Anda di halaman 1dari 28

KETENTUAN UMUM

dan TATA CARA PERPAJAKAN


BAB VIII

Penagihan Pajak
a. Dasar Penagihan Pajak
b. Dasar Hukum Penagihan Pajak
c. Bunga Penagihan
d. Pengangsuran dan Penundaan Pembayaran Pajak
e. Hak Mendahulu
f. Daluwarsa Penagihan Pajak
g. Hapusnya Piutang Pajak

Penagihan Pajak
Penagihan pajak adalah kewenangan yang dimiliki fiskus untuk
menagih utang pajak yang tidak dilunasi oleh Penanggung Pajak
yang dilakukan dengan prosedur tertentu berdasarkan UndangUndang.
Terhadap utang pajak yang timbul yang tidak dilunasi dalam
jangka waktunya akan dilakukan penagihan pajak.
Penagihan dilakukan terhadap penanggung pajak yaitu yang
bertanggungjawab atas pembayaran pajak baik secara pribadi
maupun renteng.
Ketentuan lebih lanjut mengenai penagihan pajak dengan surat
paksa diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan
Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah terakhir
dengan UU Nomor 19 Tahun 2000.

Dasar Penagihan Pajak


Yang menjadi dasar penagihan pajak
berdasarkan Pasal 18 UU KUP adalah
Surat Tagihan Pajak, Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar,
serta Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar Tambahan, dan Surat
Keputusan Pembetulan, Surat
Keputusan Keberatan, Putusan
Banding, serta Putusan Peninjauan
Kembali, yang menyebabkan jumlah
pajak yang masih harus dibayar
bertambah.

PENAGIHAN PAJAK
Pasal 18 ayat (1)

1.STP (Surat Tagihan Pajak);


2.SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar);
3.SKPKBT (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan)
4.Surat Keputusan KEBERATAN;
5.Putusan BANDING; dan
6.Putusan PENINJAUAN KEMBALI,

yang MENYEBABKAN JUMLAH PAJAK


yang
HARUS DIBAYAR BERTAMBAH
Dasar Penagihan Pajak

OBJEK PENAGIHAN PAJAK berdasarkan UU


KUP
Pasal 20 angka 1 UU KUP
Jumlah pajak yang
masih harus
dibayar
ditagih
yang tidak
STP
SKPKB
SKPKBT
SK Pembetulan
SK Keberatan
Putusan Banding
Putusan PK

Tambahan jumlah
pajak yang masih
harus dibayar

dibayar oleh
Penanggung
Pajak sesuai
dengan jangka
waktu

dengan
Surat
Paksa

tidak atau kurang dibayar sampai


dengan tanggal jatuh tempo
tidak atau pembayaran
kurang dibayar sampai
dengan tanggal jatuh tempo
penundaan pembayaran
tidak memenuhi angsuran
pembayaran pajak

PENANGGUNG PAJAK
orang pribadi atau badan yang bertanggung jawab atas
pembayaran pajak, termasuk wakil yang menjalankan hak
dan memenuhi kewajiban Wajib Pajak sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.
(Pasal 1 angka 28)
a. badan oleh pengurus;
kecuali apabila dapat
b. badan yang dinyatakan pailit oleh
membuktikan dan
kurator;
meyakinkan Dirjen
c.
badan dalam pembubaran oleh orang
Pajak bahwa mereka
atau badan yang ditugasi untuk
dalam kedudukannya
melakukan pemberesan;
benar-benar tidak
d. badan dalam likuidasi oleh likuidator;
mungkin untuk
e. suatu warisan yang belum terbagi
dibebani tanggung
oleh salah seorang ahli warisnya,
jawab atas pajak
pelaksana wasiatnya atau yang
yang terutang
mengurus harta peninggalannya;
tersebut.
atau
(Pasal 32 ayat 2 UU KUP)
f.
anak yang belum dewasa atau orang
yang berada dalam pengampuan
oleh wali atau pengampunya.
(Pasal 32 ayat 1 UU KUP)

CONTOH

Udin (WP orang pribadi) menyampaikan SPT Tahunan untuk


tahun 2008 tepat pada waktunya yang disertai dengan setoran
akhir. Pada tanggal 10 Oktober 2009 dikeluarkan SKPKB yang
menunjukkan
kekurangan
pajak
yang
terutang
sebesar
Rp1.000.000,00. Atas kekurangan tersebut ditambah sanksi
administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) sebulan.
SKPKB diterbitkan dengan penghitungan sebagai berikut :
1. Pajak yang terutang
Rp1.725.000,00
2. Kredit Pajak :
Rp 725.000,00
3. Pajak yang kurang dibayar
Rp1.000.000,00
4. Bunga 10 bulan =2% X 10 X Rp1.000.000,00 Rp
200.000,00
5. Pajak yang masih harus dibayar
Rp1.200.000,00
harus dilunasi dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal
diterbitkan yaitu sampai dengan tgl 9 November 2009.

Apabila sampai dengan tanggal 9 November 2009 SKPKB


tersebut belum dilunasi oleh Penanggung Pajak maka
dilakukan penagihan dengan Surat Paksa.

CONTOH

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap SPT PPh Badan Tahun 2008 atas
nama PT ABC, pada tanggal 20 September 2009 diterbitkan SKPKB
dengan perincian sbb:
Pajak kurang bayar
Bunga 9 bulan (Pasal 13 ayat 2)
Pajak yang masih harus dibayar

Rp1.200.000,00
Rp 216.000,00
Rp1.416.000,00

SKPKB tersebut harus sudah dilunasi paling lambat tanggal 19 Oktober


2009. Oleh KPP diberikan penundaan sampai dengan tanggal 25 Januari
2010.

Apabila sampai dengan tanggal 25 Januari 2010 SKPKB


tersebut belum dilunasi oleh PT ABC maka dilakukan
penagihan dengan Surat Paksa.

Bunga Penagihan
Pasal 19 ayat 1 UU KUP menyatakan bahwa:
Apabila Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar atau Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan, serta Surat
Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan,
Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali, yang
menyebabkan jumlah pajak yang masih harus dibayar
bertambah, pada saat jatuh tempo pelunasan tidak atau
kurang dibayar, atas jumlah pajak yang tidak atau kurang
dibayar itu dikenai sanksi administrasi berupa bunga
sebesar 2% (dua persen) per bulan untuk seluruh masa,
yang dihitung dari tanggal jatuh tempo sampai dengan
tanggal pelunasan atau tanggal diterbitkannya Surat
Tagihan Pajak, dan bagian dari bulan dihitung penuh 1
(satu) bulan.

BUNGA PENAGIHAN
Pasal 19 ayat (1), (2) dan (3)

2 % PER BULAN

DIKENAKAN TERHADAP

Pajak yg
terutang
menurut Dasar
Penagihan

Mengangsur/m
enunda
pembayaran
Pajak

Dari JUMLAH
PAJAK Yang
MASIH HARUS
DIBAYAR
DIHITUNG dari TANGGAL JATUH TEMPO SAMPAI
TANGGAL PELUNASAN, atau TANGGAL
DITERBITKAN STP

WP diberikan
penundaan
penyampaian SPT
Tahunan dan
perhitungan pajak
sementara kurang dari
sebenarnya yang
terutang
Dari saat
berakhirnya
penyampaian SPT
Tahunan s.d tanggal
pembayaran

Bagian bulan dihitung penuh 1


bulan
11

Penjelasan dari Pasal 19 ayat 1 UU


KUP beserta contohnya adalah sbb:
Ayat ini mengatur pengenaan
sanksi administrasi berupa bunga
berdasarkan jumlah pajak yang
masih harus dibayar yang tidak
atau kurang dibayar pada saat
jatuh tempo pelunasan atau
terlambat dibayar.

Contoh:
a. Jumlah pajak yang masih harus dibayar
berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar sebesar Rp10.000.000,00 yang diterbitkan
tanggal 7 Oktober 2008, dengan batas akhir
pelunasan tanggal 6 November 2008.
Jumlah pembayaran sampai dengan tanggal 6
November 2008 Rp6.000.000,00.
Pada tanggal 1 Desember 2008 diterbitkan Surat
Tagihan Pajak dengan perhitungan sebagai berikut:

Contoh

Pajak yang masih harus dibayar


Rp10.000.000,00
Dibayar sampai dengan jatuh tempo pelunasan

=
= Rp

6.000.000,00(-)
Kurang dibayar
4.000.000,00
Bunga 1 (satu) bulan (1
=

= Rp
x 2% x Rp4.000.000,00)
Rp
80.000,00

Contoh
b. Dalam hal terhadap Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
sebagaimana tersebut pada huruf a, Wajib Pajak membayar
Rp10.000.000,00 pada tanggal 3 Desember 2008 dan pada
tanggal 5 Desember 2008 diterbitkan Surat Tagihan Pajak,
sanksi
administrasi berupa bunga dihitung sebagai berikut:
Pajak yang masih harus dibayar = Rp10.000.000,00
Dibayar setelah jatuh tempo pelunasan = Rp10.000.000,00
Kurang dibayar = Rp 0,00
Bunga 1 (satu) bulan (1 x 2% x Rp10.000.000,00) = Rp 200.000,00

Penagihan Seketika dan


Sekaligus
Ketentuan mengenai penagihan seketika dan
sekaligus terdapat dalam Pasal 20 ayat 2 UU KUP.
Yang dimaksud dengan penagihan seketika dan
sekaligus adalah tindakan penagihan pajak yang
dilaksanakan oleh Jurusita Pajak kepada
Penanggung Pajak tanpa menunggu tanggal jatuh
tempo pembayaran yang meliputi seluruh utang
pajak dari semua jenis pajak, Masa Pajak, dan Tahun
Pajak.
Penagihan seketika dan sekaligus dilakukan apabila:

PENAGIHAN
SEKETIKA DAN SEKALIGUS
Pasal 20 Ayat (2)
DILAKUKAN APABILA:
Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya atau berniat untuk itu;
Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki
atau dikuasai dalam rangka mengecilkan atau menghentikan
kegiatan perusahaan atau pekerjaan yang dilakukannya di
Indonesia;
Terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan
membubarkan usaha, menggabungkan atau memekarkan
usaha, atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau
yang dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk lainnya;
Badan usaha akan dibubarkan oleh negara, atau
Terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak
ketiga, atau terdapat tanda-tanda kepailitan.

17

PENAGIHAN PAJAK DENGAN


SURAT PAKSA
Pasal 20 Ayat (3)

PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT


PAKSA DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN
2000
TENTANG
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT
PAKSA

18

HAK MENDAHULU
Pasal 21 Ayat (1) dan (2)
(1) NEGARA MEMPUNYAI HAK MENDAHULU
untuk UTANG PAJAK atas BARANGBARANG MILIK PENANGGUNG PAJAK;
(2) Ketentuan pada ayat (1) meliputi :
a. POKOK PAJAK,
b. SANKSI ADMINSTRASI berupa :
- BUNGA,
- DENDA, dan
- KENAIKAN,
c. BIAYA PENAGIHAN PAJAK.

19

PENGECUALIAN HAK
MENDAHULU
Pasal 21 Ayat (3)
a. BIAYA PERKARA yang hanya disebabkan oleh
suatu penghukuman untuk melelang suatu
barang bergerak/ tidak bergerak;
b. BIAYA yang dikeluarkan untuk
MENYELAMATKAN barang dimaksud,
dan/atau
c.

BIAYA PERKARA, yang hanya disebabkan oleh


pelelangan dan penyelesaian suatu warisan.

20

DILARANG MEMBAGIKAN
HARTA KEPADA PEMEGANG SAHAM
Pasal 21 ayat (3a)

DALAM HAL WAJIB PAJAK DINYATAKAN

PAILIT, BUBAR

atau

DILIKUIDASI

maka
KURATOR, LIKUIDATOR atau ORANG/BADAN yang
DITUGASI untuk MELAKUKAN PEMBERESAN,
DILARANG UNTUK
MEMBAGIKAN HARTA WAJIB PAJAK DALAM PAILIT,
PEMBUBARAN atau LIKUIDASI
KEPADA PEMEGANG SAHAM ATAU KREDITUR LAINNYA
SEBELUM MENGGUNAKAN HARTA TERSEBUT UNTUK
MEMBAYAR UTANG PAJAK WAJIB PAJAK TERSEBUT.

21

HAK MENDAHULU HILANG


Pasal 21 Ayat (4)
HAK MENDAHULU HILANG SETELAH MELAMPAUI WAKTU

5 (LIMA) TAHUN SEJAK TANGGAL


DITERBITKAN :

SURAT TAGIHAN PAJAK;


SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR;
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAHAN;
SURAT KEPUTUSAN PEMBETULAN;
SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN;
PUTUSAN BANDING; dan
PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI.

yang MENYEBABKAN
JUMLAH PAJAK yang HARUS DIBAYAR BERTAMBAH

22

PERHITUNGAN JANGKA WAKTU


HAK MANDAHULU
Pasal 21 ayat (5)
PERHITUNGAN JANGKA WAKTU HAK MENDAHULU
adalah sebagai berikut :

SURAT PAKSA

1. Dalam hal
untuk membayar
diberitahukan secara resmi, maka JANGKA WAKTU 5
(LIMA) TAHUN DIHITUNG SEJAK PEMBERITAHUAN SURAT
PAKSA; atau

PENUNDAAN
PEMBAYARAN atau PERSETUJUAN
ANGSURAN PEMBAYARAN, MAKA

2. Dalam hal diberikan

JANGKA WAKTU 5 (LIMA) TAHUN DIHITUNG SEJAK BATAS


AKHIR PENUNDAAN DIBERIKAN.

23

DALUWARSA PENAGIHAN
PAJAK
Pasal 22 Ayat (1)
HAK UNTUK MELAKUKAN PENAGIHAN PAJAK,
TERMASUK BUNGA, DENDA, KENAIKAN dan BIAYA

DALUWARSA

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

PENAGIHAN PAJAK,
SETELAH
MELAMPAUI WAKTU
5 (LIMA) TAHUN TERHITUNG SEJAK PENERBITAN :
SURAT TAGIHAN PAJAK;
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR;
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAHAN;
SURAT KEPUTUSAN PEMBETULAN;
SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN;
PUTUSAN BANDING;
PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI.

24

DALUWARSA TERTANGGUH
Pasal 22 Ayat (2)

DALUWARSA PENAGIHAN PAJAK

TERTANGGUH apabila:
1.DITERBITKAN SURAT PAKSA;
2.ADA PENGAKUAN UTANG PAJAK DARI WAJIB
PAJAK BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG;
3.DITERBITKAN SURAT KETETAPAN PAJAK
KURANG BAYAR (Pasal 13 ayat (5)), atau
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR
TAMBAHAN (Pasal 15 ayat (4)); atau
4.DILAKUKAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI
BIDANG PERPAJAKAN
25

Proses
Penagihan

Dasar
Penagihan
1 Bulan
Jatuh
Tempo

stlh
diterbitka
n

21
hari
Surat
Teguran

Surat Paksa

7
hari
14
hari
Penjualan
secara Lelang
14
hari

Pengumu
man
Lelang

2x24 jam

Surat Perintah
Malakukan
Penyitaan
(SPMP)

27

ALUR DAN PROSES PENAGIHAN PAJAK


Dasar Hukum
UU No. 19 Tahun 2000
UU No. 28 Tahun 2007
PP No. 80 Tahun 2007
PMK No. 24/PMK.03/2008

PENCABUTAN
SITA

LUNAS
SKP

7 HARI

SKPKB
SKPKB
T
dll

SURAT
TEGURAN

JATUH
TEMPO

21 HARI
SP

2 X 24
jam

PARATE EXECUTIE
DIBERITAHUKAN OLEH
JURUSITA
PAJAK
DIBUAT BAP SP

PEMBLOKIRAN

PENCEGAHAN

SPMP/
PENYITAAN

UTANG PAJAK &


BIAYA
PENAGIHAN
PUTUSAN
PENGADILAN

Barang
Bergerak 2X

14 HARI TDK LUNAS

SPMP
JURUSITA + 2 SAKSI
BAP SITA
BRG BERGERAK & BRG
TDK BERGERAK
BRG YG DISITA DILARANG :
DIPINDAHTANGANKAN
DISEWAKAN
DISEMBUHKAN
DIHILANGKAN
DIRUSAK
PENYITAAN ATAS REK.
BANK & EFEK

PENGUMUMAN
LELANG
Barang Tdk
Bergerak 2X

PENYANDERAAN

SYARAT:
UTANG PAJAK 100 jt
DIRAGUKAN ITIKAD BAIK
JANGKA WAKTU:
6 BULAN DPT DIPERPANJANG MAX 6 BLN
AKIBAT:
UTANG PAJAK TDK HAPUS &
PENAGIHAN TETAP DILAKSANAKAN

PELAKSANAAN
LELANG

28