Anda di halaman 1dari 39

SKIZOFRENIA

HEBEFRENIK

Adi Pramono 1115217


Chrysman 1115130
Pembimbing: dr. Djatmiko Soenarko, Sp.KJ

Identitas Pasien
Nama

lengkap
: Nn. Y
Jenis kelamin : Perempuan
Umur
: 20 tahun
Status marital
: Belum menikah
Tempat Tinggal
: Bandung
Pekerjaan
: karyawan
Agama
: Islam

HETEROANAMNESIS
Seorang pasien dirawat di RSJ karena sering
bertingkah laku aneh dan tidak seperti biasanya.
Keluhan disertai nafsu makan menurun, sering
mengurung diri di kamar, sering melamun. Saat diajak
bicara, pasien cenderung hanya menatap dan tidak
banyak bicara.
Sejak 2 bulan yang lalu, pasien bertingkah aneh,
sering bicara sendiri, bicara tidak nyambung, diajak
bicara sering senyum-senyum, cengengesan, kadang
tertawa sendiri tanpa sebab. Pasien mengaku akhirakhir ini dapat melihat ayahnya yang telah meninggal
dan mendengar ayahnya berbicara kepadanya. Pasien
juga mengaku bahwa dirinya adalah artis terkenal.
Keluhan ini semakin hari semakin sering dan berat.

Tingkah

cenderung seperti anakanak, berpakaian rangkap dan


berlapis, jarang mandi, mudah
marah, sensitif.
Bila keinginan tidak dituruti, pasien
akan marah dan menangis.
Akhir-akhir ini sering berkata kasar,
melempar-lempar barang,
mengatakan hal aneh bahwa dalam
tubuhnya ada roh jahat.

RIWAYAT
4

bln yll : mulai ada perubahan sejak


ayahnya meninggal pasien sangat
terpukul dan merasa kehilangan, namun
ibunya tidak terlalu memperhatikan
Pernah kecelakaan motor 2 th yang lalu
RPD

: tidak pernah mengalami keluhan


serupa.
RPK : tidak ada keluarga yang mengalami
gangguan jiwa.
Kebiasaan : tidak merokok, alkohol, konsumsi
obat-obatan terlarang.

Riwayat Keluarga
Anak

tunggal, pasien sangat disayang dan


dimanja oleh keluarga, dan sangat dekat
dengan kedua orang tuanya terutama ayahnya.
Pasien kini tinggal dengan ibunya.
Sebelum meninggal, ayahnya bekerja sebagai
pegawai swasta, ibunya ibu rumah tangga.
Setelah ayahnya meninggal, ibu bekerja
sebagai pembantu ekonomi kurang.
Kepribadian : manja, sangat tergantung,
kekanak-kanakan.

Riwayat Hidup Pasien


Riwayat

Prenatal (0-1th)
Pasien dikandung cukup bulan,
merupakan anak yang diharapkan.
Selama mengandung ibu pasien tidak
mengalami masalah. Lahir di bidan
dengan berat 3,2 kg secara normal.
Masa kanak-kanak awal (1-3th)
Perkembangan sesuai usia. Berjalan
umur 1th, berbicara 1,5 th.

Masa

kanak-kanak pertengahan (3-

11th)
Masuk SD usia 6 th. Tak pernah
tinggal kelas. Nilai rata-rata. Kedua
orang tua sangat menyayangi dan
memanjakan pasien.
Masa kanak-kanak akhir (12-18th)
Pasien melanjutkan pendidikan SMP
lalu ke SMA tanpa masalah. Seharihari pasien adalah pribadi yang ceria
dan terbuka. Apabila ada masalah,
pasien biasanya bercerita ke
ayahnya.

Faktor predisposisi
Pasien sangat
disayang dan
dimanja oleh
kedua orang
tuanya
Pasien sangat
dekat dengan
kedua orang
tuanya, terutama
ayahnya

Faktor presipitasi
Ayah pasien
meninggal
pasien sangat
terpukul dan
merasa kehilangan
Ibu pasien menjadi
sibuk bekerja
pasien merasa
kurang
diperhatikan

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan

Umum :

Kesan sakit ringan,


CM
BMI :
TB : 150 cm
20
BB : 45 kg
Tanda

Vital :

BP : 120/80 mmHg
N : 80 x/min,
reguler
R : 20 x/min
T : 36,6C

Kepala

& leher,

thorax,
abdomen,
ekstremitas
DBN

STATUS PSIKIKUS
Roman

muka : silly
Rapport : +/ inadekuat
Orientasi :
Tempat : buruk
Waktu : buruk
Orang : buruk
Perhatian :
distraktibilitas
Persepsi :
Ilusi : Halusinasi : auditorik
(+), visual (+)
Ingatan :
Masa kini : tidak baik
Masa dulu : tidak baik
Daya ingat : tidak baik
Daya ulang : tidak baik
Intelegensia : kesan
tidak terganggu

Pikiran

Bentuk : autistik
Jalan : inkoheren
Isi : waham bizzare, waham
kebesaran
Penilaian

Normososial : kurang baik


Waham : + bizzare,
kebesaran
Wawasan

penyakit : buruk
Afek : inappropriate
Decorum :
Sopan santun : buruk
Cara berpakaian : buruk
Kebersihan : buruk
Kematangan

jiwa : mature
Tingkah laku & bicara :
Tingkah laku : autistik,
infantilism
Bicara : inkoheren, flight of
idea

Diagnosis Multiaksial
Aksis

I : F20.1 Skizofrenia Hebefrenik


Aksis II : Tidak ada diagnosis
Aksis III : Tidak ada diagnosis
Aksis IV : Masalah dengan primary support
group (keluarga)
Aksis
V: GAF Scale 40-31 (beberapa
disabilitas dalam hubungan dengan realita
dan komunikasi, disabilitas berat dalam
beberapa fungsi)

Penatalaksanaan
Psikofarmaka

- Risperidon tab 2mg 2x1


Rehabilitasi
- Pengawasan minum obat
- Meningkatkan kemampuan sosial dan
komunikasi
Psikoterapi
- pasien : konseling mengenai cara mengatur
emosi, mengatur pola pikir, bersabar, menyikapi
masalah.
- keluarga: konseling dan edukasi mengenai
support thd pasien, kepatuhan minum obat, ES
obat, kontrol teratur.

Prognosis
Quo

ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : dubia ad
malam
Quo ad sanationam : dubia ad
malam

Skizofrenia

Definition
SCHIZOPHRENIA : sindroma klinis yang
bervariasi,

yang

psychopathology

yang

mengganggu,
melibatkan

kognisi, emosi, persepsi, dan perilaku


lain.

Epidemiology
Dapat ditemukan pada semua strata
social dan daerah
Pria = wanita, tetapi wanita
mempunyai prognosis yang lebih
baik
90% pada usia 15-55 tahun
Laki : 15-25 tahun
Perempuan : 25-35 tahun

Etiology
Genetik
Neuroimmunovirology
Komplikasi kehamilan dan kelahiran

Classifications

Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia
Skizofrenia

Paranoid
Disorganized
Catatonic
Undifferentiated
Residual

PEDOMAN DIAGNOSIS
Skizofrenia
Harus ada 1 gejala (amat jelas) / 2 gejala atau
lebih (kurang jelas) :
(a) - Thought echo : isi pikiran dirinya sendiri yang
berulang / bergema dalam kepalanya (tidak
keras), dan isi pikiran ulangan, walaupun isinya
sama, namun kualitasnya berbeda; atau
- Thought insertion or withdrawal : isi pikiran
yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya
(insertion) atau isi pikirannya diambil keluar
oleh sesuatu dari luar (withdrawal); dan
- Thought broadcasting : isi pikirannya tersiar
keluar sehingga orang lain atau umum
mengetahuinya;

(b) - Delusion of control : waham tentang dirinya


dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar; atau
- Delusion of influence : waham tentang dirinya
dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari
luar; atau
- Delusion of passivity : waham tentang dirinya
tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu
kekuatan dari luar;
(tentang dirinya : secara jelas merujuk ke
pergerakan tubuh/anggota gerak atau ke
pikiran, tindakan / penginderaan khusus);
- Delusional perception : pengalaman inderawi
yang tak wajar, yang bermakna sangat khas
bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau
mukjizat;

(c) Halusinasi auditorik :


- Suara halusinasi yang berkomentar secara
terus menerus terhadap perilaku pasien,
atau
- Mendiskusikan perihal pasien diantara
mereka sendiri (diantara berbagai suara
yang berbicara), atau
- Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari
salah satu bagian tubuh.
(d) Waham-waham menetap jenis lainnya,
yang menurut budaya setempat dianggap
tidak wajar dan sesuatu yang mustahil,
misalnya perihal keyakinan agama / politik
tertentu, / kekuatan dan kemampuan diatas
manusia biasa (misalnya mampu
mengendalikan cuaca, / berkomunikasi
dengan makhluk asing dari dunia lain)

Atau paling sedikit 2 gejala dibawah ini


yang harus selalu ada secara jelas :
Halusinasi yang menetap dari panca
indera apa saja, apabila disertai baik
oleh waham yang mengambang
maupun yang setengah berbentuk
tanpa kandungan afektif yang jelas,
ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan
(over-valued ideas) yang menetap, /
apabila terjadi setiap hari selama
berminggu-minggu / berbulan-bulan
terus menerus;
Arus pikiran yang terputus (break) /
yang mengalami sisipan (interpolation),
yang berakibat inkoherensi /
pembicaraan yang tidak relevan, /
neologisme;

(g) Perilaku katatonik, seperti keadaan


gaduh-gelisah (excitement), posisis
tubuh tertentu (posturing), / fleksibilitas
cerea, negativisme, mutisme, dan
stupor;
(h) Gejala-gejala negatif seperti sikap
sangat apatis, bicara yang jarang, dan
respons emosional yang menumpul
atau tidak wajar, biasanya yang
mengakibatkan penarikan diri dari
pergaulan sosial dan menurunnya
kinerja sosial; tetapi harus jelas bahwa
semua hal tersebut tidak disebabkan
oleh depresi / medikasi neuroleptika;

Adanya gejala-gejala khas tersebut


diatas telah berlangsung selama kurun
waktu 1 bulan / > (tidak berlaku untuk
setiap fase nonpsikotik prodromal).
Harus ada suatu perubahan yang
konsisten dan bermakna dalam mutu
keseluruhan (overall quality) dari
beberapa aspek perilaku pribadai
(personal behaviour), bermanifestasi
sebagai hilangnya minat, hidup tak
bertujuan, tidak berbuat sesuatu, sikap
larut dalam diri sendiri (self absorbed
attitude), dan penarikan diri secara
sosial.

SKIZOFRENIA HEBEFRENIK
Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia
Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan
pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai
15-25)
Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu &
senang menyendiri (solitary), namun tidak harus demikian
untuk menentukan diagnosis
Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya
diperlukan pengamatan kontinu selama 2 / 3 bulan lamanya,
untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini
memang benar bertahan :
Perilaku yang tidak bertanggung jawab & tak dapat
diramalkan, serta mannerisme; ada kecenderungan untuk
selalu menyendiri (solitary), dan perilaku menunjukkan hampa
tujuan dan hampa perasaan

Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak


wajar (inappropriate), sering disertai oleh
cekikikan (giggling) / perasaan puas diri
(self-satisfied), senyum sendiri (selfabsorbed smiling), / oleh sikap, tinggi hati
(lofty manner), tertawa menyeringai
(grimaces), mannerisme, mengibuli
secara bersenda gurau (pranks), keluhan
hipokondrial, dan ungkapan kata yang
diulang-ulang (reiterated phrases);
Proses pikir mengalami disorganisasi dan
pembicaraan tak menentu (rambling)
serta inkoheren.

Gangguan afektif dan dorongan kehendak,


serta gangguan proses pikir umumnya
menonjol. Halusinasi dan waham mungkin
ada tetapi biasanya tidak menonjol
(fleeting and fragmentary delusions and
hallucinations). Dorongan kehendak
(drive) dan yang bertujuan
(determination) hilang serta sasaran
ditinggalkan, sehingga perilaku penderita
memperlihatkan ciri khas, yaitu perilaku
tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud
(empty of purpose). Adanya suatu
preokupasi yang dangkal dan bersifat
dibuat-buat terhadap agama, filsafat dan
tema abstrak lainnya, makin
mempersukar orang memahami jalan
pikiran pasien.

PERAWATAN DI RUMAH SAKIT


Indikasi

Menegakkan diagnosis
Menstabilkan medikasi
Keamanan pasien
Perilaku sangat kacau
Tidak mampu memenuhi kebutuhan
dasar (pangan, sandang, papan)

MEDIKAMENTOSA
Pemeriksaan

awal

Situasi gawat darurat : dokter dapat memberI


obat (kecuali clozapine) tanpa melakukan
pemeriksaan fisik maupun laboratorium
Pemeriksaan biasa : lakukan pemeriksaan
hematologi rutin, fungsi hati dan ECG

OBAT-OBAT Antipsikotik :
Konvensional : Haloperidol,
Trifluoperazin, Flufenazin, Chlorpromazin
Atipikal : Risperidon, Clozapin, Quetiapin,
Zotepin, Aripiprazol, Olanzapin

OBAT ANTIPSIKOTIK
Antagonis reseptor dopamine
Hanya sejumlah kecil pasien (kemungkinan 25%) yang
dapat kembali pada fungsi mental normal
Efek samping : akatisia, gejala mirip parkinsonisme
(rigiditas dan tremor)
Efek samping serius : tardive dyskinesia, sindroma
neuroleptik malignan
Risperidon
Antagonis reseptor serotonin tipe 2 (5-HT2) dan
dopamine tipe 2 (D2)
Efektif mengobati gejala + dan
OBAT LINI PERTAMA
Clozapine
Antagonis lemah reseptor D2, antagonis kuat reseptor
D4
Efek samping : agranulositosis (6-18 minggu setelah
pengobatan) sehingga harus dilakukan monitoring tiap
minggu dan lama terapi tidak lebih dari 6 minggu
Mahal
OBAT LINI KEDUA

Kontraindikasi

Antipsikotik
Respon alergi serius
Pasien yang mungkin telah
mengkonsumsi zat-zat yang
akan berinteraksi dengan
antispikotik sehingga terjadi
depresi SSP (mis.alkohol,
opioid, barbiturate,
benzodiazepine)
Resiko tinggi kejang akibat
lesi organic ataupun idiopatik
Glaukoma sudut sempit

KEGAGALAN

PERCOBAAN

OBAT
Adanya suatu lesi organic
Ketidak patuhan
Waktu yang ridak mencukupi

Gagal, bukan alasan di atas:


Tambahkan obat lain :
Lithium
Antikonvulsan ( carbamazepine /
valproate)
(efektif untuk menurunkan episode
kekerasan)

Benzodiazepine

TERAPI LAIN
ECT (elektro konvulsif)
Diindikasikan untuk pasien
kakatonik dan pasien yang
tidak dapat menggunakan
antipsikotik
(*) yang paling mungkin
merespon adalah pasien
yang sakit < 1 tahun

TERAPI PSIKOSOSIAL
Terapi

perilaku

Meningkatkan kemampuan social


Meningkatkan kemampuan untuk
memenuhi kebutuhan diri sendiri
Komunikasi dan latihan perilaku adaptif
Latihan keterampilan dengan
menggunakan kaset video maupun
permainan
Terapi

orientasi keluarga
( penyuluhan terhadap keluarga
tentang penyakit)

NAMI

(The National Alliance for


the Mental Ill)
Merupakan suatu kelompok yang
memberikan nasihat emosi dan
praktis untuk keluarga dan teman
pasien

Terapi

individual : membina
hubungan antara pasien dan
dokter
Tujuan : pasien tetap mengikuti
psikoterapi dan patuh terhadap
medikasi sehingga dedapatkan hasil
yang baik (selama follow-up 2
tahun)

PROGNOSIS
>

periode 5 sampai 10 tahun


setelah perawatan psikiatrik
pertama kali di rumah sakit karena
skiofrenia 10-20 % pasien
memliki hasil yang baik.
> 50% pasien memiliki hasil yang
buruk, dengan perawatan di rumah
sakit yang berulang, eksaserbasi
gejala, episode gangguan mood
berat, dan usaha bunuh diri.

PROGNOSIS BAIK

PROGNOSIS BURUK

Onset lambat

Onset muda

Factor pencetus jelas

Tidak ada factor pencetus

Onset akut

Onset tidak jelas

Riwayat social, seksual dan


pekerjaan pramorbid yang baik

Riwayat social, seksual dan


pekerjaan pramorbid yang buruk

Gejala gangguan mood (terutama


gangguan depresi)

Perilaku menarik diri, autistic

Menikah

Tidak menikah, bercerai

Riwayat keluarga gangguan mood

Riwayat keluarga schizophrenia

System pendukung yang baik

System pendukung buruk

Gejala positif

Gejala negative
Tanda dan gejala neurologis
Riwayat trauma perinatal
Tidak ada remisi dalam 3 tahun
Banyak relaps
Riwayat penyerangan

TERIMA

KASIH