Anda di halaman 1dari 32

Sterilisasi dan Tehnik

Aseptis
Muhammad Iqbal 260110142002
Mandeep Kaur Dhillon 260110142004
Nur Fazliana Binti Adnan 260110142011
Tan Mei Lee 260110142014
Jackie Kang Sing Lung 260110142017

Sterilisasi dan Tehnik Aseptis


Dekontaminasi adalah proses menghilangkan atau
membunuh mikroorganisme sehingga objek
aman untuk ditangani
Metode dekontaminasi, yaitu:
1. Sterilisasi : proses penghancuran secara
lengkap semua mikroba hidup dan sporasporanya.
2. Desinfeksi : metode untuk memusnahkan
atau menghancurkan mikroorganisme patogen.
3. Sanitasi : metode untuk mengurangi tingkat
organisme yang hidup.

Sterilisasi
kegiatan membebaskan suatu bahan
atau benda dari semua bentuk
kehidupan

proses membunuh semua mikroorganisme


termasuk spora bakteri pada benda yang telah
didekontaminasi dengan tepat. Tujuan sterilisasi
yaitu untuk memusnahkan semua bentuk
kehidupan mikroorganisme patogen termasuk
spora, yang mungkin telah ada pada peralatan
kedokteran dan perawatan yang dipakai. Hal
yang perlu dipertimbangkan dalam memilih
metode sterilisasi yaitu sifat bahan yang akan
disterilkan
3

Macam-macam sterilisasi:

Sterilisasi secara mekanik


(filtrasi): 0.22-0.45 mikron (bahan
peka panas:antibiotik)

Sterilisasi secara fisik: pemanasan


(pemijaran), panas kering, uap air
panas,uap air panas
bertekanan/autoklaf) & penyinaran
(UV)

Sterilisasi secara kimiawi (alkohol)

sterilisasi dengan cara mekanik


Keuntungan
Bahan yang tidak tahan pemanasan dapat disterilkan dengan cara ini.
Dapat digunakan untuk mensterilkan larutan dalam jumlah kecil karena
dapat digunakan filterdengan kapasitas kecil.
Proses sterilisasi relatif cepat.
Semua mikroba hidup maupun mati dapat dihilangkan dari larutan.
Kerugian
Relatif mahal, terutama jika peralatan filtrasi tidak dapat dipakai ulang.
Ada beberapa penyaring yang sukar dicuci, misalnya penyaring porcelein.
Penyaringan bakteri yang terbuat dari asbestos, misalnya seitz EK dapat
memberikan reaksi alkalis pada filtrat, karena membebaskan bagian serta
filternya.
Adanya adsorpsi daripenyaring merugikan terutama untuk bahan dalam
jumlah sedikit.

Ada 5 metode umum sterilisasi, yaitu :

1. Sterilisasi Uap (Panas Lembab):


prinsip gunakan uap dalam tekanan
(autoclaf)
suhu 121C tekanan 1 atm
waktu tgt jenis & vol : alat & air 1 jam,
media 20-40 menit
suhu 115.5C 30 mnit; 121.5C 20 mnt;
126.5C 15 menit
prinsip: denaturasi dan koagulasi protein

2. Sterilisasi Panas Kering:


kurang efektif, gunakan oven dan lemari
pengering (Hot Air Sterilizer)
suhu lbh tinggi waktu lbh lama (160-170C, 1-2
jam)
efektif utk dterilisasi alat-alat gelas dan bedah

3. Sterilisasi dengan Penyaringan (Filtrasi)

utk larutan yg termolabil (enzim, antibiotik)

prinsip : tdk membunuh mikrob tp mikrob


tertahan pori-pori filter, terpisah dr filtratnya
tp filtrat tdk bebas virus
4. Sterilisasi dengan Radiasi
utk bahan termolabil & residu etilen oksida tdk
diharapkan
prinsip: radiasi menembus dinding sel-DNA mikrob
ada 2 radiasi: gel elektromagnetik (sinar x, sinar
) dan arus partikel kecil (sinar dan sinar
)
sinar UV utk membunuh mikrob di laminar air flow

5. Sterilisasi Gas

pemaparan gas atau uap utk membunuh


mikrob & spora

reaktifitas gas thd bahan hrs dipertimbangkan


(rusaknya protein streptomisin oleh etilen
oksida)

gas yg digunakan; etilen oksida, formaldehid,


propilen oksida, klorin oksida

gas etilen oksida membentk ikatan alkilasi dg


SH, -OH, -COOH dan NH2

tergantung kelembaban, konsentrasi gas,


suhu & distribusi gas dlm chamber pensterilan

Sterilisasi secara
kimia
1. Desinfeksi
Desinfeksi adalah menghancurkan atau membunuh
kebanyakan organisme patogen pada benda atau
instrumen dengan menggunakan campuran zat kimia cair
yang bersifat nonselektif
.
2. Menggunakan Bahan Kimia
Dalam pensterilan digunakan bahan kimia seperti alcohol
96%, fenol 5 % , selain itu juga Aceton tab formalin,
sulfur dioxida dan chlorin.
Kekurangan:
tidak selalu mematikan seluruh mikroba, terutama
mikroba dalam bentuk spora tidak terbasmi keseluruhan
hanya diperuntukkan sterilisasi ruangan atau jenis

AUTOKLA
F
Prinsip kerja
autoklaf

Bahan yg tdk disterilkan dgn autoklaf: bahan tdk


tahan panas (serum, vit, antibiotik, enzim), pelarut
organik (fenol), buffer dgn kandungan detergen
(SDS).

Utk cegah prespitasi, browning media, rusaknya


substrat : glukosa terpisah dgn pepton or senyawa
fosfat, pepton terpisah senyawa fosfat, garam
mineral terpisah Agar.

Sterilisasi terlalu lama: degradasi gula, vitamin, as

Oven
Oven merupakan alat yang digunakan untuk sterilisasi
dengan menggunakan udara kering.
Dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti
Erlenmeyer, Petridisk (cawan petri), tabung reaksi dan
gelas lainnya. Bahan-bahan seperti kapas, kain dan
kertas juga dapat disterilkan dalam oven tetapi dalam
temperatur tertentu
umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi
cara kering adalah sekitar 140-170C selama 2 jam.
tidak dapat digunakan untuk alat-alat gelas yang
membutuhkan keakuratan (contoh : alat ukur) dan
penutup karet atau plastik.
Prinsip:Perubahan energi listrik menjadi energi panas

FILTRASI
Sterilisasi filtrasi dilakukan
dgn: non dispossabel
filtration (dgn pompa
vacuum, 20-1000ml),
dispossable filter cup
(dgn pompa vacuum,
15-1000ml),
dispossable filtration
(dgn pompa vacuum
15-1000ml), syringe
filter (ditekan dgn
jarum suntik, 1-20ml),
spin filter (dgn gaya
sentrifugsi, < 1ml)

Biological Safety Cabinet


BSC/LAF: kabinet kerja yg
steril utk kerja
mikrobiologi

memiliki pengatur
aliran udara yg
menciptakan aliran
udara kotor (ada
kontaminan) utk
disaring & diresirkulasi
melalui filter

menghambat udara
luar masuk & udara
dalam keluar utk cegah

TEHNIK ASEPTIK
usaha utk mengupayakan tidak
terdapat kontaminasi organisme lain

meminimalisir material yang


digunakan terhadap agen
pengontaminan

suatu sistem cara bekerja yang


menjaga sterilitas ketika menangani
pengkulturan mikroba untuk mencegah
kontaminasi terhadap kultur mikroba
yang diinginkan

Kapan harus aseptis??

SYARAT TEKNIK ASEPTIK


Ada fasilitas aseptik
SOP
Kemampuan skill
Peralatan dan bahan steril
Disiplin

16

Cuci tangan dengan sabun antiseptik


Steril permukaan laminar (alkohol 70%)
Steril alat dan bahan
Nyalakan laminar (blower & uv) min 15
menit
Gunakan masker
Steril tangan (alkohol 70%) secukupnya
Nyalakan pembakar Bunsen (spiritus)
Lakukan pekerjaan secara aseptik
Matikan lampu Bunsen dg penutup (bukan
ditiup)
Bereskan peralatan, bahan & sampah ke
tempatnya
Seka kembali laminar dgn alkohol 70%,
matikan.
Cuci & keringkan kembali tangan seperti di

Cara Cuci Tangan

18

Aturan umum tehnik aseptik

Meja kerja jauh dr sesuatu yg timbulkan aliran


udara
Meja kerja bersih dari kotoran & benda yg tidak
digunakan
Usap meja kerja dengan antiseptik (biasanya
alkohol)
Peralatan yg digunakan steril
Membakar mulut atau bagian tepi dari suatu alat
Atur peralatan utk minimalisasi pergerakan
tangan
Siap dengan segala peralatan & bahan yg
dibutuhkan
Pakai sarung tangan lateks & ganti berkala jika
biakan atau bahan kimia berbahaya
Cuci tangan sebelum dan sesudah kerja

Saran-saran tehnik aseptis:


Minimalisasi gerak : pergerakan tangan
dapat menciptakan aliran udara.
- Minimalisasi jarak: jarak antar peralatan
diatur seefektif dan seefisien mungkin.
- Minimalisasi keterpaparan : semakin
sering menggerakkan sesuatu (mis:
cawan berisi media) melewati udara maka
semakin besar partikel udara untuk
masuk.
-

20

Tehnik Transfer Aseptis


Metode memindahkan kultur biakan dari satu
media ke media lain secara aseptis
Aseptis sebelum pelaksanaan: aseptis
ruangan, alat & pelaksana
Aseptis ketika pelaksanaan: tidak berbicara,
bekerja dekat bunsen dalam laminar air flow,
bekerja cepat dll
Aseptis setelah pelaksanaan: aseptis ruang
kerja dll

Aseptis Sebelum Pelaksanaan :

Singkirkan semua barang yg tidak


diperlukan dari meja & ruang kerja
Kenakan pakaian atau jas laboratorium
yang bersih & higienis sebelum masuk
laboratorium
Dianjurkan untuk mengenakan masker
yang bersih dan higienis
Kenakan penutup rambut yang bersih
dan higienis
Jangan sekali-kali meletakkan tabung
dan peralatan laboratorium lainnya di
luar laboratorium
22

Aseptis Ketika Pelaksanaan Kultur :

Jangan berbicara
Bekerja di dekat api (pembakar bunsen)
dalam LAF
Buka tabung atau cawan di atas api &
jauhkan dari hidung & mulut anda
Usahakan jangan meletakkan tutup
(kapas penutup) tabung reaksi di atas
lantai/alas meja atau laminar
Miringkan tutup cawan petri yang akan
dibuka sebagai penghalang antara kultur
dengan mulut dan hidung anda
Jangan buka tutup cawan petri terlalu
lebar & lama
Bekerja dengan cepat

Aseptis Setelah Pelaksanaan :

Segera tutup semua tabung atau


cawan yang masih terbuka
Singkirkan segera semua peralatan
atau bahan sisa yang sudah tidak
digunakan lagi
Bersihkan dan keringkan segera
tumpahan-tumpahan media yang ada
Sanitasi dan desinfeksi ulang ruang
kerja (laboratorium anda)
Lepas pakaian kerja dan jas
laboratorium anda sebelum
meninggalkan ruang kerja anda

Tehnik aseptis digunakan

Bekerja dengan mikrob hidup pada media


pertumbuhannya

Mentransfer biakan antar media

Menghitung jumlah bakteri dengan


filtrasi
Tehnik dalam transfer aseptis:
a.
Inoculating: inokulasi dgn jarum ose
b.
Pipetting: tranfer dg pipet
c.
Acohol flamming: transfer dg pinset
dibakar alkohol

26

Inoculating: inokulasi dgn jarum ose

bakar jarum ose dari pangkal ke ujung


hingga berpijar, biarkan beberapa detik
hingga pijar menghilang
segera ambil tabung reaksi yg berisi kultur,
buka penutup dg jari tengah, manis dan
kelingking
bakar bibir tabung (memutar) sehingga
semua bagian terkena api
segera masukkan jarum ose dalam tabung &
segera keluarkan, jangan menyentuh tabung
& lakukan dekat api Bunsen
bakar kembali bibir tabung reaksi dan segera
tutup
ambil tabung reaksi yg akan diinokulasi
dengan cara sama, inokulasikan kultur dari

27

29

30

Daftar pustaka

Adam Syamsunir, 1992, Dasar-dasar Mikrobiologi dan Parasitologi


untuk Perawatan, Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Curtis, Helena, Bornes, 1999, Biology 5thedition, Worth Publicher
Inc, New York.
Hadioetomo, R., 1993, Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium
Mikrobiologi, Gramedia, Jakarta.
Jati Wijaya, 2007, Biologi Interaktif, Ganesa Exact, Jakarta.
Machmud, M., 2008, Teknik Penyimpanan dan Pemeliharaan
Mikroba., BPBTP, Bogor.
Orang, Paul, Hummer, 2001, Biology Living System, Glencoe
Division Mc Milan Company, Waterville.
Pelczar, Chan, 2007, Elements of Microbiology, Mc Graw Hill Book
Company, New York.

31