Anda di halaman 1dari 19

IV.

Penagihan Pajak

PENAGIHAN PAJAK
Pasal 18 ayat (1)

1.STP (Surat Tagihan Pajak);


2.SKPKB (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar);
3.SKPKBT (Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
Tambahan)
4.Surat Keputusan KEBERATAN;
5.Putusan BANDING; dan
6.Putusan PENINJAUAN KEMBALI,

yang MENYEBABKAN JUMLAH PAJAK yang


HARUS DIBAYAR BERTAMBA

Dasar Penagihan Pajak


2

BUNGA PENAGIHAN
Pasal 19 ayat (1), (2) dan (3)

2 % PER BULAN

DIKENAKAN TERHADAP

Pajak yg terutang
menurut Dasar
Penagihan

Mengangsur/m
enunda
pembayaran
Pajak

Dari JUMLAH
PAJAK Yang
MASIH HARUS
DIBAYAR
DIHITUNG dari TANGGAL JATUH TEMPO SAMPAI
TANGGAL PELUNASAN, atau TANGGAL
DITERBITKAN STP

WP diberikan
penundaan
penyampaian SPT
Tahunan dan
perhitungan pajak
sementara kurang dari
sebenarnya yang
terutang
Dari saat berakhirnya
penyampaian SPT
Tahunan s.d tanggal
pembayaran

Bagian bulan dihitung penuh 1


bulan
3

SURAT PAKSA
Pasal 1 Angka 21

SURAT PERINTAH MEMBAYAR


UTANG PAJAK
dan

BIAYA PENAGIHAN PAJAK

PENAGIHAN PAJAK DENGAN


SURAT PAKSA
Pasal 20 Ayat (1)
JUMLAH PAJAK YANG MASIH HARUS DIBAYAR BERDASARKAN :
1. STP;
2. SKPKB;
3. SKPKBT;
4. SK PEMBETULAN;
5. SK KEBERATAN;
6. PUTUSAN BANDING;
7. PUTUSAN PENINJAUAN
KEMBALI

MENYEBABKAN
JUMLAH PAJAK
yang MASIH
HARUS
DIBAYAR
BERTAMBAH

YANG TIDAK DIBAYAR OLEH PENANGGUNG PAJAK SESUAI


DENGAN JANGKA WAKTU sbgmn dimaksud dlm Pasal 9 (3) atau
(3a)
DILAKSANAKAN PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT
5 PAKSA

PENAGIHAN
SEKETIKA DAN SEKALIGUS
Pasal 20 Ayat (2)
DILAKUKAN APABILA:
Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selamalamanya atau berniat untuk itu;
Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau
dikuasai dalam rangka mengecilkan atau menghentikan kegiatan
perusahaan atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia;
Terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan
membubarkan usaha, menggabungkan atau memekarkan usaha,
atau memindahtangankan perusahaan yang dimiliki atau yang
dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk lainnya;
Badan usaha akan dibubarkan oleh negara, atau
Terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga,
atau terdapat tanda-tanda kepailitan.
6

PENAGIHAN PAJAK DENGAN


SURAT PAKSA
Pasal 20 Ayat (3)

PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA


DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN
UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN
2000
TENTANG
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA
7

HAK MENDAHULU
Pasal 21 Ayat (1) dan (2)
(1) NEGARA MEMPUNYAI HAK MENDAHULU
untuk UTANG PAJAK atas BARANG-BARANG
MILIK PENANGGUNG PAJAK;
(2) Ketentuan pada ayat (1) meliputi :
a. POKOK PAJAK,
b. SANKSI ADMINSTRASI berupa :
- BUNGA,
- DENDA, dan
- KENAIKAN,
c. BIAYA PENAGIHAN PAJAK.
8

PENGECUALIAN HAK
MENDAHULU
Pasal 21 Ayat (3)
a. BIAYA PERKARA yang hanya disebabkan oleh
suatu penghukuman untuk melelang suatu
barang bergerak/ tidak bergerak;
b. BIAYA yang dikeluarkan untuk
MENYELAMATKAN barang dimaksud,
dan/atau
c.

BIAYA PERKARA, yang hanya disebabkan oleh


pelelangan dan penyelesaian suatu warisan.
9

DILARANG MEMBAGIKAN
HARTA KEPADA PEMEGANG
SAHAM
Pasal 21 ayat (3a)

DALAM HAL WAJIB PAJAK DINYATAKAN

PAILIT, BUBAR atau DILIKUIDASI


maka
KURATOR, LIKUIDATOR atau ORANG/BADAN yang
DITUGASI untuk MELAKUKAN PEMBERESAN,
DILARANG UNTUK
MEMBAGIKAN HARTA WAJIB PAJAK DALAM PAILIT,
PEMBUBARAN atau LIKUIDASI
KEPADA PEMEGANG SAHAM ATAU KREDITUR LAINNYA
SEBELUM MENGGUNAKAN HARTA TERSEBUT UNTUK
MEMBAYAR UTANG PAJAK WAJIB PAJAK TERSEBUT.
10

HAK MENDAHULU HILANG


Pasal 21 Ayat (4)
HAK MENDAHULU HILANG SETELAH MELAMPAUI WAKTU

5 (LIMA) TAHUN SEJAK TANGGAL DITERBITKAN :

SURAT TAGIHAN PAJAK;


SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR;
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAHAN;
SURAT KEPUTUSAN PEMBETULAN;
SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN;
PUTUSAN BANDING; dan
PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI.

yang MENYEBABKAN
JUMLAH PAJAK yang HARUS DIBAYAR BERTAMBAH
11

PERHITUNGAN JANGKA WAKTU


HAK MANDAHULU
Pasal 21 ayat (5)
PERHITUNGAN JANGKA WAKTU HAK MENDAHULU
adalah sebagai berikut :
1. Dalam hal SURAT PAKSA untuk membayar
diberitahukan secara resmi, maka JANGKA
WAKTU 5 (LIMA) TAHUN DIHITUNG SEJAK
PEMBERITAHUAN SURAT PAKSA; atau
2. Dalam hal diberikan PENUNDAAN
PEMBAYARAN atau PERSETUJUAN
ANGSURAN PEMBAYARAN, MAKA JANGKA
WAKTU 5 (LIMA) TAHUN DIHITUNG SEJAK
BATAS AKHIR PENUNDAAN DIBERIKAN.
12

DALUWARSA PENAGIHAN
PAJAK
Pasal 22 Ayat (1)
HAK UNTUK MELAKUKAN PENAGIHAN PAJAK,
TERMASUK BUNGA, DENDA, KENAIKAN dan BIAYA
PENAGIHAN PAJAK, DALUWARSA SETELAH
MELAMPAUI WAKTU
5 (LIMA) TAHUN TERHITUNG SEJAK PENERBITAN :
1. SURAT TAGIHAN PAJAK;
2. SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR;
3. SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR TAMBAHAN;
4. SURAT KEPUTUSAN PEMBETULAN;
5. SURAT KEPUTUSAN KEBERATAN;
6. PUTUSAN BANDING;
7. PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI.

13

DALUWARSA TERTANGGUH
Pasal 22 Ayat (2)

DALUWARSA PENAGIHAN PAJAK

TERTANGGUH apabila:
1.DITERBITKAN SURAT PAKSA;
2.ADA PENGAKUAN UTANG PAJAK DARI WAJIB
PAJAK BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK
LANGSUNG;
3.DITERBITKAN SURAT KETETAPAN PAJAK
KURANG BAYAR (Pasal 13 ayat (5)), atau
SURAT KETETAPAN PAJAK KURANG BAYAR
TAMBAHAN (Pasal 15 ayat (4)); atau
4.DILAKUKAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA
DI
14

PENANGGUNG PAJAK
Pasal 1 Angka 28

ORANG PRIBADI atau BADAN


yang BERTANGGUNG JAWAB atas
PEMBAYARAN PAJAK, TERMASUK
WAKIL yang MENJALANKAN HAK dan
MEMENUHI KEWAJIBAN WAJIB PAJAK
sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan
15

GUGATAN WAJIB PAJAK


atau PENANGGUNG PAJAK
Pasal 23
GUGATAN WP atau PENANGGUNG PAJAK
DAPAT DIAJUKAN TERHADAP :
Pelaksanaan Surat Paksa, Surat Perintah Melakukan
Penyitaan, atau Pengumuman Lelang;
Keputusan pencegahan dalam rangka pelaksanaan
penagihan pajak;
Keputusan yang berkaitan dengan pelaksanaan
keputusan perpajakan, selain yang ditetapkan dalam
Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26; atau
Penerbitan Surat Ketetapan Pajak atau Surat
Keputusan Keberatan, yang dalam penerbitannya
tidak sesuai dengan prosedur atau tata cara yang
telah diatur dalam ketentuan per-UU-an perpajakan.
16

PENGHAPUSAN PIUTANG
PAJAK
Pasal 24
MENTERI KEUANGAN MENGATUR TATA CARA
PENGHAPUSAN DAN MENENTUKAN BESARNYA
JUMLAH PIUTANG PAJAK YANG TIDAK DAPAT
DITAGIH LAGI, antara lain :

1.WP telah meninggal dunia dan tidak mempunyai


harta warisan atau kekayaan;
2.WP Badan yang telah selesai proses pailitnya;
3.WP Badan yang tidak memenuhi syarat lagi
sebagai subyek pajak dan hak untuk melakukan
penagihan pajak telah daluwarsa.
17

Proses
Penagihan

Dasar
Penagihan
1 Bulan
Jatuh
Tempo

stlh
diterbitka
n

21
hari
Surat
Teguran

Surat Paksa

7 hari
2x24 jam

14
hari
Penjualan
secara Lelang
14
hari

Pengumu
man
Lelang

Surat Perintah
Malakukan
Penyitaan
(SPMP)

18

ALUR DAN PROSES PENAGIHAN PAJAK


Dasar Hukum
UU No. 19 Tahun 2000
UU No. 28 Tahun 2007
PP No. 80 Tahun 2007
PMK No. 24/PMK.03/2008

PENCABUTAN
SITA

LUNAS
SKP

7 HARI

SKPKB
SKPKB
T
dll

SURAT
TEGURAN

JATUH
TEMPO

21 HARI
SP

2 X 24
jam

PARATE EXECUTIE
DIBERITAHUKAN OLEH
JURUSITA
PAJAK
DIBUAT BAP SP

PEMBLOKIRAN

PENCEGAHAN

SPMP/
PENYITAAN

UTANG PAJAK &


BIAYA
PENAGIHAN
PUTUSAN
PENGADILAN

Barang
Bergerak 2X

14 HARI TDK LUNAS

SPMP
JURUSITA + 2 SAKSI
BAP SITA
BRG BERGERAK & BRG
TDK BERGERAK
BRG YG DISITA DILARANG :
DIPINDAHTANGANKAN
DISEWAKAN
DISEMBUHKAN
DIHILANGKAN
DIRUSAK
PENYITAAN ATAS REK.
BANK & EFEK

PENGUMUMAN
LELANG
Barang Tdk
Bergerak 2X

PENYANDERAAN

SYARAT:
UTANG PAJAK 100 jt
DIRAGUKAN ITIKAD BAIK
JANGKA WAKTU:
6 BULAN DPT DIPERPANJANG MAX 6 BLN
AKIBAT:
UTANG PAJAK TDK HAPUS &
PENAGIHAN TETAP DILAKSANAKAN

PELAKSANAAN
LELANG

19