Anda di halaman 1dari 19

Prinsip Dasar

Kesehatan
Reproduksi

Definisi
Reproductive Health
is a state of complete physical, mental and
social well-being and not merely the absence of
disease or infirmity, in all matters related to
the reproductive system and to its functions
and processes.
(Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang
tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam
semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta
2
fungsi dan prosesnya)

Latar Belakang
Intrenational Conference on Population and
Development (ICPD), Cairo, 5-13 Sept. 1994
Program of Action

Essential message :
Population issues are development issues
poverty reduction, womens empowerment,
economic growth, changing lifestyle
3

Ruang Lingkup
Pendekatan siklus hidup (life-cycle approach)
Indonesia: Empat komponen prioritas
Kesehatan Reproduksi, yaitu:
1.Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
2.Keluaga Berencana
3.Kesehatan Reproduksi Remaja
4.Pencegahan dan Penanganan Penyakit
Menular Seksual, termasuk HIV/AIDS.
4

Pelayanan KesPro terpadu, berkualitas,


memperhatikan hak reproduksi perorangan.
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial (PKRE),
mencakup:
Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
Keluaga Berencana
Kesehatan Reproduksi Remaja
Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular
Seksual, termasuk HIV/AIDS.
Pelayanan Kesehatan Reproduksi Komprehensif
(PKRK), mencakup:
PKRE (4 aspek)
5 Usia Lanjut
Pelayanan Kesehatan Reproduksi bagi

Pendekatan Siklus Hidup


Memperhatikan
kekhususan
kebutuhan
penanganan
sistem reproduksi
pada tiap fase
kehidupan, serta
kesinambungan
antar fase

5 Tahap:
1.Konsepsi
2.Bayi & anak
3.Remaja
4.Usia Subur
5.Usia Lanjut
6

ANAK (Usia Sekolah)

REMAJA

ANAK (Balita)

USIA SUBUR

Pendekatan Siklus Hidup

BAYI

2
5
1

USIA TUA

1
Perempuan

2
Bayi Baru Lahir

Konsepsi (Ibu
hamil & Janin)

Laki-laki
7

Bayi
menyusu ASI
Excl & Ibu
menyusui

Faktor-faktor Berpengaruh
1.Kemiskinan
2.Kedudukan perempuan dalam keluarga
dan masyarakat
3.Akses ke fasilitas kesehatan yg
memberikan YanKesPro belum memadai
4.Kualitas YanKesPro kurang memadai

1. Kemiskinan
Masy di bwh garis kemiskinan menghambat
akses YanKes kesakitan, kecacatan, kematian
2. Kedudukan perempuan dlm keluarga & masy.
Ditentukan oleh: sosek, budaya, nilai2 masy
perlakuan diskriminatif, a.l :
Di-nomor 2-kan, ex: pemberian mkn sehari2,
pendidikan, kerja, kedudukan
Terpaksa menikah muda krn tekanan ekonomi
Keterbatasan dlm pengambilan keputusan utk
dirinya, ex: pilih alkon, pilih yankes, kendali aset
keluarga
Tingkat pendidikan rendah

3. Akses ke fasilitas kesehatan yg memberikan


YanKesPro belum memadai, a.l karena:
Jarak cukup jauh & sulit dicapai
Kurang info ttg kemampuan fasilitas kesehatan
Keterbatasan biaya
Tradisi yg menghambat pemanfaatan tenaga &
fasilitas kesehatan
4. Kualitas YanKesPro kurang memadai, a.l krn:
YanKes yg kurang memperhatikan kebutuhan
klien
Kemampuan fasilitas kesehatan yg kurang
10
memadai.

Contoh Permasalahan KesPro


1. AKI dan AKB masih tinggi
2. Anemia pd ibu hamil
3. KEK pd ibu hamil
4. Cakupan plynn KB masih rendah
5. Partisipasi pria dlm KB masih rendah
6. Ibu hamil dg keadaan 4 Terlalu masih tinggi

11

KEGIATAN OPERASIONAL KESPRO


ICPD 1994 Lokakarya Nasional Kesehatan
Reproduksi, Mei 1996 :
1. Definisi Kesehatan Reproduksi:
Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara
utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit
atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan
dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan
prosesnya
12

2. Ruang Lingkup Kespro, meliputi:


a. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
b. KB
c. Pencegahan & penanggulangan infx saluran
reproduksi, trmasuk HIV/AIDS
d. Pencegahan & penanganan infertilitas
e. Kanker pd usia lanjut & osteoporosis
f. Berbagai aspek KesPro lain, a.l: kanker leher
rahim
3. PKRE
4. PKRK
13

Kebijaksanaan & Strategi Nasional


Program KesPro
4 Kebijaksanaan berdasar paradigma baru:
1. Mengutamakan kepentingan klien dg memperhatikan
hak reproduksi, kesetaraan & keadilan gender
2. Menggunakan pdkt siklus hidup dlm menangani mslh
kespro
3. Memperluas jangkauan YanKesPro scr proaktif
4. Meningkatkan kkualitas hidup masy mll YanKesPro
berkualitas.

7 Strategi

14

7 Strategi Pelaksanaan Kebijaksanaan:


1. Meningkatkan upaya advokasi & komitmen politis
2. Menyediakan YanKesPro terpadu
3. Meningkatkan kualitas YanKesPro
4. Mengembangkan upaya kespro dg prioritas sesuai
dg masalah spesifik daerah
5. Menerapkan program kespro mll keterlibatan
program, sektor dan pihak terkait
6. Meningkatkan kesetaraan da keadilan jender
7. Meningkatkan penlitian & pengumpulan data
berwawasan jender yg berkaitan dg kespro.
15

Target Nasional Program KesPro


Target yg akan dicapai pd th 2010 adalah:
1. Kesehatan ibu dan bayi baru lahir
AKI = 125 per 100.00 kelahiran hidup
AKB = 35 per 1000 kelahiran hidup
Cakupan akses ANC (K1) = 95%
Cakupan pertolongan persalinan o/ nakes = 90%
Proporsi penanganan komplx/kasus obstetri min. 80%
Cakupan plynn nifas = 90%
Prevalensi anemia bumil = 35%
Prevalensi BBLR = 5%
16

2. KB
Cakupan KB pd PUS = 70%
Prevalens 4 Terlalu = 50%
Penurunan angka komplikasi KB
Penurunan angka drop-out peserta KB
3. Penanggulangan PMS termasuk HIV/AIDS
Prevalensi Gonorrhoea di kelompok resti <10%,
prevalensi siphilis <1%
Prevalensi infx HIV di kelompok resti <1%

17

4. Kesehatan Remaja
Penurunan prevalensi anemia pd remaja, mjd 20%
Cakupan YanKes remaja mll jalur sekolah = 85%, mll jalur
luar sekolah min. 20%
Penurunan prevalensi permasalahan remaja scr umum
5. KesPro Usia Lanjut
Cakupan yankes kpd usia lanjut min. 60%

Prioritas upaya peningkatan YanKesPro:


1. Meningkatkan mutu YanKesPro yg sudah tersedia
2. Me+ jenis YanKesPro yg belum ada

18

Matur nuwun