Anda di halaman 1dari 28

IMPLIKASI

TRANSKULTURAL DALAM
PRAKTEK KEPERAWATAN
OLEH : FA RIZQI BAYU PERDANA

Definisi
Transkultural : Lintas Budaya
Budaya : Ciri khas suatu kelompok yang membedakan antara
kelompok yang satu dengan yang lain.

Unsur Budaya
1.Material Berupa objek. Mis: Pakaian, Makanan

2.Non-Material
a) Kepercayaan
b) Kebiasaan
c) Bahasa

INDONESIA

1. Negara kepulauan.
2. Terdiri dari 13.000 pulau dan kepulauan.
3. Terdiri dari 250 lebih suku bangsa dengan budaya yang berbeda.
4. Keluarga merupakan kelompok kecil yang menyusun sistem
kesukuan ~ Tiap keluarga memiliki budaya masing-masing.

Budaya keluarga terbentuk dari interaksi antara keluarga dg


lingkungannya (Andrew & Boyle, 1995) Andrew & Boyle, 1995)
Ada tiga bentuk lingkungan:
1. Lingkungan fisik
Lingkungan alam atau lingkungan yang diciptakan oleh manusia. Mis: pegunungan,
iklim, daerah pemukiman.

2. Lingkungan sosial
Keseluruhan struktur sosial yang berhubungan dengan sosialisasi keluarga atau
kelompok ke dalam masyarakat yang lebih luas.

3. Lingkungan simbolik
Keseluruhan bentuk atau simbol yang membuat keluarga atau kelompok merasa
bersatu. Mis: musik, seni, riwayat hidup, bahasa atau atribut yang digunakan.

CHARACTERISTICS OF CULTURE
1. Culture is learned and taught.
Culture is learned and taught. Transmitted from one generation to another A person is not
born with cultural concepts but learn through socialization

2. Culture is shared.
The sharing of common practices provides a group with part of its cultural identity.

3. Culture is social in nature.


Culture develops in and is communicated by groups of people.

4. Culture is dynamic, adaptive and ever-changing Culture is dynamic, adaptive


and ever-changing
Adaptation allows cultural groups to adjust to meet environmental changes. Cultural
change occurs slowly and in response to the needs of the group.

JENIS BUDAYA
1.Etno-caring
Dipelajari dari orang tuanya.

2.Professional-caring
Dipelajari dari pendidikan formal

Budaya menggambarkan cara seseorang mempersepsikan sesuatu, bertingkah laku, dan menilai
sesuatu yang ada di sekitar mereka. Budaya menentukan perilaku kesehatan seseorang

Jadi.. Untuk memberikan asuhan keperawatan yang tepat dan berkualitas , perawat harus
memahai budaya masyarakat.

HATI-HATI DENGAN ETHNOCENTRISM

BUDAYA KESEHATAN KELUARGA INDONESIA


1. Negara agraris = penduduk banyak di pedesaan dengan tingkat
pendidikan SD dan belum mengenal budaya hidup sehat.
2. Budaya memeriksakan secara dini kesehatan anggota keluarga
belum tampak.
3. Budaya memeriksaan keadaan kesehatan keluarga sebagai tindakan
promotif dan preventif belum didukung oleh instansi penyelenggara
kesehatan.
4. Keluarga sebagai elemen terdepan dalam mencapai Indonesia Sehat
2010 belum diberdayakan secara optimal oleh berbagai pihak yang
terkait.

Medelaine Leininger (1984)

That the culture care needs of people


in the world will be met by nurses
prepared in transcultural nursing"

KEPERAWATAN TRANSKULTURAL
Ilmu dan kiat yang humanis, yang difokuskan pada perilaku
individu atau kelompok, serta proses untuk
mempertahankan/meningkatkan perilaku sehat atau perilaku sakit
secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya
(Leininger, 1984).

TUJUAN
1) Membantu keluarga dengan budaya yang berbeda-beda untuk
mampu memahami kebutuhannya terhadap asuhan keperawatan dan
kesehatan.
2) Membantu perawat dalam mengambil keputusan selama
pemberian asuhan keperawatan pada keluarga melalui pengkajian
gaya hidup, keyakinan tentang kesehatan dan praktik kesehatan
klien.
3) Asuhan keperawatan yang relevan dengan budaya dan sensitif
terhadap kebutuhan klien akan menurunkan kemungkinan stres dan
konflik karena kesalahpahaman budaya.

Asuhan keperawatan keluarga dengan


pendekatan transkultural memungkinkan
perawat sebagai petugas kesehatan mengelola
secara utuh elemen-elemen pelayanan
kesehatan di keluarga, termasuk mengelola
hambatan atau tantangan di tingkat institusional

KOMPETENSI BUDAYA YANG HARUS DIMILIKI


OLEH PERAWAT

1. Cultural
2. Cultural
3. Cultural
4. Cultural
5. Cultural

awareness
knowledge
skill
encounters
desire

pengkajian
Meliputi 7 dimensi struktur kultural dan sosial
1. Faktor teknologi
2. Faktor agama dan filosofis
3. Faktor kekerabatan dan sosial
4. Nilai budaya dan gaya hidup
5. Faktor politis dan legal
6. Faktor ekonomi
7. Faktor pendidikan

FAKTOR TEKNOLOGI
Meliputi teknologi apa saja yang dimanfaatkan atau digunakan
oleh keluarga untuk mengatasi masalah kesehatannya.
Mengenai : Persepsi tentang penggunaan teknologi untuk
mengatasi permasalahan kesehatan, alasan mencari bantuan
kesehatan, persepsi sehatsakit, kebiasaan berobat dan mengatasi
masalah kesehatan.

FAKTOR AGAMA DAN FILOSOFI


Mengenai : Agama yang dianut, kebiasaan pemeluk agama yang
berdampak positif terhadap kesehatan, kebiasaan yang berdampak
positif terhadap kesehatan, upaya mencari bantuan kesehatan,
konsep diri yg utuh, status pernikahan, persepsi klien terhadap
kesehatan, cara beradaptasi terhadap situasi saat ini, cara
pandang klien terhadap penyebab penyakit, cara pengobatan dan
cara penularan terhadap orang lain.

FAKTOR KEKELUARGAAN DAN SOSIAL


Mengenai : Nama lengkap dan nama panggilan, marga, usia atau
tenpat tanggal lahir, jenis kelamin, status, tipe keluarga, tumbuh
kembang keluarga, pengambilan keputusan dalam anggota
keluarga, hubungan klien dengan KK, kebiasaan rutin yang
dilakukan oleh keluarga.

FAKTOR NILAI BUDAYA DAN GAYA HIDUP


Mengenai : Posisi atau jabatan, bahasa yang digunakan, bahasa
nonverbal yang sering ditunjukkan klien, kebiasaan membersihkan
diri, kebiasaan makan, pantang terhadap makanan tertentu yang
terkait dengan kondisi tubuh, sarana hiburan yang dimanfaatkan,
persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari2.

FAKTOR POLITIS DAN LEGAL


Mengenai : Jam kedatangan ke rumah keluarga, dll

FAKTOR EKONOMI
Mengenai : Pekerjaan klien, sumber biaya pengobatan, kebiasaan
menabung dan jumlah tabungan sebulan.

FAKTOR PENDIDIKAN
Mengenai : Tingkat pendidikan terakhir

KOMUNIKASI TRANSKULTURAL
Komunikasi lintas budaya dapat dimulai melalui proses diskusi &
bila perlu dapat dilakukan dg mengidentifikasi cara-cara orang
berkomunikasi dari berbagai budaya di Indonesia. Perawat
keluarga saat bekerja bersama keluarga harus melakukan
komunikasi yang alamiah agar mendapat gambaran budaya
keluarga secara spesifik. Komunikasi nonverbal kadang lebih
bermakna. Hindari stereotipi.

3 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN

Self Awareness
Client
educations

Nonjudgemental
approach

BAGAIMANA APABILA
BUDAYA PERAWAT DAN
KELUARGA TIDAK
SAMA ?

CONTOH PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN


TRANSKULTURAL
KELUARGA JAWA TIMUR Nilai-nilai keluarga Jawa Timur : 1.
Keluarga merupakan kesatuan antara suami-istri dan anak yang
belum menikah yang tinggal serumah. 2. Sistem nilai dan ideologi
keluarga/budaya jatim dipengaruhi oleh budaya sebelum islam. 3.
Figur suami dan bapak dalam keluarga jatim sangat dominan. 4.
Komitmen kuat untuk saling menolong anggota keluarga yang
membutuhkan. 5. Pejah gesang derek kyai.

Implikasi Keperawatan Keluarga Jawa Timur : Dalam melakukan


asuhan keperawatan pada keluarga Jatim, perawat seharusnya
melibatkan keluarga inti (terutama bapak) dan keluarga besar,
termasuk kyai sebagai pembimbing spiritual mereka.

SEKIAN
Jazakumullah khairan katsira