Anda di halaman 1dari 9

Regimen Dosis Pada Geriatri

RD GERIATRIK
11 Ciri-ciri Geriatrik
Gangguan fungsi organ dan regulasi homeostatik
menurun
Perubahan farmakokinetika obat
Banyak mengidap penyakit kronik, polimedisinal /
polifarmasi
Kemampuan penggunaan obat menurut : lupa,
bingung, tremor, visus dsb. Usia 60 th. (65 th ?)
ADR sering terjadi, toksisitas

2. Skema faktor-faktor terjadinya ADR pada Geriatrik

Impaired Organ
function
Altered drug
concentration

Altered organ
response

Decreased homeostatic
regulation

Adverser Drug
Reaction, ADR
Multiple disease
states

Multiple Drug
Administration

Altered Compliance

3. Respons Klinis Obat (efikasi, es, toksisitas)


terkait langsung kons. Obat

70 80% ADR pada lansia terkait perubahan


farmakokinetik obat.
ADR perlu di minimalisir dan monitor secara
individuil
Hindari obat index sempit dan obat beresiko
tinggi pada geriatrik.

4. Skema Perub. Fisiologis & kinetik obat

GIT

As. Lamb
perub. Mukosa,
w. pengosongan
lambat
Perfusi
mesenterik

Distr
Perfusi tubuh
total
C.O
Cairan tbh total
Vd
Albumin

Metab

Jml enzim (?)


GFR 0,66%
Sekr. Aktif 0,62%

ClH
Kec. Abs
(bermakna)
Jmlh abs
(tak bermakna)

Cp

ES/Toks

CATATAN : FPE Obt Lipid Soluble Cp

Ekskr

Tiap 1 th
GFR 0,66%
Sekr. Aktif 0,62%

ClR

5. DOSIS
(1) * Dosis harus dikurangi; secara kasar tiap naik 10 th usia
dosis dikurangi 10 dosis dewasa (terkecil) =
- Usia 65 th 74 th dosis Dws 10%
- Usia 75 th 84 th dosis Dws 20%
- Usia 85 th dosis Dws 30%
*
Interval antara dua dosis diperpanjang
*
Dosis maintenance, harus diketahui Klirens
(antar individu harganya berbeda)
(2)
*
Perhitungan dengan rumus MIC & pola kurve
Log dosis respon dengan perhitungan jenis kelamin,
umur, BB, cukup rumit tidak praktis.

(3)

* Dengan perbandingan parameter


farmakokinetika dewasa.
contoh :
t elim, dewasa 107 menit; umur 70-90 th =
282 menit. Dosis normal 15 mg/kg/hari terbagi
dalam 2 dosis Vd tidak berubah. Berapa dosis umur
75 th ?
1,44 DO (t )O
1,44 DN (t )N
OVO
NVN
Cpss =
=
DN (t )O
N

DO (t )O
O=

DN = Dosis yang baru


O
N

(t )O
282
O = 12 x
= 32,6 jam
107
(t )N

Dosis yang sama tersebut dapat diberikan tiap 32 jam,


tanpa mempengaruhi Cpss

CONTOH

Klirens Litium rata-rata usia 25 th = 41,5 ml/menit.


Rata-rata usia 63 th = 7,7 ml/menit
Berapa % dosis normal Litium pada usia 65 tahun ?

Jawab

Dosis proporsional dengan klirens, maka :


7,7 x 100
Penurunan dosis (%) =
41,5

= 18,5%

pada usia 65 th dapat dikurangi 20%, tanpa


mempengaruhi konsentrasi tunak darah.
(4)

*
Dosis tersebut selain dikurang, jika pasien juga
mengalami kerusakan fungsi organ eliminasi (hati, ginjal)
untuk obat yang eliminasinya tergantung organ tersebut
harus dihitung secara proporsional atau fungsi organ
tersebut.

Berat badan geriatri 60 kg dengan


TBW 60%. Jika t1/2 obat 5 jam
diberikan dengan i.v, dalam interval
5 jam. Berapa dosis obat itu jika
diharapkan Cpss = 1 ug/ml