Anda di halaman 1dari 4

Fisiologi Olahraga

Cabang ilmu fisiologi yang


mempelajari perubahan fisiologis di
tubuh pada saat seseorang
berolahraga.

Sistem kardiovaskuler
Sistem yang sangat cepat terpengaruh oleh peningkatan
kontraksi otot selama latihan fisik
Respon jantung berupa peningkatan frekuensi denyut
dan penguatan kontraksi otot jantung
Pembuluh darah di otot mengalami vasodilatasi untuk
menyediakan dan menjaga agar aliran darah dapat
memenuhi kebutuhan kontraksi otot.
Efek latihan fisik secara teratur berupa pengurangan
frek.denyut nadi, pembesaran jantung fisiologis dan
penurunan tahanan perifer.
Pada orang yang tidak melakukan olahraga, denyut
jantung ratarata
80 kali per menit, sedang pada orang yang melakukan
olahraga
teratur, denyut jantung rata-rata 60 kali per menit.

Sistem respirasi
Elastisitas paru akan bertambah sehingga
kemampuan berkembang kempis juga akan
bertambah.
Jumlah alveoli yang aktif (terbuka) akan
bertambah dengan olahraga teratur.
Kedua hal diatas akan menyebabkan kapasitas
penampungan dan penyaluran oksigen ke
darah akan bertambah.
Pernafasan bertambah dalam dengan frekuensi
yang lebih kecil. Bersamaan dengan perubahan
pada jantung dan pembuluh darah, ketiganya
bertanggung jawab untuk penundaan kelelahan

Sistem pengaturan suhu


Latiahn fisik akan menghasilkan banyak kalori dan
sebagian besar kalori akan diubah menjadi panas.
Panas yang berlebihan akan merangsang sistem
pengaturan suhu menstabilkan suhu tubuh dalam
batas kewajaran.
Karena suhu yang tinggi akan menurunkan
aktivitas kerja enzim sehingga mengganggu
proses metabolisme, serta dapat merusak
struktur protein otot seperti aktin dan miosin.
Proses pengeluran panas selama latihan fisik
paling dominan melalui evaporasi / pembentukan
keringat.