Anda di halaman 1dari 24

URTIKARIA

DEFINISI
Urtikaria adalah lesi sementara yang terdiri

dari bentol sentral yang dikelilingi oleh


haloeritematosa. Lesi tersendiri adalah
bulat, lonjong, atau berfigurata, dan
seringkali menimbulkan rasa gatal.
(Harrison, 2005)
Urtikariamerupakan istilah klinis untuk

suatu kelompok kelainan yang di tandai


dengan adanya pembentukan bilur-bilur
pembengkakan kulit yang dapat hilang
tanpa meninggalkan bekas yang terlihat.
( Robin Graham, brown, 2005 )

Epidemiologi
National Ambulatory Medical Care Survey

dari tahun 1990 sampai dengan 1997 di


USA : wanita 69%
Usia : Paling sering 0-9 tahun dan 30-40
tahun
Bentuk urtikaria saja : 40% ,
urtikaria bersama-sama dengan

angioedema : 49%
angioedema saja : 11%

ETIOLOGI
Obat
Makanan
Gigitan dan sengatan serangga.
Inhalan
Kontaktan
Trauma Fisik
Infeksi dan infestasi
Penyakit sistemik

Gambar 1 : Urtikaria akut dan berat


yang disebabkan oleh allergi penisilin.

Gambar 2 : Reaksi urtikaria


masiv akibat sengatan
serangga.

Gambar 3: Dermographism

PATHOGENESIS
FAKTOR NON IMUNOLOGIK

FAKTOR IMUNOLOGIK

Bahan kimia pelepas


mediator

Reaksi tipe I (IgE)


(inhalan, obat, makanan,
infeksi)

(morfin,kodein)

Faktor fisik
(panas, dingin,
trauma,
sinar X, cahaya)

Efek kolinergik

Reaksi tipe IV
(kontaktan)
Pengaruh komplemen

SEL
MAS
BASOF
IL

Aktivasi komplemen
klasik alternatif
(Ag-Ab, venom, toksin)

Reaksi tipe II
Reaksi tipe III
Faktor genetik
(defisiensi C1 esterase
inhibitor)

PELEPASAN MEDIATOR
(histamin, SRSA,
serotonin, kinin, PEG,
PAF)
VASODILATASI
PERMEABILITAS
KAPILER
Alkohol
Emosi
Demam
Idiopatik?

URTIKARI
A

GAMBARAN KLINIS
Munculnya ruam atau lesi kulit berupa

biduran yaitu kulit kemerahan


Penonjolan atau elevasi berbatas tegas
dengan batas tepi yang pucat disertai
dengan rasa gatal (pruritus) sedang sampai
berat, pedih, dan atau sensasi panas
seperti terbakar.
Lesi dari urtikaria dapat tampak pada
bagian tubuh manapun, termasuk wajah,
bibir, lidah, tenggorokan, dan telinga
Bentuknya dapat papular, lentikular,
numular, sampai plakat

Gambar 5: A classic wheal

Gambar 6: Angioedema herediter

Klasifikasi Urtikaria
No
1

Ordinary urticaria

Urtikaria akut dan kronis

Urtikaria fisik

Urtikaria adrenergik
Urtikaria aquagenik
Urtikaria kolinergik
Urtikaria dingin
Urtikaria tekanan tertunda
Dermografisme

Exercise-induced anaphylaxis
Utikaria panas
Urtikaria solar
Angioedema getaran

Urtikaria kontak

Dipengaruhi oleh kontak secara


biologis atau bahan kimia

Vaskulitis urtikarial

Ditemukan pada biopsi kulit

Angioedema (tanpa

Penyebabnya bisa idiopatik

urtikaria)

PEMERIKSAAN
A. Anamnesa Pemeriksaan Fisik

Urtikaria kronik atau rekuren :


.Tanyakan tentang faktor presipitan, seperti panas, dingin,
tekanan, aktivitas berat, cahaya matahari, stres
emosional, atau penyakit kronik (misalnya,
hipertiroidisme,rheumatoid arthritis, SLE, polimiositis,
amiloidosis,polisitemia vera, karsinoma, limfoma).
.Tanyakan tentang penyakit lain seperti diabetes mellitus
(DM), insufisiensi ginjal kronik, sirosis
.bilier primer, atau kelainan kulit nonurtikaria lainnya
(misalnya, eczema, dermatitis kontak).
.Tanyakan tentang riwayat angioedema pada keluarga
dan pribadi, dimana urtikaria pada jaringan yang lebih
dalam dan dapat mengancam nyawa jika mengenai
laring dan pita suara.

Untuk urtikaria akut :


Penyakit sekarang (misalnya, demam, nyeri tenggorokan,
batuk, pilek, muntah, diare, nyeri kepala)
Pemakaian obat-obatan meliputi penisilin, sefalosporin, sulfa,
diuretik, nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), iodida,
bromida, quinidin, chloroquin, vancomycin, isoniazid,
antiepileptic agents, dll.
Intravenous media radiokontras
Riwayat bepergian (amebiasis, ascariasis, strongyloidiasis,
trichinosis, malaria)
Makanan (kerang, ikan, telur, keju, cokelat, kacang, tomat)
Pemakaian parfum, pengering rambut, detergen, lotion, krim,
atau pakaian
Kontak dengan hewan peliharaan, debu, bahan kimia, atau
tanaman

Kehamilan (biasanya terjadi pda trimester

ketiga dan biasanya sembuh spontan


segera setelah melahirkan)
Kontak dengan bahan nikel (perhiasan,
kancing celana jeans), karet (sarung tangan
karet, elastic band), latex, dan bahanbahan industri
Paparan panas atau sinar matahari
Aktivitas berat

B. Pemeriksaan Laboratorium
1.
2.
3.
4.
5.

Pemeriksaan darah, urin, feses rutin.


Tes Alergi
Tes Eliminasi Makanan
Injeksi mecholyl intradermal
Tes fisik

C. Pemeriksaan Histopatologik
Perubahan

histopatologik tidak terlalu


nampak dan tidak selalu diperlukan tetapi
dapat
membantu
diagnosis.Biasanya
terdapat kelainan berupa pelebaran kapiler
di
papila
dermis,
geligi
epidermis
mendatar, dan serat kolagen membengkak.
Pada tingkat permulaan tidak tampak
infiltrasi selular dan pada tingkat lanjut
terdapat
infiltrasi
leukosit,
terutama
disekitar pembuluh darah.

Gambar 7: Histologi dari wheal yang terjadi tiba-tiba menunjukkan


pelebaran
dermis, pelebaran pembuluh darah dan sedikit
infiltrasi sel perivaskular olehlimfosit, neutrofil dan eosinofil.*

Diagnosis
Mendiagnosis

urtikaria dapat dilakukan


dengan
anamnesis
yang
teliti
dan
terarah,melakukan
pemeriksaan
klinis
secara seksama,melihat manifestasi klinis
yaitu berupa munculnya ruam atau lesi
kulit berupa biduran yaitu kulit kemerahan
dengan penonjolan atau elevasi berbatas
tegas dengan batas tepi yang pucat
disertai dengan rasa gatal (pruritus)
sedang sampai berat, pedih, dan atau
sensasi
panas seperti terbakar. Lesi dari urtikaria
dapat
tampak
pada
bagian
tubuh

Diagnosa
Gambaran klinis
Banding
Diagnosa
Banding
Ruam,
makulopapul merah muda menjadi
Purpura
peteki atau purpura,
anakfilatoid
Lesi cenderung untuk timbul pada interval

yang bervariasi dari beberapa hari hingga 3-4


bulan

Pitiriasis rosea

gatal ringan,
lesi pertama (herald patch)
soliter,
berbentuk oval dan anular,
diameternya kira-kira 3 cm.
Eritema dan skuama halus di pinggir.
beberapa hari hingga beberapa minggu.

Erythema
Multiforme

erythema multiforme lesinya berbentuk mulai


dari makula, papul,atau lesi urtika.Yang
umumnya pertama kali menyebar didaerah
ekstremitas bagian bawah, Lesi dapat juga
terdapat pada telapak tangan dan punggung.
Kebanyakan dari erythema multiforme
menyerang usia muda.

Gambar 8: Purpura
anafilaktoid berupa
makulopapul bewarna
kemerahan.

Gambar 9 : Pitiriasis rosea dengan


eritema dan skuama halus

Gambar 10: Erythema multiforme


yang terdapat pada tangan

Penatalaksanaan
Antihistamin
Berdasarkan
reseptor
yang
dihambat,
antihistamin dibagi menjadi dua kelompok
besar, yaitu antagonis reseptor H 1 (antihistamin
1, AH1) dan reseptor H2 (AH2).
Kortikosteroid
Pada beberapa pasien yang memberikan respon
lemah pada antihistamin, dapat digunakan
kortikosteroid seperti prednisone sampai 40
mg/hari. Namun penggunaan jangka panjang
harus dihindari karena efek samping dari
kortikosteroid (Kanani et al., 2011)

Lanjutan
Imunosupresif dan imunomodulator
Obat obat ini dapat digunakan jika keadaan pasien lebih parah
yaitu pada urtikaria kronik. Penelitian menyatakan bahwa
siklosforin efektif dalam mnegobati pasien urtikaria kronik yang
tidak memberikan respon dengan atihistamin. Contoh lainnya
adalah antibodi monoklonal anti Ig-E, omalizumab, dan
intravenous immunoglobulin G. Namun, penggunaannya perlu
diuji keefektifannya dalam mengobati urtikaria (Kanani et al.,
2011).
Terapi lain
Antagonis reseptor leukotrien seperti montelukast atau
zafirlukast juga dapat mengobati pasien urtikaria kronik. Namun
penggunaannya hanyalah sebagai terapi adjuvant karena
kurangnya bukti yang cukup bahwa obat-obat ini dapat
digunakan secara tunggal (Kanani et al., 2011).

Prognosis
Urtikaria akut prognosisnya lebih baik ka

rena penyebabnya cepat dapat diatasi,


urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena
penyebabnya sulit dicari.

Kesimpulan
Urtikaria atau dikenal juga dengan hives adalah kondisi
kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacammacam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi,
yang mempunyai karakteristik gambaran kulit kemerahan
(eritema) dengan sedikit edema atau penonjolan (elevasi) kulit
berbatas tegas yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh
faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan.
Terdapat bermacam-macam penyebab urticaria, di antaranya :
obat, makanan, gigitan/sengatan serangga, inhalan, kontaktan,
trauma fisik , infeksi dan infestasi parasit, genetik dan penyakit
sistemik.Dengan anamnesis yang teliti dan pemeriksaan klinis
yang cermat serta pembantu diagnosis yang meliputi
pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan histopatologik.
Pengobatan yang paling ideal tentu saja mengobati penyebab
atau bila mungkin menghindari penyebab yang dicurigai.
Terdapat pengobatan lini 1, 2, 3 yang telah disebutkan di atas .