Anda di halaman 1dari 21

STUDI KELAYAKAN

INVESTASI PENGADAAN PERALATAN

PT PELABUHAN INDONESIA IV (PERSERO)


DI MAKASSAR

Rifki Nurazmi (1520921043)

MAKALAH CAPITAL
BUDGETING

PENDAHULUAN
Pelabuhan mempunyai peran penting dan
strategis untuk pertumbuhan industri dan
perdagangan serta dapat memberikan kontribusi
bagi pembangunan nasional.
PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dalam
melakukan investasi pengadaan peralatan tentu
memerlukan dana yang cukup besar dan
mempengaruhi perusahaan dalam jangka
panjang. Oleh karena itu, analisis kelayakan
investasi sangat penting terutama investasi yang
berskala besar seperti investasi peralatan 1 unit
Forklift 32 ton.

KAJIAN PUSTAKA
Investasi adalah komitmen untuk menambahkan
sejumlah dana pada saat ini dengan tujuan
memperoleh keuntungan di masa datang (Tandelilin,
2007:1). Investasi merupakan komitmen untuk
mengorbankan konsumsi sekarang (sacrifice current
consumption) dengan tujuan memperbesar
keuntungan di masa datang.
Analisa Capital Budgeting merupakan suatu alat
bantu bagi perusahaan untuk pengambilan keputusan
dalam menentukan apakah suatu proyek investasi
dapat dikatakan layak untuk dilaksanakan dilihat
dari sudut pandang keuangan

METODE PROFITABILITAS INVESTASI


Payback

Period (PP)
NPV (Net Present Value)
Internal Rate of Return (IRR)
Profitability Index (PI)

PAYBACK PERIOD (PP)


Payback Period merupakan metode yang digunakan untuk
menghitung lama periode yang diperlukan untuk
mengembalikan uang yang telah diinvestaikan dari aliran kas
masuk (proceeds) tahunan yang dihasilkan oleh proyek investasi.
Rumus yang digunakan apabila jumlah aliran kas setiap periode
tidak sama yaitu:

Dimana:
t = Tahun terakhir dimana jumlah cash inflow sebelum menutup initial
investment
b = Initial investment
c = Kumulatif cash inflow pada tahun t
d = Kumulatif cash flow pada tahun t + 1

NPV (NET PRESENT VALUE)


NPV merupakan metode yang dilakukan dengan cara membandingkan
nilai sekarang dari aliran kas masuk bersih (proceeds) dengan nilai
sekarang dari biaya pengeluaran suatu investasi (outlays).
Rumusnya yang dipakai adalah sebagai berikut:

Dimana:
CF = Arus kas bersih (cash flow)
I = Besarnya Investasi
n = Umur Proyek
k = Tingkat Bunga
Penilaian proyek investasi berdasarkan NPV:
NPV > 0, Proyek investasi layak.
NPV < 0, Proyek investasi tidak layak.

INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)


IRR merupakan metode untuk menghitung tingkat bunga
yang dapat menyamakan present value dari semua aliran kas
masuk dengan aliran kas keluar dari suatu investasi proyek
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Dimana:
R= Arus Kas bersih tiap tahun
t = Periode (tahun)
r = Tingkat Bunga
Kriteria penilaian IRR adalah :
- Jika IRR > dari suku bunga yang telah ditetapkan, maka investasi
diterima.
- Jika IRR < dari suku bunga yang telah ditetapkan, maka investasi
ditolak.

PROFITABILITY INDEX (PI)


Profitability Index merupakan metode yang
menghitung perbandingan antara nilai sekarang
penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang
(proceeds) dengan nilai sekarang investasi (outlays).
Metode PI, harus menghitung Present Value dari
proceeds setiap tahunnya terlebih dahulu untuk
dijumlahkan sehingga diperoleh jumlah Net Present
Value dari keseluruhan proceeds yang diharapkan dari
investasi.
Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

Kriteria untuk Profitabilitas Indeks : Proyek dinilai layak jika


PI > atau = 1,00, sebaliknya dinilai tidak layak jika PI < 1,00.

ASUMSI YANG DIGUNAKAN


Investasi awal berasal dari pinjaman.
Umur Ekonomis Forklift 10 tahun dengan penyusutan per tahun
10% dan nilai sisa 10% dari nilai perolehan.
Komponen harga 1 unit forklit Rp 5.100.000.000 yaitu harga 1 unit
forklift seharga Rp 5.000.000.000, dan modal kerja Rp 100.000.000.
Biaya hutang 12% dan diperhitungkan sebagai discount factor.
Pegawai 2 orang dengan Kelas Jabatan (KJ) 12 masing-masing
menerima penghasilan sebesar Rp 2.492..000, Tunjangan Prestasi
sebesar Rp 1.050.000, Olahraga dan Kesenian sebesar Rp 500.000,
Pakaian Dinas sebesar Rp 1.000.000, Pendidikan dan Pelatihan
sebesar Rp 250.000, Tunjangan Regional sebesar Rp. 500.000,
Tunjangan Mobilitas sebesar Rp 450.000, dan Perawatan Kesehatan
Rp 350.000.
Kenaikan tarif Forklift diasumsikan 1x dalam 3 tahun dengan
pertambahan sebesar 25%.
Biaya pemeliharan pada awal periode sebesar 2% dari nilai investasi
dan diasumsikan kenaikan biaya pemeliharaan setiap tahun sebesar
10%.

PROYEKSI ARUS KAS


Arus Kas Masuk Arus kas masuk berasal dari
proyeksi pendapatan dari tahun 2014 sampai
dengan tahun 2023
Arus Kas Keluar Arus kas keluar berupa biayabiaya operasional diluar penyusutan, meliputi
biaya listrik, telpon, dan air, biaya perbaikan alat
dan pemeliharaan alat, biaya administrasi dan
marketing, biaya gaji karyawan dan biaya lainlain
Proyeksi Laba Rugi

Variabel

pendapatan
Variabel Biaya

TABEL 5.1 TARIF PERGERAKAN FORKLIFT PT


PELINDO IV (PERSERO) TAHUN 2014 2023

TABEL 5.2 PRODUKSI PERGERAKAN FORKLIFT


PT PELINDO IV (PERSERO) TAHUN 2014 2023

TABEL 5.3 PROYEKSI LABA RUGI DAN CASH


FLOW PT PELINDO IV (PERSERO) TAHUN 2014
2023

TABEL 5.3 PROYEKSI LABA RUGI DAN CASH


FLOW PT PELINDO IV (PERSERO) TAHUN 2014
2023 (LANJUTAN)

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI

Analisis Payback Period (PP)

Tabel 5.4 Perhitungan Payback Period (PP) Investasi


Forklift 32 Ton

Perhitungan jangka waktu pengembalian modal dalam investasi


Forklift 32 Ton, adalah:

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI - LANJUTAN

Analisis Net Present Value (NPV)

Tabel 5.5 Perhitungan Net Present Value (NPV)


Investasi Forklift 32 Ton dengan Disc.Fact 12%

Dengan Nilai Total Present Value sebesar Rp4.592.472.982 dikurangi investasi awal
sebesar Rp 5.100.000.000 maka Net Present Value dari investasi Forklift 32 Ton
sebesar (Rp 507.527.018). Dalam perhitungan Forklift 32 Ton PT Pelindo IV (Persero)
dengan memperhatikan nilai waktu uang 10 tahun,discount factor 12% pertahun, arus
kas serta sisa proyek, maka proyek Forklift 32 Ton tidak layak untuk dilaksanakan
karena pada akhir masa investasi yang direncanakan tidak dapat menutupi nilai
investasi awal.

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI - LANJUTAN

Analisis Internal Rate of Return (IRR)

Tabel 5.6 Perhitungan Internal Rate of Return (IRR)


Investasi Forklift 32 Ton dengan Disc.Fact 12%

Karena usulan investasi memiliki nilai


IRR lebih kecil dari suku bunga yang
ditetapkan sebesar 12%, maka usulan
untuk investasi tidak dapat diterima.

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI - LANJUTAN

Analisis Profitability Index (PI)

Karena usulan investasi memiliki nilai PI lebih kecil daripada 1,


maka usulan untuk investasi tidak dapat diterima. Hasil
perhitungan tersebut di atas dengan nilai PI sebesar 0,89 yang
menjelaskan bahwa kemampuan investasi pengadaan Forklift 32
Ton tidak mampu mengembalikan investasi awal sebesarRp
5.100.000.000,- selama 10 tahun sebagaimana nilai ekonomis
Forklift 32 Ton tersebut.

ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI - LANJUTAN

Analisis Sensitivitas

Bertujuan untuk mencari variabel yang paling sensitif diantara variabel


perubahan pendapatan dan variabel biaya operasional terhadap penilaian
kelayakan investasi dalam rencana penambahan Forklift 32 Ton untuk jasa
bongkar muat PT Pelindo IV (Persero),
Tabel 5.7 Perhitungan Analisis Sensitivitas

TABEL 5.8 TABEL KEPUTUSAN


INVESTASI

KESIMPULAN

Payback Period investasi Forklift 32 ton selama 7 tahun 2 bulan, dikatakan


menguntungkan dan layak karena payback period nya lebih pendek dan
lebih cepat proses pengembalian investasinya dibandingkan dengan masa
ekonomis proyek investasi.
Net Present Value negatif yang lebih kecil daripada nol yaitu sebesar (Rp
507.527.018) menunjukkan bahwa investasi peralatan Forklift 32 Ton
tersebut tidak layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return sebesar 10% lebih kecil daripada biaya modal yang
dipandang layak oleh pemilik modal sebesar 12%. Hal ini menunjukkan
bahwa rencana investasi tersebut dinilai tidak menguntungkan dan
investasi tersebut tidak layak untuk dilaksanakan.
Profitability Index sebesar 0,90 lebih kecil daripada 1, menunjukkan bahwa
usulan investasi peralatan Forklift 32 Ton tersebut tidak dapat diterima.
Hasil analisis sensitivitas, menunjukkan bahwa hasil skenario yaitu
optimis, moderat dan pesimis menunjukkan bahwa hanya hanya dalam
skenario optimis yang menjelaskan investasi forklift 32 ton dikatakan layak
untuk dilaksanakan sedangkan untuk skenario moderat dan pesimis
bahwa hanya payback period yang menunujukkan bahwa investasi layak
untuk dilaksanakan.