Anda di halaman 1dari 26

DASAR-DASAR

AGRONOMI
TANAMAN DAN FAKTOR LINGKUNGAN
KELOMPOK 2

DIAN SYAFITRI
RIKARDO ANTONIUS
WINDHI APRILIA
SAMSIR STEWARD
RUMIRIS SIRINGORINGO
NURUL HIDAYAH
ADI PUTRA CHASANDO

ABIOTIK
Adalah istilah yang biasanya digunakan
untuk menyebut sesuatu yang tidak hidup
(benda-benda mati).
Komponen abiotik merupakan komponen
penyusun ekosistem yang terdiri dari
benda-benda tak hidup.

Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Tanaman

Faktor
Faktor
Faktor
Faktor

Iklim
Tanah
Ruang
Nutrisi

Faktor Iklim
Unsur-unsur Iklim yang
berpengaruh terhadap
pertumbuhan tanaman yaitu:
1. Suhu
2. Cahaya
3. Angin

Suhu

Suhu berpengaruh terhadap


fisiologi tumbuhan antara
lain: bukaan stomata,laju
transpirasi,laju penyerapan
air,fotosintesis,dan respirasi.
suhu yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah akan
menghambat proses
pertumbuhan .

Suhu optimum (15C 30C)

Merupakan suhu yang paling baik untuk


pertumbuhan.
Suhu minimum ( 10 C)
Merupakan suhu terendah dimana tumbuhan
masih dapat tumbuh.
Suhu maksimum (30C 38C)
Merupakan suhu tertinggi dimana tumbuhan
masih dapat tumbuh.

Cahaya

Cahaya merupakan faktor utama sebagai


energi dalam fotosintesis,untuk menghasilkan
energi.
kekurangan cahaya akan mengganggu proses
fotosintesis dan pertumbuhan,karena akan
menimbulkan gejala etiolasi.Dimana pada
batang kecambah akan tumbuh lebih cepat
namun lemah dan daunnya berukuran lebih
kecil,tipis,dan pucat.

Angin

Angin merupakan unsur penting bagi


tanaman.
Fungsi Angin:
- Dapat mengatur penguapan atau temperatur
- membantu penyerbukan
- membawa uap air,sehingga udara panas
menjadi sejuk
- membawa gas-gas yang dibutuhkan oleh
tanaman

Faktor Tanah
Tanah merupakan sumber utama zat hara

untuk tanaman dan tempat sejumlah


perubahan penting dalam siklus pangan.
Susunan anorganik dalam tanah yang
dibentuk dari pelapukan padas dan
pengkristalan mineral-mineral.Dapat
digolongkan pada liat, debu, pasir dan kerikil.

Tanah mengandung berbagai macam unsur-

unsur makro maupun mikro yang berguna


bagi tanaman.
Dengan struktur tanah yang mantap (bahan
organik yang cukup, mikroorganisme yang
menguntungkan satu sama lain, dan pori-pori
tanah cukup baik), maka aerasi (pertukaran
O2, CO2, maupun gas-gas lainnya di dalam
tanah) akan mampu mencukupi kebutuhan
tanaman terhadap unsur-unsur tersebut.
Sehingga, tanaman mampu melakukan proses
metabolisme dengan baik.
Pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh
agregat tanah (daya ikat antara partikelpartikel dalam tanah).

Terdapat 3 fungsi tanah yang primer terhadap


tanaman, yaitu :
Memberikan unsur-unsur mineral, melayaninya

baik sebagai medium pertukaran maupun


sebagai tempat persediaan bagi tanah.
Memberikan air dan melayaninya sebagai
reservoir
Melayani tanaman sebagai tempat berpegang
dan bertumpu untuk tegak.

Faktor Ruang
Pengaruh kerapatan tanaman terhadap diameter dan tinggi

tanaman yaitu semakin besar kerapatan tanaman maka


semakin kecil diameter dan tinggi tanaman dan semakin
kecil kerapatan tanaman maka semakin besar diameter dan
tinggi tanaman yang ada.
Hal ini disebabkan karena kerapatan yang besar berarti
jumlah tanaman sejenis banyak tumbuh di ruang sempit,
saling berkompetisi untuk mendapatkan air, dan nutrisi
yang jumlahnya terbatas.
Oleh karena itu diameter batang dan tinggi tanaman tidak
dapat tumbuh . Begitupun sebaliknya, jika kerapatan kecil
maka air dan nutrisi yang tersedia akan semakin besar dan
kesempatan tanaman untuk menyerap air dan nutrisi
semakin besar, sehingga diameter batang dan tinggi
tanaman bisa tumbuh secara maksimal.

Faktor Nutrisi
Nutrisi terdiri atas unsur-unsur atau senyawa-senyawa

kimia sebagai sumber energi dan sumber materi untuk


sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama
pertumbuhan.
Nutrisi umumnya diambil dari dalam tanah dalam bentuk
ion dan kation, sebagian lagi diambil dari udara.
Unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak
disebut unsur makro (C, H, O, N, P, K, S, Ca, Fe, Mg).
Adapun unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit disebut unsur mikro (B, Mn, Mo, Zn, Cu, Cl). Jika
salah satu kebutuhan unsur-unsur tersebut tidak
terpenuhi, akan mengakibatkan kekurangan unsur yang
disebut defisiensi.
Defisiensi mengakibatkan pertumbuhan menjadi
terhambat.

Radiasi Matahari
Respon tanaman terhadap radiasi matahari

pada dasarnya dapat dibagi dalam 3 aspek,


yaitu :
1. intensitas
2. kualitas
3. fotoperiodisitas

1. Intensitas Radiasi Matahari


Adalah banyaknya energi yang diterima oleh suatu tanaman
persatuan luas dan persatuan waktu. Biasanya diukur
dengan satuan kal/cm/hari. Besarnya intensitas radiasi yang
diterima oleh tanaman tidak sama untuk setiap tempat dan
waktu, antara lain tergantung:
Jarak matahari dan bumi

Musim
Letak geografis
Berdasarkan kebutuhan dan adaptasi tanaman terhadap
radiasi matahari, pada dasarnya terbagi dalam 2 kelompok,
yaitu tahan naungan dan peka naungan, dengan begitu kita
dapat tahu bahwa setiap tanaman memiliki intensitas radiasi
yang berbeda-beda.
Ditinjau dari sifat fisiologis tanaman, intensitas radiasi
berpengaruh terhadap, laju fotosintesis, laju transpirasi,
pertumbuhan memanjang tanaman , serta perkecambahan
benih.

2. Kualitas Radiasi Matahari


Diartikan sebagai proporsi panjang gelombang
yang diterima pada suatu tempat dan waktu
tertentu.
Pengaruh kualitas radiasi matahari biasanya
terkait dengan sifat morfogenik tanaman,
namun juga tidak terlepas dari proses
fotosintesis sebagai proses dalam metabolisme
tanaman. Fotosintesis hanya memerlukan
panjang gelombang antara 0,4-0,7 mikron yang
disebut dengan istilah cahaya, dan bila panjang
gelombang radiasi yang didapatkan tanaman
lebih atau pun kurang dari ketentuanya, akan
dapat berdampak buruk pada tanaman

3. Panjang Hari(Fotoperiode)
Panjang hari didefenisikan sebagai panjang atau
lamanya siang hari dihitung mulai dari matahari
terbit sampai terbenam ditambah lamanya
keadaan remang-remang.
Aspek-aspek yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman yang dipengaruhi panjang hari, antara
lain :
a.Inisiasi bunga
b.Produksi dan kesuburan putik dan tepung sari
c.Pembentukan umbi pada tanaman ubi-ubian
d.Dormansi benih
e.Pertumbuhan tanaman secara keseluruhan

Pergerakan hara ke akar tanaman


Berdasarkan penelitian para ahli fisiologi dan
tanah menyatakan bahwa secara umum
pergerakan hara ke akar tanaman melalui:
Pertukaran kontak
Difusi ion dalam larutan tanah
Pergerakan ion bersama gerakan massal

Pertukaran kontak, akar tanaman juga mempunyai kapasitas


tukar kaiton seperti tanah. Kation-kation dari kompleks
absorbsi tanah dapat dipertukarkan dengan kation-kation
yang dihasilkan tanaman, misalnya H+. Pertukaran ini terjadi
apabila ada kontak langsung antara kompleks absorbsi
dengan bulu akar tanaman.
Difusi, pergerakan ion secara difusi terjadi karena ada
perbedaan difusi atau akibat adanya perbedaan kegiatan
ion. Hal ini terjadi sering pada H2 PO4K+ . Akar tanaman
akan menyerap hara dari larutan di sekitar akar. Hasil
gradient dalam pergerakan yang berkesinambungan akan
menambah jumlah ion dalam akar, sehingga dapat diserap
oleh akar tanaman.
Gerakan (aliran) massal, kejadian ini berlangsung bersama
gerakan air ke akar tanaman terutama disebabkan oleh
adanya transpirasi (penguapan). Gerakan ion NO3,Ca++,dan
Mg++ terutama terjadi karena aliran massal. Pergerakan
massal dan pergerakan ion secara difusi merupakan proses
yang umum dilalui ion untuk sampai ke akar tanaman.

SUHU
Pada umumnya, tumbuhan membutuhkan suhu tertentu

untuk tumbuh dan berkembang dengan baik, yang disebut


dengan suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih
memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu
minimum, sedang suhu paling tinggi yang masih
memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu
maksimum.
Suhu berperan langsung hampir pada setiap fungsi dari
tumbuhan dengan mengontrol laju proses-proses kimia
dalam tubuh tumbuhan tersebut, sedang peran tidak
langsung yaitu mempengaruhi faktor-faktor lainnya
terutama suplai air.

Suhu optimal
Suhu optimal >>>. Mendukung metabolisme
Kisaran 10-40 derajat celcius
Suhu optimal berbeda-beda tergantung
Jenis tanaman
Varietas
Tahap pertumbuhan
Macam organ/jaringa

Suhu Minimum
Pada suhu rendah (minimum) pertumbuhan
tanaman menjadi lambat bahkan terhenti, karena
kegiatan enzimatis dikendalikan oleh suhu.
Suhu tanah yang rendah akan berakibat absorpsi
air dan unsur hara terganggu, karena transpirasi
meningkat. Dan berpengaruh langsung terhadap
populasi mikroba tanah.
Pada umumnya respirasi menurun dengan
menurunnya suhu dan menjadi cepat bila suhu naik.
Pada suhu yang amat rendah respirasi terhenti dan
biasanya diikuti pula terhentinya fotosintesa

Suhu Maksimum
Jaringan tanaman akan mati apabila suhu

mencapai 45C sampai 55 C selama 2 jam.


Tanaman yang kadar karbohidrat tinggi
lebih tahan terhadap suhu ekstrem tinggi,
karena denaturasi karbohidrat lebih tahan
dibandingkan protein. Denaturasi portein
terjadi pada suhu 45 C, sedangkan
karbohidrat baru rusak pada suhu diatas 55
C, bahkan ada yang sampai 85 C.

Suhu ekstrim rendah


Perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta

menghambat pembungaan tanaman.


Absorbsi unsur hara dan air terganggu karena air akan
membeku pada suhu dibawah minimum dan akar tanaman
akan membeku yang menyebabkan fikositas menjadi naik.
Penyerapan unsur hara juga terganggu karena bakteri-bakteri
pengurai akan mengalami dormansi.
Respirasi menurun karena kebutuhan air dan udara dalam
tubuh tanaman menjadi rendah seiring rendahnya aktivitasaktivitas dalam tubuh tumbuhan.
Perkecambahan benih akan teganggu dimana embrio akan
rusak yang disebabkan rusaknya membran sel dalam biji.
Sufokasi (suffocationI) lambatnya pertumbuhan tanaman
karena suhu udara yang rendah pada tanah dan kekurangan
oksigen
Dedikasi yaitu terjadinya kekeringan fisiologis karena absorbsi

Suhu ekstrim tinggi

Respirasi yaitu terjadinya proses respirasi dan absobsi air yang tinggi

sehingga terjadi proses-proses perombakan protein dan terhambatnya kinerja


enzim (denaturasi).

Terganggunya pembentukan sel generatif yang terjadi karena rusaknya


pembelahan sel secara mitosis sehingga biji akan mandul atau kosong.

Terjadinya translokasi yaitu terganggunya proses pengangkutan dan


penyebarann assimilat (hasil fotosintesis) dari sumber fotosintesis ke bagianbagian tanaman yang menggunakan atau menyimpan cadangan makanan
seperti : buah, batang dan umbi.

Terjadinya mutasi gen akibat adanaya suhu yang terlalu tinggi yang
menyebabkan berubahnya susunan genetik tanaman atau adanya sinar
gamma.
Tanaman kekurangan unsur hara, karena suhu tinggi dapat mengganggu
perombakan-perombakan senyawa-senyawa penting bagi tanaman.
Tanaman menjadi layu akibat suhu yang tinggi sehingga absorbsi air yang
rendah dan tingginya evapotranspirasi.