Anda di halaman 1dari 114

TUTOR 7

A N G G O TA :
1. S H I N T A D E W I T R I A N D I N Y

(201510330311060)

2. A H M A D A H K A M U L Q O I M

(201510330311059)

3. Y O V I N T A B E A U T Y S A L S A B I L A
4. N I A S A M A H

(201510330311044)

(201510330311090)

5. S H E I L L A U L U L M A Z A Y A

(201510330311072)

6. G H E A A P R I L L I A

(201510330311124)

7. A F I K A F A Y A N D A R I

(201510330311114)

8. M E I S H E L L A T R I A Y U N I
9. R A S Y I D R I D H O

(201510330311099)
(201510330311006)

10.M U H A M M A D A N F A L A . K .

(201510330311143)

11.H A I K A L M U H A M M A D E . D .

(201510330311013)

12.M . M I F T A C H U L F A U Z U L A D H I M

(201510330311108)

13.C A R E N S A F I R A T H E R E S I A

(201510330311095)

14.A H M A D S Y A R I F U D D I N

(201510330311133)

SKENARIO
Bayiku...
Ibu G1P0A0 usia 25th dengan usia kehamilan 40-41 minggu melahirkan bayi lakilaki dengan berat 3,1kg, panjang 49cm, spontan, ketuban keruh, terdapat
mekonium. Bayi dilahirkan apneu, tonus otot kurang baik, gerak tidak aktif. Setelah
dilakukan resusitasi sampai pemberian VTP bayi bernafas spontan, tidak retraksi ,
denyut jantung 100x/menit, skor apgar 5-7-9. anamnesis riwayat kehamilan ANC
tidak teratur, ketuban pecah 24jam sebelum lahir dan riwayat hipertermia, dysuria,
dan flour albus pada hamil trimester 3. catatan sebelum melahirkan menunjukkan
tanda vital normal, pmx TORCH negatif, gula darah normal. Sempat asfiksia saat
lahir, bayi ditempatkan di ruang perinatologi untuk observasi, jika tidak ada
masalah lebih lanjut maka diberikan pada ibunya untuk rawat gabung.

KEYWORD
1.Usia kehamilan 40-41 minggu
2. Ketuban keruh
3. Mekonium
4. Apneu
5. Score apgar
6. Asfiksia

KLARIFIKASI ISTILAH
Asfiksia adalah kegagalan nafas secara spontan dan teratur pada saat lahir
atau beberapa saat setelah lahir (prambudi, 2013)
Ketuban adalah cairan yang terdapat dalam ruangan yang ditutupi selaput
janin berwarna kuning pada saat kehamilan (Mahendra, 2012)
Flour albus/keputihan adalah semacam silim atau lendir yg keluar terlalu
banyak, warna putih seperti sagu kental dan agak kekuningan (Handayani,
2008)
Apneu adalah berhenti bernafas selama beberapa detik secara spontan
ketika sedang tidur (Rukiyah, A dan yulianti, L;2010)
Mekonium adalah merupakan feses pertama janin dan neonatus yang juga
mengandung enzim pankreas asam lemak bebas, orferin interleukin-8
fosfolipase A2 bilirubin indirek dan bilirubin direk (M. Sholeh kosim, 2010)

KLARIFIKASI ISTILAH
Tonus otot adalah kontraksi otot yg terjadi dan selalu dipertahankan
keberadaannya oleh otot itu sendiri (Farlex, 2012)
Apgar score adalah metode penilaian untuk mengkaji kesehatan neonatus
dalam menit pertama hingga kelima menit setelah lahir & sebagai standart
evaluasi neonatus (adelle, 2012)
VTP adalah ventilasi tekanan positif/ ventilasi noninfasif yg lebih efektif dan
nyaman dibanding dengan cara ventilasi noninfasif lainnya (Rogayah, dkk;
2009)
Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan kembali atau memulihkan
kmbali kesadaran seseorang yang tampak mati sebagai akibat berhentinya
fungsi jantung dan paru yang berorientasi pada otak (Tjokronegoro, 2012)

KLARIFIKASI ISTILAH
Retraksi adalah kontraksi yang terjadi pada otot perut dan iga yang tertarik
ke dalam pada saat kita menarik nafas (heri kumani, 2008)
Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan yang membantu mendeteksi
pemaparan mikroorganisme patogen bawaan pada janin. Torch sendiri
kepanjangan dari Toksoplasma, Rubella, Citomegalovirus, sifilis, dan herpes
simplek (Lutfi, 2012)
Dysuria adalah rasa nyeri pada saat buang air kecil (rahmat, 2010)

RUMUSAN MASALAH
1.

Apa saja pemeriksaan fisik yang dilakukan pd bayi baru lahir?

2.

Apa tujuan tindakan resusitasi dan VTP?

3.

Bagaimana tindakan mekanisme resusitasi?

4.

Bagaimana penilaian apgar score?

5.

Apakah score apgar pada bayi termasuk dalam penilaian normal atau
tidak?

6.

Apa tujuan pemeriksaan TORCH?

7.

Bagaimana pencegahan TORCH?

8.

Apa penyebab terjadinya asfiksia?

9.

Bagaimana penatalaksaan asfiksia?

APA SAJA PEMERIKSAAN FISIK YANG DILAKUKAN PADA


BAYI BARU LAHIR?

Menilai adaptasi
Mencari kelainan kongenintal (volume cairan amnion), pemeriksaan tali pusat
dan pemeriksaan plasenta.
Pemeriksaan fisik dilakukan dalam 24jam dan dilakukan setelah bayi berada
didalam ruang perawatan yang bertujuan untuk mendeteksi kelainan yg
mungkin terabaikan pada pemeriksaan dikamar bersalin terdiri dari : suhu,
Kulit, kepala, Wajah, Mata, telinga, Hidung,mulut, leher, dada, payudara,
abdomen, genitalia eksterna, anus, dan tulang belakang, esktremitas.

APA TUJUAN TINDAKAN RESUSITASI DAN VTP?

Resusitasi bertujuan untuk ventilasi adekuat, pemberian O2, dan curah


jantung yang cukup untuk menyalurkan O2 ke otak, jantung, dan alat vital
lainnya.
Membatasi kerusakan serebri, Memulai dan mempertahakan kehidupan
ekstrauterine
VTP (resusitasi tambahan) untuk memulihkan fungsi pernafasan bayi baru
lahir yang mengalami asfiksia dan terselamatkan hidupnya tanpa gejala
sisa di kemudian hari.
Penilaian pasca langkah awal untuk VTP didapatkan suatu keadaan sebagai
berikut: Apneu, FJ <100x/menit, (sianosis) berikan O2 aliran bebas.

BAGAIMANA TINDAKAN MEKANISME RESUSITASI?


1.

Dicek nilai resusitasi dengan apgar score 7 atau kurang dan bayi lahir tidak
menangis atau lemah

2.

Keringkan

3.

Bersihkan jalan nafas

4.

Jika belum bernafas, baringkan bayi pd posisi terlentang utk mempermudah


jalan nafas dan leher di sangga handuk yug tergulung.

5.

Bersihkan saluran nafas kembali dengan menghisap lendir dan beri bantuan
pernafasan dgn ambubag dan masker

6.

Jika tidak ada perbaikan dalam 5 menit segera merujuk.

BAGAIMANA PENILAIAN APGAR SCORE?


Tanda tanda

Appearance

Pucat

Kulit berwarna
pink dan
ekstremitas
berwarna biru

Seluruh kulit
warna pink

Pulse

Tidak ada detak


jantung

<100x/menit

>100x/menit

Grimace (reaksi
thdp rangsang)

Tidak ada respon

Wajah
menyeringai

Menangis

Tonus otot

Tidak ada gerakan

Lengan atau
tungkai terlipat

Bayi bergerak aktif

Respiratori
Tidak ada
Pernafasan
Menangis kuat
perlahan
Apgar score dinilai pada menit ke 1 dan
menit ke 5 apabila situasi
tertentu dpt dinilai pada menit ke 10 , 15,20. untuk nilai apgar score
tiap menit jumlahnya adalah :
7-10 normal
4-6
asfiksia ringan
0-3
asfiksia berat

APAKAH SCORE APGAR PADA BAYI TERSEBUT


TERMASUK DALAM PENILAIAN NORMAL ATAU TIDAK?
Apgar score masuk dalam batas normal, dengan nilai 5-7-9:
Menit ke 1: nilai 5 asfiksia ringan
Menit ke 5: nilai 7 normal
Menit ke 10 : nilai 9 normal

APA TUJUAN PEMERIKSAAN TORCH?


Pemeriksaan yang membantu mendeteksi pemaparan mikroorganisme
patogen bawaan pada janin. Torch sendiri kepanjangan dari
Toksoplasma, Rubella, Citomegalovirus, sifilis, dan herpes simplek

BAGAIMAN PENCEGAHAN TORCH?


Makan-makanan bergizi
Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan
Lakukan vaksinasi
Makan makanan yang matang
Periksa kandungan secara teratur
Jaga kebersihan tubuh
Hindari kontak dengan penderita penyakit

APA PENYEBAB TERJADINYA ASFIKSIA?


Faktor ibu: hipoksia ibu dapat terjadi karena hipoventilasi akibat
pemberian obat analgesik atau anastesia dalam gangguan aliran
darah pada uterus dapat menyebabkan berkurangnya aliran O2 ke
plasenta dan janin.
Faktor plasenta: pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh
luas dan kondisi plasenta.
Faktor fetus: kompresi umbilikus akan akibatkan gangguan aliran
darah pada pembuluh darah umbilikus yang dapat hambat pertukaran
gas ibu dan janin
Faktor neonatus: trauma terjadi pada persalinan misal perdarahan
intrakranial dan kelainan kongenintal pada bayi.

BAGIAMANA PENATALAKSAAN ASFIKSIA?


Asfiksia ringan:
1. nilai keadaan bayi
2. cuci tangan dan pakai handscone
3. cegah kehilangan panas pada bayi dgn cara mengeringkan tubuh
bayi dengan kain yang bersih dan kering kecuali muka dan dada
4. atur posisi bayi sedikit ekstensi dengan mengganjal bahu
5. bersihkan jalan nafas dan hisap lendir
6. berikan asuhan BBL normal

Asfiksia sedang:
1. nilai keadaan bayi
2. cuci tangan dan pakai sarung tangan steril
3. keringkan tubuh bayi dan bungkus bayi dengan kain kecuali muka dan dada
4. atur posisi bayi sedikit ekstensi dengan ganjal bahu dengan kain, bersihkan
jalan nafas dengan hisap lender
5. nilai keadaan bayi dan beri rangsang taktil dengan gosok punggung dan
tepuk telapak kaki bayi
6. beri O2 1-2 l/menit, nilai kembali keadaan bayi, periksa alat-alat resusitasi
7. atur kembali posisi bayi , pasang sngkup menututpi dagu, hidung mulut dan
tekan ambumbag sebanyak 2x, periksa gerakan dinding dada
8. lanjutkan ventilasi sebanyak 20x/ 30 detik, nilai frekuensi pernafasan bayi
dan warna kulit
9. lakukan ventilasi sebanyak 2-3 menit jika belum membaik lakukan perujukan.

PETA KONSEP
Ibu G1P0A0,
25 th
Pemeriksaan
TORCH, HbsAg,
Gula darah
Norm
al

Bayi lakilaki
BB 3100
gr
PB 49 cm
Ketuban keruh
Mekonium (+)

Apneu
Tonus otot (-)
Gerak (-)
Resusit
asi
Apgar skore 57-9
Norm
al

Asfiks
ia
Perinatolo
gi

Riwayat
kehamilan
ANC tidak
teratur
Ketuban pecah
24 jam sebelum
lahir
Hipoterm Dysuri
Flour Albus
a
ia

LO
1. Resusitasi BBL
2. Penyakit pada bayi baru lahir ) dan Pemeriksaan fisik
bayi baru lahir
. MAS
. TTNB
. HMD

RESUSITASI BAYI
BARU LAHIR

PENDAHULUAN
The First Golden Hour
Bayi yang membutuhkan resusitasi
Kebanyakan bayi lahir bugar
Hanya 10% yang perlu beberapa bantuan untuk memulai pernapasan
Hanya 1% yang perlu resusitasi lengkap untuk kelangsungan hidup
(intubasi, kompresi dada, pemberian obat)

Miftachul

THE FIRST GOLDEN


HOUR
Perawatan
neonatus
dalam 1 jam
pertama
dampak
bermakna
bagi luaran
bayi
terutama
pada bayi
prematur

Perawatan
neonatus
dalam 1 jam
pertama
harus
memfokuskan
untuk
menurunkan
komplikasi :
hipotermi,
IVH, CLD dan
ROP

Kerja tim,
perawatan
konsisten dan
aplikasi sesuai
praktek berbasis
bukti akan
meningkatkan
kualitas
pelayanan
neonatus

Tin W, Milligan DW, Pennefather P, Hey E. Pulse oximeter, severe retinopathy, and outcome at one year in babies of less
than 28 weeks gestation. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed. 2001;84:F106-10

FASE TRANSISI SISTEM RESPIRASI-SIRKULASI


JANIN NEONATUS

PRINSIP
RESUSITASI YANG BERHASIL
Menilai dengan benar
Mengambil keputusan dengan tepat
Melakukan tindakan dengan tepat dan cepat
Mengevaluasi hasil tindakan

Selalu
diperlukan

Nilai risiko bayi untuk kebutuhan resusitasi


Jaga tetap hangat
Posisi, buka/bersihkan jalan napas
Keringkan, rangsang napas
Beri O2 (bila perlu)

Lebih
jarang
diperlukan

Berikan ventilasi tekanan positif


Intubasi trakea
Kompresi dada

Kadangkadang
diperlukan

Pemberian
obat2an

TANDA TANDA MEMBAHAYAKAN


1. Tonus otot buruk
2. Depresi pernapasan
3. Bradikardia
4. Tekanan darah turun
5. Takipneu
6. sianosis

MASALAH KANDUNGAN ATAU


PERINATAL
Apnea primer adalah bayi baru lahir dapat memulai pola pernafasan biasa
( walaupun tidak teratur dan mungkin tidak efektif ) tanpa intervensi yang
luar biasa
Apnea sekunder adalah Bayi baru lahir tidak dapat bernafas sendiri, untuk
memulai pernafasan diperlukan bantuan pernafasan buatan atau ventilasi
dengan tekanan pasitif (VTP) dan oksigen.

APGAR SCORE

28

APGAR SCORE
Nilai APGAR SCORE merupakan metode obyektif
untuk menilai kondisi bayi baru lahir dan berguna
dalam memberikan informasi mengenai keadaan bayi
secara keseluruhan dan keberhasilan tindakan
resusitasi

30

PERSIAPAN RESUSITASI
Persiapan keluarga
Persiapan tempat
Persiapan alat
Persiapan diri (Pelaksana)

Qoim

PERSIAPAN KELUARGA
Sebelum menolong persalinan, bicarakan dengan keluarga mengenai
kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada ibu dan bayi dan persiapan
persalinan.
Anamnesis :
Usia kehamilan
Ada/tidaknya ketuban pecah
Ada/tidaknya perdarahan
Penyakit ibu : preeklampsia, diabetes
Kondisi janin

PERSIAPAN RUANGAN
Ruangan yang optimal untuk bayi dilahirkan :
AC jangan di atas tempat tidur bayi
Suhu jangan terlalu panas dan tidak terlalu dingin
Penerangan yang cukup
Meja resusitasi + pemanas + handuk hangat
Alat-alat resusitasi yang memadai
Inkubator hangat

PERSIAPAN ALAT

Kain ke-1: untuk mengeringkan bayi

Kain ke-2: untuk menyelimuti bayi

Kain ke-3: untuk ganjal bahu bayi

Alat pengisap lendir DeLee atau bola karet

Balon & Sungkup dengan PEEP untuk ventilasi, atau Tabung & Sungkup

Kotak Alat Resusitasi

Sarung Tangan

Jam atau pencatat waktu

PERSIAPAN DIRI (PELAKSANA)


Cuci tangan
Memakai alat pelindung diri
Lepaskan perhiasan
Gunakan sarung tangan

Paling sedikit 1 tenaga yang bertanggung


jawab&mampudalamresusitasineonatus jawab
& mampu dalam resusitasi neonatus
Bila diperkirakan ada kebutuhan resusitasi,
tenaga terlatih tambahan harus hadir sebelum
persalinan

PENILAIAN BAYI BARU LAHIR


Menentukan apakah bayi memerlukan resusitasi:
1. Apakah bayi lahir cukup bulan?
2. Apakah bayi bernapas/menangis?
3. Apakah tonus otot baik?

Haikal

Langkah Awal Resusitasi

Berikan kehangatan dengan cara meletakkan bayi di


bawah pemancar panas

Posisikan kepala setengah ekstensi

Bersihkan jalan napas

Keringkan, rangsang, perbaiki posisi

40

Langkah Awal Resusitasi


Memberikan kehangatan

Bayi di bawah alat


pemancar panas

Bayi telanjang

REKOMENDASI AHA
BERAT LAHIR < 1500 GR
DIBUNGKUS PLASTIK

Memposisikan

Meletakkan bantalan kain di bawah


bahu untuk mendapatkan posisi

Memposisikan

LANGKAH AWAL RESUSITASI


Membersihkan jalan
nafas
Tergantung :
1. Adanya mekonium
2. Keaktifan bayi
Bayi Bugar
Usaha nafas yang kuat
Tonus otot yang baik
Frekuensi jantung lebih dari 100
kali/menit.

MEMBERSIHKAN
JALAN NAFAS
Terdapat mekonium?
Tida
k

Ya

Bayi bugar?*
Ya

Tida
k

Lakukan penghisapan mulut


dan trakea
Teruskan melakukan langkah awal :
Bersihkan / buka jalan napas
Keringkan, rangsang pernapasan, reposisi

MEMBERSIHKAN
JALAN NAFAS

Membersihkan sekret dengan balon


penghisap
Dilakukan penghisapan di mulut dahulu

MEMBERSIHKAN
JALAN NAFAS
Menggunakan kateter :
1. Jangan sampai menghisap mulut terlalu
kuat atau terlalu dalam.
2. Dapat menimbulkan reflex vagus
bradikardia berat dan apnea.

BILA TERDAPAT MEKONIUM DAN BAYI TIDAK BUGAR


Berikan O2 dan pantau FJ

Pasang laringoskop, hisap dgn kateter


penghisap no.12F/ 14F

Sambungkan pipa ET ke aspirator mekonium


yang telah terhubung ke alat pengisap

Tutup lubang pengatur isapan pada aspirator

Cabut pipa ET secara perlahan sambil


mengisap mekonium dari trakea

Ulangi intubasi & isapan sampai mekonium


habis atau FJ menunjukkan perlu VTP

KETIKA MENARIK KELUAR PIPA ET SAMBIL


MENGHISAP, TIDAK LEBIH DARI 3-5 DETIK
Jika tidak ditemukan mekonium, jangan
ulangi penghisapan lanjutkan dengan
ventilasi
Jika ditemukan mekonium saat pertama
penghisapan, periksa FJ.
Jika bayi tidak bradikardi, intubasi lagi & ulangi
penghisapan
Jika FJ rendah VTP

BILA TERDAPAT MEKONIUM DAN BAYI TIDAK BUGAR

PERALATAN INTUBASI:
Laringoskop dengan daun lurus, No. O
(prematur) dan No.1 (neonatus cukup
bulan)
Lampu dan baterai cadangan untuk
laringoskop
Pipa ET 2,5, 3, 3,5, 4,0 mm
Stilet

Mengeringkan, rangsang dan memposisikan

Mengurangi kehilangan
panas
Perhatikan posisi jalan
nafas

Rangsang
taktil

Menepuk atau
menyentil kaki bayi
Menggosok punggung,
tubuh atau ekstremitas
bayi

EVALUASI LANGKAH AWAL


Langkah awal 30 detik, kemudian
nilai :
Pernapasan
Frekuensi denyut jantung
Bila bayi tidak bernapas/megapmegap, atau FJ < 100/menit
VTP

Sianosis ~ pulse oxymetri

Penilaian terhadap warna kulit secara


klinis tidak selalu tepat, variasinya
~fungsi pigmen kulit.
Bayi memerlukan waktu beberapa
menit untuk meningkatkan saturasi
oksigen
(60%
>90%).

57

58

PERNAFASAN

Afika

VTP (VENTILASI TEKANAN POSITIF)


Indikasi:

Pernapasan tidak adekuat, frekuensi jantung <100 kali/menit


(setelah penilaian awal) lakukan VTP
Bila bayi bernapas adekuat dan frekUENSI jantung memadai
tapi sianosis, bayi diberi tambahan o2. bila setelah ini tetap
sianosis lakukan VTP

VTP
Menggunakan balon dan sungkup resusitasi
Konsentrasi O2 21% vs 100%
Frekuensi 40-60x/menit
Setelah 30 detik VTP secara adekuat lakukan penilaian FJ
Bila FJ <60/menit lanjutkan kompresi dadan sambil tetap
lakukan VTP

PERALATAN VTP

Self inflating bag


Flow inflating bag
T-piece resuscitation

SEBELUM MELAKUKAN VTP


Pilih sungkup yang sesuai dengan bayi
Sungkup harus menutupi mulut, hidung, dan dagu
Pastikan jalan nafas bersih
Mengadahkan kepala bayi agar jalan nafas lurus
Posisi petugas resusitasi disamping atau di atas kepala bayi

FREKUENSI VENTILASI
40-60 kali/menit
Dengan irama : pompa lepas lepas (1,2,3)

TAHAP VTP
Persiapan alat resusitasi. Alat yang dipakai untuk ventilasi VTP
dipasang dan dirangkai serta dihubungkan dengan 02.
Siapkan sungkup yang sesuai ukuran yang dapat menutupi hidung
mulut dagu.
Pastikan alat dan sungkup berfungsi dengan baik.
Operator berdiri disisi atau samping bayi.
Sungkup dipasang diwajah bayi.
Lakukan pemompaan pada balon resusitasi dengan frek 40-60x/menit

TAHAP VTP
VTP selama 30 detik sebanyak 20-30x dengan fase ekspirasi
lebih lama daripada fase inspirasi.
Setelah 30 detik ventilasi lakukan penilaian FJ
Bila FJ <60x/menit lanjutkan dengan kompresi dada + VTP
Bila >60 hentikan kompresi dada dan VTP dilanjutkan sampai
frek jantung mencapai 100x/menit atau lebih dan bayi
bernapas spontan

SIRKULASI
Bila FJ <60x/menit, meskipun telah dilakukan VTP adekuat 30s
Lakukan kompresi dada sambil tetap VTP
Evaluasi lagi, bila FJ tetap <60x/menit, lanj. langkah D
C : Berikan VTP, lakukan kompresi dada
Kompresi dada perlu 2 orang:
Pelaksana kompresi
Pelaksana VTP

Arif

1. PE L A KSANA KOM P RE S I ME N IL A I DA DA & ME NE M PATK A N


P OS IS I TANG AN D EN GA N B E NA R.
2 . P E L A KSANA V TP P O SIS I D I KE PAL A B AYI, ME NE M PATK A N
SU NG KU P WA J AH S E C ARA E FE KT IF & ME MAN TAU GE R AK A N D AD A .

72

73

Kedalaman dan Tekanan


Kedalaman kurang lebih 1/3 diameter antero-posterior dada
Lama penekanan lebih pendek dari lama pelepasan curah
jantung maksimum
Koordinasi VTP dan kompresi dada
1 siklus : 3 kompresi & 1 ventilasi dalam 2 detik (3:1)
Frekuensi : 90 kompresi + 30 ventilasi dalam 1 menit
(berarti 120 kegiatan per menit)
Dilakukan dalam 30 detik 15 siklus
Untuk memastikan frekuensi kompresi dada dan ventilasi
yang tepat penekan menghitung dengan jelas 1 2 3
pompa .........

Penilaian frekuensi denyut jantung


Bila <60x/menit beri obat (epinefrin) melalui vena umbilikal
atau pipa endotrakea. Obat-obat lain sesuai indikasi
Bila >60x/menit kompresi dada dihentikan
VTP dilanjutkan sampai >100x/menit dan bayi bernafas
spontan

HYALINE
MEMBRAN
DISEASE

Definisi
Adalah penyakit pernafasan akut yang disebabkan oleh
defisiensi surfaktan.

Faktor
Resiko
- Bayi Preterm < 37
minggu
Sheila

Etiologi
Penyakit membran hialin disebabkan oleh penurunan
fungsi dan pengurangan jumlah surfaktan

Fungsi Surfaktan
Mencegah Atelektasis :
- Mengurangi tekanan permukaan pada volume paru yang
kecil terutama saat radius alveoli mengecil
( EKSPIRASI )
- Recoil paru meningkatkan tekanan permukaan pada
volume paru yang lebih besar ketika terisi udara saat
inspirasi, yaitu saat radius alveoli membesar
( INSPIRASI )

Intiny
a

Mengurangi tegangan permukaan dan


mencegah kolaps pada paru
mempertahankan stabilitas alveolar

Kekurangan
Surfaktan
o Kegagalan pengembangan kapasitas
residu fungsional
o Kecenderungan paru mengalami
atelektasis
o Ketidaksesuaian antara ventilasi,
perfusi, hipoksemia, hiperkarbia dapat
menyebabkan asidosis respiratorik

KAPAN SURFAKTAN DIPRODUKSI?


Usia Gestasi 22-24 minggu mulai tumbuh
Usia Gestasi 24-26 minggu mulai aktif
Usia Gestasi 34-36 minggu berfungsi

Gejala dan Tanda


Klinis
Timbul setelah 6-8 jam setelah lahir
Pernapasan cepat/hiperapnea atau dispnea
dengan frekuensi pernapasan lebih dari 60
kali/menit
Retraksi interkostal, epigastrium atau
suprasternal pada inspirasi
Sianosis
Grunting (terdengar seperti suara rintihan)
pada saat ekspirasi
Takikardia yaitu nadi 170 kali/meni

Klasifikasi
SGN
1.Berat

2. Sedang

3. Ringan

. < 60 x/menit
.(+) Sianosis
sentral
.Retraksi
.Merintih saat
ekspirasi

< 60 x/menit

60-90 x/menit

(-) Sianosis
sentral

(-)Sianosis
sentral

Retraksi

(-) Merintih saat


ekspirasi

Merintih saat
ekspirasi

Retraksi

Klasifikasi
SGN

DIAGNOSIS

ANAMNESA
Riwayat kelahiran kurang bulan, ibu DM.
Riwayat persalinan yang mengalami asfiksia perinatal (gawat janin).
Riwayat kelahiran saudara kandung dengan penyakit membran hialin.

Yovinta

PEMERIKSAAN PENUNJANG

TATALAKSANA
Diagnosis dini
Risiko tinggi timbulnya PMH Bayi dilahirkan di RS
yang mempunyai NICU
Pemberian surfaktan
Penanganan suportif yang baik
Bila dapat hidup 72 jam setelah kelahiran sembuh
sendiri
Umum
Pengaturan suhu
Cairan parenteral
Antibiotik
Pemantauan berkesinambungan
Perawatan Spesifik
Terapi penggantian surfaktan
Caren

TRANSIENT
TACHYPNEA OF
THE NEWBORN
(TTN)

DEFINISI
Kondisi yang dapat sembuh spontan yang ditandai
dengan takipnea, retraksi ringan, hipoksia, dan
terkadang merintih, biasanya tanpa tanda-tanda distres
pernapasan berat.
Takipnea sementara pada bayi baru lahir biasanya
terjadi pada bayi prematur yang lebih besar dan
pada bayi cukup bulan yang lahir secara partus
presipitatus atau seksio besar tanpa proses persalinan
sebelumnya.
Sekitar 1-2% dari bayi baru lahir mengalami hal ini dan
umumnya
menghilang setelah beberapa hari dengan tatalaksana
yang optimal
Nia

ETIOLOGI
Resorpsi cairan paru lambat tekanan vena sentral
meningkat
Epinefrin saat persalinan pompa klorida
bertanggung jawab untuk sekresi cairan paru-paru
dihambat
Penumpukan cairan dalam paru gangguan
mekanik pada saat lahir yang biasa terjadi pada
pasien yang dilahirkan secara operasi caesar
Terganggunya penyerapan cairan sistem limfatik
Caesar kehilangan kesempatan untuk
mengeluarkan cairan paru mereka
Bayi laki-laki tidak adanya Phosphatidylglycerol
pada cairan amnion

FAKTOR RESIKO
Prematurita
s

Ibu asma

Pelahiran
yang
dipercepat

Makrosomi
a

Seksio
sesaria
tanpa
persalinan

Sedasi
berlebihan
ibu

Ibu
diabetes

Asfiksia
perinatal

MANIFESTASI KLINIS
6 jam setelah lahir
Biasanya mengalami Takipnea 60-120x napas/menit
Neonatus grunting, flaring, mengalami retraksi dada dan
mengalami sianosis
Keadaan ini biasanya tidak berlangsung > 72 jam.

Meishella

TATALAKSANA
Diawasi di NICU (perawatan intensif bayi baru lahir)
Frekuensi pernapasan menurun, beri oksigen tambahan
Jika bayi berusaha keras untuk bernapas meskipun oksigen sudah
diberikan, makaberi continous positive airway pressure(CPAP)
Bayi dapat membutuhkan bantuan ventilator.
Jika bayi bernapas terlalu cepat sehingga bayi tidak dapat
mengisap,menelan dan bernapas secara bersamaan maka beri
infus melalui pembuluh darah.
Dalam 72 jam semua gejala TTN sudah tidak ada.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Analisa Gas Darah (AGD)
Penilaian AGD penting untuk memastikan tingkat pertukaran gas dan
keseimbangan asam-basa.
2. Pulse Oksimetri
Memantau bayi dengan oksimetri nadi untuk penilaian oksigenasi.
Pulse Oksimetri memungkinkan untuk menyesuaikan tingkatterapi oksigen
yang dibutuhkan untuk mempertahankan saturasi yang sesuai.
3. Radiogafi Dada/Paru

Ghea

PENGOBATAN/TERAPI
1. Penangan suportif Oksigen suplement
Karena TTNB merupakan pernyakit swasirna
2. CPAP pengerahan paru yaitu dengan memberikan aliran udara ke paruparu dengan
3. Pemberian Infus mencegah dehidragi dan kadar gula darah stabil
Pemberian makanan peroral bila RR <70 kali/menit ( Normal BBL
60 kali/menit )

RR = 30-

4. Penggunaan obat dalam Bayi baru lahir dengan TTN sangat minimal.
Antibiotik Antibiotikadigunakan ketika didapatkan tanda dan
gejala
awal sepsis. Antibiotik umumnyaadalah ampisilin dan
aminoglikosida
(gentamisin)

MECONIUM
ASPIRATION
SYNDROME

DEFINISI
Sindroma aspirasi mekonium (SAM) adalah kumpulan gejala
yang diakibatkan oleh terhisapnya mekonium / cairan
amnion mekonial ke dalam saluran pernafasan bayi.
salah satu penyebab yang palingseringmenyebabkan
kegagalan pernapasan pada bayi baru lahir aterm
maupunpost-term. Kandungan mekonium antara lain adalah
sekresi gastrointestinal, hepar,dan pancreas janin, debris
seluler, cairan amnion, serta lanugo.lahir saat di dalam
uterus atau saat bernafas pertama kali.
Rasyid

ETIOLOGI
Asfiksiafetal
Prolonged labour
Peningkatan aktivitas usus janin.
Cairan amnion yang mengandung mekoneum terinhalasi
oleh bayi.
Mekonium dapat keluar (intrauterin) bila terjadi
stres/kegawatan intrauterin.

DIAGNOSI
S

DIAGNOSIS SINDROMA
ASPIRASI MEKONIUM

DIAGNOSA BANDING
SINDROMA ASPIRASI
MEKONIUM

Alat pemantau
janin
menunjukan
bradikardi

Pita suara
tampak
berwarna
kehijauan

Cairan ketuban
berwarna hijau

DIAGNOSIS
SINDROMA
ASPIRASI
MEKONIUM

Suara pernafasan
yang abnormal

Nilai APGAR yang


rendah

Analisa gas darah


dan rontgen dada

DIAGNOSA BANDING SINDROMA ASPIRASI


MEKONIUM
a. Transient tachypnea of the newborn (TTN)
b. Pneumonia neonates
c. Respiratory distress syndrome

PEMERIKSAAN FISIS
Warna air ketuban dan kandungannya keruh dan
kehijauan (terdapat mekonium)
Lihat pernafasan bayi (beberapa jm pertama) takipneu,
retraksi, mendengkur
Dan juga sianosis pada MAS berat
Bayi tampak lemah, edema perifer

Anfal

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Lab :
Analisis gas darah
Kultur darah dan CBC
Roentgen dada :
bercak infiltrat,
lapang paru kasar
Difragma datar

PROGNOSIS
Mortalitas lebih tinggi (50%)
Batuk bergejala (mengi, hiperinflasi peristen) selama 5-10
thn.
*bergantung pada luasnya jejas sistem saraf pusat akibat
afiksia, dan sirkulasi janin
Bayi yang bertahan hidup mungkin menderita displasia
bronkopulmoner dan sekuele neurologis.

Obstruksi jalan nafas

Patofisiologis
SAM

Disfungsi surfaktan
Pneumonitis klinis
PPHN

Shinta

Tatalaksana SAM
Identifikasi
kehamilan
berisiko tinggi

Penatalaksana
an

Prenatal

Pemantauan

Di kamar
bersalin

Amnioinfusion

Penatalaksanaan Bayi
Baru Lahir
1. Penatalaksanaan
respirasi
a.Pembersihan paru
b.Pemerikaan kadar
darah arteri
c. Pemantauan
kadar oksigen
d.Radiografi thoraks
e.Pemakaian
antibiotik

f. Oksigen tambahan
g.Ventilasi mekanik
h.Ventilasi
berkekuatan tinggi
i. Surfaktan
j. Nitrit oksida
inhalasi

2. Penatalaksanaan Umum
Pedoman penatalaksanaan bayi yang terpapar
mekonium menurut The American Academy of
Pediatrics Neonatal Resuscitation Program (NPR)
Steering Committee
a. Jika bayi tidak bugar
suction trakea
b. Jika bayi bugar
bersihkan sekresi dan
mekonium dari mulut lalu hidung, langkah-langkah
berikutnya mencakup: keringkan, rangsang
pernapasan, reposisi.