Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

IMUNOLOGIK TROMBOSITOPENIK
PURPURA (ITP)
Pembimbing :
dr. Rosida Sp.PD
Disusun oleh :
Astikawa
14710149

Identitas pasien

Nama
: Nn. Anis Fitria
Umur
: 14 thn
Jenis kelamin : Perempuan
Suku Bangsa : Madura
Alamat
: Socah
Pekerjaan : Pelajar
MRS : 17-10-2015

ANAMNESIS

Keluhan utama :
perdarahan pervaginam
Riwayat penyakit sekarang :
px datang ke IGD dengan keluhan
perdarahan pervaginam banyak selama 8
hari, sehari ganti pembalut >3x. Serta
perdarahan gusi, memar kebiruan di bawah
kulit, rambut rontok. BAB dan BAK normal.

Riwayat penyakit dahulu :


Tidak pernah sakit seperti ini sebelunya.
Alergi (-), Asma (-), HT (-), DM (-).

Riwayat penyakit keluarga :


Tidak ada sakit seperti ini di keluarga.

Riwayat pengobatan :
Belum pernah berobat sama sekali.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan umum
Keadaan umum : tampak lemah
Kesadaran
: compos mentis (4,5,6)
Vital sign :
TD : 120/80 mmhg RR : 20x/menit
Nadi : 88x/menit
Temp : 38C

Status lokalisasi organ


KEPALA :
Bentuk : Bulat, simetris
Rambut : Hitam, lurus, rontok
Mata : konjungtiva anemis (+/+)
Skelra ikterus (-/-), pupil isokor
Reflek cahaya (+/+)
Hidung : sekret (-/-), bau (-/-), perdarahan (-/-)
Telinga : sekret (-/-), bau (-/-), perdarahan (-/-)
Mulut : sianosis, perdarahan gusi (+)

LEHER :
Pembesaran KGB (-), Pembesaran tyroid (-)

THORAX :
Pulmo
I : Pergerakan dada simetris (+/+), scar (-/-)
P : Bagian dada tertinggal (-)
P : Sonor pada kedua lapang paru
A : Vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Cor
I : Ictus Cordis tidak terlihat
P : Ictus cordis tidak teraba
P :batas jantung kanan ; ICS 1V parasternalis
dekstra
batas jantung kiri ; ICS IV midklavikularis
sinistra
A : S1, S2 tunggal, reguler, murmur (-), gallop
(-)

Abdomen
I : bekas luka (-), dalam batas normal
P : Nyeri tekan (-), tidak teraba benjolan, hepar
tidak
teraba, lien tidak teraba
P : Timpani
A : Bising usus (+)

Urogenital
Dalam batas normal

Ekstremitas
Superior : akral hangat (+/+), odema (-/-)
Inferior : akral hangat (+/+), odema (-/-)

Pemeriksaan penunjang
JENIS

HASIL

NORMAL

WBC

4.04

10e3/uL

3.70-10.1

NEU

3.54

87.6 %

1.636.96

39.3-73.7 %

LYM

284

7.03 %

1.092.99

1.8.0-48.3 %

MONO

152

3.78 %

240-790

4.40-12.7 %

EOS

013

444 %

030-440

600-7.30 %

BASO

046

1.14 %

0.00-080

0,00-170 %

RBC

3.88

10e6/uL

3.60-4.69

HGB

10.5

g/L

10.8-14.2

HCT

30.4

37.7-53.7

MCV

78.3

fL

81.1-96.0

MCH

27.3

Pg

27.0-31.2

MCHC

34.9

g/dL

31.8-35.4

RDW

17.1

11.5-14.5

PTL

17.2

10e3/uL

155-366

MPV

15.2

fL

6.90-10.6

tgl

18 okt
2015

KU lemah, pucat,anemis
(+), gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam
(+), mimisan (+) 1X,
pusing (+),mual (+).

TD : 100/60mmhg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,5 C

Anemia,
S. ITP

Pesan TC 10
kantong, perlu
tranfisu TC
Tranfusi PRC
smpai Hb 10
Inj.
Methilpretnisolo
n 3x125 mg

19 okt
2015

KU lemah, pucat,anemis
(+), gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam
(+), mimisan (-), pusing
(+),demam(+), mual
(+), BAB (-), BAK
hematuri (+)

TD : 100/60mmhg
Nadi : 84x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 37,8 C

Anemia,
S. ITP

Inf. Asering
Neurobion 2x1
Asam folat 3x1
Inj.
Methilpretnisolo
n 3x125
Tranfusi PCR 2
kantong smpai
Hb 10
Cek DL + LED
UL, ANA Test

20 okt
2015

KU lemah, pucat,anemis
(+), gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam
(+), mimisan (-), pusing
(+), demam (+), mual
(-),sariawan (+), BAB (-),
BAK hematuri (+), nafsu
makan menurun.

TD : 90/60mmhg
Nadi : 80x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 37 C

Anemia,
S. ITP

Cal ges 1x1


Inj.
Methilprednisol
on 3x125

tgl

21
okt
2015

KU lemah, pucat,anemis (+),


gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam (+),
mimisan (+) 1X, pusing
(+),sariawan (+),mual
(-),BAB (-), BAK hematuri (+),
nafsu makan menurun.

TD:
90/60mmhg
Nadi :
82x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,3 C

Anemia,
S. ITP

Tx lanjut

22
okt
2015

KU lemah, pucat,anemis (+),


gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam (+),
mimisan (-),demam (+)
pusing (+),mual (-),sariawan
(+), BAB (-), BAK hematuri
(+), nafsu makan menurun.

TD :
110/90mmhg
Nadi :
80x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 38 C

Anemia,
S. ITP

Tx lanjut
Ranitidin 2x1

23
okt
2015

KU lemah, pucat,anemis (+),


gusi berdarah (+),
perdarahan pervaginam (+)
sedikit, pusing (+),sariawan
(+), BAB (-), BAK hematuri
(+), nafsu makan menurun.

TD :
110/90mmhg
Nadi :
80x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,8 C

Anemia,
S. ITP

PRO RUJUK

24 okt
2015

KU lemah, pucat,anemis (-),


gusi berdarah (-), perdarahan
pervaginam (+) sedikit,
mimisan (-), pusing (-),mual
(-),sariawan (+), BAB (-), BAK
hematuri (-), nafsu makan
menurun.

TD : 110/90mmhg
Nadi : 82x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,8 C

Anemia,
S. ITP

Tranfusi TC
10 kantong
lanjut
Methilprenid
solon

25 okt
2015

KU lemah, pucat,anemis (-),


gusi berdarah (-), perdarahan
pervaginam (+) sedikit,
mimisan (-), pusing (-),mual
(-),sariawan (+), batuk
(+),sesak(+), sulit tidur, BAB
(-), BAK hematuri (-), nafsu
makan menurun, akral
dingin.

TD : 100/70mmhg
Nadi : 88x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,2 C
Thorax : ronki
basah halus

ITP
S. Pneumonia

Tx lanjut

26 okt
2015

KU lemah, pucat, demam(+)


batuk(+), sesak(+), sulit
tidur.

TD : 100/60mmhg
Nadi : 82x/menit
RR : 20x/menit
Temp : 36,2 C
Thorak: ronki
basah halus

ITP
S. Pneumonia

Inf. PZ
500/hari
MP stop
Ganti MP
3x16 mg
Inj. Lasix
Inj.
Ceftriason
2x1
Inj. Levo
1x750
Inj. Ranitidin
2x1

TINJAUAN PUSTAKA
A.
.

Idiopatik trombositopenik purpura (ITP)


Defenisi
Purpura trombositopenik idiopatik (PTI)
adalah penyakit purpura trombositopenik
yang penyebabnya tidak diketahui,
ditandai dengan trombopeni akibat
destruksi trombosit yang meningkat,
yang kemudian diketahui di sebabkan
oleh karena prosesimunologik.

Mekanisme trombopoesis

Pembuatan trombosit, terjadi di dalam


sumsum tulang di mana sel induk
berdiferensiasi menjadi megakaryosites.
Progenitor megakaryosites akhirnya
berdiferensiasi menjadi matang dan
melepaskan trombosit. Jumlah trombsosit
di dalam sirkulasi akan mencapai angka
stabil apabila produksi trombosit
seimabang dengan destruksi trombosit.

PATOGENESIS
Anti bodi IgG yang ditemukan pada
membran trombosit akan mengakibatkan
gangguan agregasi trmbosit dan
meningkatkan pembuangan serta
penghancuran trombosit oleh sistem
makrofag sehingga fungsi trombosit
dapat berubah (trombositopati) melalui
berbagai cara yang mengakibatkan
perdarahan yang lama.

Gejala Klinis

Gejala biasanya perlahan-lahan dengan


riwayat mudah berdarah dengan
trauma maupun tanpa trauma. Bentuk
perdarahan pada ITP adalah purpura
pada kulit atau mukosa (hidung, gusi,
saluran makanan, traktus urogenital).

Diagnosis
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Perdarahan atau purpura pada lebih dari satu lokasi


Tidak ada pembesaran limpa
Terdapat trombopenia dibawah 150.000/cmm pada
pemeriksaan darah tepi
Pada pemeriksaan aspirasi sumsum tulang jumlah
megakariosit normal atau meningkat eritropoisis
serta lekopoisis normal
Mungkin ditemukan antiplatelet antibody positif
Tidak ada penyakit lain yang menyebabkan
trombopeni misalnya obat-obatan, sepsis, koagulasi
intravaskuler diseminata, SLE, lekemia dan post
transfusi

Diagnosa banding

Anemia aplastik
SLE
DHF

Terapi

Terapi awal ITP (standart)

Prognosis

Pada penderita usia muda, umumnya


prognosisnya lebih baik. Prognosis jelek
pada ITP yang refrakter terhadap
pengobatan steroid