Anda di halaman 1dari 35

PRESENTASI KASUS

DIABETES MELLITUS TIPE II DENGAN


ULKUS DIABETES DAN ANEMIA
PENYAKIT KRONIK
Neni Setiyowati
20110310011

LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. PO

Jenis Kelamin
Usia

: Perempuan

: 44 tahun

Alamat

: Kralas RT 05 Canden Jetis Bantul

Agama

: Islam

Tanggal masuk

: 15 Maret 2016

Tanggal Keluar

: 24 Maret 2016

ANAMNESIS
Keluhan Utama
Nyeri pada kaki kanan di bagian ulkus diabetik

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang sadar dengan keluhan kaki kanan di bagian ulkus diabetik terasa
nyeri dan panas. Pasien mengeluh sedikit pusing dan pandangan kabur. Pasien
juga mengeluh mual dan muntah 1x tadi pagi berisi cairan. Pasien mengatakan
belum BAB sejak 3 hari yang lalu. BAK tidak ada keluhan. Nafsu makan
berkurang.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat sakit DM (+)
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat Penyakit jantung disangkal
Riwayat asma : disangkal
Riwayat ginjal : disangkal
Riwayat penyakit saluran cerna : disangkal
Riwayat maag : disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit dengan keluhan polidipsi,
polifagi, poliuri serta luka yang tidak sembuh-sembuh.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum : Sedang, CM
Vital Sign
Kesadaran

: CM Sedang

Tek. Darah

: 140/90 mmHg

Nadi

: 92x/menit

Pernafasan : 21x/menit
Suhu

: 36,7oC

Status Generalis
KEPALA
Bentuk Kepala = Mesochepal, simetris
Wajah
= Oedem (-)
Mata
= Pupil isokor, CA (+/+) SI (-/-)
Hidung
= Discharge (-/-),
Telinga
= Deformitas (-/-)
Mulut = Bibir sianosis (-), bibir pucat (-), bibir kering (-)
LEHER
Pembesaran kelenjar thyroid dan limfonodi (-),
JVP meningkat (-)
THORAKS
Pulmo
- Inspeksi = Dada simetris, deformitas (-/-) retraksi intercostal (-/-)
- Palpasi
= Nyeri tekan (-/-), ketinggalan gerak (-/-)
- Perkusi
= Sonor pada kedua lapang pandang paru
- Auskultasi = Suara dasar Vesikuler (+/+)
Suara tambahan : wheezing (-/-), RBB (-/-)
Cor
S1 S2 regular, BJ (-)

ABDOMEN
Inspeksi

: Datar, simetris, tak tampak benjolan, sikatrik -

Auskultasi

: BU (+) Normal

Perkusi

: Timpani (+) di seluruh lapang pandang abdomen

Palpasi

: Nyeri tekan (-), Hepar & Lien tdk teraba

EKSTERMITAS
Oedem pitting (-)
Akral hangat,
Ulkus pedis dextra (+),
capillary refill < 2

PEMERIKSAAN PENUNJANG
(15 Maret 2016, 15:19)
Hb
: 7.7
[12.0-16.0] g/dl
AL
: 17.09
[4.00-10.00] 10^3/ul
AE
: 3.10
[4.00-5.00] 10^6/ul
AT
: 499
[150-450] 10^3/ul
HMT
: 23.5
[36.0-46.0] vol%

Eosinofil
Basofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit

:1
:1
: 15
: 60
: 20
:3

[2-4] %
[0-1] %
[2-5] %
[51 - 67] %
[20 - 35] %
[4 - 8] %

SGOT
SGPT
Protein total
Albumin
Globulin

:9
:5
: 6.08
: 2.64
: 3.44

[<37] U/l
[<41] U/l
[6.20-8.40] g/dl
[3.50-5.50 g/dl
[2.80-3.20] g/dl

Ureum darah
: 27
Kreatin darah: 0.94
Asam urat : 2.64

[17-43] mg/dl
[0,9-1,3] mg/dl
[2.30-6.10] mg/dl

GDS

: 325

[<200] mg/dl

Natrium
Kalium
Klorida

: 138.4
: 4.32
: 108.2

[137.0145.0] mmol/l
[3.50-5.10] mmol/l
[98.0-107.0] mmol/l

RO THORAX
Cor dan Pulmo normal
RO PEDIS AP-OBLIQ DEXTRA
Tampak soft tissue swelling dengan destruksi dan lesi lytik di metatarsal phalanx
proximal dan distal digiti I pedis dextra
Kesan : osteomyelitis digiti I pedis dextra

16 Maret 2016
GDS
: 287 JAM 6.48 [80-200] mg/dl
GDS
: 231 JAM 17.00 [80-200] mg/dl
Golongan darah : B
Retikulosit : 2.70
[0.50-1.50] %
HEMOSTASIS
PPT
: 14.9
[12.0-16.0] detik
APTT
: 28.9
[28.0-38.0] detik
Control PPT : 13.9
[11.0-16.0] detik
Control APTT
: 30.7
[28.0-36.5] detik
D-Dimer
: 100
[<300] ng/ml
MORFOLOGI DARAH TEPI
Kesan :
Morfologi darah tepi menunjukkan anemia mikrositik

hipokromik disertai

peningkatan respon eritropoetik, lekositosis, netrofilia absolut, reaktivitas


netrofil, dan monosit
Kesimpulan

Anemia campuran (Anemia Defisiensi Besi dan penyakit kronik) disertai proses infeksi
bacterial (Adakah perdarahan?)

HASIL UJI SENSITIVITAS PUS


Hasil Pembiakan :
Eschericia coli
Proteus Mirabilis
17 Maret 2016
GDS
: 295 JAM 6.42 [80-200] mg/dl
GDS
: 566 JAM 18.43 [80-200] mg/dl
18 Maret 2016
GDS
: 557

[80-200] mg/dl

(19 Maret 2016)


Hb
: 10.5
AL
: 13.65
AE
: 3.96
AT
: 574
HMT
: 29.4

[12.0-16.0] g/dl
[4.00-10.00] 10^3/ul
[4.00-5.00] 10^6/ul
[150-450] 10^3/ul
[36.0-46.0] vol%

Eosinofil
Basofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit

:1
:1
:1
: 70
: 24
:3

GDS
GDS
GDS

: 390
[<200] mg/dl
: 234
[<200] mg/dl
: HI JAM 21.00

20 Maret 2016
GDS
: 173

[2-4] %
[0-1] %
[2-5] %
[51 - 67] %
[20 - 35] %
[4 - 8] %

[80-200] mg/dl

(22 Maret 2016)


Hb
: 9.3
[12.0-16.0] g/dl
AL
: 14.30
[4.00-10.00] 10^3/ul
AE
: 3.70
[4.00-5.00] 10^6/ul
AT
: 439
[150-450] 10^3/ul
HMT
: 28.7
[36.0-46.0] vol%

Eosinofil
Basofil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit

:2
:1
:0
: 75
: 17
:5

[2-4] %
[0-1] %
[2-5] %
[51 - 67] %
[20 - 35] %
[4 - 8] %

Asam urat

: 3.17

[2.30-6.10 mg/dl]

GDS
GDS

: 337
: 270

[<200] mg/dl
[<200] mg/dl

23 Maret 2016
GDS
: 236

[80-200] mg/dl

Diagnosis
Diabetes mellitus tipe II Non Obese
Ulkus pedis dextra
GERD
Anemia penyakit kronik

Tatalaksana
Infus RL 15 tpm
Inj metoclopramide 3x1
Inj ceftriaxone 2x1 gr
Inj amikacin 2x500 mg
Novomix 15.0.12
Inj pantoprazole 2x1
Ulsafat syr 3x1 cth
Diit DM 1500 kkal
Transfusi PRC 2 kolf
Rawat luka

FOLLOW UP
15 Maret 2016
Pasien datang sadar dengan keluhan kaki kanan di bagian ulkus diabetik
terasa nyeri dan panas. Pasien mengeluh sedikit pusing dan pandangan
kabur. Pasien juga mengeluh mual dan muntah 1x tadi pagi berisi cairan.
Pasien mengatakan belum BAB sejak 3 hari yang lalu. BAK tidak ada
keluhan. Nafsu makan berkurang.
Riwayat DM (+).
KU : sedang, CM
TD : 140/90 mmHg
Nadi : 92 kali/menit
Respirasi : 21 kali/menit
Suhu : 36,70C
GDS :325 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Inj metoclopramide 3x1
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Inj amikacin 2x500 mg
-Novomix 15.0.12

Inj pantoprazole 2x1gr


Ulsafat syr 3x1 cth
Diit DM 1500 kkal
Transfusi PRC 2 kolf
Rawat luka

16 Maret 2016
Pasien mengeluh kaki kanan di bagian ulkus terasa nyeri, tapi sudah tidak panas.
Mual sudah tidak dirasakan, tidak muntah. Belum BAB sejak 3 hari yang lalu. Nafsu
makan baik
KU : Sedang, cm
TD : 160/90 mmHg
Nadi :81 kali/menit
Respirasi : 19 kali/menit
Suhu : 36.6 0C
GDS jam 6.48: 287 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Amlodipin 1x5 mg
-Inj metoclopramide 3x1
-Captopril 3x12,5 mg
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Plan cek D-dimer, APTT, PTT
-Inj amikacin 2x500 mg
-Novomix 15.0.12
-Inj pantoprazole 2x1
-Ulsafat syr 3x1 cth
-Diit DM 1500 kkal
-Transfusi PRC 2 kolf
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari
-Kultur sensitivitas pus

17 Maret 2016
Pasien mengeluh sedikit nggliyer, Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau
panas pada ulkus kaki. Pandangan kabur.
KU : Sedang, CM
TD : 150/90 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
Suhu : 36,60C
GDS jam 6.42 = 295 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Amlodipin 1x5 mg
-Inj metoclopramide 3x1
-Captopril 3x12,5 mg
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Rawat luka
-Inj amikacin 2x500 mg
-Novomix 18.0.15
-Inj pantoprazole 2x1
-Ulsafat syr 3x1 cth
-Diit DM 1500 kkal
-Transfusi PRC 2 kolf
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari

18 Maret 2016
Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau panas pada ulkus kaki, pusing tidak
dirasakan, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Nafsu makan baik. Pandangan
kabur.
KU : Sedang, CM
TD : 140/90 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
Suhu : 36,7 0C
GDS jam 17.00 = 557 mg/dl
GDS jam 21.00 = high
-Infus RL 15 tpm
-Amlodipin 1x5 mg
-Inj metoclopramide 3x1
-Captopril 3x12,5 mg
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Rawat luka
-Inj amikacin 2x500 mg
-Cek GDS pagi, jika masih tinggi
-Novomix 20.0.18
dan tidak terdeteksi, berika insulin
-Inj pantoprazole 2x1
bolus 10 unit dan drip novorapid
-Ulsafat syr 3x1 cth
4 U/jam
-Diit DM 1500 kkal
-Transfusi PRC 2 kolf
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari

19 Maret 2016
Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau panas pada ulkus kaki, pusing tidak
dirasakan, BAB 1x sedikit, konsistensi agak keras dan BAK 4x tidak ada keluhan.
Nafsu makan baik. Pandangan kabur.
KU : Sedang, CM
TD : 160/90 mmHg
Nadi : 86 kali/menit
Respirasi : 18 kali/menit
Suhu : 36,5 0C
Amikacin : resisten
Ceftriaxon :sensitif
GDS pagi = 390 mg/dl
GDS siang = 234 mg/dl
GDS malam = HI
-Infus RL 15 tpm
-Diit DM 1500 kkal
-Inj metoclopramide 3x1
-Diet ekstra putih telur 5 butir/hari
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Amlodipin 1x5 mg
-gentamycin 2x80 mg
-Captopril 3x25 mg
-Novomix 24.0.20
-Rawat luka
-Inj pantoprazole 2x1
- Cek GDS pagi, jika tinggi & tdk
-Ulsafat syr 3x1 cth
terdeteksi, berikan insulin bolus 10 U &
drip novorapid 4U/jam

21 Maret 2016
Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau panas pada ulkus kaki, pusing tidak
dirasakan, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Nafsu makan baik. Pandangan
kabur.
KU : Sedang, CM
TD : 140/80 mmHg
Nadi : 84 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
Suhu : 36,7 0C
GDS = 235 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Rawat luka
-Inj metoclopramide 3x1
-Plan cek darah lengkap dan kadar
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
asam urat
-gentamycin 2x80 mg
-Novomix 24.0.20
-Inj pantoprazole 2x1
-Ulsafat syr 3x1 cth
-Diit DM 1500 kkal
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari
-Amlodipin 1x5 mg
-Captopril 3x 25 mg
-Metformin 3x500 mg

22 Maret 2016
Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau panas pada ulkus kaki, pusing tidak
dirasakan, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Nafsu makan baik. Pandangan
kabur.
KU : Sedang, CM
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 84 kali/menit
Respirasi : 18 kali/menit
Suhu : 36,9 0C
GDS = 337 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Metformin 3x500 mg
-Inj metoclopramide 3x1
-Rawat luka
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-Fosmycin 2x1 gr
-Novorapid 3x15 U, malam lanjut 0.0.10
-Inj pantoprazole 2x1
-Ulsafat syr 3x1 cth
-Diit DM 1500 kkal
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari
-Amlodipin 1x5 mg
-Captopril 3x 25 mg

23 Maret 2016
Pasien sudah tidak mengeluh nyeri atau panas pada ulkus kaki, pusing tidak
dirasakan, BAB dan BAK tidak ada keluhan. Nafsu makan baik.
KU : Sedang, CM
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 78 kali/menit
Respirasi : 18 kali/menit
Suhu : 36,9 0C
GDS = 236 mg/dl
-Infus RL 15 tpm
-Metformin 3x500 mg
-Inj metoclopramide 3x1
-Rawat luka
-Inj ceftriaxone 2x1 gr
-BLPL
-Fosmycin 2x1 gr
-Novorapid 3x15 U, malam lanjut 0.0.10
-Inj pantoprazole 2x1
-Ulsafat syr 3x1 cth
-Diit DM 1500 kkal
-Diet ekstra putih telur 5 butir sehari
-Amlodipin 1x5 mg
-Captopril 3x 25 mg

TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI

Diabetes mellitus adalah sebagai suatu kelompok penyakit metabolik


dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin, ataupun keduanya. Pada penderita diabetes,
pankreas tidak mampu menghasilkan insulin dalam jumlah adekuat atau
tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara optimal. Akibatnya,
glukosa tidak bisa digunakan oleh sel dan tertahan dalam darah.

PATOFISIOLOGI
resistensi insulin, glukoneogenesis berlebihan di hepar, dan gangguan
sekresi insulin.
Resistensi insulin terjadi akibat penurunan kerja insulin pada jaringan
lemak, otot, dan hati sehingga bekerja tidak efektif.
Pada keadaan ini, jumlah insulin yang dikeluarkan tetap namun reseptor
pada jaringan target berkurang sehingga ambilan glukosa di sel berkurang.
Akibatnya sel kekurangan glukosa dan jumlahnya meningkat pada plasma
maka meningkatkan glukoneogenesis di hati.
Pada stadium pre diabetes, resistensi insulin belum menunjukkan diabetes
secara klinis karena sel beta pankreas masih bisa mengkompensasi
dengan ditandai tes toleransi glukosa masih normal dan kadar gula masih
normal atau baru sedikit meningkat. Setelah resistensi insulin berlangsung
lama maka produksi glukosa hepar (HGP) akan meningkat dan terjadi
hambatan toleransi glukosa. Sehingga terlihat adanya peningkatan kadar
gula darah puasa dan 2 jam sesudah makan akan meningkat, serta tandatanda diabetes seperti glikosuria.

FAKTOR RISIKO
MODIFIABLE

NON MODIFIABLE

-overweight dan obesitas.


-kurang aktivitas
-merokok.
-pola diet.
-Sindrom metabolik,
-Intoleransi glukosa
(toleransi glukosa
terganggu (TGT) dan/atau
glukosa darah puasa
terganggu (GDPT))

usia, ras dan etnisitas,


jenis kelamin, riwayat DM
dalam keluarga, serta
riwayat DM gestasional
sebelumnya

Penegakan Diagnosis Diabetes

TATALAKSANA
TERAPI NUTRISI
EDUKASI
LATIHAN
FARMAKOLOGIS
JASMANI
MEDIS

TERAPI FARMAKOLOGI
1. Obat hipoglikemik oral (OHO)
Berdasarkan cara kerjanya, OHO dibagi menjadi beberapa golongan yaitu:
-Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue): sulfonilurea dan glinid
-Peningkat sensitivitas terhadap insulin: biguanid yaitu metformin dan
tiazolidinediones (glitazone)
-Penghambat glukosidase alfa: Acarbose.
-DPP-IV inhibitor
*golongan Tiazolidion (pioglitazon) telah ditarik dari peredaran karena efek
sampingnya yang dapat memperbrat edema/retensi cairan dan juga
gangguan faal hati

2. Insulin

TERAPI KOMBINASI

ULKUS DIABETES
Kaki diabetes adalah suatu infeksi, ulserasi, ataupun destruksi jaringan
kaki akibat adanya abnormalitas neurologis dan atau penyakit arteri
perifer yang menyerang ekstremitas bawah pada penderita diabetes
(Tentolouris et al., 2010). Ulkus kaki diabetes yang disebabkan oleh
kondisi iskemik umumnya terasa nyeri, tidak berdarah, sulit sembuh,
dan terjadi pada pergelangan kaki lateral, tonjolan metatarsal, atau
ujung jari kaki.
Tabel x Klasifikasi ulkus Meggitt-Wagner
Derajat
Deskripsi Ulkus
Derajat 0
Kondisi pre-ulserasi ataupun ulkus yang telah mengalami epitelialisasi
sempurna
Derajat 1
Superfisial, ulserasi terbatas pada lapisan dermis, tidak terdapat invasi
jaringan subkutis

Klasifikasi ulkus Meggitt-Wagner


Derajat 0
Kondisi pre-ulserasi ataupun ulkus yang telah mengalami epitelialisasi
sempurna
Derajat 1
Superfisial, ulserasi terbatas pada lapisan dermis, tidak terdapat invasi
jaringan subkutis
Derajat 2
Ulserasi kulit mencapai jaringan subkutis hingga melibatkan ligamen,
tendon, kapsul sendi, atau fasia tanpa disertai osteomyelitis maupun
pembentukan abses
Derajat 3
Ulkus dalam disertai osteomyelitis atau pembentukan abses
Derajat 4
Gangren terbatas pada jari-jari atau bagian depan kaki
Derajat 5
Gangren luas pada kaki

Faktor Risiko Kaki Diabetes


Hilangnya sensasi protektif yang disebabkan oleh neuropati, penyakit arteri
perifer, dan trauma merupakan faktor risiko utama terjadinya ulerasi kaki pada
penderita DM. Neuropati sensoris menyebabkan penderita seringkali terlambat
menyadari kemunculan luka-luka kecil pada kaki.
Tanda dan Gejala Ulkus Kaki Diabetes
-Kaki baal, sering kesemutan, atau tidak merasakan nyeri
-Nyeri kaki yang timbul pada saat berjalan dan hilang setelah beristirahat
-Kulit kaku yang kering, bersisik, dan retak-retak
-Rambut kaki menipis
-Kuku menebal, rapuh, tumbuh ke dalam, dan berubah bentuk, warna
-Tumbuh kalus (mata ikan), terutama pada bagian telapak
-Terdapat bekas luka, sisa-sisa nekrosis, atau riwayat amputasi kaki
-Kaki terasa dingin
-Denyut arteri dorsalis pedis, tibialis, dan poplitea melemah
-Atrofi kaki
-Perubahan bentuk jari-jari, telapak, serta tulang-tulang kaki yang menonjol.

Tatalaksana Ulkus Kaki Diabetikum


1. Metabolic control
2. Vascular control
3. nfection control
4. Wound control
5. Pressure control
6. Education control
Selain keenam modalitas di atas, senam kaki dapat pula dilakukan untuk
mengurangi keluhan-keluhan kaki diabetes dan mempercepat
penyembuhan ulkus. Senam ini bertujuan memperlancar peredaran darah
ke kaki serta menghindari kekakuan otot.