Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PBL

TUTOR
Dr. Nur Alia

ANGGOTA KELOMPOK 8
O 11020140129 Angga Nugraha Hamid
O 11020140132

Arni Pahlawani
O 11020140138 Tzuraya Zahrah
O 11020140139
Husnul Hazimah
O 11020140140 Mardatillah Abbas R.
O 11020140141 Muhammad Raif Risqullah
O 11020140143 Sesaria Fatimah Nur Bahtiar
O 11020140145 Vina Alfiani
O 11020140152 Dela Pinka Pakaya
O 11020140160 Dewi Arfina Sari

SKENARIO
Seorang laki-laki umur 37 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan utama demam dan bengkak di tungkai
kanan atas. Demam terjadi terutama pada malam hari
dan pada saat demam dirasakan ada bengkak di daerah
lipat paha dan ketiaknya. Pasien sering merasa demam
setelah bekerja berat di sawah, bengkak disertai rasa
nyeri keluhan dirasakan sejak 5 hari yang lalu. Menurut
pasien serangannya hilang timbul dan dapat terjadi
beberapa kali dalam setahun.Pasien sering minum obat
demam dan penghilang rasa nyeri, sembuh tetapi sering
berulang. Pasien juga pernah batuk dan sesak nafas malam
hari dengan mengeluarkan dahak kental. Pasien adalah
seorang petani yang tinggal di sebuah desa di Irian Jaya.

O Kata Sulit : O Kata kunci :

1. Laki-laki 37 tahun demam dan bengkak


ditungkai kanan atas terutama malam hari
2. Bengkak dilipatan paha dan ketiaknya
3. Timbul setelah kerja berat di sawah sejak 5
hari yang lalu
4. Serangan hilang timbul
5. Riwayat minum obat antipiretik dan analgesic
6. Riwayat batuk dan sesak nafas malam hari
dan mengeluarkan dahak yang kental
7. Petani tinggal disebuah desa di Irian Jaya

PERTANYAAN PENTING
O Definisi, klasifikasi dan mekanisme

demam ?
O Jelaskan hubungan demam dan bengkak
pada scenario ?
O Jelaskan hubungan demam dengan batuk
dan sesak pada scenario ?
O Jelaskan langkah-langkah diagnosis pada
scenario ?
O Sebutkan dan jelaskan differential diagnosis
?
O Pencegahan penyakit-penyakit tropis ?

Definisi Demam

Demam (pireksia) adalah keadaan suhu


tubuh di atas normal sebagai akibat
peningkatan pusat pengatur suhu di
hipotalamus yang dipengaruhi oleh IL-1.
Pengaturan suhu pada keadaan sehat atau
demam merupakan keseimbangan antara
produksi dan pelepasan panas.

Supali T, Sri S, Margono, Alisah SN, Abidin. Nematoda jaringan. In: Sutanto I, Ismid IS,
Sjarifuddin PK, Sungkar S; editors. Buku ajar parasitologi kedokteran. 4th ed. Jakarta: FKUI;

Klasifikasi Demam
Demam Septik

Demam Hektik

Demam Remitten

Demam Intermitten

Demam Kontinyu
Demam Siklik

Pada tipe demam ini, suhu badan berangsur


naik ke tingkat yang tinggi sekali pada
malam hari dan turun kemmbali ke tingkat
diatas normal pada pagi hari. Biasanya
sering disertai keluhan menggigil dan
berkeringat.
Pada tipe demam ini, suhu badan berangsur
naik ke tingkat yang tinggi sekali pada
malam hari dan turun kembali ke tingkat
yang normal pada pagi hari.
Pada tipe demam ini, setiap hari suhu badan
dapat turun tetapi tidak pernah mencapai
suhu
yang
mungkin
tercatat
dapat
mencapai dua derajat dan tidak sebesar
perbedaan suhu yang dicatat pada demam
septik.
Pada tipe demam ini, dalam satu hari suhu
badan turun ke tingkat yang normal selama
beberapa jam.
Pada tipe demam ini, variasi suhu sepanjang
hari tidak berbeda lebih dari satu derajat.
Pada tipe demam ini, terdapat kenaikan
suhu badan selama beberapa hari yang
kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti
semula.

Mekanisme Demam

Hubungan demam dan bengkak

1.Ferrer R. Lymphadenopathy : Differential diagnosis and evaluation. AAFP (58);6.1998.

Hubungan riwayat batuk dan sesak nafas


Mikrofilia
masuk ke
dalam kapiler
paru

Penghancuran
mikrofilia
dalam jumlah
besar

Dikeluarkan
mediatormediator

Oleh sistem
imun
melibatkan
degranulasi
eosinofil dan
sel mast

Bronkokonstriks
i dan
hipersekresi
sal. Pernafasan

Sesak nafas
dan
pengeluaran
dahak kental

Source: Abbas AK, Lichtman AH. Basic Immunology: Functions and Disorders of the Immune System. In: Malley J,
editor. 2nd ed. Philadelphia: Saunders Elsevier; 2004. P.115, 148, 198.

Langkah-Langkah
Diagnosis
Anamnesis

1. Anamnesis Umum
2. Anamnesis terpimpin

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan penunjang

1. Darah lengkap
2. Apusan darah
3. USG KGB

Anamnesis
Anamnesis Terpimpin :
- Onset dan durasi demam
- Menanyakan identitas pasien - Sifat demam ( Subfebris,
Tinggi,terus menerus,intermitten)
( Nama,umur,alamat dan pekerjaan
)
- Tanyakan gejala lainnya
- Menanyakan keluhan utama Riwayat penyakit dalam keluarga
- Riwayat imunisasi(terutama pada
pasien anak )
- Riwayat sudah berpergian kedaerah endemik
- Tanyakan adanya kontak dengan
hewan
- Riwayat pengobatan

Anamnesis Umum :

Pemeriksaan Fisik
- Penilaian status pasien secara umum dan
tanda vital
- Perhatiakn ada tidaknya rhisus sardonikus
- Nilai adanya anemia,ikterus dan edema
- Nilai status tifosa
- Periksa apakah ada pendarahan spontan
- Lakukan uji turniket
- Perhatiakan adanya penyakit ada kulit
( Efloresensi kulit )
- Periksa rongga mulut
- Nilailah pada rongga abdomen
- Nilai apakah ada opistotonus
- Pemeriksaan kelenjar getah bening
- Mengnformasikan hasil yang ditemukan pada
pasien

Differential Diagnose
O Filariasis
O Leptospirosis
O Malaria

Filariasis
Definisi :
Filariasis adalah penyakit zoonosis menular
yang banyak ditemukan di wilayah tropika
seluruh dunia.
Penyebabnya adalah infeksi
oleh sekelompok cacing nematoda parasit yang
tergabung dalam superfamilia Filarioidea

Etiologi :
O Wurcheria bancrofti
O Brugia malayi
O Brugia timori

HOSPES
O Hospes intermediate
O Nyamuk

O Hospes Definitif

O Manusia manusia, kera, anjing

Patofisiolog
i filariasis

Nyamuk + larva
infektif
Kulit sal. limfe

Larva menetap dewasa


Reaksi jaringan
(histiosit, epiteloid, limfosit, sel plasma, makrofag,
eosinofil)
Hiperplasia endotel & infiltrasi seluler perilimfatik
(sekitar filaria & proksimal pemb. limfe)
Limfangitis & limfadenitis
Stenosis pemb.

Stenosis pemb.
limfe

Lanjutan

Kerusakan katup
Kolateral ke dukt.
torasikus u/ s. limfe
perut bag. bawah

Alat kelamin &


kelenjar
ingunal
elefantiasis

Tek. hidrostatik /
permeabilitas
Sal. limfe
bocor/pecah
Protein merembes
keluar

peritoneu
m
kiloasites

Ves.urinari/re
n
kiluria

T.
vaginalis
hidrokel

Gejala Klinis
Akut

Kronik

Occult

DEMAM DEMAM
filaria:
* DENGAN / TANPA
radang
limfatik
node
* Tidak teratur
INTERVAL
-Epididimitis dan
orchitis / oophoritis
-retroperitoneal
limfatik
-Pembesaran
kelenjar getah
bening dapat
bertahan
- Limfangitis &
limfadenitis

Obstruksi
FENOMENA limfatik
FLOW:
~ hidrokel
~ Skrotum
lymphedema
~ Limfatik VARISES
~ Kaki gajah:
EKSTREMITAS
alat kelamin
PAYUDARA
-Fase obstruksi
(kronis)
Kel. Inguinal
Elefantiasis
Kel. limfe ren &
ves. urinaria
kiluria
chylus/kilus
Tunika vaginalis
hidrokel/kilokel
Kel. limfe
peritoneal
kiloasites

MANIFESTASI Klasik
& mikrofilaria mikrofilaria hadir
dalam jaringan

Diagnosa
1. Diagnosis parasitologi
- Deteksi parasit
- Teknik biologi molekuler
2. Radiologis
- USG
- Limfosintigrafi
3. Diagnosis Imunologi

Pencegahan
Pencegahan massal baru-baru ini dikenal
dengan pengobatan dosis tunggal , sekali
pertahun, 2 regimen obat (Albendazol 400 mg
dan Ivermectin 200 mg/KgBB) cukup efektif.
Hal ini merupakan pendekatan alternatif dalam
menurunkan jumlah mikrofilatia dalam
populasi.
Pencegahan individu, kontak dengan nyamuk
dapat dikurangi dengan penggunaan obat oles
anti nyamuk, kelambu, atau insektisida.

Leptospirosis
Definisi 9
Leptospirosis merupakan penyakit zoonis yang di sebabkan
mikroorganisme genus Leptospira
Epidemiologi
Infeksi ini tersebar di berbagai wilayah di sumatra, Jawa, Sulawesi,
Kalimantan, dan Nusa Tenggara Barat dengan insidens banjir
meningkat bersamaan dengan banjir. Orang yang rentan terkena
infeksi ini adalah petani, peternak, pekerja tambang, pekerja rumah
potong ayam, penebang kayu dan dokter hewan.
Etioogi
Leptospirosis disebabkan oleh Leptospira intterogan dari genus
Leptospira dan famili treponemtaceae.

Manifestasi Klinis
1. Fase leptospiremia (4-9 hari), leptospira ditemukan dalam darah
dengan gejala demam mendadak, menggigil, nyeri kepala terutama
region frontal, mialgia, nyeri tekan otot (terutama m.gastrocnemius),
hiperestesia kulit, mual, muntah, diare, penurunan kesadaran
2. Setelah demam 7 hari akan diikuti keadaan bebas demam 1-3 hari
sebelum kemudian demam kembali. Fase ini disebut fase imun yang
di tandai dengan peningkatan titer antibodi, demam hingga 40 oC,
menggigil, kelemahan umum, nyeri leher, perut, otot kaki,

Patofisiologi

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan Fisik
Febris, ikterus, nyeri tekan
pada

otot,

limfadenopati,

ruam

kulit,

hepatomegali,

splenomegali, edema, bradikardi


relatif, konjungtiva suffusion,

Darah rutin; jumlah leukosit antara


3000-26000/L, dengan pergeseran ke
kiri, trombositopenia yang ringanterjadi
pada 50% pasien dan dihubungkan
dengan gagal ginjal.
Urin rutin : sedimen urin (leukosit,

gangguan perdarahan berupa

eritrosit, dan hyalin atau granular)

petekie, purpura, epistaksis dan

proteinuria ringan, jumlah sedimen

perdarahan gusi, kaku kuduk

eritrosit biasanya meningkat.

sebagai tanda meningitis

Penatalaksanaan
Leptospirosis ringan
Doksisiklin 2x100 mg
Ampisilin 4x500 750 mg
Amoksilin 4x500 mg
Leptospirosis sedang/berat
Penisilin G 1,5 juta unit/ 6 jam (IV)
Ampisilin 1 gram/6 jam (IV)
Amoksilin 1 gram/6 jam (IV)
Kemoprofilaksis
Doksisiklin 200 mg/minggu

Malaria
Definisi :

Malaria adalah penyakit yang ditularkan oleh


nyamuk dari manusia lain yang disebabkan oleh
ptozoa dalam tipe plasmodium.
Etiologi

Penyebab Malaria dibagi menjadi 4 :


1. Plasmodium Ovale
2. Plasmodium Falciparum
3. Plasmodium Malariae
4. Plasmodium Vivax

Gejala Klinis
Proses patologi malaria
terjadi akibat proses yang
terjadi pd siklus eritrositik.
Gejala klinis
Demam
Splenomegali
Anemia.

Diagnosis
Menemukanparasit
parasitdalam
dalamsediaan
sediaandarah
darah
Menemukan
tepi
baik
itu
Slide
darah
tebal
maupun
tepi baik itu Slide darah tebal maupun
Slidedarah
darahtipis
tipis(mikroskopik)
(mikroskopik)merupakan
merupakan
Slide
Gold
standar

Gold standar

Pengobatan
Obat standar yang termasuk
sisontosida darah adalah klorokuin
(lini pertama), Fansidar (lini kedua)
dan kina (lini ketiga).
Obat-obat tersebut akan
membunuh sison di eritrosit sehingga
gejala klinis dan parasitemia akan
berangsur hilang dengan cepat.
Kekurangan dosis akan
menyisakan parasit dalam densitas
(parasitemia) rendah sekali yang akan
beredar di dalam darah dan tidak
terdeteksi secara mikroskopis
(subpaten).

Tindakan Pencegahan

Pengeringan lahan basah


Aplikasi instekstisida
Penggunaan kelambu tempat tidur Penggunaan
air sumur, dan / atau pnyaringan air, filter air,
atau air pengobatan dengan tablet air

Pengembangan dan pengguanaan


vaksin
Farmakologis pra-pajanan
Farmakologi profilaksis pasca pajanan
Membantu dengan pembangunan
ekonomi di daerah endemic
Pengunaan alat pelindung diri saat
melukakan pekerjaan