Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT SESSION

PIODERMA
Fitri Septiani
Amilia Nurhasanah

12100113028
12100113034

Preceptor : dr. Deis Hikmawati, Sp.KK., M.Kes


SMF ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2014

IDENTITAS PASIEN
KETERANGAN UMUM
Nama
: Tn. N
Usia
: 74 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat
: Desa Malakasari Pamengpeuk
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Pensiunan Pekerja Swasta
Agama
: Islam
Status Marital : Menikah
Etnis
: Sunda
Tanggal Periksa : 26 Februari 2014

AUTOANAMNESA

Keluhan Utama:
Benjolan yang mengeluarkan nanah di siku kiri dan
punggung.

ANAMNESA KHUSUS
Pasien datang ke poliklinik kulit RS Al-ihsan
dengan keluhan benjolan yang mengeluarkan nanah di
siku kiri dan punggung berukuran terkecil 2x2x1 cm
sampai 3x3x1 cm. Keluhan muncul sejak 1 bulan
sebelum pasien datang ke Rumah Sakit. Keluhan
muncul tiba-tiba dan semakin hari semakin membesar,
nyeri, mengeluarkan nanah dan tidak membaik

ANAMNESA KHUSUS
Keluhan diawali dengan sakit dan nyeri pada
daerah siku, punggung dan telapak kaki. Pada saat
muncul berupa tonjolan kecil. Kemudian tonjolan
tersebut bertambah besar disertai dengan timbul warna
kemerahan. Pada tonjolan di daerah siku dan
punggung terdapat tampak bintik putih yang
mengeluarkan nanah. Rasa nyeri semakin bertambah
buruk dan ukuran tonjolan semakin membesar. Pada
tonjolan di daerah telapak kaki tidak mengeluarkan
nanah tetapi rasa nyeri semakin bertambah membuat
pasien sulit berjalan.

ANAMNESA KHUSUS
Pasien menyangkal adanya keluhan yang sama
disekitar leher, ketiak dan selangkangan pasien. Pasien
menyangkal adanya keluhan yang sama di daerah mulut
atau hidung. Pasien menyangkal adanya keluhan batuk
pilek, sakit tenggorokkan sebelum muncul keluhan.
Pasien menyangkal adanya keluhan batuk lama, keringat
dingin dan pengobatan paru-paru selama 6 bulan

ANAMNESA KHUSUS
Keluhan pasien saat ini sudah pernah diobati 5 hari
dengan obat yang diberikan oleh dokter umum, namun
pasien tidak ada perbaikan. Obat berupa obat yang
diminum dan salep tetapi pasien tidak tahu obat apa
yang diberikan oleh dokter sebelumnya.
Pasien sudah pernah mengalami keluhan yang sama
sebelumnya. Keluhan tersebut sudah diobati di dokter
spesialis kulit dan membaik. Dalam sebulan terakhir
keluhan muncul kembali.

ANAMNESA TAMBAHAN
Pasien tinggal di rumah dengan istri. Ventilasi
dirumah pasien kurang baik dan sinar matahari tidak
masuk kerumah, dan jendela rumah jarang dibuka.
Dirumah pasien kebersihan kurang terjaga.
Dibersihkan satu minggu dua kali. Pasien
mempunyai riwayat diabetes.

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS
Keadaan umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran
: Compos mentis
Tanda vital
TD : dalam batas normal
PR : dalam batas normal
RR : dalam batas normal
T : dalam batas normal

Kepala: Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik


Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Thoraks : Bentuk dan gerak simetris,pembesaran KGB aksila
(-)
a) Pulmo : sonor, VBS kiri = kanan, wheezing -/-, ronkhi -/b) Cor : S1 S2 (+) murni reguler, Murmur (-)
Abdomen : Datar, lembut, Bising usus : (+)normal; hepar dan
lien tidak teraba membesar
Ekstremitas : dalam batas normal

STATUS DERMATOLOGIKUS
Distribusi : Regional, unilateral
Ad region : Punggung, siku kiri, dan telapak kaki kanan
Karakteristik lesi

a) Jumlah
: single
b) Bentuk : bulat, reguler
c) Ukuran lesi : 2x2x1cm sampai 3x3x1cm
d) Batas : berbatas tegas
e) menimbul dari permukaan kulit normal
f) sebagian lesi terlihat basah dan sebagian lesi terlihat
kering

EFLORESENSI

Lesi berupa makula eritematosa dengan nodula numular, regional


punggung, siku kiri dan telapak kaki kanan. Bentuk teratur. Pada
lesi di punggung dan siku kiri tampak fistula mengeluarkan
sekret putih/kental.

FOTO LESI PASIEN

FOTO LESI PASIEN

FOTO LESI PASIEN

DIAGNOSIS BANDING
Furunkel
Karbunkel
Sporotrikosis
Impetigo bulosa
Skrofuloderma
Hidradenitis Supurativa

USULAN PEMERIKSAAN
Pewarnaan gram biasanya memperlihatkan kokus gram positif,
pada biakan sering tumbung S.aureus

DIAGNOSIS KERJA
Pioderma Furunkel dan Karbunkel

PENATALAKSANAAN
Umum
Menjaga kebersihan kulit
Mencegah luka-luka kulit
Mengatasi faktor predisposisi seperti DM
Khusus
Eritromisin 4x250 mg selama 7-14 hari
Jika lesi matang lakukan insisi dan aspirasi, dipasang drainase lalu

dikompres.

PROGNOSIS
Quo ad Vitam : ad bonam
Quo ad Functionam
Quo ad Sanationam

: ad bonam
: dubia ad bonam

PIODERMA

PIODERMA
Definisi :
Penyakit kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus,
Streptococcus, atau keduanya
Etiologi
Penyebab utama ialah Staphylococcus aureus, Streptococcus B
hemoliticus, Staphylococcus epidermidis merupakan flora normal
dikulit dan jarang menyebabkan infeksi

Faktor Predisposisi
Higiene yang kurang
Menurunnya daya tahan : kekurangan gizi, anemia, penyakit
kronis, neoplasma ganas, diabetes melitus
Telah ada penyakit lain dikulit
Karena terjadi kerusakan di epidermis, maka fungsi kulit sebagai

pelindung akan terganggu sehingga memudahkan terjadinya infeksi.

KLASIFIKASI
Piodema Primer
Infeksi terjadi pada kulit yang normal. Gambaran klinisnya tertentu,
penyebabnya biasanya satu macam mikroorganisme.
Pioderma Sekunder
Pada kulit telah ada penyakit kulit yang lain. Gambaran klinisnya

tak khas dan mengikuti penyakit yang telah ada. Jika penyakit kulit
disertai pioderma sekunder disebut impetigenisata. Tanda
impetigenisata ialah jika terdapat pus, pustul, bula purulen, krusta
berwarna kuning kehijauan, pembesaran kelenjar getah bening
regional, leukositosis, dapat pula disertai demam.

BENTUK PIODERMA
IMPETIGO : pioderma superfisialis (epidermis)
FOLIKULITIS : radang folikel rambut
FURUNKEL/KARBUNKEL :radang folikel rambut dan

sekitarnya
EKTIMA : ulkus superficial dengan krusta diatasnya
PIONIKA : radang disekitar kuku
ERISIPELAS : eritema berwarna merah cerah didahului oleh trauma
SELULITIS : infiltrat difus di subkutan
FLEGMON : selulitus yang mengalami supurasi
ABSES MULTIPLE KELENJAR KERINGAT : abses kelenjar
keringat
HIDRAADENITIS : infeksi kelenjar apokrin

Impetigo Bulosa

Impetigo Krustosa

Folikulitis

Ektima

Pionikia

Erisipelas

Selulitis

Flegmon

Hidraadenitis

FURUNKEL
Definisi
Radang folikel rambut dan sekitarnya. Jika lebih dari pada
sebuah
disebut furunkulosis. Karbunkel ialah kumpulan furunkel
Etiologi
Biasanya Staphylococcus aureus

Epidemiologi
Furunkel dapat terjadi sekunder terhadap dermatosis lain. Sering
mengenai anak-anak sebagai komplikasi penyakit parasit, seperti
pedikulosis atau skabies. Furunkel sering terjadi pada kulit yang
sering mendapat gesekan, tekanan dan iritasi lokal seperti garukan
Furunkel dapat juga terjadi pada penderita diabetes, penderita
dermatitis sebore, orang yang kurang gizi, dan supresi imun.

Gejala Klinis
Keluhan nyeri. Kelainan berupa nodus eritematosa berbentuk
kerucut, ditengahnya terdapat pustul. Kemudian melunak
menjadi
abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik, lalu memecah
membentuk fistel. Tempat predileksinya ialah tempat yang
banyak friksi, misalnya aksila dan bokong . Furunkel dapat
menyebabkan nyeri berdenyut dan dapat sangat nyeri

Distribusi Lesi
Yang sering terkena adalah daerah berambut, terutama lipatan
tubuh
Kulit kepala, bokong, paha, ketiak, posterior leher, lipat paha
lebih sering terkena
Diagnosis
Pewarnaan gram biasanya memperlihatkan kokus gram positif,
pada biakan sering tumbung S.aureus

Histopatologi
Terlihat abses perifolikuler setempat.
Pembuluh darah setempat mengalami dilatasi dan tempat
terinfeksi diserang oleh lekosit polimorfonuklear.
Terjadi nekrosis kelenjar dan jaringan sekitar dan mebentuk inti
yang dikelilingi oleh daerah dilatasi vaskuler, lekosit dan limfosit

Diagnosis Banding
Impetigo
Jerawat
Hidradenitis supurativa
sporotrikosis

PENATALAKSANAAN
Furunkel akan membentuk mata dengan kompres hangat atau

lesi ini dapat diinsisi dan dikeluarkan isinya


Jika sedikit cukup dengan antibiotik topikal. Jika banyak
digabung dengan antibiotik sistemik. Jika berulang-ulang
mendapat furunkulosis atau karbunkel, cari faktor predisposisi
misalnya diabetes melitus
Antibiotik antistafilokokus sistemik misalnya dikloksasilin,
eritromisin, atau sefalosporin dapat ditambahkan.

KARBUNKEL
Definisi
Karbunkel ialah infeksi bakteri dalam yang mengenai beberapa
folikel rambut yang disertai reaksi inflamasi berat disekelilingnya.
Epidemiologi
Terutama mengenai laki-laki usia pertengahan atau orang tua yang

berada dalam kesehatan yang baik


Faktor predisposisi : DM, malnutrisi, kegagalan jantung, dermatosis
generalisata yang berat dan terapi kortikosteroid yang
berkepanjangan.

Etiologi
Staphylococcus aureus

Gejala Klinis
Keluhan : bila diraba terasa sakit.
Gejala sistemik yang terjadi ialah demam tinggi, malaise dan prostrasi.
Gejala sistemik dapat mendahului kemunculan lesi dan berlangsung
selama perjalanan penyakit.
Tanda : timbul mendadak.
Muncul satunodul merah, keras dan cepat membesar menjadi bentuk
lesi besar dan terasa sakit dengan diameter 4-12 cm.
Dalam satu minggu terjadi supurasi dan pus keluar melalui beberapa
muara folikel.
Kemudian muara-muara bersatu dan terbentuklah nekrosis sebagai
jaringan mati berwarna kuning yang jika dibuang terbentuklah cekungan
seperti kawah.
lesi yang sembuh membentuk parut
Tempat predileksi adalah kuduk, bahu, paha dan tungkai bawah.

Perjalanan Penyakit
Akut
Penyakit berlangsung dalam 3-4 minggu.
Pada penderita lemah yang tidak diobati, terutama penderita tua,
kematian dapat terjadi akibat penjalaran infeksi, toksemia atau
kegagalan jantung

Histopatologi
Terdapat abses folikuler dan perifolikuler multipel yang kemudian
bersatu membentuk massa nekrotik yang luas.
Terjadi reaksi radang yang jelas di sekitar inti nekrotik, didalam
jaringan ikat yang mendasarinya, dan di dalam lemak subkutan.

Diagnosis Banding
Gumma sifilitik
sporotrikosis
Diagnosis
Usia penderita
Lesi nyeri di kuduk dengan foki purulen yang banyak
Disertai gejala konstitusi yang berat

Pengobatan
Pada dasarnya pengobatan karbunkel sama dengan pengobatan
furunkel

TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai