Anda di halaman 1dari 14

Bekasi, 15 Mei 2016

DEMOKRA
SI

Oleh : Muhammad Heppy P.P.

( 41182911150094 )

Fakultas Agama Islam


Program Studi Pend. Agama Islam
Basic flow from development to release

Pendahuluan
Para pendiri bangsa berharap agar
terwujudnya pemerintahan yang
melindungi bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia,
memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut
serta melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Semua itu merupakan gagasan-gagasan
dasar yang melandasi kehidupan negara
yang demokratis.
Basic flow from development to release

Definisi Demokrasi
Secara etimologis, demokrasi merupakan
gabungan antara dua kata dari bahasa
Yunani, yaitu demos yang berarti
rakyat dan cratein atau cratos yang
berarti kekuasaan.
secara terminologis, demokrasi berarti
kedaulatan yang berada di tangan
rakyat, dengan kata lain, kedaulatan
rakyat mengandung pengertian bahwa
sistem kekuasaan tertinggi dalam sebuah
Negara itu di bawah kendali rakyat.

Ciri-ciri Pemerintah Demokratis


1) Kedaulatan rakyat
Dalam Negara demokrasi, pemilik kedaulatan adalah
rakyat bukan penguasa. Kekuasaan tertinggi ada pada
rakyat. Kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa berasal
dari rakyat.
2) Pemerintahan didasarkan pada persetujuan rakyat
Prinsip ini menghendaki adanya pengawasan rakyat
terhadap pemerintahan. Dalam hal ini, penguasa Negara
tidak bisa dan tidak boleh menjalankan kehidupan
Negara berdasarkan kemauannya sendiri.
3) Pemerintahan mayoritas dan perlindungan hak
minoritas
Prinsip ini menghendaki adanya keadilan dalam
keputusan yang sesuai dengan kehendak rakyat. Dalam
kenyataannya kehendak rakyat bisa berbeda-beda. Dalam
hal demikian, keputusan diambil sesuai kehendak
mayoritas rakyat tetapi tetap menghormati
hak-hak
Basic flow from development to release

Ciri-ciri Pemerintah Demokratis


4) Jaminan hak-hak asasi manusia
Jaminan hak asasi itu meliputi hak-hak dasar yaitu,
hak mengemukakan pendapat, berekspresi, dan pers
bebas, hak beragama, hak hidup, hak berserikat dan
berkumpul, Hak persamaan perlindungan hukum dan Hak
atas proses peradilan yang bebas.
5) Pemilu yang bebas dan adil
Prinsip ini menghendaki adanya pergantian pimpinan
pemerintahan secara damai dan teratur. Hal ini penting
untuk menjaga agar kedaulatan rakyat tidak di
selewengkan.
6) Persamaan di depan hukum
Prinsip ini menghendaki adanya persamaan politik.
Maksudnya, secara hukum setiap warga Negara mempunyai
kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam proses
pembuatan keputusan politik. Itu berarti tidak boleh
ada diskriminasi.

Basic flow from development to release

Kelompok Khawarij
Kata khawarij merupakan bentuk jamak dari kata kharij yang
artinya sesuatu yang keluar.
Sedangkan menurut istilah khawarij adalah kelompok atau
golongan yang keluar dari tidak loyal kepada pimpinan yang
sah, yaitu kepemimpinan Ali bin Abu Thalib r.a.
Kelompok khawarij menganggap bahwa setelah tragedi
perang saudara antara Ali bin Abu Tholib r.a. & Muawiyah
r.a. menilai, mayoritas sahabat Nabi SAW sudah keluar dari
Islam. Akibatnya hadits2 yang diriwayatkan oleh sahabat
sesudah kejadian itu ditolak kelompok khawarij.
Basic flow from development to release

Kelompok Syiah
Kata Syiah berarti para pengikut atau para pendukung.
Sedangkan menurut istilah Syiah adalah golongan yang
menganggap bahwa Ali bin Abu Thalib r.a. lebih utama
daripada khalifah sebelumnya (Abu Bakar, Umar, dan
Utsman) dan berpendapat bahwa Ahl-Bait lebih berhak
menjadi khalifah daripada yang lain.
Kelompok Syiah menganggap bahwa sepeninggalan Nabi
SAW., mayoritas para sahabat sudah murtad. Oleh karena
itu golongan Syiah menolak hadits-hadits yang diriwayatkan
oleh mayoritas oleh sahabat tersebut (Syiah hanya
menerima hadits-hadits dari Ahl-Bait saja).
Basic flow from development to release

Kelompok Mutazilah
Kata mutazilah artinya sesuatu yang mengasingkan
diri.
Sedangkan menurut istilah mutazilah merupakan
golongan yang mengasingkan diri dari mayoritas umat
Islam karena mereka berpendapat bahwa seorang
muslim yang fasiq tidak dapat disebut mukmin.
Pendapat tentang mutazilah ini muncul pada masa AlHasan Al-Bashri, dan dipelopori oleh Washil bin Ata
(131 H).
Basic flow from development to release

Kelompok Pembela Sunnah


Pada masa klasik, Imam As-Syafii telah memainkan
peran dalam menundukkan kelompok pengingkar
Sunnah. Beliau menjelaskan melalui pendebatannya
dengan orang yang menolak hadits dan akhirnya para
pengingkar sunnah tersebut tunduk dan menyatakan
menerima hadits yang akhirnya Imam As-SyafiI
kemudian diberi julukan sebagai Nashir As-Sunnah.
Ingkar as-sunnah di era klasik masih kebanyakan
merupakan pendapat perseorangan dan hal itu muncul
akibat dari ketidaktahuan mereka tentang fungsi dan
kedudukan sunnah dalam Islam.
Basic flow from development to release

Ingkar As-Sunnah Masa Kini


Pemikiran ingkar as-sunnah di masa kini muncul di
era abad ke-14 H di Khairo Mesir yang bersifat
kelompok yang terorganisasi dan para tokohnya
banyak yang mengklaim dirinya sebagai mujtahid
yang mana mereka masih menyebarkan pikiranpikirannya secara diam-diam meskipun penguasa
setempat telah mengeluarkan larangan resmi
terhadap aliran itu.

Basic flow from development to release

Argumentasi Ingkar As-Sunnah


a) Agama Bersifat Konkret dan Pasti
Agama harus berlandaskan suatu hal yang pasti,
apabila mengambil dan memakai sunnah berarti
landasan agama itu tidak pasti. (QS. Al-Baqarah 1-2)
b) Al-Quran Sudah Lengkap
Jika kita berpendapat Al-Quran masih memerlukan
penjelas, berarti secara tegas mendustakan Al-Quran.
Oleh karena itu, dalam syariat Allah tidak mungkin
diambil pegangan lain. (QS. Al-Anam 38)
Basic flow from development to release

c) Al-Quran Tidak Memerlukan Penjelas


Al-Quran tidak memerlukan penjelasan, justru
sebaliknya Al-Quran merupakan penjelasan terhadap
segala hal. (QS. An-Nahl 89, QS. Al-Anam 114)
Hujjah di atas dipakai oleh para pengingkar sunnah,
baik dulu maupun kini. Mereka menganggap bahwa AlQuran sudah cukup karena memberikan penjelasan
terhadap segala masalah.

Basic flow from development to release

Bantahan Terhadap Ingkar As-Sunnah

a) Bantahan terhadap Argumen Pertama


Al-Quran sendiri meskipun kenenarannya sudah
diyakini sebagai Kalamullah, tidak semua ayat memberi
petunjuk yang pasti. (QS. Yunus 36)
b) Bantahan terhadap Argumen Kedua
Dalam surat Al-Anam ayat 38 telah disebutkan bahwa,
Dan tidaklah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab
(Al-Quran) ini. (QS. Al-Anam 38)
dan hal ini disanggah dengan Quran Surat Al-Hasyr
ayat 7.
Basic flow from development to release

c) Bantahan terhadap Argumentasi Ketiga


Apabila Allah sendiri yang menurunkan Al-Qruan itu
sudah membebankan kepada Nabi-Nya agar ia
menerangkan isi Al-Quran.

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu


menerangkan kepada umat manusia apa yang telah
diturunkan kepada mereka dan supaya mereka
memikirkannya. (QS. An-Nahl 44)
Basic flow from development to release