Anda di halaman 1dari 24

G

H
N
A
U
L
ASN M A

E
K
T
E A

P
N
U
E B

NN K A

A
M
T
RAS E H A

GK E

OS
R
P INA
D

TEMPAT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN IBU DAN BAYI

TERLAMBAT 1:
A. KEPUTUSAN KELUARGA
PENGETAHUAN
KETERSEDIAAN BIAYA
KESIBUKAN KELUARGA
SOSIAL BUDAYA
B. KETERSEDIAAN TRANSPORTASI.

TEMPAT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMATIAN IBU DAN BAYI

TERLAMBAT 2:
DI PERJALANAN
A. SARANA TRANSPORTASI
B. TINGKAT KESULITAN
C. WAKTU TEMPUH

TEMPAT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


KEMATIAN IBU DAN BAYI
A.

DI PUSKESMAS:
KESIAPAN PETUGAS
KETERSEDIAAN ALAT DAN BAHAN
SIKAP PETUGAS

B. DI RUMAH SAKIT:
KESIAPAN PETUGAS
KETERSEDIAAN ALAT DAN BAHAN
SIKAP PETUGAS
BIAYA???

PENGERTIAN
Program Nenek Kakek ASUH
merupakan suatu wadah kegiatan
produktif dari Lansia dalam
bidang kesehatan yang
mempunyai tujuan ikut
membantu/ berpartisipasi aktif
dalam program pemerintah yaitu
menurunkan Angka Kematian
Bayi (AKB) - Angka Kematian
Ibu ( AKI ),dan merupakan
bentuk kepedulian kepada Ibu
Hamil, Ibu Bersalin, dan Bayi Baru
Lahir.

DASAR
Sampai saat ini Kakek / Nenek
merupakan tokoh panutan baik tutur
kata maupun tingkah lakunya:
1. Peran kakek / nenek asuh masih
sangat kuat dalam keluarga sehingga
tradisi
yang diturunkan oleh kakek/nenek sangat
dihormati , dipercaya dan ditaati , dan
merupakan salah satu orang yang
berpengaruh sebagai pengambil
keputusan
dalam keluarga.

2. Diharapkan dengan mengubah


pemahaman nenek/kakek
tentang perawatan pada Ibu
Hamil ,Ibu Bersalin dan Bayi
Baru Lahir mampu menularkan
dan mengubah perilaku kepada
keluarga.

3.

Diharapkan juga kasus kematian ibu


dan bayi karena keterlambatan
pengambilan keputusan /
keterlambatan rujukan & Kematian
Bayi yang disebabkan karena / tutur
kata kakek/nenek akan menjadi turun
dengan adanya peningkatan
pengetahuan , perubahan sikap dan
perubahan perilaku dari masyarakat .

TUJUAN KEGIATAN :
1.Meningkatkan pemahaman lansia mengenai
penjagaan dan persiapan ibu hamil ( calon
pengantin ) perawatan ibu hamil , ibu bersalin
dan bayi baru lahir.
2.Adanya perubahan perilaku lansia terhadap
budaya yang bertentangan dengan kesehatan
3.Meningkatkan kemampuan nenek kakek yang
sudah paham tentang kesehatan untuk
memberikan bimbingan budaya hidup sehat
kepada keluarga dan masyarakat disekitarnya

PERAN PUSKESMAS
Puskesmas sebagai pusat
pengembangan kesehatan
masyarakat yang juga membina
peran serta masyarakat
disamping memberikan
pelayanan kesehatan secara
menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya
dalam bentuk :
a. Pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan.

b. Menjalankan fungsinya

sebagai
Pusat pemberdayaan masyarakat dan
keluarga dalam pembangunan
kesehatan melalui Pengembangan
Program Nenek kakek ASUH ini dengan
fokus utama pemberdayaan Lansia
dalam upaya penurunan Angka
Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi
di Kabupaten Malang.

PEMBEKALAN KADER LANSIA

Pembahasan tentang
mitos -mitos yang ada
di masyarakat namun
merugikan bagi kesehatan
ibu hamil , ibu bersalin ,
Ibu nifas , bayi dan balita
serta budaya dan perilaku
yang tidak sesuai
kesehatan.

KADER LANSIA
1. Peningkatan pengetahuan tentang ibu hamil
( bumil ), Ibu Bersalin ( bulin ) dan Ibu
Meneteki ( buteki ) antara lain tentang
2. kebutuhan dan pentingnya Gizi ibu hamil
dan dan Ibu Bersalin
3. Pentingnya pemeriksaan kehamilan , Tanda
tanda bahaya dalam kehamilan dan persalinan
( hal hal yang termasuk resiko tinggi dalam
kehamilan dan nifas ),
4. Perawatan Bayi
5. pemberian Asi eksklusif;
6. Perawatan tali pusat;
7. Kesehatan ibu nifas;
8. Bahaya merokok dalam rumah terutama bagi
para tamu , kakek dari bayi dan keluarga
yang serumah dengan bayi )

MEDIA
Posyandu Lansia , kelompok Senam
Lansia , Arisan/ Yasinan rutin
kelompok lansia dan kegiatan
kelompok kelompok kesenian yang
ada di masyarakat dan kegiatan lain
dimana para lansia ada didalamnya
tersampaikannya
pengetahuan kesehatan yang benar
yang akan disebarluaskan kepada
masyarakat dalam rangka
menurunkan Angka kematian ibu dan
angka Kematian bayi di kabupaten
Malang.

MATERI DAN KEGIATAN


1.

Nenek Kakek asuh dapat melakukan perannya dalam


merubah kebiasaan makan pantangan bagi Bumil, agar
bayi dalam kandungannya mendapatkan gizi yang cukup

Sering orang tua dulu memberikan makanan nasi dan pisang


pada bayi. Hal ini akan meyebabkan masalah pada
pencernaan bayi.Nenek Kakek asuh dapat berperan
untuk memberikan penjelasan dan keteladanan agar
bayi diberikan ASI saja sampai bayi umur 6 bulan (Asi
Eksklusif )
2. Nenek asuh dapat mengkampanyekan agar perawatan
tali pusat tidak lagi menggunakan ramuan daun suruh
karena dapat mengakibatkan infeksi ( tetanus
neonatorum )

3. Kebiasaan orang tua dulu setelah


melahirkan harus tidur berbaring di tempat
tidur berminggu minggu dengan kaki
dibalut kain sangat erat sampai
pinggang, hal ini akan mengganggu
peredaran darah 9 memperlambat
penyembuhan dan pemulihan alat
reproduksi ) ,serta akan menyulitkan dalam
melakukan perawatan / kebersihan setelah
melahirkan

Tradisi orang dulu bila ada


tetangga melahirkan jagong
semalam suntuk dengan
kebiasaan merokok. Asap
rokok dalam rumah
menyebabkan bayi ( sebagai
perokok pasif ) akan
mengalami gangguan
kesehatan ( sesak ) yang
dapat menyebabkan
kematian.

HAL- HAL YANG MASIH SERING TERJADI


DI MASYARAKAT YANG HARUS DIRUBAH:
1.

Pada ibu hamil yang mengalami Ketuban


Pecah sebelum waktunya bayi lahir
( Ketuban Pecah Dini ) dan dibiarkan sampai
beberapa hari dirumah tidak dibawa ke
Fasilitas Kesehatan karena belum merasakan
melahirkan ( disuruh nunggu datangnya rasa
sakit diperut ) , kemungkinan yang akan
terjadi ibu mengalami panas dan infeksi ,
dan kemungkinan akan berakibat pada
kematian ibu.

Pada ibu hamil yang belum melahirkan


melebihi dari hitungan perkiraan lahir
( hamil lebih bulan / Post date )
anggapan masyarakat tidak boleh
ditindak karena bayi lahir ini sudah
membawa hari sendiri , kemungkinan
yang terjadi bayi mati dalam
kandungan ( Intra Uterine Fetal
Death /IUFD )

Ibu hamil / ibu bersalin dengan


eklamsia
( kejang kejang / keracunan
kehamilan ) tidak boleh dibawa ke
fasilitas kesehatan karena dianggap kena
hal-hal yang ghaib , karena
keterlambatan pengambilan keputusan
untuk merujuk dan keterlambatan
mendapatkan penanganan , akan
menyebabkan ibu meninggal.

Perdarahan tidak boleh dirujuk


ke RS karena dianggap biasa
( darah yang keluar dianggap
merupakan darah kotor ibu
bersalin -merasa enteng )
kemungkinan bisa terjadi
shock kemudian meninggal.

Ibu tidak boleh makan


tempe,telur,ikan ( darah dan
ASI yang keluar akan berbau
amis ),harus mengurangi kuah
dan sayuran sehingga
mengakibatkan produksi air susu
berkurang , ibu anemia dan
kemungkinan obstipasi, dll

Dengan meningkatkan
peran Nenek Kakek
untuk selalu siap mengASUH ( Awal Sehat untuk
Hidup Sehat ) bagi anak
- cucunya diharapkan
dapat menurunkan Angka
Kematian Ibu & Bayi di
kabupaten Malang.

TERIMAKASIH