Anda di halaman 1dari 19

Karsinoma Nasofaring

Herkuliana Puspita Sari


112012340

Karsinoma Nasofaring
tumor ganas yang tumbuh di daerah
nasofaring dengan predileksi di fosa
Rossenmuller dan atap nasofaring

Adenoid atau tonsila lushka


Fossa nasofaring atau forniks
nasofaring
Torus tubarius
Fossa rossenmulleri

Epidemiologi
Insidens karsinoma nasofaring tertinggi di
dunia di jumpai pada penduduk daratan
china bagian selatan, yaitu dengan 2500
kasus baru pertahun
usia terbanyak antara 45-54 tahun.
Laki-laki lebih banyak dari wanita dengan
perbandingan antara 2-3 : 1.
Di Indonesia Jumlahnya mencapai 60 %
dari jumlah keseluruhan tumor ganas
daerah kepala dan leher.

Etiologi
1.
2.
3.
4.

Kerentanan genetik
Infeksi virus epstein-barr
Jenis kelamin
Faktor lingkungan

Histologi

Epitel
Epitel
Epitel
Epitel

selapis thorax bersilia


thorax berlapis
thorax berlapis bersilia
thorax berlapis semu bersilia

Histopatologi
Karsinoma sel skuamosa
berkeratinisasi ( Keratinizing
squamous cell carcinoma)
Karsinoma non-keratinisasi ( nonkeratinizing carcinoma).

Patofisiologi

Gejala klinis
Gejala dini
Gejala telinga :
1. Kataralis atau sumbatan tuba eutachius
2. Radang telinga sampai pecahnya
gendang telinga

Gejala hidung :
1. Mimisan
2. Sumbatan hidung
. Gejala lanjutan
1. Pembesaran kelenjar limfe leher
2. Gejala akibat perluasan : tulang tengkorak,
saraf III, IV, V, VI, (foramen naserum) .
IX,X,XI,XII ( Foramen jugulare
3. Gejala akibat metastasis : jaringan limfe dan
darah

Stadium kanker

Penegakan diagnosis

Anamnesis dan pemeriksaan fisik


Pemeriksaan Nasofaring
Biopsi nasofaring
Patologi anatomi
Radiologi ( Foto polos, ct scan )
Neural-oftalmologi
Serologi

Penatalaksanaan

Radioterapi
Kemoterapi
Operasi
imunoterapi
Obat anti Virus

Prognosis

Stadium yang lebih lanjut


Adanya metastatis yang jauh
Usia lebih dari 40 tahun
Laki laki dari pada perempuan
Ras cina
Adanya pembesaran kelenjar leher
Adanya kelumpuhan saraf otak
Adanya kerusakan tulang tengkorak

Komplikasi
Toksisitas
dari
radioterapi
:
xerostomia, hipotiroidisme, fibrosis
dari leher, trismus, kelainan gigi,
hipoplasia struktur otot dan tulang,
retardasi pertumbuhan, kehilangan
pendengaran,
osteonekrosis
dari
mandibula.
cisplatin menyebabkan toksisitas
pada ginjal
bleomycin beresiko untuk menderita

Pencegahan
Pemberian vaksinasi dengan vaksin spesifik
membran glikoprotein virus epstein- barr
Memindahkan penduduk dari daerah beresiko
tinggi ke tempat lainnya
Mengubah cara masak yang salah untuk
mencegah akibat yang timbul dari bahan-bahan
yang berbahaya
Penyuluhan tentang lingkungan hidup yang
sehat
Melakukan tes serologi IgS anti VCA dan IgA anti
EA

kesimpulan
Karsinoma nasofaring merupakan tumor
ganas yang mematikan dan menempati
urutan ke 10 dari seluruh tumor ganas di
tubuh.
Banyak
faktor
yang
diduga
berhubungan dengan karsinoma nasofaring
diantaranya : adanya infeksi EBV, faktor
lingkungan
dan
genetik.
Diperlukan
diagnosis dan pemeriksaan yang tepat agar
dapat di tangani pada stadium dini.