Anda di halaman 1dari 28

TRAUMA KEPALA

Trauma Kepala
Bentuk trauma yang dapat
merubah kemampuan otak
dalam menghasilkan
keseimbangan aktivitas fisik,
intelektual, emosional, sosial
dan pekerjaan (Black M,
1997).

Kejadian
Diperkirakan terjadi setiap 15 menit
2 juta kejadian setiap tahun di Amerika
500-750.000 dirawat

21 %nya adalah CKB


30-50% nya dari CKB meninggal sebelum
sampai RS
20% meninggal karena trauma sekunder

Trauma
Sharp head injury Blunt head injury

Local

Difuse

Type of injury

Primary injury
Secondary injury

MEKANISME CEDERA
Definisi cedera bermanfaat sekali
saat
menentukan sikap terapi
1.
2.
3.
4.

Cedera kepala terbuka-tertutup


Cedera coup-contra coup
Cedera akselerasi-deselerasi
Rotasi internal/deformitas

Trauma Primer
Sebagai akibat dari kekuatan
dinamik akselerasi, deselerasi
dan atau rotasi, meliputi:
kontusio, laserasi, atau
hemoragik.

TRAUMA SEKUNDER
Akibat

peristiwa

patofisiologis

lanjutan setelah trauma primer


Hipoxia
Hiperkepnea
Hipotensi
Edema Cerebral

Each of those factors contribute to


significant increases in intracranial
pressure (ICP)
Cerebral perfusion loss
CCP = MAP - ICP
Cerebral herniation
Cerebral necrotic
Deterioration of cerebral function

Cedera penyerta dari trauma prim


Fraktur basal kranil
Hematon epidural
Hematon sub dural
Hematon sub arachnoid
Intra cerebral hemoragik

BT-CLS AGD 118

11

BT-CLS AGD 118

12

BT-CLS AGD 118

13

Berat Ringan Cedera


Kepala dipengaruhi
oleh : Kekuatan benturan
Lokasi benturan
Akselerasi decelerasi
Rotasi internal

Cedera kepala dibedakan


cedera kepala ringan

cedera kepala sedang


cedera kepala berat

Tanda dan Gejala


Awal :
penurunan kesadaran
reflex pupil lambat / (-)
tanda vital labil
adanya tanda-tanda peningkatan TIK
perubahan sensorik motorik
perubahan saraf kranial
penurunan reflex fisiologis

Faktor Penanganan Awa

Evaluasi : ABC
sangat penting untuk mencegah cedera se
Assessment lanjutan terhadap status neuro

Pemeriksaan test diagnostik


St Scan
Foto rontgen kepala leher

DX KEPERAWATAN
1. Gangguan perufsi cerebral b/d edema
cerebral, hematon intra cranial
2. Risiko gangguan pada nafas b/d
kerusakan kortex yangluas/disrupsi
pusat nafas
3. Risiko infeksi b/d laserasi kulit
kepala, rinorhea, otorhea
4. Risiko cedera b/d penurunan
kesadaran, aktivitas kejang
5. Gangguan mobilisasi fisik b/d
kelemahan/hemiparese
6. Gangguan persepsi sensorik: memory
b/d kerusakan cerebral

BT-CLS AGD 118

Penanganan Cedera Kepala


Selalu A B C dulu, untuk menghindari
kerusakan otak sekunder
1. Airway
Selalu agresip, jika koma lakukan
intubasi

19

BT-CLS AGD 118

Penanganan Cedera Kepala


2. Breathing
Selalu agresip, cegah hypoksia atau
hyperkarbia
3. Circulation
Selalu agresip, cegah dan kelola syok
4. Disability
Selalu nilai GCS

20

TINDAKAN MENGATASI
GANGGUAN PERFUSI
CEREBRAL
1. Meningkatkan suplay O2 ke otak
2. Menurunkan kebutuhan O2
3. Menurunkan TIK
4. Mencegah berkembangnya TIK

MENCEGAH TINDAKAN INFEKSI


AB profilaksis
Ampicillin 4 x 3 gram
Kemicitin 4 x 1 gram
Atau yang lain sesuai order
Rawat luka secara aseptik

Tampon telinga/hidung bila ada renorhea, o

Tindakan untuk mengatasi


gangguan pola nafas
Biasanya pasien mengalami
hiperventilasi sehingga
berkembang alkalosis resp
AGD
Rebreathing mask
deuretik
Posisi 15 30o

MENGATASI RISIKO TRAUMA

Pasang sampiran tempat tidur dengan alas


Tidak boleh mengikat asitasi

Usahakan selalu ada yang mendampingi p


Siapkan spatel lidah
Kolaborasi mussle relabsan

Mengatasi gangguan mobiliasi fisik


:
Rubah posisi setiap 2 jam
Lakukan tindakan untuk mencegah
komplikasi
imobilisasi
ROM pasive

Mengatasi gangguan persepsi


sensorik :
Jadilah pemdamping dan pendengar
yang baik
Bicara topik sederhana
Beri sentuhan

KOMPLIKASI
1.Meningitis
2.Hidrocepalus
3.Kejang

KESIMPULAN
CK merupakan masalah besar
terjadi pada usia produktif (15-29 th
terbanyak)

Perlu bantuan cepat, tepat, untuk


mencegah kematian jaringan otak
berlanjut
Menurunkan akibat/gejala sisa
Meningkatkan harapan dan kualitas