Anda di halaman 1dari 14

Members:

1. Andrean Syailendra
2. Elsandy Adha Mukhti
3. Syiffa Rahmania
4. Oktaferizal Lubis
5. Harlan Taufik
6. Amamil Khaira

Kelompok 1
Insinerator

Outline
1. Umum

2. Mekanisme
Kerja
Insinerator

3. Jenis-jenis
Limbah Yang
dapat Di
insinerator

4. Jenis-Jenis
Insinerator

1. Umum
Insinerasi adalah metode
penghancuran limbah organik
dengan melalui pembakaran dalam
suatu sistem yang terkontrol dan
terisolir dari lingkungan sekitarnya.
Insenerasi dan pengolahan sampah
bertemperatur tinggi lainnya
didefinisikan sebagai pengolahan
termal. Insinerasi material sampah
mengubah sampah menjadi abu, gas

2. Mekanisme Kerja

3. Jenis Limbah Yang dapat Di


insinerator

3.
1. Limbah
Limbah Infeksius
Industri
Domestik
2.

4. Jenis
Insinerator
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Rotary Kiln,
Multiple Hearth,
Fluidized Bed,
Open pit,
Single Chamber,
Multiple Chamber,
Aqueous Waste
Injection,
8. Starved Air Unit

Insinerator jenis ini dapat digunakan


untuk mengolah berbagai jenis limbah
padat dan sludge, cair maupun
Perangkat insinerator jenis rotary kiln
biasanya terdiri dari sistem
pengumpan, injeksi udara, kiln atau
silinder horisontal yang dapat berputar
pada sumbunya, afterburner, sistem
pengumpul dan pengambilan abu

1. Rotary Kiln,

Keunggulan
(i) mampu membakar variasi aliran limbah;
(ii) limbah mengalami perlakuan awal yang minimum;
(iii) dapat membakar berbagai macam limbah (padatan
atau cair) pada waktu bersamaan;
(iv) tersedia dalam berbagai macam jenis mekanisme
pengumpan (ram feeder,screw, injeksi langsung, dan
lain-lain);
(v) dengan mudah mengontrol waktu tinggal limbah
dalam pengering;
(vi) mempunyai turbulensi yang tinggi dan kontak yang
efektif dengan udara di dalam pengering.

KekuranganRotary Kilnantara lain:


(i) partikulat yang terbawa oleh aliran gas relatif
tinggi;
(ii)diperlukannya after-burneryang terpisah untuk
menghancurkan senyawa-senyawa volatil;
(iii) kondisi di sepanjang tanur (kiln) sulit dikontrol;
(iv) jumlah udara berlebih (excess) yang
dibutuhkan relatif besar yaitu sekitar 100 % dari
stoikiometri;
(v)Sealtanur yang efektif sulit diperoleh; dan
(vi) jumlah panas yang hilang cukup berarti.

2. Multiple Hearth
Multiple-hearth furnaceterdiri dari
sebuah rak baja, tungku berbentuk
lingkaran yang disusun seri, satu di
atas yang lainnya dan biasanya
berjumlah 5-8 buah,shaft rabble
armsbesertarabble teeth-nya
dengan kecepatan berputar 3/4-2
rpm. Temperatur pembakaran 14001800oF (760-980oC).

3. Fluidized Bed Incinerator


Limbah yang dapat diolahFluidized Bed
Incineratoradalah cairan organik, gas dan
butiran atau padatan dari proses sumur
minyak. Dalam tungku unggun ini
penghancuran limbah terjadi di mana bahan
dalam keadaan terfluidakan dan proses
pembakaran terjadi pada temperatur sekitar
1400-2000oF (760-1100oC). Di dalam tungku
terdapat suatu media padat granular yang
berfungsi sebagai penyimpan panas
biasanya, berupa pasir.

4. Open Pit Insinerator


Insinerator jenis ini dikembangkan untuk
mengendalikan insinerasi bahan-bahan
eksplosif, yaitu yang menimbulkan bahaya
ledakan atau pelepasan panas yang tinggi
pada insinerator tertutup biasa. Udara
pembakar disemprotkan ke dalam ruang
bakar dari atas insinerator dengan kecepatan
tinggi sehingga menciptakan turbulensi.
Temperatur pembakaran mencapai 2000F
dan menghasilkan gas dengan emisi
partikulat yang rendah.

5. Single Chamber Incinerators


Limbah padat pada sistem ini diletakkan
di atas grid kemudian dibakar. Sistem ini
dapat dilengkapi peralatan penyalaan
atau tidak. Pada sistem ini upaya
mengendalikan emisi dilakukan dengan
menambahkanafterburnerdandamper,
keduanya dimaksudkan untuk
mengendalikan proses pembakaran.
Sebagian besar emisi disebabkan oleh
proses pembakaran yang tidak sempurna.

PERTANYAAN:
1. YOGI : KEUNGGUAN ROTARY KILN
NO 1? DAN PENGUMPAN?
2. AGUNG: INSINERATOR MULTIPLE
HEART?
CONTROL PENCEMARAN UDARA DAN
MEKANISME INSINERATOR ITU
SENDIRI