Anda di halaman 1dari 42

BESARAN, SATUAN

dan VEKTOR
Kelompok 1:
1.Isfatun Chasanah
2.Khusnulwati
Mukramiin
3. RobiatulUniversitas Negeri Malang
Hadawiyah
Fakultas MIPA-Biologi-H1
Slide:

Lebah Madu :* ({})

Apakah yang dimaksud dengan


KINEMATIKA PARTIKEL?

Kinematika adalah ilmu yang membahas tentang


gerak tanpa meninjau penyebab terjadinya gerak.

KINEMATIKA PARTIKEL adalah Gerak suatu partikel atau benda


tanpa memperhatikan apa/siapa yang menggerakkan benda
tersebut.

Perpindahan dan Jarak .

Menurut anda, samakah pengertian


antara perpindahan dengan jarak?

Pada dasarnya perpindahan dan jarak


merupakan dua pengertian yang berbeda.
Dalam ilmu fisika, perpindahan merupakan
besaran
vektor,
sedangkan
jarak
merupakan besaran skalar.

Berapa Jarak serta perpindahannya


Jarak = 8 + 6 = 14 m
Perpindahan

skalar

vektor

62 + 82 = 10 m

Jarak
JARAK DAN PERPINDAHAN

pi
r
e
P

an
h
a
nd

HOME

JARAK DAN PERPINDAHAN

Jarak adalah besaran skalar, yaitu panjang lintasan


sesungguhnya yang ditempuh sebuah benda.
Perpindahan adalah besaran vektor, yaitu perubahan
kedudukan suatu benda.
Perhatikan contoh:
1. Gerak benda 1
2. Gerak benda 2

-5

-4

-3

-2

-1

BERAPA JARAK YANG DITEMPUH ( A-O-B-O ) ? 5 + 5 + 5 + 1 = 16


BERAPA PERPINDAHAN NYA ? 1 (-5) = 4
( kedudukan akhir kedudukan awal )

-5

-4 - 3 - 2 - 1
O
1
2 3 4 5
B
BERAPA JARAK YANG DITEMPUH (B-O-A-O-B-O) ? 28
BERAPA PERPINDAHAN NYA ? - 8

Kecepatan dan Kelajuan


Kecepatan dan kelajuan memiliki pengertian berbeda. Kecepatan merupakan
besaran vektor, sedangkan kelajuan merupakan besaran skalar.
Kelajuan jarak tempuh benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk
menempuh jarak tersebut, tanpa memperhatikan arah perpindahannya.
Kecepatan perpindahan benda dan selang waktu yang dibutuhkan untuk
berpindah dengan memperhatikan arah perpindahan.

Pernahkah anda memperhatikan speedometer kendaraan?

Selama perjalanan, speedometer yang berfungsi dengan baik akan


menunjukkan angka-angka yang berbeda. Seperti yang anda
ketahui, bahwa speedometer merupakan alat pengukur kelajuan
sesaat.

Gerak Lurus
Gerak lurus adalah suatu gerak pada lintasan lurus.
Gerak lurus dapat dibedakan menjadi dua,
A. GLB
B. GLBB

GERAK L
x=s

x = vx t
s
v= t
kecepatan
B E R ATsU
t = v RAN

URUS
( GLB )

KECEPATAN RATA-RA

x2 - x1
v=
t2 - t1
x
v = t

x1 ; t1
x2 ; t2

GRAFIK

sesaat

v
Luas = jarak(s)

HOME

PERCEPATAN RATA-RATA

V2 V1
a = --------------t2 t1
V
a = ---------t
Keterangan :
V1 = Kecepatan awal (m/s)
V2 = Kecepatan akhir (m/s)
a = Percepatan (m/s2)
t = Waktu (sekon)

GRAFIK PADA GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

Grafik Jarak (s) waktu (t)


Jarak (s)

HOME

Grafik kecepatan(v) waktu(t) Grafik percepatan(a) waktu(t)


kecepatan (v)

Percepatan (a)

v (m/s)
5
Seseorang mengendarai mobil dengan
kecepatan tetap 15 m/s. Tentukan :
a. Jarak yg ditempuh setelah 4 s,5 s.
b. Waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak 3 km

enyeles
Diketahui :
v= 15 m/s

aian :

Ditanyakan :
a. s =. ? (t = 4 s)
s =. ? (t = 5 s)
b. t = . ? ( s = 3 km = 3000 m )
Jawab :
Untuk t = 4 s
a. s = v x t
= 15 x 4 = 60 m
Untuk t = 5 s
s=vxt
= 15 x 5 = 75 m
3000
s
b. t = v = 15
= 200 s

t(s)
0

10
Sebuah benda bergerak ditunjukkan
seperti grafik diatas. Hitunglah jarak
yang ditempuh benda setelah bergerak selama a. 4 s b. 10 s c. 1 menit

Penyele
Diketahui :
v= 5 m/s (kecepatan tetap)
Ditanyakan :
a. s =. ? (t = 4 s)
b. s =. ? (t = 10 s)
c. s = . ? (t = 1 mnt=60 s )

saian :
Jawab :
Untuk t = 4 s
a. s = v x t
= 5 x 4 = 20 m
b. Untukt = 10 s
s=vxt
= 5 x 10 = 50 m
c. Untuk t = 60 s
s = v x t = 5 x 60
= 300 m

HOME

US BERU
BAH BER
ATU R A N
( GLBB )

BENDA BERGERAK DENGAN KECEPATAN TIDAK TETAP

DIPERCEPAT ( a + )

DIPERLAMBAT ( a - )

HOME

GRAFIK PADA GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)


di Perlambat ( a - )

Jarak (s) waktu (t)


Jarak (s)

kecepatan (v) waktu (t)


kecepatan (v)

percepatan (a) waktu (t)


Percepatan (a)

Vt2 = Vo2 + 2a.s


X = Vo.t - at2

V = Vo - at

a = (V/Vo) : t

HOME

Seseorang mengendarai mobil dengan


Kecepatan awal 5 m/s dan percepatan
tetap 6 m/s2 Tentukan :
Jarak yg ditempuh setelah 4 s ?

enyeles
Diketahui :
V o = 5 m/s
a = 6 m/s2

aian :

Ditanyakan :
s =. M ?
Jawab :
a. S = Vo.t + at2
= (5 x 4) + (1/2 x 6 x42
= 20 + (3x 16)
= 20 + 48 = 68 m

Sebuah pesawat udara


terbang dengan
kecepatn awal 100
m/s kemudian melaju
dengan percepatan 25
m/s2 sehingga
kecepatan menjadi 200
m/s. Hitung jarak yang
telah ditempuh
pesawat terbang
tersebut?
Diketahui :
Vo = 100 m/s
Vt = 200 m/s2
a = 25 m/s2
Ditanyakan :
S = ........m
Jawab :
Vo2 = Vt2 - 2aS
1002 = 2002 - 2.25.S
10000 = 40000 - 50 S
-30000 = - 50.S
S = 600 m

3.5

GERAK JATUH BEBAS

Merupakan contoh dari gerak lurus berubah beraturan


Percepatan yang digunakan untuk benda jatuh bebas adalah
percepatan gravitasi (biasanya g = 9,8 m/det2)
Sumbu koordinat yang dipakai adalah sumbu y

v = v0 - gt
y = y0 + vot gt2
v2 = v02 - 2g (y y0)
Hati-hati mengambil acuan

Arah ke atas positif (+)


Arah ke bawah negatif (-)

Gerak Jatuh Bebas

Contoh soal :
Sebuah benda dijatuhkan dari ketinggian 45 m. Bila percepatan
gravitasi = 10 m/s. Tentukan waktu yang diperlukan hingga menyentuh
tanah?
Penyelesaian :
h = g.t2
Diketahui :
45 = 10. t2
h =45 m
45 = 5. t2
g = 10 m/s
t2 = 45/5
Ditanyakan :
Waktu sampai
tanah (t) = .......s

t2 = 9
t = 9 = 3 sekon

Gerak Vertikal merupakan gerakan benda arah vertikal dengan


kecepatan awal (Vo = 0). Gerak vertikal ini dibedakan mejadi dua, yaitu
gerak vertikal ke atas
gerak vertikal ke bawah.

Gerak Vertikal

Pada gerak vertikal baik itu gerak vertikal ke atas maupun gerak
vertikal ke bawah, masih tetap berlaku persamaan gerak lurus berubah
beraturan.

Salah satu fenomena gerak vertikal adalah peluncuran roket.

Gerak peluru

Gerak peluru menuruti lintasan berbentuk parabola, sehingga gerak peluru ini
disebut juga dengan gerak parabola. Untuk dapat menganalisis fenomena
gerak parabola, haruslah paham terlebih dahulu konsep GLB dan GLBB.
Berikut adalah ilustrasi gerak parabola serta komponen komponen gerak
benda di sumbu vertikal dan horizontal

Berikut adalah ilustrasi gerak parabola serta komponen komponen gerak


benda di sumbu vertikal dan horizontal.

1) Komponen gerak pada sumbu y (komponen gerak vertikal)

Oleh karena kecepatan arah vertikal di titik tertinggi adalah nol,


maka berlakulah persamaan berikut

2) Komponen gerak pada sumbu y (komponen gerak horizontal)

Prinsip-prinsip gerak peluru banyak dimanfaatkan dalam dunia militer. Tampak pada
gambar di bawah, prinsip gerak peluru dimanfaatkan dalam peluncuran peluru kendali.

2) Komponen gerak pada sumbu y (komponen gerak horizontal)

Prinsip-prinsip gerak peluru banyak dimanfaatkan dalam dunia militer. Tampak pada
gambar di bawah, prinsip gerak peluru dimanfaatkan dalam peluncuran peluru kendali.

Gerak Melingkar

Contoh Gerak Melingkar

Berdasarkan ada tidaknya perubahan kecepatan tangensial, gerak melingkar


dibedakan menjadi dua, yaitu
gerak melingkar beraturan
gerak melingkar berubah beraturan

4.4 GERAK MELINGKAR


Gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran.

v
r

x,y
x

4.4.1 Gerak Melingkar Beraturan


Lintasan mempunyai jarak yang tetap terhadap pusat
Besar kecepatan tetap, arah selalu menyinggung arah lintasan
(berubah)
v

a
a
v

Percepatan
Sentripetal :

v2
a
r

4.9

ds = r d

ds

r
d

v =

Kecepatan sudut
Kecepatan

:
v:

ds
dt

= r

d
dt

d
dt

atau

v
r

4.4.2 Gerak Melingkar Berubah Beraturan


Gerak melingkar dengan kecepatan berubah, baik arah
maupun besarnya

aT

Perubahan besar kecepatan Percepatan singgung


(tangensial)

ar

Perubahan arah kecepatan Percepatan radial

4.10

Pada Gerak melingkar vektor (arah)


kecepatannya merupakan garis
singgung pada busur lingkaran
lintasannya. Vektor kecepatannya
berubah-ubah tetapi lajunya tetap.
Gerak melingkar dengan laju tetap
disebut
gerak
melingkar beraturan .

LAJU LINIER
VQ
Q

VR

VP

VS
T

VT

Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali


berputar disebut periode atau waktu edar ( T )
dengan satuan sekon atau detik
Jumlah putaran tiap satuan waktu disebut
frekwensi ( f ) dengan satuan hertz (Hz) atau RPM
atau PPM. Hubungan atara Period dengan
frewensi dirumuskan :
f = 1/T

LAJU LINIER
V = S/t
S = panjang busur lingkaran
t = waktu tempuh
Untuk satu putaran S = 2 R dan t
=T
V=

2 R
T

atau V =

2 R.f

V = laju linier ( m/s)


R = jari-jari lingkaran ( m )
T = period ( sekon )
f = frekwensi (Hz)

KECEPATAN SUDUT ( )

KECEPATAN SUDUT ( ) DENGAN


KECEPATAN LINIER ( V )
v

V=

= .t
= lintasan sudut ( rad )
= kecepatan sudut (rad/sekon = rad/s)
Untuk 1 periode

= .T

.= . f

2 R
T

CONTOH SOAL

v
a

Menjelaskan konsep
Percepatan sentripetal
pada gerak melingkar
beraturan

Pada gerak melingkar beraturan benda bergerak


dengan lintasan berbentuk lingkaran dengan jarijari R. Selama bergerak kecepatan (v) dan
percepatan (a) tetap tetapi arahnya berubahberubah ubah. Arah kecepatan selalu menyinggung
bidang lingkaran dan percepatan selalu menuju ke
pusat lingkaran sehingga disebut percepatan
sentripetal

Percepatan sentripetal dirumuskan


a=

v2
R

. R2
a=
= .R
R

a=

.
T

a = .f2 .R
Benda yang bergerak melingkar beraturan
mengalami percepatan yang arahnya menuju ke
pusat lingkaran, besarnya sebanding dengan jari-jari
lintasan dan berbanding terbalik dengan kwadrat
periodnya.

Menjelaskan konsep
Sebuah benda
diikat dengan
tali kemudian diputar.
Gaya
sentripetal
Benda bergerak melingkar beraturan dengan lintasan
berbentuk lingkaran dengan jari-jari R. Gerak benda
pada
gerak melingkar
ditahan oleh tali. Hal ini berarti tali memberi gaya
pada benda . Gaya ini berasal dari gaya berat benda
beraturan
yang digantung . Arah gaya
sama dengan arah
FS

benang yaitu ke pusat lingkaran dan disebut gaya


sentripetal.

Menurut Hukum II Newton jika gaya menimbulkan


percepatan yang besarnya sebanding dengan besar
gaya yaitu :
T = tegangan tali ( N )
FS = Gaya sentrifugal ( N )
m = massa benda ( kg )
a = percepatan sentripetal ( m/s2 )
R = jari-jari (m)

FS = m.a
= m.(V2/R)
FS =

m.

.
T

Hubungan Roda Roda Hubungan roda roda adalah susunan rodaroda yang saling mempengaruhi dalam satu kesatuan sistem
Hubungan roda-roda pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
hubungan roda roda dengan kecepatan linier sama
hubungan roda roda dengan kecepatan angular sama
1. Hubungan roda roda dengan kecepatan linier sama

2.

Hubungan roda roda dengan kecepatan angular sama

Sebuah benda bergerak melingkar beraturan


dengan jari-jari lintasan 50 cm dan
melakukan 6 putaran selama 3 menit.
Hitunglah :
a.Period putaran
b.Frekwensi putaran
c.Kecepatan sudut
d.Kecepatan linier
Penyelesaian :
Diketahui :
R = 50 cm = 0,5 m
n = 6 putaran
t = 3 menit
Ditanyakan :
a. T = ?
b. f = ?
c. = ?
d. v = ?

v
a

Jawab :
a.

T = t/n = 3/6 = menit = 30 sekon

b. f = 1/T = 1/30 Hz
c.

= 2 . f = 2 . 1/30 = 1/15 rad/s

d. v = .R = 1/15 . 0,5 = 1/30 m/s

Sebuah benda massanya 0,25


kg, diikat pada ujung tali yang
panjangnya 0,5 m dan diputar
mendatar dengan 2 putaran tiap
sekon. Hitunglah :
a. Laju linier benda
b. Percepatan sentripetal benda

Penyelesaian :
Diketahui :
m = 0,25 kg ; R = 0,5 m ; f = 2 Hzt
Ditanyakan :
a. v = ?
b. aS = ?
c. FS = ?

c. Gaya sentripetal pada benda

Jawab :
as
Fs

a.

v = 2 .R .f = 2 x 0,5 x 2 = 2 m/s
2

b. aS = v = (2 = 8 m/s2
R
0,5
c. FS = m . aS = 0,25 x 8 = 2 N

Tiga roda A, B, dan C dirangkai seperti pada gambar. Masing-masing berjarijari 6 cm, 4 cm dan 8 cm. Roda A dan B dihubungkan dengan rantai dan roda
C seporos dengan roda B. Jika roda A berputar 2 putaran tiap detik, tentukan
kecepatan linier roda C.
Penyelesaian :
Diketahui :
RA = 6 cm
RB = 4 cm
RC = 8 cm
fA = 2 Hz
Ditanyakan : vC = ?
Jawab :
Roda A: vA = 2 . RA. fA
Roda B :

= 2 x 6 x 2 = 24 cm/s
vB = vA
. RB = v A

= vA/ RB = 24 / 4 = 6 rad/s
Roda C : C= B = 6 rad/s
vC = C x RC = 6 x 8 = 48 cm/s

B = C
vA = vB

Hubungan Roda Roda Hubungan roda roda adalah susunan rodaroda yang saling mempengaruhi dalam satu kesatuan sistem
Hubungan roda-roda pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
hubungan roda roda dengan kecepatan linier sama
hubungan roda roda dengan kecepatan angular sama
1. Hubungan roda roda dengan kecepatan linier sama

2.

Hubungan roda roda dengan kecepatan angular sama

B. Gerak Melingkar Berubah Beraturan


Sebuah benda dikatakan melakukan gerak melingkar berubah beraturan jika
selama melakukan gerak melingkar, kecepatan sudut benda tersebut ()
berubah secara beraturan, dalam artian percepatan sudut benda tersebut ()
setiap saat adalah tetap/konstan.

Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya


Maaf atas segala kekurangannya
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Slide:

42