Anda di halaman 1dari 18

RS SARSAWATI

2016

Susunan Subkomite Mutu RSU Saraswati:


Ketua
: dr. Handi Wijaya, MARS
Sekretaris : Choirul Saleh, Amd Kep.
Anggota : Seluruh kepala unit kerja

Subkomite
Keselamatan Pasien Rumah
Sakit
RSU Saraswati
Susunan Subkomite KPRS RSU Saraswati:
Ketua
: dr. Trisnadi Dani
Sekretaris : Choirul Saleh, Amd Kep.
Anggota : Seluruh kepala unit kerja

Mutu bersifat persepsi dan dipahami

berbeda oleh orang yang berbeda namun


berimplikasi pada superioritas sesuatu
hal.
Tingkat kesempurnaan suatu produk atau
jasa.
Kepatuhan terhadap standar
Kegiatan tanpa salah dalam melakukan
pekerjaan

JUDUL

Tidak adanya kesalahan


pemberian obat

DIMENSI MUTU

Keselamatan & kenyamanan

TUJUAN

Tergambarnya kejadian
kesalahan dalam pemberian
obat

DEFINISI OPERASIONAL

Kesalahan memberikan obat


meliputi :
1.Salah dalam memberikan
jenis obat
2.Salah dalam memberikan
dosis
3.Salah orang
4.Salah jumlah

FREKUENSI PENGUMPULAN DATA

1 bulan

PERIODE ANALISA

3 bulan
9

NUMERATOR

Jml seluruh pasien IFRS yg


di survei dikurangi jumlah
pasien yg mengalami
kesalahan pemberian obat

DENOMINATOR

Jumlah seluruhn pasien IFRS yg


di survey

SUMBER DATA

Survey

STANDAR

100 %

PJ PENGUMPUL
DATA/PIC

Kepala Instalasi Famasi


10

Ukuran atau cara mengukur sehingga

menunjukkan suatu indikasi.


Indikator merupakan suatu variabel yang
digunakan untuk bisa melihat perubahan
Penilaian indikator dapat digunakan
untuk menilai mutu berbagai kondisi.

Sesuatu ukuran atau patokan untuk mengukur

kuantitas, berat, nilai atau mutu


Ukuran pencapaian mutu/kinerja yang
diharapkan bisa dicapai

1. Indikator

di

area

klinis

11

indikator
2. Lima dari 11 indikator dari JCI
(Penyakit)
3. Indikator manajerial 9 indikator
4. Indikator Keselamatan Pasien 6
indikator

14

1.asesmen pasien;
2. pelayanan laboratorium mis : Waktu tunggu
3. pelayanan radiologi dan diagnostic imaging;
4. prosedur bedah;
5.penggunaan antibiotika dan obat lainnya;
6. kesalahan medikasi (medication error) dan Kejadian

Nyaris Cedera (KNC);


7. penggunaan anestesi dan sedasi; Mis : komplikasi
anestesi
8. penggunaan darah dan produk darah;
9. ketersediaan, isi dan penggunaan rekam medis pasien;
10.pencegahan dan pengendalian infeksi, surveilans dan
pelaporan;
15
11.riset klinis;

1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)
9)
10)

Acute Myocardial Infarction (AMI) aspirin on


arrival
Heart Failure (HF)
Stroke (STK)
Childrens Asthma Care (CAC)
Hospital-Based Inpatient Psychiatric Service (HBIPS)
Nursing-Sensitive Care (NSC)
Perinatal Care (PC)
Pneumonia (PN)
Surgical Care Improvement Project (SCIP)
Venous Thromboembolism (VTE)
16

a. pengadaan
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

rutin peralatan kesehatan dan obat


penting untuk memenuhi kebutuhan pasien;
pelaporan aktivitas yang diwajibkan oleh peraturan
perundang-undangan;
manajemen risiko;
manejemen penggunaan sumber daya;
harapan dan kepuasan pasien dan keluarga;
harapan dan kepuasan staf;
demografi pasien dan diagnosis klinis;
manajemen keuangan;
pencegahan dan pengendalian dari kejadian yang dapat
menimbulkan masalah bagi keselamatan pasien,
keluarga pasien dan staf.
17

I.
II.
III.
IV.
V.
VI.

Ketetapan identifikasi pasien


Peningkatan Komunikasi yang efektif
Peningkatan Keamanan Obat yang
perlu diwaspadai
Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur,
tepat pasien operasi
Pengurangan risiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan
Pengurangan risiko jatuh
18