Anda di halaman 1dari 26

Mini Cex

Oleh:
Sylvania P
1115222
Pembimbing:
Dr. Aloysius Suryawan dr., SpOG(K).

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
SMF OBSTETRI-GINEKOLOGI
RUMAH SAKIT IMMANUEL
BANDUNG
2016

Identitas Pasien

Tanggal masuk : 8 Agustus 2016


Jam : 09.17
Nama Pasien : Ny. L
Usia : 30 tahun
Pekerjaan : ibu rumah tangga
Pendidikan : SMA
Lama menikah: 7 tahun
Nama Suami : Tn. I
Pekerjaan Suami : karyawan swasta
Alamat : Cikalong
Tinggi Badan : 155 cm
Berat Badan : 70 kg

Anamnesis
Autoanamnesis
Keluhan Utama : keluar bercak darah dari jalan lahir
Riwayat Penyakit Sekarang :

Seorang wanita G2P1A0 mengaku hamil 3637 minggu, datang dengan keluhan keluar bercak
darah dari jalan lahir sejak 1 hari SMRS. Bercak
darah yang keluar sedikit-sedikit, berwarna
merah kecoklatan tetapi tidak sampai harus
menggunakan pembalut. Keluhan juga disertai
dengan mulas tiap 1 jam sekali dan terasa sangat
nyeri. Pasien juga merasa pergerakan janinnya
jadi lebih jarang akhir-akhir ini. Keluar cairan dari
jalan lahir disangkal. Pasien 3 hari yang lalu
sudah melakukan pemeriksaan USG dan
didapatkan hasil cairan ketubannya sedikit.

Anamnesis tambahan

HPHT : 10 November 2015


TTP
: 25 Agustus 2016
R.mens : teratur, siklus 28 hari, lama 7 hari
R. PNC : setiap bulan ke dokter
RPD : HT (-), DM (-), alergi (-), asma (-)
RPK
: HT (+) ibu kandung, DM (-), alergi
(-), asma (-)
R.op : SC 1x tahun 2010
Gol Darah : A
Lama pernikahan : 7 tahun

N
o

Hamil ke

Lama
kehamil
an

Penolo
ng

Persalin
an &
komplik
asi

1.

9 bulan

dokter

SC

JK/BBL

Perempua 6 tahun
n

3300gr
2

Hamil ini

Umur Keadaa
sekara
n
ng
sekara
ng
sehat

Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : baik, sakit ringan
Kesadaran : compos mentis
TTV
Tekanan darah : 140/70mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respirasi : 20 x/menit
Suhu : 36.5 oC
Kepala : conjunctiva anemis -/-, sklera ikterik -/ Thorax : bentuk dan pergerakan simetris
pulmo = vbs +/+, rh -/-, wh -/cor = bunyi jantung s1=s2, murmur Abdomen : cembung gravid, soepel, nyeri tekan -, BU
+
Ekstremitas: akral hangat, CRT <2, edema -/-

Pemeriksaan Fisik
(Status Obstetrikus)
Pemeriksaan Luar
TFU: 33 cm
Lingkar perut: 101
cm
Letak janin: kepala
His (-)
BJJ 11-11-12
(136x/mnt)
TBBA : 3255 gram

Pemeriksaan dalam
Portio: tebal lunak
V/V: tidak ada kelainan
Pembukaan: Ketuban: Presentasi: kepala
Hodge: 1

Usul Pemeriksaan
Hematologi rutin
NST

Diagnosis masuk
G2P1A0 gravida 36-37 minggu +
oligohidramnion
Janin Intruterine, tunggal, hidup,
letak kepala

Rencana Tindakan

Rawat inap
Infus D5% 500cc/24 jam
Observasi TTV dan DJJ
Konsul dr Obgyn SC

Prognosis
Quo ad vitam: ad bonam
Quo ad functionam: ad bonam
Quo ad sanationam: ad bonam

KELAINAN
AIR TUBAN

Polihidramnion
Definisi
Jumlah air tuban > 2000 cc
Air tuban paling banyak pada minggu ke
38 1030 cc, pada akhir kehamilan
tinggal 790 cc dan terus berkurang
sehingga pada minggu ke 43 hanya 240
cc.
Nama lain: hidramnion

Klasifikasi
Hidramnion yang kronis:
penambahan air tuban perlahanlahan, berangsur-angsur.
Hidramnion yang akut: penambahan
air tuban terjadi dalam beberapa
hari. Biasanya terjadi pada
kehamilan muda pada bulan ke IV
atau V

Hidramnion sering terjadi pada:


Cacat janin terutama pada anecephalus
dan atresia oesophagei
Kehamilan kembar
Beberapa penyakit seperti diabetes,
preeklamsi, eklamsi, erythrobalstosis
foetalis

ETIOLOGI
Masih belum diketahui secara pasti
Teori:
Produksi air tuban bertambah: yang diduga
menghasilkan air tuban ialah epitel amnion, tetapi
air tuban dapat juga bertambah karena cairan lain
masuk ke dalam ruangan amnion misalnya air
kencing anak atau cairan otak pada anecephalus
Pengaliran air tuban terganggu: air tuban yang
telah dibuat dialirkan dan diganti dengan yang
baru. Salah satu jalan pengaliran ialah ditelan oleh
janindiabsorbsi oleh usus dialirkan ke placenta
Peredaran darah ibu

Anecephalus dan spina bifida


hidramnion terjadi karena transudasi
cairan dari selaput otak & selaput
sumsum belakang
Atresia oesophagei anak tidak
menelan
Gemeli salah satu janin pada
kehamilan 1 telur jantungnya lebih
kuat & menghasilkan banyak kencing

Gejala Klinik
Sesak nafas
Oedem labia, vulva, dan dinding
perut
Regangan dinding rahim sendiri
menimbulkan nyeri
Palpasi anak sulit
Bunyi jantung sering tidak terdengar

Terapi
Ringan tidak perlu terapi, dapat
diberikan sedatif dan diit pantang
garam kalau perlu
Jika ada dyspnoe opname
Jika keadaan lebih parah punksi
selaput janin melalui cervix atau
dinding perut persalinan

Prognosis
Untuk janin kurang baik
Sebab prognosa kurang baik:
Cacat bawaan
Prematuritas
Prolapsus foeniculi
Erythroblastosis, preeklamsi, diabetes

Bahaya untuk ibu:


Solutio placentae
Inertia uteri
Perdarahan post partum

Oligohidramnion
Definisi
Jika air tuban <500cc

Etiologi
Belum jelas
Kurang baik untuk pertumbuhan
janin karena pertumbuhan dapat
terganggu oleh perlekatan antara
kulit janin dan amnion atau karena
janin mengalami tekanan dinding
rahim

Gejala Klinik
Rahim lebih kecil dari sesuai dengan
tuanya kehamilan
Bunyi jantung anak sudah terdengar
sebelum bulan ke 5 dan terdengar
dengan lebih jelas
Pergerakan anak dirasakan nyeri oleh
ibu
Sering berakhir dengan partus
prematurius

Faktor Risiko
Anomali kongenital (misal: agenosis
ginjal, sindrom potter)
Retardasi pertumbuhan intrauterin
Ketuban pecah dini (24-26 minggu)

Penatalaksanaan
Tirah baring
Minum air 2L/hari
Hidrasi secara oral/IV (15002500ml/hari)
Konsul ke dokter obgyn

Terima Kasih