Anda di halaman 1dari 11

Kelompok Land

Consolidation

Sendy Rachmantika 24-2012-007


Edo Shal Ramadhan 24-2012-055
Cindy Ayu A.C
24-2012-047
Maulida Liana P
24-2012-049
Afina M.W
24-2012-061

Pengertian Land
Consolidation
Konsolidasi lahan merupakan suatu kegiatan terpadu
menata (kembali) suatu wilayah yang tidak teratur menjadi
teratur, lengkap dengan prasarana dan kemudahan yang
diperlukan, agar tercapai penggunaan tanah / lahan secara
optimal yang pada prinsipnya dilaksanakan atas swadaya
masyarakat sendiri.

Prinsip Sistem Pengembangan


Lahan
Prinsip secara konseptual
konsolidasi lahan
adalah:
1. Menggabungkan secara
sistematis lahan yang berpencarpencar dan tidak teratur
disesuaikan dengan tata ruang.
2. Mendistribusikan lahan yang telah
ada dikonsolidasikan kepada pemilik
lahan secara proporsional.
3. Mengatur bentuk dan letak persil
pemilikan.
4. Meningkatkan nilai ekonomis
melalui pengadaan prasarana dan
sarana lingkungan yang memadai di
atas lahan

Prinsip dasar konsolidasi lahan


adalah:
1. Kegiatan konsolidasi lahan
membiayai dirinya sendiri.
2. Adanya land polling yang juga
merupakan ciri khas konsolidasi
lahan.
3. Hak atas tanah sebelum dan
sesudah konsolidasi tidak berubah
menjadi lebih tinggi atau lebih
rendah.
4. Melibatkan peran serta secara
aktif para pemilik tanah.
5. Tanah yang diberikan kembali
pada pemilik mempunyai nilai yang

Mekanisme Land Consolidation


Pada point 3 SE KBPN No. 410-4245/1991 dinyatakan bahwa mekanisme konsolidasi tanah
meliputi kegiatan sebagai berikut:

Konsolidasi
tanah
pedesaan

Konsolidasi
tanah
perkotaan

Pengajuan daftar usulan


rencana kegiatan konsolidasi
tanah.
Pemetaan dan pengukuran
keliling.

Konstruksi/pembentukan
badab
jalan

dll.

Seleksi calon penerima hak.

Pemetaan dan pengukuran


kapling.

Konstruksi/pembentukan
prasarana umum dll.

Keuntungan Land Consolidation

Unsur-Unsur
Konsolidasi
Tanah

Penataan.
Pengadaan Tanah.
Peningkatan
kualitas
lingkungan / SDA.
Partisipasi aktif
Masyarakat.

a. Mempercepat pemerataan
pembangunan
b. Rakyat tidak tergusur, ikut menikmati
hasil pembangunan
c. Penyediaan tanah untuk pembangunan
melalui upaya bersama
d. Mengurangi pengeluaran anggaran
untuk pembebasan tanah
e. Meningkatkan daya guna tanah karena
bentuk bidang menjadi teratur dan
tersedianya jalan
f. Meningkatkan kualitas lingkungan dan
nilai tanah
g. Adanya kepastian hukum atas
kepemilikan tanah bagi peserta
konsolidasi tanah
h. Mendukung Rencana Tata Ruang
Wilayah Subjek dan Objek Konsolidasi
Tanah.

Studi Kasus

Konsolidasi Tanah di Gedebage

Penetapan kawasan Gedebage sebagai pusat primer merupakan


upaya pemerintah Kota Bandung dalam rangka pemerataan
pembangunan. Sehubungan dengan pembangunan SOR, konsolidasi
tanah merupakan proses pengadaan tanah dimana penglibatan
masyarakat dalam pembangunan berperan besar.

Konsolidasi tanah merupakan program yang mendesak untuk


dilakukan di Gedebage. Terlebih, dengan pembangunan Sarana Olah
Raga yang terletak di Kelurahan Rancanumpang dan Kelurahan

Studi Kasus

Konsolidasi Tanah di Gedebage


Masalah lingkungan merupakan kendala yang paling menghambat dalam
pengembangan kawasan Gedebage. Masalah lingkungan tersebut adalah
masalah banjir, prasarana jalan yang rusak, kebisingan, peningkatan
pencemaran udara (Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, 2009).

Berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tahun 2003, banjir disebabkan oleh
beberapa hal berikut :
- Bentuk tanah yang landai;
- Wilayah Gedebage merupakan pertemuan beberapa aliran sungai;
- Terjadinya perubahan tata guna tanah, yaitu area persawahan menjadi area
pemukiman, bahkan

Analisis
Telah diketahui bahwa kondisi fisik wilayah kawasan
Gedebage dalam masalah konsolidasi lahan adalah
kawasan tersebut memiliki struktur tanah
yang landai, merupakan pertemuan beberapa
aliran sungai dan terjadinya perubahan tata
guna tanah, yaitu area persawahan menjadi area
pemukiman, bahkan menjadi perkantoran dan
aktivitas penunjang lainnya yang mengakibatkan
semakin rendahnya daya serap tanah
terhadap air. Dengan demikian, diperlukan
penataan ulang kembali (konsolidasi lahan)terhadap
lahan di kawasan Gedebage.
Untuk
melakukan
Konsolidasi
lahan di
Gedebage,
dibutuhkan

perhatian pemerintah
perananan masyarakat dan pihak
terkait dalam kegiatan konsolidasi
lahan di Gedebage

Kesimpulan
Konsolidasi lahan tidak dapat
terealisasikan yang disebabkan
oleh beberapa hal:
a. Peraturan hukum mengenai konsolidasi lahan belum mampu
mengakomodir pelaksanaan konsolidasi lahan karena
Konsolidasi Lahan hanya diatur dalam Peraturan Menteri Negara
Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 4 Tahun 1991
jo Surat Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan
Nasional Nomor 410-4245 Tahun 1991 bukan dengan regulasi
yang berbentuk Undang-undang. Sehingga kekuatan mengikat
untuk melaksanakan konsolidasi lahan sangat lemah dan tidak
mempunyai sifat memaksa.
b. Kurangnya partisipasi masyarakat (pemilik tanah) dan
pemerintah daerah. Partisipasi aktif masyarakat merupakan
prasyarat penting dalam Pelaksanaan konsolidasi karena tanpa
peran serta masyarakat dan pemerintah, tujuan dari
kebijaksanaan pembangunan dibidang pertanahan dalam
pelaksanaan Konsolidasi Tanah tidak mungkin dapat terealisasi.

Kesimpulan
Konsolidasi lahan tidak dapat
terealisasikan yang disebabkan
oleh beberapa hal:
c. Tanah kawasan gedebage sebagian besar tanah guntai
(absentee).
d. pemukiman kawasan gedebage berbentuk perumahan
yang dikembangkan pemborong sehingga telah teratur
dan memiliki hak milik kuat.