Anda di halaman 1dari 22

ANEURISMA AORTA

DEFINISI
Istilah aneurisma berasal
dari bahasa yunani
aneurysma berarti
pelebaran. Aneurisma adalah
suatu keadaan dilatasi
lokal permanen dan
ireversibel dari pembuluh
darah, dilatasi ini minimal 50%
dari diameter normal. Diameter
normal dari aorta dan
arteri tergantung pada usia,
jenis kelamin, ukuran tubuh,
dan faktor lainnya. Pada pria,
aorta infrarenal biasanya
antara 14 dan 24 mm, dan
wanita antara 12 dan 21 mm
(Gloviczki, P & Ricotta, JJ,

EPIDEMIOLOGI
Insiden
aneurisma
aorta
abdominal
menunjukkan peningkatan terutama pada usia
tua.
Frekuensi
aneurisma
mengalami
peningkatan terus menerus pada pria diatas 55
tahun, mencapai puncaknya sebanyak 6% pada
usia 80-85 tahun.
Pada wanita, terjadi
peningkatan pada usia 70 tahun, mencapai
puncaknya sebanyak 4,5% pada usia diatas 90
tahun. Perbandingan pria dan wanita 4 :1
sampai 5 : 1 pada kelompok usia 60 sampai 70
tahun, tetapi usia diatas 80 tahun rasio
menjadi 1:1 (Gloviczki, P & Ricotta, JJ, 2007).

ETIOLOGI
Aneurisma dapat terjadi sebagai kelainan
kongenital atau akuisita. Penyebab pasti
penyakit ini belum diketahui, defek pada
beberapa komponen dari dinding arteri serta
beberapa faktor risiko untuk terjadinya
aneurisma aorta meliputi tekanan darah yang
tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, diabetes,
perokok tembakau, dan alkohol (Nelson, 2009).

PATOGENESIS
Patogenesis dari pembentukan aneurisma aorta
abdominalis belum dimengerti secara baik.
Aneurisma
aorta
abdominalis
dikarakteristikkan dengan destruksi elastin dan
kolagen pada tunika media dan adventitia,
hilangnya sel otot polos tunika media dengan
penipisan dinding pembuluh, dan infiltrat
limfosit
dan
makrofag
transmural.
Atherosclerosis adalah gambaran utama yang
mendasari aneurisma (Wassef,2001).

GEJALA DAN TANDA


Aneurisma terbentuk secara perlahan selama
beberapa tahun dan sering tanpa gejala. Jika
aneurisma mengembang secara cepat, maka
terjadi robekan (ruptur aneurisma), atau
kebocoran
darah
disepanjang
dinding
pembuluh darah ( aortic dissection), gejala
dapat muncul tiba-tiba (Tseng,2009).

a. Aneurisma Aorta Abdominalis.


Aneurisma
asimptomatikLebih
sering
aneurisma
asimptomatik ditemukan sebagai penemuan insidental saat
pemeriksaan USG abdomen atau CT scan. Denyut perifer
biasanya normal, tetapi penyakit arteri oklusif pada renal
atau ekstremitas bawah sering ditemukan pada 25% kasus.
(OConnor, 2010).
Aneurisma simptomatiknyeri midabdominal atau
punggung bawah atau keduanya dan adanya pulsasi aorta
prominen dapat mengindikasikan pertumbuhan aneurisma
yang cepat, ruptur, atau aneurisma aorta inflamatorik
(OConnor, 2010).
Ruptur aneurismapasien dengan ruptur menderita nyeri
hebat pada punggung, abdomen, dan flank serta hipotensi
(OConnor, 2010 & Nelson, 2009).

b. Aneurisma Aorta Thoracica


Manifestasi klinisnya tergantung dari besarnya
ukuran, posisi aneurisma, dan kecepatan
tumbuhnya.
Sebagian
besar
adalah
asimptomatik dan ditemukan dalam prosedur
diagnostik untuk keadaan lain. Beberapa pasien
mengeluh nyeri substernal, punggung, atau
leher. Yang lainnya menderita dispneu, stridor,
atau batuk akibat penekanan pada trakhea,
disphagia akibat penekanan pada esophagus,
edema leher dan lengan akibat penekanan pada
vena cava superior. (Tseng, 2009).

PEMERIKSAAN PENUNJANG
a.

Ultrasound adalah pemeriksaan skrining


pilihan dan bernilai juga untuk mengikuti
perkembangan aneurisma pada pasien
dengan aneurisma yang kecil <5 cm
(Nelson, 2009).

b. CT scan tidak hanya tepat dalam


menentukan ukuran aneurisma tetapi juga
menentukan hubungan terhadap arteria renalis
(Nelson, 2009).

c.
Angiography
aorta
(aortography)
diindikasikan
sebelum
repair
aneurisma
arterial oclusive disease pada viseral dan
ekstremitas bawah atau saat repair endograft
akan dilakukan.

PENATALAKSANAAN
Aneurisma aorta abdominalis
Terapi aneurisma dahulu adalah intervensi bedah
atau observasi (watchful waiting) dengan kombinasi
pengawasan tekanan darah. Sekarang, endovascular
atau teknik invasif minimal telah dikembangkan
untuk berbagai tipe aneurisma. Jika aneurisma
berukuran kecil dan tidak ada gejala (misalnya
aneurisma yang ditemukan saat pemeriksan
kesehatan
rutin),
maka
direkomendasikan
pemeriksaan kesehatan periodik saja, meliputi
pemeriksaan USG tiap tahunnya, untuk memantau
apakah aneurisma menjadi besar (Gloviczki, P &
Ricotta, JJ, 2007).
a.

b. Aneurisma aorta Thoracica


Indikasi untuk pembedahan meliputi adanya gejala,
ekspansi cepat, atau ukuran yang lebih besar dari 5
cm. Risiko operasi dari kondisi komorbid harus
dipertimbangkan jika merekomendasikan repair
aneurisma yang asimtomatik. Repair endovascular
dari aneurisma aorta thoracica mengurangi risiko
kardiopulmonal, tetapi lokasi aneurisma yang sulit
dapat menggantikan repair endovascular dengan
metode terkini. Penelitian terbaru mengembangkan
branched stent graft untuk perbaikan dari
aneurisma arkus dan thorakoabdominal
(Tseng,2009).

PROGNOSIS
Outcome biasanya baik jika perbaikan dilakukan
oleh ahli bedah yang berpengalaman sebelum
ruptur. Kurang dari 50% dari pasien bertahan dari
ruptur aneurisma abdominal. Mortalitas setelah
open elective atau endovascular repair adalah 15%. Pada umumnya pasien dengan aneurisma aorta
yang lebih besar dari 5 cm mempunyai
kemungkinan tiga kali lebih besar untuk meninggal
sebagai konsekuensi dari ruptur dibandingkan dari
reseksi bedah. Survival rate 5 tahun setelah
tindakan bedah adalah 60-80%. 5-10% pasien akan
mengalami
pembentukan
aneurisma
lainnya
berdekatan dengan graft.

VENTRICULAR
ANEURYSM
(ANEURISMA
VENTRIKEL)

DEFINISI
Aneurisma ventrikel adalah komplikasi dari
serangan jantung (infark miokard) yang
mengenai ventrikel.

PENYEBAB DAN GEJALA


Gejala prinsip aneurisma ventrikel adalah :
insufisiensi jantung
ditemukan setelah adanya infark besar di
dinding otot ventrikel
detak jantung ventrikular tidak teratur
( aritmia)
cardiac output menurun
Terdapat bekuan darah(trombus) pada
dinding ventrikel

DIAGNOSIS
Tanda-tanda yang dapat menunjukkan aneurisma
ventrikel adalah:
prekordial impuls abnormal pada detak jantung,
elevasi persisten dari segmen ST dari
elektrokardiogram
terdapat tonjolan karakteristik yang dapat dilihat
pada jantung ketika x ray (rontgen).

Histopatologi aneurisma ventrikel

CT scan pada jantung menunjukkan aneurisma ventrikel


kirisebagian besar diisi dengan bekuandarah

PENGOBATAN
Obat yang diberikan adalah
golongan obat vasodilator, diuretik, dan
digoksin yang di pakai untuk mengobati gagal
jantung
obat antikoagulan digunakan untuk
mencegah pembentukan bekuan darah
obat antiarrhythmia digunakan untuk
mengobati aritmia jantung.

PROGNOSIS

Tingkat kelangsungan hidup tergantung pada


fungsi ventrikel.
Pasien dengan aneurisma ventrikel
mempunyai tingkat kelangsungan hidup
berkurang.