Anda di halaman 1dari 6

Stable Type Gravimeter

Cara paling mudah untuk


mengetahui prinsip dari gravimeter
adalah dengan menggantungkan
suatu benda pada pegas vertikal dan
pertambahan panjang dari pegas
menggambarkan fungsi dari
perubahan gravity

Untuk dua keadaan mg1=rl1 dan mg2=rl2, dimana


r adalah konstanta elastik dari pegas dan l
merupakan panjang pegas.
Sehingga didapatkan g=g2-g1=r(l2-l1)/m, yakni
perubahan gaya gravitasi antara dua kondisi
berbanding lurus dengan perubahan panjang
pegas.
Gravimeter seperti ini disebut dengan stable type
gravimeter, bekerja berdasarkan Hukum Hooke.
Kita tidak menggunakan stable gravimeter
dikarenakan sensitivitasnya yang rendah.

Unstable Type Gravimeter


Unstable gravimeter lebih sensitif dibandingkan dengan
stable gravimeter.
Pada unstable gravimeter, gaya tambahan diberikan
dengan arah yang sama dengan gravitasi (dan
berlawanan dengan restoring force oleh pegas),
mengakibatkan kondisi kesetimbangan yang tidak stabil.
Pada instrumen ini biasanya terdapat suatu massa yang
terikat pada horizontal beam yang tergantung oleh pegas
utama, dan pegas tambahan juga digunakan untuk
mengembalikan pengukuran sensitif pada kesetimbangan.
Perubahan gravity diukur pada restoring force yang
diperlukan untuk mengembalikan sensitive element pada
standard null position.