Anda di halaman 1dari 24

Kerjasama Lintas Program

dan Lintas Sektor Pada


Kasus DBD di Puskesmas
Lubuk Kilangan Tahun
2011
Oleh :
Romance De AS
(0810312110)

Latar Belakang
DBD pertama kali tahun 1968.
48 penderita dan angka kematian (CFR)
sebesar 41,3%.
43 tahun berhasil menurunkan angka
kematian dari 41,3% pada tahun 1968
menjadi 0,81 % pada tahun 2012, tetapi
belum berhasil menurunkan angka
kesakitan.

Pada tahun 2011 sampai bulan


Agustus tercatat 24.362 kasus dengan
196 kematian (CFR: 0,80 %)
Pada periode januari agustus 2012
kasus demam dengue di sumatera
barat sebanyak 2.128 kasus dengan
kota Padang merupakan daerah
terbanyak dengan 1.193 kasus.

Puskesmas Lubuk Kilangan :


Tahun 2012 : 27 kasus.
Tahun 2011 : 17 kasus.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di
Puskesmas yang sejalan antar masingmasing program, baik P2M, surveilans,
kesehatan lingkungan, promosi
kesehatan dan lain-lainnya perlu
bekerjasama.

Tujuan Penulisan
a. Tujuan Umum
Makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan
dan pemahaman mengenai kerjasama lintas sektor
dan lintas program secara umum
b. Tujuan Khusus
Mengetahui dan memahami pelaksananaan kerja
sama lintas sektor dan lintas program untuk program
penanggulangan dan pencegahan DBD di wilayah
kerja Puskesmas Lubuk Kilangan.
Mengetahui dan memahami pelaksananaan kerja
sama lintas sektor dan lintas program untuk kejadian
DBD di wilayah kerja Lubuk Kilangan.

Batasan Masalah
Makalah ini membahas tentang kerja sama
lintas sektor dan lintas program serta
integrasi program khususnya dalam
pelaksanaan program penganggulangan
dan pencegahan DBD yang ada di
Puskesmas Lubuk Kilangan

Metode Penulisan
Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan
pustaka yang merujuk pada berbagai literatur,
laporan tahunan puskesmas Lubuk Kilangan
2012 dan Kepala Puskesmas.

TINJAUAN PUSTAKA

Lintas Sektor Dan Lintas


Program
Kerja sama lintas program merupakan

kerja sama yang dilakukan antara


beberapa program dalam bidang yang
sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Kerja sama lintas sektor melibatkan dinas
dan orang-orang di luar sektor kesehatan
yang merupakan usaha bersama
mempengaruhi faktor yang secara
langsung atau tidak langsung terhadap
kesehatan manusia.

Notoatmodjo (2003), kemitraan adalah suatu kerja sama


formal antara individu-individu, kelompok-kelompok
atau organisasi-organisasi untuk mencapai suatu tugas
atau tujuan tertentu
Promkes Depkes, Kemitraan adalah suatu kesepakatan
dimana seseorang, kelompok atau organisasi untuk
bekerjasama
mencapai
tujuan,
mengambil
dan
melaksanakan serta membagi tugas, menanggung
bersama baik yang berupa resiko maupun keuntungan,
meninjau ulang hubungan masing masing secara teratur
dan memperbaiki kembali kesepakatan bila diperlukan

Prinsip Kemitraan
Prinsip Kesetaraan (Equity)
Kedudukan sama dan sejajar
Prinsip Keterbukaan
Keterbukaan terhadap kekurangan atau
kelemahan
Prinsip Azas manfaat bersama (mutual benefit)
efisien dan efektif bila dilakukan bersama.

Ruang Lingkup Kemitraan

Dunia Usaha

Pemerintah
Multi Sektor

LSM/ORMAS

Professional

Model-model

Kemitraan

dan

Jenis

Kemitraan

(Notoadmodjo, 2007)
1. Model I

Masing-masing mitra memiliki program tersendiri mulai dari


perencanaannya,
persamaan

pelaksanaannya

pelayanan

atau

hingga

sasaran

evalusi.

Adanya

pelayanan

atau

karakteristik lainnya.
2. Model II
Kemitraan model II ini lebih baik dan solid dibandingkan model
I. Visi, misi, dan kegiatan-kegiatan dalam mencapai tujuan
kemitraan direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi bersama

Jumlah kegiatan

Output

Input

Tim wadah
Dana, Perencanaan

Proses

Frekuensi Pertemuan
Kualitas Pertemuan

Indikator Keberhasilan Kemitraan

Setiap kemitraan dalam upaya kesehatan perlu menerapkan


prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Saling memahami kedudukan, tugas dan fungsi masingmasing (struktur)
2. Saling memahami kemampuan masing-masing (capacity)
3. Saling menghubungi dan berkomunikasi (linkage)
4. Saling mendekati (proximity)
5. Saling sedia membantu dan dibantu (opennse)
6. Saling mendorong (sinergy)
7. Saling menghargai (reward)

Sifat Kemitraan
- Insidental; sifat kerja sesuai dengan kebutuhan
sesaat, misalnya peringatan hari AIDS
- Jangka pendek; pelaksanaan proyek dalam kurun
waktu tertentu
- Jangka panjang; pelaksanaan program tertentu
misalnya; pemberantasan TB paru dll

PEMBAHASAN

JUMLAH KASUS DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK


KILANGAN
27

30
25
20
15
10
5
0

2
0

Tindakan yang dilakukan


1. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

DBD
2. Pemeriksaan jentik berkala (PJB)
3. Abatisasi

Kerjasama Lintas Program


Kerjasama Lintas Program
Kerjasama Lintas Program antara Kesling dan
Sanitasi
Kerjasama Lintas Program antara Promkes dan
Surveilance
Kerjasama Lintas Program antara Promkes dan
P2M DBD

Kerjasama Lintas Sektor


Camat
Lurah
Dinas Kesehatan
PKK
Swasta
Dunia Usaha

KESIMPULAN
Masih kurangnya koordinasi lintas sektor dan

program khusus Penangulangan DBD di


Puskesmas Lubuk Kilangan, kurangnya
evaluasi dalam rapat bulanan lintas sektor.
Bidan poskeskel bertempat tinggal jauh dari

daerah pertanggung jawabannya.


Inisiatif dari pihak kecamatan dan kelurahan

yang masih kurang

SARAN
Sebaiknya komitmen terhadap kehadiran

rapat lintas sektor, maupun rapat triwulan


diperbaharui lagi, agar kedepannya bisa hadir
dan evaluasi terhadap kegiatan lintas sektro
berjalan dengan baik
Kehadiran dan efisiensi dalam rapat triwulan

ditingkatkan.
Diharapkan agar bidan poskeskel ditunjuk

yang bertempat tinggal di daerah yang telah


ditunjuk.

Terima Kasih