Anda di halaman 1dari 11

Jaringan Prosedur dalam Sistem

Retur Penjualan
1.Prosedur Pembuatan Memo
Kredit
2.Prosedur Penerimaan Barang
3.Prosedur Pencatatan Retur
Penjualan

Gambar 7.16 Jurnal Retur


Penjualan

Unsur-Unsur pengendalian Internal

Organisasi
Fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi penerimaan
Fungsi akuntansi harus terpisah dari fungsi penjualan
Transaksi retur penjualan harus dilaksanakan oleh fungsi penjualan,fungsi penerimaan,dan fungsi akuntansi.Tidak
ada transaksi retur penjualan yang dilaksanakan secara lengkap hanya oleh satu fungsi tersebut.

Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan


Retur Penjualan diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan membubuhkan tanda tangan otorisasi dalam memo
kredit.
Pencatatan berkurangnya piutang karena retur penjualan didasarkan pada memo kredit yang didukung dengan
laporan penerimaan barang.

Praktik yang sehat


Memo kredit bernomor urut tercetak dan pemakainya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penjualan.
Secara periodik fungsi akuntansi mengirim pernyataan piutang (account reivable statement) kepada setiap
debitur untuk menguji ketelitian catatan piutang yang diselenggarakanoleh fungsi tersebut.
Secara periodik diadakan rekonsiliasi kartu piutang dengan akun kontrol piutang dalam buku besar.

BAGAN ALIR DOKUMEN SISTEM RETUR PENJUALAN

KOMBINASI PROSEDUR ORDER PENGIRIMAN DAN


PROSEDUR PENAGIHAN

1.Prosedur order pengiriman dan prosedur penagihan


terpisah (separate order and billing procedure)
2.Prosedur order pengiriman satuan (unit shipping order
procedure)
3.Prosedur pra- penagihan lengkap(complete pre-billing
procedure)
4.Prosedur pra-penagihan tidak lengkap (incomplete
pre-billing procedure)

1.Prosedur Order Pengiriman dan Penagihan


Terpisah (Separate Order and Billing Procedure)

Kondisi yang cocok untuk Prosedur Order


Pengiriman dan penagihan terpisah:
a.Jika perusahaan perlu mencantumkan berbagai
macam informasi teknis yang bersangkutan dengan
produk didalam surat order pengiriman,namun tidak
menginginkan informasi tersebut tercantum didalam
faktur penjualan.
b.Jika perusahaan seringkali menghadapi masalah back
order.

2.Prosedur order pengiriman satuan


(unit shipping order procedure)
Kondisi yang cocok untuk penggunaan Prosedur Order
Pengiriman satuan:

a.Jika dikehendaki untuk menyediakan informasi bagi setiap departemen


dengan menggunakan surat order pengiriman yang hanya mencakup
unsur yang terkait dengan departemen tersebut.
b.Jika barang barang yang dipesan oleh pelanggan mempunyai tanggal
pengiriman yang berbeda,sesuai dengan jadwal pengiriman yang
disanggupi oleh perusahaan.
c.Jika perusahaan menghadapi masalah back order.
d.Jika perusahaan memerlukan analisis pesanan yang diterima menurut
jenis produk

3.Prosedur pra- penagihan lengkap(complete pre-billing


procedure)

Kondisi yang cocok untuk penerapan prosedur PraPenagihan Lengkap:


a.Karena Surat Order pengiriman dan faktur penjualan
dibuat pada saat yang sama,semua informasi yang akan
dicantumkan didalam faktur harus sudah dapat
diketahui oleh fungsi penjualan pada saat surat order
pengiriman dibuat.
b.Kondisi persediaan harus memungkinkan perngiriman
barang ke pelanngan sejumlah yang tertulis didala

4.Prosedur pra-penagihan tidak lengkap (incomplete pre-billing


procedure)

Gambar 7.19 Bagan Alir Dokumen Sistem Penjualan Kredit dengan Pra Penagihan Leng

Kondisi yang cocok untuk penerapan sistem Prosedur pra-penagihan tidak lengkap (incomplete pre-billing procedure)

a.Pada saat surat order pengiriman dibuat oleh fungsi


penjualan,informasi yang harus tercantum, dala mfaktur
penjualan belum dapat diketahui seluruhnya.
b.Jika terjadi back order atau produk harus diproduksi
lebih dahulu untuk memenuhi pesanan dari pelanggan.

Sistem Penjualan Dalam Lingkungan Pengolahan Data Elektronik

Gambar 7.20 Sistem Penjualan dalam Lingkungan Pengolahan