Anda di halaman 1dari 29

Mekanika

Perpatahan I
Bab 2
Ellyawan Arbintarso

Mekanika
Perpatahan I

Mekanika perpatahan dalam desain


Perlu perhatian yang serius, karena
dapat menimbulkan kerusakan yang
luar biasa dan dapat menelan korban
jiwa, walaupun tidak umum terjadi.
Teknik desain dengan memperhitungkan
mekanika perpatahan adalah suatu
metode yang umum dalam keselamatan
Industri yang kritis, seperti dalam
pembangkit daya/listrik dan peralatan
luar angkasa
2

Ellyawan Arbintarso

Tegangan Rancang dan


Faktor Keselamatan

Struktur dirancang tanpa mekanika


perpatahan menggunakan rumusan
tegangan rancang (design stress)
sbb:
tegangan luluh
tegangan rancang
faktor keselama tan

Faktor keselamatan dihitung lebih tinggi


dari tegangan yang diperkirakan akan
terjadi atau bervariasi tergantung jenis
bahan
3

Ellyawan Arbintarso

Faktor Keselamatan

Struktur teknik, bagaimanapun juga,


dapat mengandung retakan atau
berkembang menjadi retakan selama
penggunaan
retakan tersebut dapat tumbuh
/menjalar seiring dengan kelelahan
atau pengaruh lingkungan

Faktor keselamatan tidak diperhitungkan terhadap kehadiran retakan


dimana dapat menurunkan kekuatan
struktur dengan dratis
4

Ellyawan Arbintarso

Efek dari retakan


teg. perkiraan
batas atas

kekuatan

Ukuran retak

teg. desain

teg. perkiraan
Waktu, siklus beban

Waktu, siklus beban

tidak ada
kerusakan

kerusakan
mungkin
terjadi

kerusakan
terjadi

Penurunan kekuatan dari struktur teknik


terhadap pertumbuhan retak dalam
pembebanan
5

Ellyawan Arbintarso

Tujuan dari Mekanika Perpatahan


adalah untuk menjawab
pertanyaan sbb:
Bagaimana kekuatan dari suatu struktur
bervariasi dengan ukuran retak?
Bagaimana
panjang
retak
dapat
ditoleransikan pada beban perkiraan
yang akan ditanggung? (ukuran retakan
kritis)
Berapa
lama retak akan tumbuh/
menjalar untuk menuju ukuran retakan
kritis?
6

Ellyawan Arbintarso

Tujuan dari Mekanika Perpatahan


adalah untuk menjawab pertanyaan sbb:

Pada tingkatan berapa cacat awal


(pre-existing flaws) dapat ditoleransi
untuk permulaan pembebanan?
Berapa sering suatu struktur harus
diperiksa
untuk
mencegah
kerusakan?

Ellyawan Arbintarso

Bagaimana Suatu Benda Dapat


Patah?

Terdapat banyak mekanisme perpatahan yaitu:


Pembelahan
lewatbutir
(transgranular
cleavage)
Pembelahan
antarbutir
(intergranular
cleavage)
Pengabungan keuletan rongga mikro (ductile
microvoid coalesence)
Mulur (creep)
Kelelahan/fatik (fatigue)
8

Ellyawan Arbintarso

Bagaimana Suatu Benda Dapat


Patah?

Peretakan dipengaruhi lingkungan (environmentally assisted cracking)


Berkembangnya jaringan keretakan yang
lembut (Crazing)
Kehilangan lapisan (Delamination)
Benang pembentuk tercabut keluar (fibre
pull-out)
Fase peretakan
getas
(brittle
phase
cracking)
Peretakan antarmuka (interface cracking)
Pertumbuhan rongga inti (void nucleation)
9

Ellyawan Arbintarso

10

Ketangguhan dapat
dipengaruhi dengan adanya
perubahan pada mekanisme
perpatahan dan mekanisme
perpatahan dapat berubah
setiap saat

Ellyawan Arbintarso

Takikan dan Konsentrasi


Tegangan

Takikan bertindak sebagai konsentrasi tegangan


Takikan yang lancip dan dalam mungkin akan
menyebabkan:
Penurunan kekuatan pada bahan yang getas
Peningkatan kekuatan pada bahan yang ulet
Pengaruh tersebut terjadi dikarenakan:
- Konsentrasi tegangan
- Pembatasan/pemaksaan (constraint)

11

Ellyawan Arbintarso

Elips Inglis

Konsentrasi tegangan dapat diperhitungkan menggunakan elips


Inglis tegangan

max
a
1 2

2b

2a

jarak

12

max = tegangan
maksimum
= tegangan yang
digunakan

Ellyawan Arbintarso

Faktor Konsentrasi
Tegangan

Faktor konsentrasi tegangan = k


2

max

= radius kurva

a
1 2

untuk a , max 2
13

Ellyawan Arbintarso

Pelemahan Akibat
Takikan pada Bahan
Getas
Bahan getas adalah sensitif
terhadap takikan

k1
k 3 >k

>k

k2
k3

Efek dari faktor konsentrasi tegangan pada


penggunaan tegangan patah dari bahan sensitif
terhadap takikan

14

Ellyawan Arbintarso

Penguatan Akibat Takikan


pada Bahan Ulet
Bahan ulet adalah tidak terlalu
sensitif terhadap takikan dan
dimungkinkan terjadi penguatan
karena takikan.
Tegangan luluh tarik dari bahan
ulet kemungkinan akan meningkat
dengan adanya sebuah takikan
yang berhubungan dengan
pembatasan (constraint)

15

Ellyawan Arbintarso

Penguatan Akibat Takikan


pada Bahan Ulet
3
F

Elastis

Elastis

F
1
2

Plastis

Pembatasan deformasi plastis bahan


oleh bahan yang elastis
16

Ellyawan Arbintarso

Penguatan Takikan (notch


strengthening) dan
Pembatasan (constraint)

Tegangan tarik transversal (2 dan


3) berhubung dengan pembatasan
dari zona plastik oleh daerah
elastik meningkatkan tegangan
tarik aksial (1) dibutuhkan untuk
memberikan tegangan geser yang
cukup untuk meluluhkan bahan.
17

Ellyawan Arbintarso

Penguatan Takikan (notch


strengthening) dan
Pembatasan (constraint)

tidak ada pembatasan

dengan pembatasan

tegangan geser kritis untuk peluluhan

18

Ellyawan Arbintarso

Pengukuran
Ketangguhan
(toughness)
Ada beberapa
cara untuk mengukur ketangguhan

Kinerja dari perpatahan (work of fracture)


Sensitifitas takikan (notch sensivity)
Keuletan dan kinerja pengerasan
(ductility
and work hardening)
Ketangguhan Impak (impact toughness)
Ketangguhan Perpatahan (fracture
toughness)

Sebagian cara sangat bermanfaat untuk desain


teknik dibanding yang lain.

19

Ellyawan Arbintarso

Kinerja Perpatahan

Kinerja perpatahan adalah daerah


dibawah kurva tegangan/regangan
tarik untuk spesimen yang presisi
zona x jarak
kinerja
W

d
volume luas x panjang

Analisa serupa dapat


digunakan untuk
spesimen dengan takikan

20

Ellyawan Arbintarso

Sensitifitas Takikan

Bahan yang tangguh mengembangkan


zona plastik yang luas sebelum terjadi
kerusakan dan sensitifitas takikannya
sedikit (kecil)
pembanding

tegangan

presisi

tegangan
luluh

getas

Retak/takikan
zona plastis

jarak

pembanding
1 to 2
presisi

tangguh

< 1 sensitif terhadap takikan dan ketangguhan rendah


> 1 tidak sensitif terhadap takikan dan ketangguhan
tinggi

21

Ellyawan Arbintarso

Keuletan dan Kinerja


Pengerasan

Dalam logam, kapasitas kinerja


pengerasan yang tinggi selalu
berhubungan dengan keuletan dan
ketangguhan
yang tinggin
F
K
d
ketika necking c
d
c
c n
x

Pengerjaan dingin dapat menurunkan


keuletan dan menurunkan ketangguhan
22

Ellyawan Arbintarso

Keuletan dan Kinerja


Pengerasan

Pembelahan kristal tidak terjadi


dalam kristal logam berbentuk FCC
Penguatan ulet

tegangan
gagal

mekanisme
pembelahan

getas

ulet
Temperatur

23

Ellyawan Arbintarso

Ketangguhan Impak

Transisi dari ulet ke getas selalu


diamati dalam penurunan temperatur
baja karbon
Energi
impak

aluminium

Energi besar = ulet


Energi rendah =
getas
Energi
potensial
Impak = mgh

Temperatur

Transisi perpatahan dari getas ke ulet pada baja karbon


(terdapat perubahan mekanisme perpatahan) dan
aluminium
(tidak
ada
perubahan
mekasnisme
perpatahan)

24

Ellyawan Arbintarso

Faktor-faktor yang mempengaruhi


ketangguhan meliputi:
Temperatur dan laju regangan
Geometri dari takikan
Ukuran spesimen
Mekanisme perpatahan
Efek tersebut berhubungan dengan
peningkatan
tegangan
luluh,
pembatasan dan tegangan patah
Standarisasi spesimen uji diperlukan
untuk membandingkan ketangguhan
dari bahan-bahan.

25

Ellyawan Arbintarso

Definisi transisi

Transisi ulet ke getas dapat


didefinisikan dalam beberapa cara,
seperti:
Energi

kritis perpatahan
Penurunan 50% energi
Deformasi pada spesimen uji
Perpatahan yang tampak
dipermukaan
(FATT)

Dari hal tersebut diatas akan


memberikan temperatur transisi
yang berbeda-beda
26

Ellyawan Arbintarso

Definisi transisi
tiada pembelahan
Energi
impak

pembelahan 20%
berubah 50%
35 j

Temperatur

pembelahan 70%

27

Ellyawan Arbintarso

Keterbatasan Pengujian
Impak
Uji Impak biasanya digunakan untuk
perkiraan dan kontrol kualitas dari
bahan, bukan untuk teknik desain.
Pembatasan
pengujian
tersebut
meliputi:
Ukuran spesimen terlalu kecil
Ukuran spesimen terlalu tipis
Sensitif terhadap laju regangan
Sulit untuk menggunakan energi impak
dalam desain

28

Ellyawan Arbintarso

Ringkasan
Perpatahan
suatu
benda
tergantung dari:

Ketangguhan bahan

Konsentrasi tegangan

Pembatasan
Diperlukan suatu metode untuk
memprediksi sifat-sifat keretakan
pada komponen struktur.

Thank you very much to Dr. Marrow


29

Ellyawan Arbintarso