Anda di halaman 1dari 31

ATRESIA DUODENUM

Referensi
1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia
and stenosis in : Aschraft Pediatric Surgery 3rd edition W.B. Saunders
Company. Philadelphia. Page 414 - 418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and
stenosis annular pancreas in : Coran Pediatric Surgery, 7th
edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-1057

Bayi Ni Wayan Susilawati/P/2 hari


KU : Muntah
Ax : Pasien dikeluhkan muntah sejak 1 hari SMRS. Muntah berwarna kuning
kehijauan. Riwayat BAB +, kembung (+) Pasien sempat apneu saat lahir.
Letargis +
Riwayat Pengobatan : pasien lahir di RSUD Sanjiwani Gianyar, SC oleh karena
KPD, umur kehamilan 30 minggu. Mendapat fototerapi dari kemaren.
Vital Sign :
RR 46 x/mnt
N 146 x/mnt
t 37,5

General status
Kepala

: Normocephali, Unun ubun datar, sefal hematome -, caput succedaneum -.

Mata : anemis -/- , ikt -/- , Rp Isokor +/+ 2mm/2mm, reflek +/+
THT : napas cuping hidung +, sianosis
Mulut : Cyanosis
Leher : Pembesaran KGB Thorax: Pulmo: I : simetris
P : krepitasi -,
P : sonor +/+
A : vesikuler +/+, Rh -/-, Wh-/Cor
Abdomen:

: S1S2 tunggal, regular, murmur (-)


I : jejas (-), distensi (+)
A : BU (+) N
P : Hepar dan lien tidak teraba
P : nyeri tekan (-)

Tali pusat : segar,


Ekstremitas : akral hangat, CRT <3 motorik

BOF dari Gianyar

Foto klinis setelah terpasang


OGT

Diagnosis :
Atresia Duodenum
ICD X
Q41.0 Congenital absence, atresia, and
stenosis of duodenum

Terapi :
Pediatri :
MRS
Kebutuhan cairan 80 ml/Kg/Hari
- IVFD D10% 150 ml/hari ~ 6 tpm
Ampicilin 2 x 100mg
Amikacin 15mg @ 18 jam
Aminofusin 2 x 5mg
Fototerpi 3 x 24 pi
Bedah Anak :
Duodenoduodenostomy
(Kimura procedure)
ICD IX
45.91 Duodenoduodenostomy

ATRESIA DUODENUM
SECUPLIK LANDASAN TEORI

ATRESIA DUODENUM

Atresia duodenum adalah Suatu kondisi


dimana
duodenum tidak berkembang dengan
baik,
sehingga bukan merupakan saluran
terbuka dari
lambung yang tidak memungkinkan
perjalanan makanan dari lambung ke
usus.

EPIDEMIOLOGI

Insiden Congenital Intestinal Obstruction

1 : 2000 kelahiran hidup

Penyebab paling sering untuk perawatan neonatus di bidang bedah

1/3 dari total perawatan terhadap neonatus\

Congenital duodenal atresia dan stenosis

Penyebab paling sering pada obstruksi saluran pencernaan

Insiden 1 : 5000 10.000 kelahiran hidup

Laki > Perempuan

50% berhubungan dengan kelainan kongenital.

Angka harapan hidup pada pasien pasca operasi dini > 90 %

Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft
Pediatric Surgery 3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414 - 418

Etiology

Intrinsik

Kegagalan rekanalisasi dari duodenum fetus

Awal minggu ke -4 kehamilan duodenum mulai berkembang dari distal dan proximal
midgut.

Minggu ke 5-6 lumen duodenum tersumbat dan menyebabkan proliferasi sel epitel.

Minggu ke- 11 degenerasi sel epitel oleh karena vacuolation menyebabkan rekanalisasi
duodenum.

Kegagalan Rekanalisasi atresia Duodenum

Ekstrinsik

Defek yang ditimbulkan dari perkembangan organ disekitar, seperti pancreas.

Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft
Pediatric Surgery 3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414 - 418

KLASIFIKASI

Tipe I

90 % dari keseluruhan
obstruksi duodenum

Teradapat lumen
diafragma yang
mengandung lapisan
mukosa dan sub
mukosa

Windsock diafragma
nya melebar di bagian
distal

Tipe II
Dilatasi bagian
proksimal dan segmen
distal yang kolaps
terhubung dengan
fibrous cord

Tipe III
Terdapat Gap yang
jelas memisahkan
bagian distal dan
segmen distal
duodenum

1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft
Pediatric Surgery 3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414 418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular pancreas in :
Coran Pediatric Surgery, 7th edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-

TANDA DAN GEJALA

Pembengkakan

abdomen Pada bagian atas

Muntah

terus-menerus, meskipun bayi dipuasakan


selama beberapa jam

Tidak

memproduksi urine setelah beberapa kali


buang air kecil

Muntah

banyak segera setelah lahir & berwarna


hijau karena empedu

Hilangnya

bising usus setelah beberapa kali BAB

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaaan Fisik
Inspeksi

: tampak contour/ peristalsis lambung


atau usus di daerah epigastrium

Palpasi

: tampak distended pada daerah


epigastrium disebabkan oleh duodenum dan
gaster yang berdilatasi

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Radiograf
The

Double Bubble Sign dilatasi lambung dan duodenum

Tidak

ada udara pada distal duodenum

Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft Pediatric Surgery
3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414 - 418

Lanjutannya

Supine frontal radiograph of the abdomen demonstrates the double


bubble sign: an enlarged stomach (S) and proximal duodenum (D) in a
neonate with duodenal atresia. Note the absence of distal gas.

Sonography of the fetal abdomen (see pictures above), show 2 anechoic lesions
(double bubble sign). The first bubble is formed by the fluid filled fetal stomach,
the second being formed by the distended fetal duodenum. The obstruction is
likely to be at the 2nd part of the duodenum. These ultrasound images (double
bubble sign) suggest the likelihood of duodenal atresia.

Prenatal sonogram in a sagittal oblique


plane to the fetus demonstrates the
double bubble sign in a fetus with
duodenal atresia. In utero, the stomach
(S) and duodenum (D) are filled with
fluid.

Axial ultrasound, shows


polyhydramnios and the stomach
and duodenal bulb

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

3. CT SCAN

4. MRI
Pictured (right) is a MRI of a
fetus with duodenal atresia. The
"double bubble" sign is indicated
with arrows. Increased amniotic
fluid also is seen, and it is
consistent with polyhydramnios
and intestinal obstruction.
I

Duodenal atresia in a 35-week-old fetus. Coronal single-shot fast spin-echo MR image shows
dilatation of the stomach (top arrow) and the proximal portion of the duodenum (bottom
arrow), producing a double bubble appearance

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

Pancreas Annulare
Hypertropic

Pyloric Stenosis

Malrotasi
Preduodenal

Portal Vein

PENATALAKSANAAN

Perioperatif

Management :

1. Nasogastric Decompression
2. Intravenous Hydration untuk :
- Koreksi balans cairan
- Elektrolit Imbalance
Walaupun merupakan Relatif Emergency namun tidak boleh tergesa2
dilakukan operasi sebelum Status Hemodinamik dan Elektrolit Stabil
Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft Pediatric
Surgery 3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414 - 418

INDIKASI PEMBEDAHAN

Secara

umum semua bentuk Obstruksi Duodenal


indikasi untuk Pembedahan

Duodenoduodenostomy
2

merupakan prosedur pilihan

tehnik :

-side-to-side duodenostomy ( simple)


-proximal transverse and distal longitudinal
incisiondiamond shapedduodenoduodenostomy

simple side to side duodenostomy

DIAMOND SHAPED
DUODENODUODENOSTOMY

Incisi tranversal pada akhir


duodenum proximal

Insisi longitudinal dibuat pd bag yg


lebih kecil duodenum distal

Papila Vattery ditempatkan dengan


melihat bile flow

Orientasi penyambungan spt pada


gambar

1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in :
Aschraft Pediatric Surgery 3rd edition W.B. Saunders Company. Philadelphia. Page 414
418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular

Nellaton

cateter yang
kecil dimasukkan
melalui ujung segmen
distal yang dibuat.
20-30 ml saline
hangat diinjeksikan
Cateter kemudian
dilepas

Teknik lain
Subtotal duodenectomy and jejunal onlay patch procedure
Duodenojejunostomy

Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular pancreas in :


Coran Pediatric Surgery, 7th edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-1057

KOMPLIKASI
Intra

Opertive :

Identifikasi

yg keliru terhadap tempat yg mengalami obstruksi


jika terdapat deformitas windsock ( long and floppy web)
Kekeliruan

ini terjadi karena secret gastrointestinal yang


mengisi web proksimal dan pengembangan balon di distal
duodenum membuat tempat obstruksi tampak lebih ke distal.

Menyebabkan

Obstruksi

anastomosis yang dibuat tampak lebih ke distall.

lebih dari 1 tempat

1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft Pediatric Surgery 3 rd edition W.B. Saunders
Company. Philadelphia. Page 414 418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular pancreas in : Coran Pediatric Surgery, 7 th
edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-1057

KOMPLIKASI

Postoperative

Keterlambatan
GERD

pengosongan isi lambung

berat

Perdarahan

ulkus peptikum

Megaduodenum
Duodenogastric
Blind

reflux

loop syndrome

Obstruksi

saluran cerna terkait adhesi

1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft Pediatric Surgery 3 rd edition W.B. Saunders
Company. Philadelphia. Page 414 418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular pancreas in : Coran Pediatric Surgery, 7 th
edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-1057

OUTCOME

Mortalitas

pada early postoperative menurun

3-5 %
Mortalitas terkait dengan prematuritas,
anomali organ lain, dan terminasi kehamilan.
Angka harapan hidup pada bayi dengan
obstruksi duodenum meningkat 45% - 95%
krn perbaikan dari segi penegakkan diagnosis,
teknik operasi dan perawatan pasca operasi
1. Aguayo,P. Ostlie, D.J Chapter 30 Duodenal and Intestinal Atresia and stenosis in : Aschraft Pediatric Surgery 3 rd edition W.B. Saunders
Company. Philadelphia. Page 414 418
2. Applebaum, H. Sydorak, R. Chapter 81 Duodenal Atresia and stenosis annular pancreas in : Coran Pediatric Surgery, 7 th
edition.Philadelphia: Mosby Elsevier, 2006. page 1051-1057

TERIMAKASIH