuk
menghargai
keberhasilannya,
meski hanya dalam
lomba.

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi

SOSIALISASI DAN
PENDIDIKAN

Nilai karakter

Penanaman/
penerapan

Kerajinan

rajin laksanakan
ibadah agama
rajin lakukan
pekerjaan rumah
secara bersama.
berikan sanksi bila
perlu

Kreatif

Ajak anak membuat


kerajinan dari barang
bekas/daur ulang

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
SOSIALISASI DAN
PENDIDIKAN

Nilai karakter

Penanaman/
penerapan

Bertanggungjawab

berikan tugas sesuai


kemampuan dan jenis
pekerjaan
berikan kebebasan
anak susun jadwal
harian
terapkan aturan utk
kembalikan barang ke
tempat semula.

Kerjasama

ajak anak bersamasama menata ruang


keluarga

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi

EKONOMI

Nilai karakter

Penanaman/
penerapan

Hemat

sisihkan uang saku


utk ditabung
Berikan sesuatu atas
dasar kebutuhan
bukan keinginan
Rencanakan
pengeluaran harian/
bulanan bersama anak

Ketelitian

ajak dan bimbing


anak lihat kembali
tugas sekolah/rumah.
periksa uang kembali

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi
EKONOMI

Nilai karakter

Penanaman/
penerapan

Disiplin

penggunaan
anggaran sesuai
kesepakatan mis.uang
saku.

Kepedulian

beri bantuan uang


kepada orang yang
memerlukan.

Keuletan

tidak kenal
menyerah/putus asa
besarkan hati hadapi
kegagalan

Penanaman dan Penerapan


Nilai-nilai karakter melalui 8 fungsi
keluarga
Fungsi

PEMELIHARAAN
LINGKUNGAN

Nilai karakter

Penanaman/
penerapan

Kebersihan

biasakan anak hidup


bersih
libatkan anak jaga
kebersihan rumah dan
lingkungan.

Disiplin

ajarkan tentang
aturan untuk tidak
merusak lingkungan,
fasilitas umum tetapi
justru menjaganya.

Tahapan Penanaman dan


Penerapan Nilai karakter
dalam Keluarga
1.
1.

PEMAHAMAN
PEMAHAMAN

2.
2.

PELATIHAN
PELATIHAN

3.
3.

PEMBIASAAN
PEMBIASAAN

4.
4.

MENJADI
MENJADI KARAKTER
KARAKTER

KESIMPULAN

Delapan fungsi keluarga terdiri dari fungsi


Agama, Sosial Budaya, Cinta dan Kasih
Sayang,
Perlindungan,
Reproduksi,
Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi dan
Lingkungan.
Delapan fungsi keluarga merupakan salah
satu cara yang dapat dilakukan orang tua
dalam membantu pembentukan karakter anak
sehingga memiliki kepribadian yang matang.

Harta yang paling indah adalah keluarga


Istana yang paling megah adalah keluarga