Anda di halaman 1dari 21

Diare dan kolelitiasis

PENDAHULUAN
Di Indonesia penyakit diare termasuk dalam
10 penyakit yang menimbulkan KLB.
Berdasarkan laporan Surveilans Terpadu
Penyakit bersumber data KLB (STP KLB)
tahun 2010, diare menempati urutan ke 6
frekuensi KLB terbanyak setelah DBD,
Chikungunya, Keracunan makanan, Difteri
dan Campak

DEFINISI DIARE
keluarnya tinja yang lunak atau cair tiga kali
atau lebih dalam satu hari. Secara klinik,
dibedakan atas tiga macam sindrom diare,
yaitu:
1. Diare cair akut
2. Disentri
3. Diare persisten

Diare Cair Akut


Diare yang terjadi secara akut dan
berlangsung
kurang
dari
14
hari
(kebanyakan kurang dari 7 hari), dengan
pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang
sering dan tanpa darah. Bisa disertai
muntah dan panas

Disentri
Adalah diare yang disertai darah dalam tinja.
Penyebab utama disentri akut adalah
Shigella.

Diare Persisten
Adalah diare yang mula-mula bersifat akut
namun berlangsung lebih dari 14 hari.

EPIDEMIOLOGI
Jumlah kasus KLB Diare diindonesia pada
tahun 2010 sebanyak 2.580 dengan
kematian sebesar 77 kasus (CFR 2.98%).
tahun 2009 dimana kasus pada KLB diare
sebanyak 3.037 kasus, kematian sebanyak
21 kasus (CFR 0.69%).

ETIOLOGI
Infeksi virus, bakteri, dan parasit.
Malabsorpsi karbohidrat (intoleransi
laktosa), lemak,atau protein.
Makanan makanan basi, makanan
beracun.
Alergi terhadap makanan Cows milk
protein sensitive enteropathy (CMPSE).
Imunodefisiensi penderita AIDS.
Psikologis rasa takut dan cemas.

Mekanisme

Diare
Diare
Diare
Diare

osmotik
sekretorik
eksudatif
karena gangguan motilitas

Diare Osmotik
Bahan yang tidak dapat diserap
peningkatan osmolaritas dalam
lumen ususmenarik air &elektrolit
dari plasma ke lumen ususdiare
Contoh : Intoleransi makanan, waktu
pengosongan lambung yang cepat,
defisiensi enzim laktase,laksan
osmotik

Diare sekretorik
Toksin yang dikeluarkan bakteri
(toksinkolera), pengaruh garam empedu,
hormonintestinal sepertigastrin
vasoactive intestinalpolypeptide
(VIP) Gangguan transport cairan
elektrolit (abs << atau sekresi >> )
Toxin menstimulasi cAMP dan cGMP
menstimulasi sekresi cairan &
elektrolit

Diare eksudatif
Kerusakan mukosa usus halus atau
ususbesar akibatinflamasi
Inflamasi & eksudasi dapat terjadi akibat
infeksi bakteri, non infeksi (gluten
sensitiveenteropathy, IBD), atau akibat
radiasi.
Contoh : kolitifulserosa, penyakit Crohn,
amebiasis,
shigellosis,champylobacter,yersinia

Diare karena gangguan motilitas


Gangguan pada kontrol otonomik
waktu transit usus menjadi lebih
cepat.
Misalnya pada diabetik neuropati,
postvagotomi, post reseksi usus,
hipertiroid,tirotoksikosis, sindroma
usus iritabel

Patofisiologi Diare oleh Virus & Bakteri


VIRUS enterosit (sel epitel usus halus) infeksi & kerusakan villi usus halus Enterosit
rusak diganti oleh enterosit baru (kuboid/sel epitel gepeng yang belum matang)

fungsibelum baikVilli usus atropi

tidak dapat mengabsorbsimakanan & cairan dengan baik

Tekanan KoloidOsmotik usus



motilitas



DIARE

Manifestasi Klinis
muntah-muntah dan/atau demam, tenesmus,
hematochezia, nyeri perut atau kejang perut.
Dehidrasi haus, berat badan berkurang, mata
menjadi cekung, lidah kering, tulang pipi menonjol,
turgor kulit menurun serta suara menjadi serak.
denyut nadi yang cepat, tekanan darah menurun
sampai tidak terukur. Pasien gelisah, muka pucat,
ujung-ujung ekstremitas dingin dan kadang
sianosis.
kehilangan kalium pada diare akut juga dapat
timbul aritmia jantung.

Diagnosis
Anamnesis
Pemeriksaan Fisik (Dehidrasi, Gagal
untuk tumbuh dan malnutrisi, Nyeri
perut, Borborygmi, eritema perianal)
Pemeriksaan Lab (pH feses 5.5 )

Kolelitiasis
Kolelitiasis adalah penyakit batu
empedu yang dapat ditemukan di
dalam kandung empedu atau di
dalam saluran empedu, atau pada
kedua-duanya

Patofisiologi

Manifestasi Klinis
kolik bilier (nyeri kolik yang berat pada perut
atas bagian kanan) jika ductus sistikus
tersumbat oleh batu rasa sakit perut yang
berat dan menjalar ke punggung atau bahu.
Mual dan muntah sering kali berkaitan dengan
serangan kolik biliaris. Serangan cenderung
makin meningkat frekuensi dan intensitasnya.
Gejala yang lain seperti demam, nyeri seluruh
permukaan perut, perut terasa melilit, perut
terasa kembung,

TIPE BATU
Batu Empedu Kolesterol
Batu Empedu
Batu Empedu Campuran