Anda di halaman 1dari 16

SISTEMATIK DAN

BIODIVERSITAS

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

Sejarah klasifikasi
A.Klasifikasi tertua ---- hanya mengenali dan
memilah
sejak abad 4
B. Klasifikasi dengan Sistem Habitus
(perawakan) sehingga dikenal adanya
habitus pohon, semak, terna dst. . .
artifisial
C. Klasifikasi berdasarkan Sistem Alam
(abad 18 19)
D. Klasifikasi dengan sistem Filogenetik
(abad 19
Alexander Braun, A.W. Eichler, Adolph
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas
Engler dll.

Pengelompokan Artifisial: pengelompokan


untuk
keperluan tertentu
Misal: hewan nokturnal, akuatik,
pollinator
dll.
Pengelompokan
Natural : pengelompokan
berdasarkan
kesamaan ciri dan karakter yang sama
--taxonomic category
Misal: species, genera, famili dll
(menggunakan banyak karakter,
kisaran
ciri luas ---Retno Peni/Biodiversitas
11/30/16

SISTEMATIK: Cabang ilmu Biologi yang


bertanggungjawab
dalam hal pengenalan,
pembandingan,pengelompokan, dan pemberian
nama
orgaAktivitas utama dalam sistematik, adalah
nisme hidup, sebagai dasar
taksonomi: yaitu
ilmu klasifikasi
untuk me-(pengelompokan), identifikasi,
dan pemberi- ngenal biodiversitas.
an nama (nomenclatur).
4 fungsi utama ahli taksonomi:
a. pengenalan taksa
b. identifikasi
c. symbolisasi (pemberian
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas nama

Systematik modern:
Diawali dari klasifikasi filogenetik yang
mendasarkan pada pola hirarkhikal terhadap
nenek moyang (sesuai perjalan an evolusinya)
Analisis terhadap sistem filogenetik terdapat 2 metode:
a. Analisis cladistik : mendasarkan asumsi pada
kesamaan ciri (homologi) membentuk pola
hirarkhi dlm btk diagram bercabang (cladogram, dengan nodus menandakan homologi
b. Analisis phenetik: mendasarkan persamaan dan
perbedaan ciri sebagai informasi yg sepadan

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

PRINSIP DASAR KLASIFIKASI


Ordo/order
Famili/family

Genus
SpeciesSpecies
11/30/16

Genus
Species

Retno Peni/Biodiversitas

Species

Tiga asumsi dasar dalam analysis cladistic


1. Kesamaan ciri organisme membentuk pola hirarkhikal
2. Pola hirarkhi dapat ditunjukkan dengan diagram
beranting (cladogram)
3. Nodus adalah simbol cladogram untuk homologi

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

Tabel 2.1. Membuat hirarkhi filogenetik


Karakter
3
4

Taksa
0
1
2
5
6
7
Manusi
G
L
S
D
G
V
L
a
Buaya
M
E
L
S
D
Q
V
L
Ikan
A
V
L
Tuna
Ikan
Hiu Ikan Tuna Manusia
Hiu
- Buaya
- Ikan
- TunaT Manusia
V
N
Hiu
1, 2,3,4

2,3,4

2,3,4
7

11/30/16

PHENETICRetno Peni/Biodiversitas
CLADISTIC

Buaya

Dalam tabel ditampilkan 4 taksa yang


masing-masing dilihat karakter asam amino
(guanine, serine dll) yang ditemukan sangat
bervariasi pada 8 posisi homolog dalam
sekuen asam amino myoglobin A di ke
empat
taksa (manusia,
buaya, ikan
tuna
Jika perbedaan
dan persamaan
digunakan
dan
ikaninformasi
hiu).
sebagai
yang sama pentingnya,
maka digunakan analisis dengan diagram
percabangan phenetik (kiri). Artinya ikan
diterima sebagai bagian kelompok alami
Jika hanya persamaan spesifik yang
dipentingkan, maka digunakan analisis
cladogram (kanan). Artinya selain
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas
kesamaan moyang, juga bukti kalau ikan

Monophylletic groups: pengelompokan


berdasar bukti
adanya karakter spesifik
(kesamaan, cladistik),
dengan anggotanya berasal dari
satu
ancestorgroups: menggunakan karakter
Polyphylletic
yang ber(nenek moyang)
Misal : kelompok
mamalia
evolusi lebih
dari sekali, akan
membentuk
kelompok polyphylletic, kelompok
yang mempunyai
banyak
ancestor (asal).
Paraphylletic
groups
: kelompok
terbentuk
Misal
: menempatkan kelompok burung
dengan
dengan kura2
basis yang tidak spesifik/tidak unik
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas
karena alasan
sama2 mempunyai

HIRARKHI TAKSONOMIK
Botany (ICBN)
KINGDOM
DIVISION
CLASS

Zoology (ICZN)

--- phyta
PHYLUM
--- opsida CLASS

ORDER
--- ales
ORDER
--- dea
Suborder --- ineae
--- oidea
FAMILY
--- aceae
FAMILY
--- idae
Subfamily --- oideae
Subfamily --- inae
GENUS
GENUS
SPECIES
SPECIES
SUBSPECIES: Variety
SUBSPECIES
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas

Alasan munculnya nama ilmiah


a. Terlalu banyak istilah daerah untuk menunjuk satu
organisme yang sama
b. Beranekaragamnya pemberian nama untuk Sambucus:
Sambucus nigra
Sambucus fructus in umbello nigro
Sambucus caule ramoso floribus umbellatus
c. Banyak sinonima dan homonima nama daerah/lokal yang
diberikan untuk menyebut nama tumbuhan yang sama:
ketela pohon, tela kaspa/pohong, jendral, menyok dll
d. Sulit diterima oleh masyarakat internasional

International Code of Zoological Nomenclature (ICZN)


International Code of Botanical Nomenclature (ICBN)
International Code of Nomenclature for Bacteria (ICNB)
dikontrol oleh ICSB (Intl Committee for Systematic
11/30/16
Retno Peni/Biodiversitas
Bacteria

Nomenklatur dan aturan2nya


Tujuan utama untuk pemberian nama secara taksonomik
adalah pemberian nama ilmiah untuk semua kategori taksa
yang dikenal agar tidak menimbulkan kesalahan.

Mengapa perlu penamaan universal ?


Implikasi utamanya adalah:
a. konvensi biodiversitas
b. penentuan kepunahan, perlindungan (red list)
c. kontrol eksport
d. lisensi dan instrumen legalitas untuk pengelolaan SDA
11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

Nama lokal/vernakuler

Nama ilmiah

Tidak memenuhi aturan


manapun

Melalui kesepakatan
internasio-nal KITT

Diberikan dalam bahasa


lokal, sehari-hari mudah
dieja

Dalam bahasa yang


diperlaku-kan sbg bahasa
Latin sulit dieja

Hanya dimengerti oleh


pendu-duk setempat

Dipahami secara
internasional terutama
masyarakat ilmuwan

Kategori nama tdk jelas

Nama menunjuk kategori


taksa

Banyak sinonima dan


homonima

Satu takson dengan satu


nama

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

Azas penamaan dalam ICZN:


a. Azas ketersediaan nama, baik nama umum dan nama
ilmiah. Nama untuk suatu spesies harus:
1. memuat pernyataan alasan atas usulan nama
untuk spesies baru
2. menunjukkan bagaimana takson baru tersebut
berbeda dari takson lainnya, spesies terdekat
3. usulan nama ilmiah dalam bentuk binomial dengan
bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latyn
(untuk spesies baru harus diusulkan dengan nama
genus)
Semua pernyataan dilengkapi deskripsi dipublikasi
b. Azas prioritas
c. Nama author dan tahun dituliskan setelah nama

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas

Azas penamaan dalam ICBN:


Binomial system, sama dengan Zoology, kecuali:
a. Di botany ditemukan kategori subspecies
b. Tidak dikenal adanya tautonomy
c. Jika ada perubahan nama, nama author tetap ditulis
dalam inisial dalam kurung, dan diikuti author baru
Misal: Matriacaria inodora, Linn.
Tripleurospermum inodorum, (L.) Sch-Bip.
nama diperbaiki oleh Schultz-Bipontius

11/30/16

Retno Peni/Biodiversitas