Anda di halaman 1dari 41

CASE REPORT SESSION

P2A0 Post Maturus dengan SC


a/i letak lintang + riwayat SC
PEMBIMBING :
dr. Hj.Helida Abbas,Sp.OG
PENULIS :
Mazaya Ekawati (1102011158)
BAGIAN ILMU OBSTETRI DAN
GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARI
RSU DR. SLAMET GARUT
2015

Identitas Pasien
Nama

: Ny. I

Umur

: 38 tahun

Alamat

: pasir wangi

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

: IRT

Medrek

: 789xx

MRS

: 5 agustus 2015

KRS

: 8 agustus 2015

Nama Suami

: Tn Y

Umur

: 45 tahun

Alamat

:pasir wangi

Pendidikan

: SD

Pekerjaan

:wiraswasta

Anamnesis
Dikirim oleh
: dokter SP.OG
Sifat
: Rujukan
Keterangan
: G3P2A0 Gravida aterm
dengan letak lintang + riwayat SC
Keluhan Utama : posisi bayi letak lintang

G2P1A0 merasa hamil 9 bulan datang untuk kontrol kehamilan ke


poliklinik kandungan. Keuhan mules-mules yang semakin sering dan
bertambah kuat di sangkal oleh ibu. Keluhan keluar lendir bercampur
sedikit darah dari jalan lahir serta keluar cairan banyak dan bening
dari jalan lahir di sangkal oleh ibu. Gerakan janin mulai dirasakan
aktif oleh ibu sejak 5 bulan SMRS. Gerakan janin saat ini dirasakan
masih aktif. Ibu mengetahui kehamilannya letak lintang saat kontrol
kehamilan. Riwayat pemutaran bayi di sangkal. Riwayat karena letak
lintang pada kehamilan ke-dua

Riwayat Obstetri

Keterangan Tambahan
Menikah pertama : 17 tahun, SD, IRT
24 tahun, SMP, wiraswasta
HPHT

: 1 november 2014
Siklus: teratur

Lama: 7 hari

Darah: sedikit
Nyeri: Ya

Menarche : 15 tahun

Kontrasepsi terakhir: Suntik 3 bulan sejak tahun 2002-201

Alasan berhenti KB: ingin punya anak

Pre Natal Care

: bidan & dokter SPOG

: Jumlah kunjungan 8 kali.


: Terakhir PNC 4 hari yang lalu
Keluhan Selama Kehamilan
Penyakit Terdahulu

: : -

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu
Berat Badan
Kepala
Leher

: Compos Mentis
: 120/90 mmHg
: 84 x/menit
: 20 x/menit
: 36.5 C
: 88 Kg
: Conjungtiva Anemis(-)/(-)
Sklera Ikterik (-)/(-)
: Tiroid: T.A.K
KGB: T.A.K

Thorak

: Cor
: BJ I-II Murni Reguler, Murmur (-), Gallop (-)
Pulmo: VBS Kanan=Kiri,Rhonchi (-)/(-), Wheezing (-)/(-)
: Cembung Lembut
Hepar
: Sulit Dinilai
Lien
:Sulit Dinilai
: Edema : (-)
Varices : (-)

Abdomen

Ekstremitas

Status Obstetrik
Pemeriksaan Luar
TFU/LP : 32 cm/ 100 cm
LA

: Lintang, kepala di bagian

kanan ibu
HIS : -/10 menit, lama his - detik
DJJ

: 147 x/menit

Pemeriksaan Dalam
Vulva
: T.A.K
Vagina
: T.A.K
Porsio
: Tebal Lunak
Pembukaan
:1-2 cm
Ketuban
: (+)

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Tanggal 6-08-2015
1. Hematologi
Darah Rutin
1. Hemoglobin

: 10,0 g/dL

2. Hematokrit : 29%
3. Lekosit

: 18,750/mm3

4. Trombosit : 201.000/mm3
5. Eritrosit

: 3,12 juta/mm3

Diagnosis
G3P2A0 Gravida Aterm dengan Letak Lintang
dan IUGR dan riwayat SC

Rencana pengelolaan
Observasi keadaan umum, DJJ, HIS, dan
Pembukaan
Infus RL 500 cc, 20 gtt/menit
Rencana SC elektif

Laporan Operasi

Follow Up
Tanggal
08-8-2015
(POD I)

Catatan
S/ Keluhan ()
O/
KU: CM
TD: 120/80 mmHg
N : 70x/menit
R : 20x/menit
S : 36.2C
Mata: Ca -/- Si -/Asi: -/Abdomen: Datar, Lembut, NT(-), DM (-)
TFU: sepusat
LO: tertutup verban
Lochia: Rubra
BAB:BAK (-)/(+ DC )
A/
P2A0 partus maturus dengan SC a/I letak lintang
dan Riwayat SC POD 1

Instruksi
R/
-Infus RL 500ml : D5% = 2:1
20 gtt/menit
-Cefotaxim 2x1 gr iv
-Metronidazole 3x500 mg/iv
-Ketorolac 2x100 mg

Tanggal
07-8-2015
(POD II)

Catatan
S/ Keluhan O/
KU: CM
TD: 120/70 mmHg
N: 72 x/menit
R: 20 x/menit
S: 36.6 C
Mata: Ca -/- Si -/Asi: +/+
Abdomen: Datar, Lembut, NT(-), DM (-)
TFU: 1 Jari bawah pusat
LO: Kering, terawat
Lochia: Rubra
BAB:BAK (+)/(+)
A/
P2A0 partus maturus dengan SC a/I letak lintang
dan Riwayat SC POD 2

Instruksi
P/
-Cefotaxim 2x1 gr iv
-Metronidazol 3x500 mg iv
-Ketorolac 2x100 mg
-GV

APAKAH DIAGNOSIS PADA KASUS


INI SUDAH BENAR?

Dari keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa diagnosis pada kasus


tersebut adalah G3P2AO gravida 38-39 minggu ; bekas SC ; letak
lintang diagnosis pada kasus ini sudah tepat
Letak lintang (gravida 38-39 minggu, TBBA > 2500gr) + bekas SC
harus di lakukan SC kembali

P3AO partus matures dengan SC atas indikasi bekas SC ; letak lintang

Letak Lintang

Etiologi

Dinding abdomen teregang secara berlebihan disebabkan oleh kehamilan multiparitas

janin prematur: letak janin belum menetap, perputaran janin sehingga menyebabkan letak memanjang

Placenta previa atau tumor pada jalan lahir. Dengan adanya placenta atau tumor dijalan lahir maka sumbu
panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir.

Abnormalitas uterus, bentuk dari uterus yang tidak normal menyebabkan janin tidak dapat engagement
sehingga sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir

Panggul sempit, bentuk panggul yang sempit mengakibakan bagian presentasi tidak dapat masuk kedalam
panggul (engagement) sehingga dapat mengakibatkan sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir.

Bayi kembar

Letak lintang pada bayi sebelumnya

Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi letak lintang pada


janin terbagi 2 kelompok :

a. Faktor ibu : paritas tinggi, plasenta previa, tumor pelvis, malformasi


uterus, distensi kandung kemih ibu
b. Faktor anak: polihidromnion, oligohidromnion, kehamilan kembar, bayi
makrosomia, abnormalitas pada janin
Pada pasien ini terdapat faktor predisposisi letak lintang pada
kehamilan sebelumnya dan multipara

DIAGNOSIS
-

Inspeksi
Leopold :
leopold 1 fundus uteri tidak di temukan bagian janin
leopold 2 teraba ballotement kepala pada salah satu fossa iliaca dan bokong pada fossa iliaca
yang lain
Leopold 3 & 4 tidak ditemukan bagian janin, kecuali pada saat persalinan berlangsung dengan
baik dapat teraba bahu di dalam rongga panggul
Bila pada bagian depan perut ibu teraba dataran keras yang melintang punggung anterior
Bila pada bagian perut ibu teraba bagian yang tak beraturan atau bagian kecil janin punggung
posterior
Pemeriksaan dalam
bila punggung dorsoanterior bagian keras teraba sepanjang bagian depan abdomen
bila punggung dorsoposterior teraba tonjolan irreguler bagian kecil janin
AUSKULTASI BJA janin dapat di dengar di bawah umbilicus pada dorsoanterior

Pemeriksaan penunjang
USG di lakukan pada usia
kehamilan 32-34 minggu

Kelainan janin ataupun Rahim yang menyebabkan letak lintang

Kelainan di luar janin yang menyebabkan letak lintang

Pada tahap awal persalinan, bila bagian dada dapat di raba teraba bagian dari kosta. Bila pembukaan

makin lebar scapula dan clavicular dapat di bedakan


Posisi axilla posisi ibu terhadap arah bahu, atau menunjukkan arah kepala janin

Komplikasi
Proses persalinan
Pada awal persalinan versio spontanea (bila ketuban masih utuh).
Pada saat ketuban sudah pecah, bila ibu tidak ditolong dengan tepat, maka
bahu janin akan masuk kedalam panggul dan tangan yang sesuai akan menumbung.
Kemudian terjadi penurunan panggul sebatas PAP. Sedangkan bokong dan kepala
tedapat pada fosailiaka.

Kontraksi uterus semakin


kuat dalam upayanya
mengatasi halangan pada
PAP. Namun usaha uterus
dalam meningkatkan
kontraksi tidak membuahkan
hasil. Semakin meningkat
kontraksi uterus maka lama
kelamaan terbentuk cincin
retraksi yang semakin lama
semakin tinggi, akhirnya
terjadi lingkaran bandl
sebagai tanda akan terjadi
ruptura uteri. Keadaan ini
disebut letak lintang kasep.

apabila panggul ibu cukup


besar dan janin sangat kecil,
meskipun kelainan letak
lintang menetap, persalinan
spontan dapat terjadi. Pada
keadaan ini kepala terdorong
keperut ibu dengan adanya
tekanan pada janin. Tampak di
vulva bagian dinding dada
dibawah bahu menjadi bagian
yang bergantung. Kepala dan
dada secara bersamaan
melewati rongga panggul.
Dalam keadaan terlipat
(conduplication corpore) janin
dilahirkan.a

Evaluation spontanea
Cara dari denman

Cara dari douglasi


Laterofleksi

terjadi

ke

bawah dan pada tulang


pinggang

bagian

atas

maka setelah bahu lahir,


lahirlah sisi thorax, perut,
bokong, kepala

Laterofleksi

terjadi

keatas dan pada tulang


pinggang bagian bawah
maka setelah bahu lahir,
lahirlah
kemudian
kepala

bokong
dada

dan

Penatalaksanaan
Penangangan letak lintang menurut buku protap RSHS :
a.Dalam kehamilan di lakukan versi luar pada kehamilan >37 minggu
b.Dalam persalinan : bila syarat terpenuhi dan tidak ada kontra indikasi di lakukan versi luar
c.Bila berhasil : persalinan pervaginam
d.Bila tidak berhasil :
-Janin hidup : partus pervaginam bila usia kehamilan <28 minggu
SC bila usia kehamilan > 28 minggu
-Janin mati :
a.TBBJ < 1700 gr; persalinan spontan dengan cara konduplikasio korpore dan evolusi spontan dan bisa di bantu dengan traksi
beban
b.TBBJ > 1700 gr; di lakukan dengan embriotomi bila syarat terpenuhi dan harus di lakukan eksplorasi jalan lahir
c.TBBJ > 2500 gr dan bag. Terendah janin mati masih tinggi; di lakukan SC
d.Letak lintang kasip; di lakukan embriotomi dengan dekapitasi atau eviserasi

APAKAH PENGELOLAAN KASUS


SUDAH TEPAT?

penatalaksaaan pasien

Bagaimana prognosis pada pasien?

PROGNOSIS

Prognosis

Umum baik bila di lakukan diagnosis dan penanganan tepat

Letak lintang bahay untuk ibu dan anak

Lahir spontan anak masih mungkin meninggal

Umur kehamilan <30 minggu, berat anak <1400 gr di coba persalinan pervaginam

Penyebab kematian bayi : prolapse funicului, asfiksia, tekukan leher yang kuat

Prognosis bayi sangat bergantung pada pecahnya ketuban

Sectio Cesarea
suatu cara melahirkan janin dengan
insisi pada abdomen dan uterus
Riwayat Sectio caesarea
Sectio caesarea ulangan adalah persalinan dengan sectio caesarea yang
dilakukan pada seorang pasien yang pernah mengalami sectio caesarea pada
persalinan sebelumnya, elektif maupun emergency. Hal ini perlu dilakukan jika
ditemui hal hal seperti :
Indikasi yang menetap pada persalinan sebelumnya seperti kasus
panggul sempit.
Adanya kekhawatiran ruptur uteri pada bekas operasi sebelumnya

Indikasi Sectio Cesarea


1.Indikasi medis :
-power
-passanger
Passage

Jenis-jenis sectio caesarea


a.Section caesarea klasik
b.Section

caesarea

transperitonealis profunda
c.Section

caesarea

peritonealis
d. Caesarean section
hysterectomy

extra

2. Indikasi ibu :
-usia
-tulang panggul
-Persalinan sebelumnya
dengan SC
-faktor hambatan jalan lahir
-kelainan kontraksi rahim
-ketuban pecah dini

Indikasi janin :
-Ancaman gawat janin
-Bayi besar (makrosemia)
-Letak sungsang
-Faktorplasenta
-Kelainan tali pusat

KOMPLIKASI :

Infeksi bisa menimbulkan peritonitis

Kehilangan darah secara signifikan

Luka pada uterus, ovary, tuba, kandun


kemih atau ureter ( bisa terjadi rupture
uteri)

Hysterectomy

Luka pada fetal

Kematian ibu


1.

DAFTAR PUSTAKA

Cunningham, F. C., Gant N. F., Leveno K. J., Gilstrap L. C., Hauth J. C., Wenstrom K. D. Hypertensive disorders in pregnancy. In:
Williams Obstetrics. 22nd ed. McGraw-Hill. New York; 2005.

2.

Manuaba, I.B.G., I.A. Chandranita Manuaba, dan I.B.G. Fajar Manuaba. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: Buku Kedokteran EGC,
2007.

3.

Mochtar, D. 1998. Letak Lintang (Transverse Lie) dalam Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi, Obstetri Patologi 2ndeds. EGC. Jakarta

4.

Moody J. Prenancy and childbirth after cesarean section. In: cesarean section. London: RCOG press, 2004: 90-5

5.

Oxorn, H., Forte, WR, 1990. Ilmu kebidanan : Patoloi dan fisiologi persalinan, Yoyakarta : Andi offset

6.

Prawirohardjo,S., 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

7.

Saifuddin AB, Adriannsz , Winkosastro GH. Kehamilan dan persalinan dengan perut uterus. Dalam : buku panduan praktis pelayanan
kesehatan maternal dan neonatal edisi pertama, JNPKKR-POGI YBPSP. 2002

8.

Sastrawinata, RS. 1984. Obstetri Patologi, Bandung : Ellstar offset

9.

Wiayanegara H, Suardi A, Wirakusumah FF, Pedoman Diagnosis dan terapi obstetric dan ginekoloi RSUP DR. Hasan Sadikin, ed.2
Bandung : Bag. SMF obstetric dan ginekologi FKUP RSUD DR.Hasan Sadikin,1998