Anda di halaman 1dari 46

GINEKOLOGI

dr. Ilham Kautsar

Infeksi Alat Kandungan


Terbagi menjadi :
1. Infeksi Rendah : dari vulva, vagina, cervix
2. Infeksi Tinggi : dari uterus, tuba, ovarium, parametrium,
peritoneum / Pelvic Inflammatory Disease ( PID )
Batas antara kedua golongan ini ialah Ostium Uteri Internum

INFEKSI RENDAH ALAT KANDUNGAN


1. Vulvitis
2. Kolpitis ( Vaginitis )
3. Cervicitis
INFEKSI TINGGI / PID
4. Endometritis
5. Metritis
6. Parametritis
7. Salpingitis
Adnexitis
8. Oophoritis

Vulvitis
Radang selaput lendir labia dan sekitarnya
Gejala :
Terasa panas, nyeri terutama pd BAK
Leucorrhoe disertai dengan rasa gatal hingga terjadi iritasi oleh
karena garukkan
Gangguan coitus
Introitus dan labia menjadi merah dan bengkak dan sering
tertutup oleh sekret.

Etiologi :
1. Kebersihan
2. Gonococcus
3. Candidi albicans
4. Trichomonas
5. Oxyuris
6. Pediculi Pubis
Terapi :
Diberikan zitbad
Sesuai causalnya ( Trichomonas Vaginalis = Metronidazol )

Kolpitis ( Vaginitis )
Vagina dilindungi terhadap infeksi oleh pH yang rendah di dalam
vagina yang disebabkan oleh adanya bacil Dorderlein.
Keadaan yang memudahkan infeksi :
Coitus ; pada smegma preputium mengandung kuman kuman
Kebersihan
Tampon untuk menampung darah haid
Atrofi epitel vagina ; pada masa senil dimana epitel vagina
kurang mengandung glycogen dan menjadi tipis
Corpus allienum ; alat2 perangsang sex .

Etiologi :
Vulvovaginitis pada anak ( Go atau Corpus Allienum )
Kolpitis pada masa reproduktif
a. Mastrubasi
b. Corpus allienum : obat / alat kontrasepsi
Gejala :
Leucorrhoe berbau ( anyir )
Perasaan panas atau pedih pada vagina
Perasaan gatal pada vulva dan vulvitis sekunder
Diagnosa :
Dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis dari sekret vagina

Terapi :
Bakteri : penisillin ( GO )
Jamur : nystatin
Kolpitis senilis : antibiotik / antimycotik diberi salep yang
mengandung estrogen selama 20 hari.

Cervicitis
Cervicitis / endocervicitis adalah radang dari selaput lendir canalis cervicalis.
Lebih mudah terkena infeksi dari pada vaginitis.
Terjadinya cervicitis dipermudah oleh adanya robekan cervix
Gejala :
Fluor hebat biasanya kental / purulent dan kadang berbau
Menimbulkan erosi ( eritroplaki ) pada portio, yang nampak sebagai daerah
yang merah menyala.
Pemeriksaan in speculo kadang kadang dapat dilihat fluor yang purulent
keluar dari canalis cervicalis. Kalau portio normal, tdk ada robekan servix
maka harus diingat kemungkinan GO
Pada cervicitis yang kronis kadang dapat dilihat bintik putih dalam daerah
selaput lendir yang merah karena infeksi. Bintik ini disebut ovula nabothii
dan disebabkan oleh retensi kelenjar servix karena obstruksi oleh peradangan.

Etiologi :
1. GO : sediaan hapus dari fluor cervix terutama yang purulent.
2. Sekunder : kolpitis
3. Alat - alat atau obat kontrasepsi
4. Robekan cervix terutama yang menyebabkan ectropion
Terapi ;
Ab terutama kalau dapat diketemukan GO dalam sekret
Cervicitis non spesifik dapat diobati rendaman AgNO3 10%
dan irigasi
Yg tdk sembuh dilakukan operatif ( konisasi )
Jika ectropion dilakukan plastik atau amputasi
Erosi diberikan AgNO3 10% atau albothyl yang menyebabkan
nekrosis epitel agar tumbuh kembali epitel gepeng berlapis.

Pelvic Inflamantory Disease (PID)


Radang panggul adalah penyakit yang diakibatkan infeksi
ascending dari vagina atau serviks ke endometrium, tuba
falopii dan/atau struktur di sekitarnya.
Pada penyakit radang panggul pemberian antibiotik spektrum
luas menjadi penting walaupun patogen belum dapat
teridentifikasi secara objektif.
Kombinasi cephalosporin generasi ke-3 atau amoxicillin

ditambah dengan tetracycline dan metronidazol dapat


menjadi pilihan utama.

Endometritis
Endometritis: inflamasi atau iritasi endometrium
Akibat infeksi, seperti chlamydia, gonorrhea, tuberculosis, atau

bakteri normal vagina


Sering terjadi setelah abortus atau kelahiran (terutama

persalinan lama atau SC), atau prosedur yang melibatkan


uterus (histeroskopi, IUD)
Gejala: distensi abdomen, perdarahan pervaginam, keputihan,

demam, nyeri perut bawah


Terapi: antibiotik ( spektrum luas + anaerob )

Salpingitis
Salpingitis menjalar ke ovarium hingga juga terjadi oophoritis.
Salpingitis dan oophoritis diberi nama adnexitis.
Etiologi :
Paling sering disebabkan oleh
staphylococcus, streptococcus.

gonococcus,

selain

itu

Penjalaran :
Naik dari cavum uteri
Menjalar dari alat yang berdekatan seperti dari appendix yang
meradang
Haematogen terutama salpingitis tuberculosa. Salphingitis
biasanya bilateral

Gejala :
Demam tinggi, menggigil
Nyeri kiri dan kanan diperut bagian bawah terutama jika di
tekan
Defense kiri dan kanan di atas lig. Poupart
Mual dan muntah
Tenesmus ad anum karena proses dekat pada rectum atau
sigmoid
RT : nyeri goyang portio, nyeri kiri dan kanan dari uterus,
terkadang teraba penebalan tuba ( normal tidak dapat diraba )
Adnexitis : terjadi perlekatan dengan usus yang dapat diraba
sebagai tumor. Tumor ini merupakan tumor radang ( adnex
tumor ). Tumor dari ovarium disebut tumor ovarium

Pyosalphinx dan pyovarium, jika pus diabsorbsi terjadi

hydrosalpinx
Hydrops tuba profluens
Pelveoperitonitis / cavum gouglas abses

Parametritis ( Celulit Pelvica )


Parametritis adalah radang dari jaringan longgar dalam lig.
Latum. Radang ini biasanya unilateral.
Etiologi :
a. Endometritis : per continuitatum, lymphogen dan haematogen
b. Robekan servix
c. Perforasi uterus oleh alat alat ( sonde, kuret, IUD )
Gejala :
Suhu tinggi dengan demam menggigil
Nyeri unilateral tanpa gejala rangsangan peritoneum

Diagnosa :
Setelah beberapa lama dengan toucher dapat diraba infiltrat
yang keras yang sampai ke dinding panggul. Infiltrat ini lebih
jelas teraba dengan toucher rectal.
Uterus terdesak ke arah yang sehat.

Pelveoperitonitis ( Perimetritis )
Terjadi sebagai lanjutan dari salpingoophoritis. Bisa juga terjadi
dari endometritis atau parametritis.
Etiologi :
GO
Sepsis ( postpartum dan postabortus )
Dari appendicitis
Gejala :
Illeus
Nyeri perut bagian bawah

Diagnosa :
- Pada toucher teraba infiltrat dalam cav. Douglas tapi kadang
kadang hanya ada penebalan lipatan cav. Douglas yang teraba
sebagai pinggir yang keras.
- Abses cav. Douglas : pyusalpinx yang pecah, pyovarium yang
pecah, perforasi usus pada thypus abdominalis.

Tumor Alat Kandungan


1. Jinak

a. Kistik
- Kista bartholin
- Kista sebacea / inclusi
b. Solid
- Fibroma
- Condyloma acuminata
- Nevus
2. Ganas
a. Ca In Situ
b. Ca Invasif

Kista Bartholin

Kista Sebacea / inclusi

Dapat berasal dari bartholinitis


kronis. Teraba sebagai suatu
tonjolan pada bagian belakang
dari labium mayor, mudah
digerakkan. Umumnya tidak
memberikan keluhan, tetapi
terkadang
mengalami
pernanahan.
Terapi :
Ekstirpasi
Harus
dapat di angkat
seluruhnya,
sebab
dapat
menyebabkan residif.

Akibat penyumbatan dari


kel.
Sebacea
yang
meradang. Biasanya terjadi
pada bagian dalam dari
labia mayor / minor
Isinya bahan sebacea dan
sering mengalami supurasi.
Terapi :
- Jika perlu eksisi

Fibroma

Condyloma Acuminata

Disebabkan oleh HPV 6 dan 11.


akan terjadi terus menerus jika
dibasahi oleh fluor.
Gejala :
Menyerupai jengger ayam,
multipel di vulva atau perineum
Berasal dari jaringan fibreus dari Terapi :
vulva biasanya berukuran kecil / Podophylin 25% dalam tinctura
sedang dan bertangkai.
benzoin
Sulfonamide, systemic dan
Terapi :
lokal
albothyl
Operasi

Nevus
Berasal dari irritasi vulva. Penyakit ini dianggap penting oleh
karena 7 10% dari melanoma yang ganas pada wanita terjadi
pada genitalia eksterna.
Terapi :
Eksisi kemudian di lakukan pemeriksaan PA.

Ca In Situ

disease
/
Qrythroplasi Queyrat :
secara mikroskopis ditemukan
anaplasi
berbentuk
granulomateus, lekoplakia.
Pagets disease :
Bentuk khas dari Ca In Situ
yang ditandai oleh lesi merah
dari epitel yang menebal dan
ditemukan paget cells yang
besar dan pucat

Ca Invasif

Bowens

Pada wanita usia >70 tahun.


Pada histologisnya ditemukan
Squamosa cell Ca.
Hanya ca primer gl. Bartholin
jenisnya
edenocarsinoma
transitional epidermoid.
Secara
makroskop
tampak
keputih-putihan,
ulcus
/
granulomateus.

Gejala :
Mula berupa rasa sakit dan gatal
Pruritus yang lama
Pada std. Lanjut sakit bertambah hebat
Diagnostik : Biopsi
Terapi :
Ca in situ : Vulvektomi PA
Ca invasif : Vulvektomi radikal ( mengangkat kel. Limfe di
daerah femoral dan inguinal.
Radioterapi

Tumor Vagina
Kista Inclusi

Kista Gartner

Terjadinya di dinding bagian


bawah, umumnya dibagian
posterior, timbul dari inclusi di
bawah
permukaan
mucosa
akibat dari lacerasi perineal /
perineoplastik. Ukurannya kecil
dan jarang multipel. Terdiri dari
sel epitel gepeng berlapis dan
isinya sperti keju

Berasal dari sisa sal. Wolff


yang berjalan di bagian
lateral depan dari dinding
vagina. Ukurannya
bermacam-macam sehingga
menonjol ke introitus
vaginae. Umumnya terletak
pd bagian anterolateral.
Dindingnya dilapisi
bermacam jenis epitel
(kuboid, silindris, bersillia
atau tidak, dan berlapis)

Gejala :
Hampir tidak memberikan gejala.
tidak sengaja oleh penderita.
Terapi :
Di biarkan
Operatif jika sudah mengganggu

Biasanya diketahui secara

Tumor Cervix
Polip Cervix
Umumnya bertangkai berasal dari mucosa intracervical tapi terkadang
dapat pula tumbuh dari daerah portio
Secara histologis, 1 lapis epitel yang terdiri dari sel silindris yang
tinggi yang berasal dari endocervix dengan kel. Cervix dan stroma
dari jar. Ikat halus disertai odem dan infiltrasi sel bulat.
Gejala :
Asimtomatik
Jika besar, dapat terjadi fluor, perdarahan intermenstruasi atau
perdarahan kontak setelh coitus
Terapi :
Ekstirpasi ( + kuretase )
Cauterisasi

Ca Servix
Tumor ganas tumor ganas primer yang berasal dari metaplasia
epitel di daerah skuamokolumner junction yaitu daerah peralihan
mukosa vagina dan mukosa kanalis servikalis.
Penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus ( HPV ) tipe
16 dan 18. sifat onkogenik HPV18 lebih tinggi daripada HPV16
yang dibuktikan pada sel kultur dimana transformasi HPV18 adalah
5 kali lebih besar dibandingkan dengan HPV16.
HPV16 berhubungan dengan skuamous cell carcinoma serviks
sedangkan HPV18 berhubungan dengan adenocarcinoma serviks

Faktor Resiko Kanker Leher Rahim


Usia > 35 tahun mempunyai risiko tinggi terhadap kanker
leher rahim
Menikah pada usia kurang 20 tahun dianggap terlalu
muda untuk melakukan hubungan seksual dan berisiko
terkena kanker leher rahim 10-12 kali lebih besar
daripada mereka yang menikah pada usia > 20 tahun
Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi, dan sering
berganti-ganti pasangan
Kebiasaan pencucian vagina dengan menggu nakan obatobatan antiseptik maupun deodoran akan mengakibatkan
iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker
Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena
kanker serviks
Penggunaan kontrasepsi oral yang dipakai dalam jangka
lama yaitu lebih dari 4 tahun dapat meningkatkan risiko
kanker leher rahim 1,5-2,5 kali

Gejala :
Fluor Albus berbau busuk
Ulceratif
Perdarahan kontak
Ketidak teraturan haid ( amenorhea, hipermenorhea,
menometrorhagia )
Khas : keluar darah berbentuk mukoid.
Sekret vagina berwarna kuning berbau dan terjadi iritasi vagina
Perdarahan setlh coitus / pemeriksaan dalam ( VT )
Nyeri menjalar ke ekstremitas bwh
Gagal ginjal, haematochezia,

Diagnosis Kanker Servik


1. Pap smear

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sel kanker lebih


awal pada pasien yang tidak memberikan keluhan. Sel kanker
dapat diketahui pada sekret yang diambil dari porsi serviks.
Pemeriksaan ini harus mulai dilakukan pada wanita usia 18
tahun atau ketika telah melakukan aktivitas seksual sebelum
itu. Setelah tiga kali hasil pemeriksaan pap smear setiap tiga
tahun sekali sampai usia 65 tahun. Setiap wanita yang telah
aktif secara seksual sebaiknya menjalani pap smear secara teratur
yaitu 1 kali setiap tahun. Apabila selama 3 kali berturut-turut
menunjukkan hasil pemeriksaan yang normal, maka pemeriksaan
pap smear bisa dilakukan setiap 2 atau 3 tahun sekali

Hasil pemeriksaan pap smear :


a. Normal
b. Displasia ringan ( perubahan dini yang belum bersifat ganas )
c. Displasia berat ( perubahan lanjut yang belum bersifat ganas )
d. Karsinoma in situ ( kanker terbatas pada lapisan servik paling
luar )
e. Kanker invasif ( kanker telah menyebar ke lapisan servik
yang lebih dalam / ke organ tubuh lainnya )

2. IVA Test ( inspeksi visual dengan asam asetat )


Program skrining IVA test :
a. Minimal 1x pada usia 35-40
b. Jika fasilatas memungkinkan, lakukan tiap 10 tahun pada usia 35 55
c. Ideal dan optimal dilakukan tiap 3 tahun pada wanita usia 25 60
Syarat :
d. Sudh melakukan hubungan sexx
e. Tidak sedang menstruasi
f. Tidak sedang hamil
g. 24 jam sblmnya tdk berhubungan
Hasil :
h. Jika tidak berubah warna menjadi keputihan ( aceto white epithelium )
dikatakan NEGATIF
i. Jika terjadi, maka dikatakan POSITIF

2. Pemeriksaan DNA HPV


Pemeriksaan ini dimasukkan pada skrining
bersama-sama dengan Paps smear untuk wanita
dengan usia di atas 30 tahun. Penelitian dalam
skala besar mendapatkan bahwa Paps smear
negatif
disertai
DNA
HPV
yang
negatif
mengindikasikan tidak akan ada CIN 3 sebanyak
hampir 100%. Kombinasi pemeriksaan ini
dianjurkan untuk wanita dengan umur diatas 30
tahun karena prevalensi infeksi HPV menurun
sejalan dengan waktu.

3. Biopsi
Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu
pertumbuhan atau luka pada serviks, atau jika hasil
pemeriksaan pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau
kanker. Biopsi ini dilakukan untuk melengkapi hasil pap smear.
Teknik yang biasa dilakukan adalah punch biopsy yang tidak
memerlukan anestesi dan teknik cone biopsy yang
menggunakan anestesi. Biopsi dilakukan untuk mengetahui
kelainan yang ada pada serviks. Jaringan yang diambil dari
daerah bawah kanal servikal. Hasil biopsi akan memperjelas
apakah yang terjadi itu kanker invasif atau hanya tumor saja

Pencegahan :
Menghindari berbagai faktor risiko, yaitu
hubungan seks pada usia muda, pernikahan pada
usia muda, dan berganti-ganti pasangan seks.
Wanita usia di atas 25 tahun, telah menikah, dan sudah
mempunyai anak perlu melakukan pemeriksaan pap smear
setahun sekali atau menurut petunjuk dokter. Pemeriksaan
Pap smear adalah cara untuk mendeteksi dini kanker
serviks. Disarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia
25 tahun atau setelah aktif berhubungan seksual dengan
frekuensi dua kali dalam setahun. Bila dua kali tes Pap
berturut-turut menghasilkan negatif, maka tes Pap dapat
dilakukan sekali setahun.

Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti

diafragma dan kondom, karena dapat memberi


perlindungan terhadap kanker leher rahim
Memperbanyak makan sayur dan buah segar
vaksin pencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang
menjadi penyebab kanker serviks. Vaksin ini bekerja
dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh
dan menangkap virus sebelum memasuki selsel serviks. Vaksin ini juga melindungi dari
ancaman HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan
kutil kelamin.Yang perlu ditekankan adalah,
vaksinasi ini baru efektif apabila diberikan pada
perempuan yang berusia 9 sampai 26 tahun
yang belum aktif secara seksual. Vaksin
diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu
tertentu

Pengobatan :
Pengobatan pada lesi prekanker bisa berupa kriosurgeri
(pembekuan), kauterisasi (pembakaran, juga disebut diatermi),
pembedahan laser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal
tanpa melukai jaringan yang sehat di sekitarnya dan LEEP (loop
electrosurgical excision procedure) atau konisasi.
Operatif ( histerektomi subtotal / total )
Radioterapi
Kemoterapi

Mastitis
Peradangan jaringan payudara, akibat infeksi maupun

noninfeksi
Penyebab: Staphylococcus aureus, Streptococcus, E. coli
Faktor risiko
Metode menyusui salah
Pakaian ketat gesekan, iritasi pada puting
Trauma pada payudara atau puting (digigit bayi atau papanya
bayi)
Sumbatan pada puting
Berhenti menyusui tiba-tiba
Riwayat mastitis

Tanda/gejala: tanda peradangan di payudara tetapi tidak

teraba massa
Dapat berkembang menjadi abses mammae
Tata laksana: lanjutkan dan perbaiki metode menyusui,
antibiotik

Fibroadenoma mammae (FAM)


Massa kenyal, berbatas tegas, mobile, tanpa tanda
peradangan
Tumor Phyllodes
Berasal dari sel periduktal
80-85% jinak, sisanya ganas
Massa keras, berbatas tegas, mobile, kulit permukaan

tipis dan mengkilat, vena dapat terlihat, ukuran bisa


mencapai 30 cm

Ca mammae
Massa keras, permukaan tidak rata/bernodul, tidak
berbatas tegas, immobile, peau dorange, retraksi
puting, nipple discharge, ulserasi
Fibrokistik (fibrocystic breast changes)
Akibat hiperproliferasi jaringan ikat
Massa kenyal, permukaan rata, batas tegas, muncul

berkaitan dengan siklus menstruasi