Anda di halaman 1dari 28

TUGAS FARMAKOLOGI 1

ANTILIPEMIKA

DISUSUN OLEH KELOMPOK 3 :


DESSY JAYANTI
(1500009)
NENE LESTARI
(1500022)
NUR MIFTAH HUSSAIDAH.M. (1500024)
NURUL IKBAL
(1400026)
SRI EKA RAVITHA
(1500034)
ULBIS ZULHAMDI
(1500037)

PENGERTIAN ANTILIPEMIKA

Antilipemika adalah obat yang dapat menurunkan kadar


kolesterol dan / atau TG darah yang tinggi.
Kolesterol berasal dari bahasa yunani: chole = empedu,
steroes = padat, merupakan zat esensial bagi tubuh yang
diperlukan untuk sintesa zat-zat penting seperti: membrane sel,
pembentukan hormone kelamin dan anak ginjal, vitamin D
serta asam empedu.

Kolesterol merupakan bahan bangun esensial bagi tubuh untuk sintesa


zat-zat penting seperti membrane sel dan bahan isolasi sekitar saraf, begitu
pula hormone empedu (tjay, 2002)
Reabsorpsinya dari usus hanya terjadi bila terdapat cukup asam
empedu. Jumlah kolesterol yang diabsorpsi berbeda- beda secara
individual dan tergantung dari susunan makanan, jika kadar kolestrol
melebihi kebutuhan, maka kolesterol akan tersimpan didarah dan
menyebabkan tingginya kadar kolesterol darah

Hiperlipidemia (lebih tepat hiperlipoproteinemia) adalah keadaaan, pada


mana kadar lipoprotein darah meningkat akibat predis-posisi genetic
(keturunan) (hiperlipidemia primer)

Hiperlipidemia merupakan kelompok penyakit yang dapat bersifat


primer dan sekunder tergantung penyebabnya. Hiperlipidemia berasal dari
kelainan gen tunggal yang diwarisi atau lebih sering disebabkan kombinasi
faktor genetik dan lingkungan.

LANJUTAN

Sedangkan hiperlipidemia sekunder merupakan penyakit


yang lebih umum seperti diabetes mellitus, asupan alcohol yang
berlebih, hipotirodisme atau sirosis biliar primer. Strategi
pengobatan hiperlipidemia akibat salah satugangguan ini
termasuk pengaturan diet serta jumlah obat-obat untuk penyebab
hiperlipidemia. Salah satu faktor resikonya adalah peningkatan
kadar lipid darah, terutama peningkatan kadar kolesterol.

Hipolipidemik adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar lipid


plasma. Lipid plasma terdiri dari: gliserida, asam lemak bebas, fosfolipid, dan
kolestrol. Tindakan menurunkan kadar plasma merupakan salah satu tindakan
yang ditujukan untuk menurunkan resiko penyulit enterosklerosis (mardjono,
2007), dengan cara:

Menghambat biosintetis kolesterol atau prekursornya.


Menurunkan kadar trigliserid dan menghambat mobilisasi
lemak dengan cara :
- Menghambat aktivitas enzim trigliserida lipase sehingga
menurunkan kecepatan hidrolisis trigliserid.
- Memblok kerja hormon pelepas asam lemak bebas.
- Menghambat pengikatan asam lemak bebas pada albumin.
Mensintesis plague.
Mempercepat ekskresi lipid dan menghambat penyerapan
kolesterol.
6

Penggolongan obat hipolipidemik yaitu:

1. Asam fibrat, Contohnya: klofibrat dan gamfibrozil,


Mekanisme kerja dan peningkatan kadar kolesterol plasma
dengan

cara

menurunkan

LDL.

2. Resin, Contoh: kolestiramin, kolestipol Mekanisme:


yaitu menurunkan kadar kolesterol plasma dengan cara
menurunkan LDL.

3. Penghambat HMG-coA reduktase, Contohnya: Mevastatin, lovastatin,


pravastatin, dan simvastatin. Mekanisme: menurunkan dengan kuat
kolesterol total, LDL dan VLDL lebih ringan sedangkan HDL dinaikkan.
4. Asam nikotinat, Contohnya: asipimoks, Mekanisme : mempengaruhi
VLDL sintesis kolesterol total atau eksresi asam empedu.
Probukol, Mekanisme: obat ini dikombinasikan oleh pbathipolipidemik
lainnya.
5. Lain-lain, Contoh: neomisin sulfat, beta sitosterol, Mekanisme :
menurunkan LDL dan kolesterol total tanpa mengubah kadar trigliserida
Mekanisme Sintesis Kolesterol (Mardjono, 2007).

PENGGOLONGAN OBAT ANTILIPEMIKA

Antilipemika adalah obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol


dan/ atau TG darah tinggi. Obat obat tersebut sekarang tersedia dalam 4
kelompok utama :
a. Damar penukar-anion pengikat asam empedu : kolestiramin dan
kolestipol.
Berdaya mengikat asam empedu sehingga sekresi kolesterol
ditingkatkan. Khususnya menurunkan LDL- kolesterol . Kombinasi
terakhir mampu menurunkan kadar LDL-kolesterol dengan 50-60 %!
penelitian telah menunjukkan bahwa kolestiramin menurunkan
insidensi
gangguan
kardiovaskuler
pada
penderita
hiperkolesterolimia (lipid ressert clinik trial). Zat ini tidak
diababsorbsi tubuh dan aman penggunaan jangka lama. Tidak
bekerja terhadap HDL sedangkan TG dan VLDL dapat dinaikkan
Baru-baru ini telah dilangsir kolesfelam (welchol) suatu
sekuestran asam empedu baru yang efektif dengan dosis 4-6 dd 625
mg.

b. Asam nicotinat dan acipimox terutama menurunkan TG dan VLDL


efeknya terhadap kolesterol total dan LDL lebih ringan. Berhubungan
dengan efek sampingnya yang tidak nyaman (vasodilatasi pembuluh
muka, flushing) khususnya digunakan sebagai obat tambahan pada
damar dan fibrat
c. Fibrat, klofibrat, simfibrat, fenofibrat, dan benza fibrat. Berkhasiat
menurunkan TG dan VLDL dengan kuat, kolesterol total hanya sedikit.
LDL dapat diturunkan pula, sedangkan HDL dinaikkan sedikit, kecuali
genfibrozil yang menaikkan HDL dengan kuat. (Helsinki heart study).
Obat-obat ini dapat menurunkan secara efektif terutama pada TG yang
tinggi (30%) berdasarkan penghambatan pemasukan kilomikron dari
usus kedarah dan aktivasi lipoprotein lipase yang meningkatkan
metabolisme dari lipoprotein yang kaya akan TG. Juga digunakan pada
HLD campuran. Singkatnya fibrat meningkatkan kadar HDL (10%) dan
menurunkan kadar LDL dengan 10-15%.

10

d. Statin: lovastatin, simvastatin, parafastatin, antrovastatin, dan


rosufastatin
Senyawa penghambat- reduktase (HMG-CoA-reduktase-inhibitor)
ini berdaya menurunkan sintesa kolesterol endogen dalam hati dan
dengan demikian terjadi penurunan kolesterol total dengan kuat, LDL
(30-40%), TG dan VLDL lebih ringan, sedangkan HDL dinaikkan.
Dapat dikombinasi dengan damar untuk pengobatan hyperlipidemia
yang parah. Statin juga berkhasiat anti trombotis, anti-aritmia dan
antiradang dengan jalan menghambat sitokin tertentu
Efek sampingnya pada umumnya ringan, a.l nyeri otot.(2-11%),
yang ada kalanya menjadi gangguan otot parah yang disebut (statininduket).
11

e. obat lainnya. Neomisin sebagai mono terapi atau dikombinasi dengan


damar, bawang putih, minyak ikan, dan sterossertastano nabati.
Kedua zat terakhir termasuk kelompok penghambat- absorpsi
kolesterol yang berdaya menurunkan LDL kolesterol. Zat pertama
dari kelompk ini adalah ezetimib yang secara selektif menghambat
absorpsi kolesterol tanpa mengganggu asorpsi vitamin-vitamin yang
melarut dalam minyak. Terapi kombinasi dengan atorfastatin dan
sinfastatin memperkuat dayanya menurunkan trigliserida.
Bawang putih memiliki khasiat antara lain, anti aterogen
(menurunkan LDL, menghambat agregasi trombosit dan menurunkan
tekanan darah)
12

Zat-Zat Tersendiri Antara Lain:

1. Damar Pengikat Asma Empedu


1a. Kolestiramin: questran
Berkhasiat menurunkan LDL dan kolesterol total, berdasarkan
pengikat asam empedu, kolesterol tidak lagi diserap. Kadar asam
empedu dalam plasma menurun dan hati distimulasi untuk
meningkatkan sintesa asam ini dari kolesterol. Efeknya adalah
turunnya LDL rata-rata dengan 25%.
Penggunaannya pada hiperkolesterolemia tertentu sedangkan
pada tipe lain biasanya dikombinasi dengan klofibrat atau nikotinat
karena tidak efektif terhadap VLDL. Bila dalam waktu 2-3 bulan
hasinya kurang baik, terapi hendaknya dihentikan.

13

Efek sampingnya berupa gangguan lambung usus


terutama obstifasi. Rasanya tidak enak. Resorpsi dari
vitamin A, D, E dan K dapat berkurang.
Dosis permulaan 4 g jam a.c dicampur dengan 50 air
(jangan sebagai zat padat), berangsur- angsur dinaikkan
sampai 1-2 dd 8 g. pada gatal-gatal: permulaan 12-16 g, lalu
4-8 g sehari, pada diare 4dd 4 g.

14

2. Derifat Nikotinat
2a. Asam Nikotinat: niacin
Asam piridin-3-karbonat ini berkhasiat menurunkan LDL dan
VLDL, sedangkan HDL dinaikkan, mekanisme kerjanya
diperkirakan adalah dihambatnya sintesa LDL dan VLDL.
Pembebasan asam lemak (lipolysis) dari TG jaringan dihambat
pula, sehingga dalam hati tidak tersedia cukup asam lemak bebas
untuk sintesa lipida dan lipoprotein. Dalam tubuh zat ini diubah
menjadi nikotinamida.
Penggunaanya pada hiperlipedemia jenis-jenis tertentu, niacin
juga dikombinasikan dengan obat- obatan lain. Adakalanya juga
pada gangguan pembuluh perifer berkat khasiat vasidilatasinya

15

Efek sampingnya yakni muka memerah dan rasa panas


berdasarkan efek vasodilatasi, nyeri kepala, gatal-gatal dan iritasi
kulit, juga penglihatan berkurang.
Dosis: 3dd 100 mg d.c, bila perlu berangsur-angsur dinaikkan
sampai 2-9 g sehari dalam 3-4 dosis. Pada kejang pembuluh:
100-800 mg sehari d.c

16

2b. acipimox: olbetam, Nedios


Derivat- pirazinkarbonat ini adalah analogon nikotinat dengan
khasiat dan efek samping sama. Selain itu, berkhasiat menghambat
pembebasan asam lemak dari terigliserida, juga menstimulasi
lipoproteinlipase di jaringan lemak, yang berkibat percepatan
perombakan VLDL dan TG. Acipimox terutama digunakan pada
hiperlipidemia jenis-jenis tertentu, dianjurkan pengawasan teratur
dari fungsi hati, ginjal dan kadar urat.
Dosis: permulaan 2 dd 250 mg p.c bila perlu dinaikkan sampai 3dd
250 mg.

17

3. Fibrat
3a. gemfibrozil: lopid, lipozil
Derivat- asam pentan ini terutama berkhasiat menurunkan
kadar TG (VLDL), sedangkan HDL dinaikkan. Mekanisme
kerjanya diperkirakan berdasarkan penghambatan produksi
VLDL dan stimulasi lipase untuk merombak TG. Digunakan
pada terutama hipertrigliseridamia.
Resorpsinya: dari usus pesat dan. Dalam hati sebagian
zat ini dirombak dalam 4 metabolit dan mengalami sillus
enterohepatis. Ekskresinya berlangsung lewat kemih (70%)
dan tinja (6%).
18

Efek samping: yang paling sering berupa gangguan


(sementara) saluran cerna, kadang kala nyeri kepala, kantuk,
eksantema, stimulasi nafsu makan, dan impotensi. Resiko batu
empedu dan radang kandung empedu meningkat. Suatu
sindroma myositis (radang otot) yang insidensinya lebih
meningkat bila pada saat bersamaan menggunakan zat
penghambat reduktase
Dosis: 2dd 600 mg jam a.c pemeliharaan 900 -1500
mg sehari

19

4. Statin (Penghambat Reduktase)


Senyawa penghambat Co-enzim-A reduktase ini
berkhasiat menurunkan kolesterol total, LDL, VLDL dan TG,
sedangkan HDL dinaikkan sedikit. Efeknya adalah
peningkatan kuesien HDL: kolesterol total. LDL diturunkan
dengan 30-50%, pada mana khasiat atorvastatin dan
rosuvastatin dengan masa paruh panjang (t k.l 14-19 jam)
lebih kuat dari pada simvastatin, pravastatin dan fluvastatin (t
2-3 jam). Disamping blockade sintesa kolesterol, statin
juga meningkatkan jumlah reseptor-LDL.
Terdapat indikasi bahwa statin menurunkan resiko akan
kanker, thrombosis, demensia Alzaimer dan infeksi HIV

20

Mekanisme kerjanya: berdasarkan penghambatan enzim HMGCoA-reduktase yang berperan esensial dalam hati untuk pengubahan
HMG-CoA (hidroximetilglutaril-

coenzim

A)

menjadi

asam

mevalonat. Melalui langkah lain akhirnya terbentuk kolesterol.


Bila diet tidak berefek cukup baik, statin merupakan obat pilihan
pertama

untuk

menurunkan

total-dan

LDLkolesterol

pada

hiperkolesterolemia primer dan familian dan demikian dapat


mengurangi insidensi gangguan coroner dan kematian. Atau pula
untuk prevensi primer pada penderita beresiko tinggi. Mengingat
peranan penting kolesterol pada sintesa hormone, penggunaannya
pada anak-anak tidak dianjurkan
21

Efek sampingnya berupa gangguan ringan saluran cerna


(nausea, obstipasi, flatulensi), adakalanya nyeri kepala dan otot,
reaksi kulit dan rasa letih. Nyeri otot serta kejang-kejang (myopathy)
dapat terjadi, begitu pula gangguan mata dan fungsi hati.
Kontra indikasi. meningkatkan kadar plasma, terutama pada
dosis agak tinggi (diatas 20mg simvastin atau atorvastin). Misalnya
eritromisin dan klaritromisin, ketokonazol dan intrakonazol,
diltiazem dan verapamil, serta penghambat protease, juga sari
grapefruit. Pengecualian adalah pravastin yang perombakannya tidak
melalui enzim.
Wanita hamil tidak dianjurkan menggunakannya karena senyawa
statin dapat mengkibatkan cacat pada bayi (bersifat teratogen).

22

5. Obat Lainnya
5a. Bawang putih: allium sativum, nature garlic, kiyolic.
Umbi lapis ini dari family liliacae berasal dari kawasan
Himalaya dan mengandung minyak atsiri dengan senyawa sulfur
organis. Kandungan terpentingnya adalah aliin (s-allyl-lcysteinsulfoxide, tanpa bau) yang oleh enzim aliinase diubah
menjadi zat aktif allicin (diallyl-dithio-sulfoxide) dengan bau
khasnya. Allicin secara spontan dapat berubah menjadi
dialilsulfida. Zat kandungan aktif lainnya adalah alkilpolisulfida
ajuen, glotamin peptide, peptide glikosida dan adenosin.

23

Khasiatnya bawang putih bersifat anti aterogen dan penting bagi


penurunan kolesterol berhubung berbagai daya kerjanya yakni:
1. Anti lipemis (ekstrak dan allicin) dengan menurunkan
kadar kolesterol (LDL) dan trigliserida, sedangkan HDL
dinaikkan sedikit.
2. Hipotensi, zat aktifnya belum diketahui.
3. Anti tranbotis (perasan, ajuen dan allicin) menghambat
agregasi trombosit, sehingga aktifitas fibrinolitis dari
darah menurun dan waktu pembekuan diperpanjang

24

Penggunaan berdasarkan sifat baiknya ini, bawang putih


banyak digunakan sebagai zat tambahan pada penanganan dan
prefensi aterosclesose, juga pada kolesterol tinggi. Dinepal dan
cina, sejak zaman purbakala bawang putih digunakan untuk
gangguan lambung-usus (enteritis, rasa kembung, kejang
perut/usus). Adakalanya juga sebagai obat rakyat pada infeksi
kulit. Sediaan yang diminum harus terstandarisasi dengan
mendeklarasi kadar allicin.
Efek sampingnya yang jarang terjadi berupa alergi dalam
bentuk dermatitis kontak dan serangan asma.
Dosis: bawang putih segar 5 g sehari, yakni 2 dd satu suing
atau 2dd 1 g serbuk kering dengan kadar aldicin yang diketahui.

25

5c. Neomisin
Antibiotika ini adalah campuran dari neomisin a,b dan c yang dibentuk
oleh jamur Streptomyces fradiae. Zat-zat a dan b adalah stereo isomer,
sedangkan c adalah zat perombakan dari a dan b. berdaya menurunkan
kolesterol dan LDL dengan jalan mengubah micel dalam rogga usus.
Mekanisme kerjanya mungkin sama dengan damar, yakni mengikat
asam kolat di duodenum hingga absorbs kolesterol menurun. Ekskresi asam
empedu naik 3-5 kali, higga depot kolesterol total menurun. Efeknya
terhadap TG, VLDL dan HDL bervariasi. Sendirinya tidak diabsorbsi dalam
usus. Digunakan pada hyperlipidemia primer, misalnhya tipe 2a.
adakalanya pada hiperkolesterolemia familiar dikombinasikan dengan
damar bila efek neomisin kurang berhasil.

26

Efek sampinya berupa: Nausea, diare, dan mal absorbs yang


merisaukan. Pada dosis tinggi timbul gangguan darah, hati dan
pendengaran.
Dosis: oral 0,5-2 g p.c dalam 2-3 dosis.

27

28