Anda di halaman 1dari 40

LAPORAN KASUS

MOLA HIDATIDOSA
Pembimbing
dr. H. Boy Busmar, Sp.OG (K-Onk)

Disusun oleh:
Sabrina
Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional
Rumah Sakit Persahabatan
Jakarta
2016

PENDAHULUAN

Penyakit trofoblas gestasional (PTG) :


sekelompok penyakit yang berasal
dari khorion janin. Berdasarkan
gambaran proliferasi abnormal
trofoblas pada pemeriksaan patologi
anatomi, PTG terdiri dari mola
hidatidosa, korio adenoma destruen
(mola invasif), koriokarsinoma dan
plasental site trophoblastic tumor.

Mola Hidatidosa
di masyarakat
dikenal dengan
nama hamil
anggur, hal ini
disebabkan
oleh
pertumbuhan
Insiden mola
hidatidosa
bervariasi dari
populasi
diberbagai
negara.

Prevalensi mola hidatidosa lebih tinggi


di Asia, Afrika, dan Amerika Latin
dibandingkan dengan negara-negera
Barat.
Di
negara-negara
Barat
dilaporkan
1:2000
kehamilan.
Frekuensi mola umumnya pada wanita
di Asia lebih tinggi sekitar 1: 120
kehamilan (Prawirohadjo, 2009).

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Ny. SS
Usia : 35 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Alamat
: Karang Tengah RT/RW
01/03
Sampan, Jawa Tengah
RM
: 03347635

Keluhan
Utama :
Keluar darah
dari jalan lahir
sejak 1 bulan
sebelum
masuk rumah
sakit.

Pasien datang ke Rumah Sakit


dengan keluhan keluar darah
dari vagina sejak satu bulan
sebelum masuk rumah sakit
pasien rujukan dari rumah sakit
resti
mulya
karena
kasus
molahidatidosa. HPHT 5 Oktober
2014 hamil 20 minggu Pasien
mengaku darah yang keluar dari
vagina berwarna hitam. Pasien
mengaku dalam sehari habis 23x pembalut sehari. Pasien
mengaku terdapat nyeri perut.
Pasien mengaku dimana 1
bulan
sebelumnya
pasien
mengeluhkan mual muntah 45x. Pasien juga mengaku pusing
dan lemas. Selama hamil,
pasien tidak pernah merasakan

RPD
Pasien mengaku tidak
pernah memiliki riwayat
keluhan yang serupa.
Riwayat HT, DM, asma,
alergi (-).
RPK
Menurut pasien di
keluarga pasien tidak ada
yang memiliki keluhan
seperti pasien. Riwayat
Hipertensi, penyakit
jantung, DM , asma,
alergi, disangkal.

Riwayat Menstruasi
Menarche usia 14 th, siklus
teratur, lama 7 hari , GP 34x /hari. Nyeri haid
disangkal.
Riwayat Perkawinan
Menikah 1x maret 2005
Riwayat Kehamilan dan
Kelahiran sebelumnya:
G3p2A0
perempuan 5 thn BBL 3500
Lakilaki 4 thn BBL 3900
hamil saat ini HPHT : 5
oktober 2014 hamil 20
minggu

Riwayat KB
Tidak ada
Riwayat sosial
Suami pekerjaan pegawai swasta

Pemeriksaan Fisik
Tanda Vital
Keadaan umum :
Baik
Kesadaran :
(Compos Mentis)
Tekanan Darah :
110/70mmHg
Nadi : 84x/menit
Respirasi :
20x/menit
Suhu tubuh aksila :
36,5C

Kepala
: MataGeneralis
: anemis +/+, ikterik
Status
-/ Thoraks :
Cor
: S1S2 tunggal, reguler, murmur
(-)
Pulmo : vesikuler +/+, rhonki -/-,
wheezing -/ Abdomen :
Inspeksi : Abdomen tampak mengalami
pembesaran, tidak ada tanda-tanda
peradangan, bekas operasi (-).
Palpasi : Teraba tinggi fundus uteri
antara simfisis os pubis dan umbilikus,
balotement (-), tidak teraba bagian janin
(-)
Perkusi : nyeri ketok(-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Extremitas :

Status Ginekologi :
Anogenital
I
: V/U tenang, perdarahan postif, tidak
aktif
Io : portio licin kemerahan, ostium tertutup,
fl
negative, fluxuz positif perdarahan (-)
VT : uterus retrofleksi, portio licin,
parametrium lemas. tidak terba massa
adneksa, nyeri goyang portio (-) cavum
douglas tidak menonjol

Pemeriksaan Penunjang
Lab Tanggal 12-2-2015
Hb
: 10,9g/dL, n :12-14 g/dL
Ht
: 33,4 %, n : 37- 47 %
Eritrosit :
4,35 juta/uL
Lekosit : 7700/uL
LED
: 24 mm
Trombosit : 224000/ uL
MCV
: 88,2 fl
MCH
: 27,8 pg
MCHC : 31,5 %
PT
: 14,4 detik
APTT : 32,1 detik
SGOT : 45 U/L
SGPT : 58 U/L
GDS
: 84 mg/dl

Lab tanggal 15-2-2015


Hb
: 12,7,9g/dL,n : 12-14 g/dL
Ht
: 37,4 %, n : 37- 47 %
Eritrosit : 4,28 juta/uL
Lekosit : 7600/uL
LED
: 24 mm
Trombosit : 224000/ uL
MCV
: 86,4 fl
MCH
: 29,7 pg
MCHC : 34,3 %
PT
: 14,4 detik
APTT : 32,1 detik
SGOT : 43 U/L
SGPT : 56U/L
GDS
: 89 mg/dl
HbSAg : (-)
Hcg
: 300.000

Ultrasonografi (USG) Abdomen


(13-2-2015)
Uterus
membesar
ukuran
143x116x80mm dengan gambaran
massa vaskuler memenuhi kavum
uteri dengan ukuran 98x92x62mm,
volume 292 berasal dari mola, kedua
ovarium dalam batas normal, tidak
tampak kista uteri, tidak tampakmassa
pada kedua adneksa

Diagnosis
Mola Hidatidosa
Penatalaksanaan
a. Rencana terapi
-. Infus RL 20 tpm
-. Pro kuretase
b. Rencana monitoring
-. Obs KU dan TTV
-. Obs perdarahan

Tindakan kuretase
Penemuan kuretase :
Jaringan
com-cam
100cc
coklat
kemerahan
kenyal
sebagian cetak 2 blok
Darah keluar bersama
cairan
berwarna
coklat dan jaringan
mola 250 gram
Tidak ditemukan janin

Instruksi Post
Kuretase
Terapi Amoxicilin
3x500 mg dan
Asam Mefenamat
3x500 mg
Methorexate 50mg
iv diberikan 14x
Profenid supp
3x100

Hasil px Patologi
anatomi
Sediaan kuretase
terdiri atas vilikoriales
berukuran besar yang
mengalami degenerasi
hidropik serta tampak
proliferasi sel-sel
trofoblast
Kesimpulan : Mola
hidatidosa

Prognosis
Ad vitam : bonam
Ad fungsionam : bonam
Ad sanationam : bonam

Definisi Molahidatidosa
Suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar,
terjadi keabnormalan dalam konsepsi plasenta yang
disertai dengan perkembangan parsial, hampir
seluruh vili korialis mengalami perubahan berupa
degenerasi hidropobik. gambaran yang diberikan
adalah sebagai segugus buah anggur. Jaringan
trofoblast pada vilus berproliferasi dan mengeluarkan
hormon human chorionic gonadotrophin (HCG) dalam
jumlah yang lebih besar daripada kehamilan biasa.
(Sumapraja, 2005; Manuaba, 2007; Prawirohadjo,
2009).

Epidemiologi
Frekuensi mola hidatidosa umumnya
di wanita Asia lebih tinggi (1 per 120
kehamilan) daripada wanita di negara
Barat (1 per 2.000 kehamilan)
Data RS di Indonesia, 1 per 40
persalinan. faktor risiko banyak,
penyebaran merata serta sebagian
besar data masih berupa hospital
based (Prawirohardjo, 2009)

Etiologi & Faktor Risiko


Faktor ovum : ovum memang sudah patologik
sehingga mati, tetapi terlambat dikeluarkan.
usia ibu yang terlalu muda atau tua (36-40 tahun)
beresiko 50% terkena penyakit ini.
imunoselektif dari sel trofoblast
keadaan sosioekonomi yang rendah
paritas tinggi
defisiensi vitamin A
kekurangan protein
infeksi virus dan factor kromosom yang belum
jelas.

Patogenesis
Teori
missed
abortion

Patogene
sis
Teori
sitogeneti
ka

Teori
neoplas
ma

Teori missed abortion


Mudigah mati pada UK 3-5 minggu
(missed abortion) gg peredaran
darah terjadi penimbunan cairan
dalam jaringan mesenkim dari vili
terbentuklah gelembung-gelembung.

Teori neoplasma
Abnormalitas sel-sel trofoblas &
fungsinya reabsorpsi cairan yg
berlebihan kedalam vili sehingga
menimbulkan gelembung gg
peredaran darah dan kematian
mudigah.
Scr makroskopikm mola hidatidosa :
berupa gelembung2 putih, tembus
pandang, berisi cairan jernih, shg
mnyerupai buah anggur dan mata

Teori Sitogenetika
Mola Hidatidosa dapat terjadi bila sperma
tunggal membuahi telur yang tidak berinti
sehingga membentuk embrio yang
abnormal yang hanya memiliki materi
genetik paternal abnormalitas trofoblas
kematian embrio lebih awal.
.Tumbuhnya elemen plasenta yang terus
menerus ditandai oleh adanya udem dari
villi yang kemudian tampak sebagai
gambaran gelembung air.

Secara mikroskopik terlihat trias :


1. Proliferasi dari trofoblas
2. Degenerasi hidropik dari stroma vili
dan kesembapan
3. Hilangnya pembuluh darah dan
stroma

Klasifikasi
1. Mola hidatidosa atau complete mole
2. Mola parsialis atau parsials mole

(Sumapraja, 2005; Manuaba, 2007;


Cunningham, 2006).

Gambaran

Mola Komplit

Mola Parsial

Kariotipe

46,XX atau 46,XY

Umumnya 69,XXX atau 69,XXY


(tripoid)

Patologi

Edema villus

Difus

Bervariasi,fokal

Proliferasi trofoblastik

Bervariasi, ringan s/d berat

Bervariasi, fokal, ringan s/d sedang

Janin

Tidak ada

Sering dijumpai

Amnion, sel darah merah janin

Tidak ada

Sering dijumpai

Diagnosis

Gestasi mola

Missed abortion

Ukuran uterus

50% besar untuk masa kehamilan

Kecil untuk masa kehamilan

Kista teka-lutein

25-30%

Jarang

Penyulit medis

Sering

jarang

Penyakit pascamola

20%

<5-10%

Tinggi

Rendah tinggi

Gambaran klinis

Kadar hCG

Gejala Klinis
Terdapat tanda-tanda
kehamilan. Mual dan
muntah yang parah
yang menyebabkan
10% pasien masuk RS
Pembesaran rahim
yang tidak sesuai
dengan usia kehamilan
(lebih besar)
Gejala gejala
hipertitoidisme seperti
intoleransi panas,
gugup, penurunan BB
yang tidak dapat
dijelaskan, tangan

Gejala gejala preeklampsi seperti


pembengkakan pada kaki
dan tungkai, peningkatan
tekanan darah,
proteinuria (terdapat
protein pada air seni)
Perdarahan
Ukuran uterus tumbuh
lebih besar dr UK
sebenarnya dan teraba
lunak
Aktivitas janin tidak ada
Embolisasi
Ekspulsi spontan

Diagnosis

Anamnesis
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan laboratorium
Pemeriksaan imaging

Anamnesis
Perdarahan pervaginam
Hiperemesis (mual muntah berat)
Hipertiroid (takikardi, tremor, kulit
hangat, TD >140/90 mmHg,
proteinuria > 300 mg/dl)

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
Palpasi :
- Uterus membesar tidak sesuai dengan tuanya
kehamilan, teraba lembek
- Tidak teraba bagian-bagian janin dan ballotement dan
gerakan janin.

Auskultasi : tidak terdengar bunyi denyut jantung


janin
Pemeriksaan dalam :
- Memastikan besarnya uterus
- Uterus terasa lembek
- erdapat perdarahan dalam kanalis servikalis

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan kadar B-hCG
- BetaHCG urin > 100.000 mlU/ml
- Beta HCG serum > 40.000 IU/ml

Pemeriksaan kadar T3 /T4


B-hCG > 300.000 mIU/ml
mempengaruhi reseptor thyrotropin,
mengakibatkan aktifitas hormonhormon tiroid (T3/T4) meningkat

Pemeriksaan imaging
Ultrasonografi
- Gambaran seperti sarang tawon tanpa
disertai adanya janin
- Ditemukan gambaran snow storm atau
gambaran seperti badai salju.

Plain foto abdomen-pelvis: tidak


ditemukan tulang janin

Penatalaksanaan
1. Evakuasi
a. Perbaiki keadaan umum.
- Bila mola sudah keluar spontan dilakukan kuret atau kuret
isap
- Bila Kanalis servikalis belum terbuka dipasang laminaria
dan 12 jam kemudian dilakukan kuret.

b. Memberikan obat-obatan Antibiotik, uterotonika


dan perbaiki keadaan umum penderita.
c. 7-10 hari setelah kerokan pertama, dilakukan
kerokan ke dua untuk membersihkan sisa-sisa
jaringan.
d. Histeriktomi total dilakukan pada mola resiko tinggi
usia lebih dari 30 tahun, Paritas 4 atau lebih, dan
uterus yang sangat besar yaitu setinggi pusat atau
lebih

Prognosis
Berdasarkan faktor risiko
terjadinya keganasan
WHO membagi :
1. Mola hidatidosa risiko
rendah
- hCG serum < 100.000
IU/ml
- Besarnya uterus umur
kehamilan
- Kista ovarium < 6 cm
- Tidak ada faktor
metabolik atau
epidemiologik

2. Mola hidatidosa risiko tinggi


- hCG serum 100.000 IU/ml
- Besar uterus > umur
kehamilan
- Kista ovarium 6 cm
- Terdapat faktor metabolik
atau epidemiologik seperti
umur 40 tahun, toksemia,
koagulopati, emboli sel
trofoblas dan tirotoksikosis.

FAKTOR PROGNOSIS

SKOR
1

39

> 39

Mola Hidat.

Abortus

Hamil aterm

Interval kehamilan

< 4 bln

4-6 bln

7-12 bln

> 12 bln

Kadar hCG (IU/L)

<10 3

10 3 - 10 4

10 4 - 105

10 5

ABO group

OxA, AxO

B, AB

Besar tumor

< 3 cm

3-5 cm

> 5 cm

Tempat metastase

Lien, ginjal

Jumlah metastase

1-3

4-8

>8

Kemoterapi sebelumnya

1 obat

2 obat

Umur
Anteseden

GI Trak,hati

Otak

Pada sistem WHO diatas


klasifikasinya :
1. Risiko rendah, skor total 4
2. Risiko sedang, skor total 5 7
3. Risiko tinggi, skor total 8.

Komplikasi
Perdarahan yang hebat sampai syok
Perdarahan berulang-ulang yang
dapat menyebabkan anemia
Infeksi sekunder
Perforasi karena tindakan atau
keganasan

Pembahasan Kasus
Pada pasien ini, ciriciri mola yang dapat
dilihat antara lain
perdarahan uterus
yang merupakan
keluhan utama pada
kasus, gejala ini
bervariasi mulai dari
spoting sampai
perdarahan yang
banyak.

- Mengaku keluar
darah dari vagina
berwarna hitam.
- Adanya hiperemesis
gravidarum, + 1 bln
sebelumnya pasien
mengeluhkan mual
muntah 4-5 x sehari.
- gerakan janin tidak
pernah dirasakan slm
hamil

Pemeriksaan obstetri
:
- Teraba TFU antara
simfisis os pubis
dan umbilikus
- Balotemen (-) tidak
teraba bagian
janin.

Hasil USG Uterus membesar


ukuran
143x116x80mm
dengan gambaran massa
vaskuler memenuhi kavum
uteri
dengan
ukuran
98x92x62mm,volume
292
berasal dari mola, kedua
ovarium dalam batas normal,
tidak tampak kista uteri,
tidak tampak massa pada
kedua adneksa, digunakan
untuk mengetahui adanya
jaringan mola dalam uterus
dan ukuranya .

Daftar Pustaka
Cunninngham. F.G. dkk. 2006. Mola Hidatidosa Penyakit
Trofoblastik Gestasional Obstetri Williams. Edisi 21. Vol 2. EGC:
Jakarta.
Sumapraja S, Martaadisoebrata D. 2005. Penyakit Serta
Kelainan Plasenta dan Selaput Janin, dalam: Ilmu Kebidanan,
Edisi ketiga, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo:
Jakarta
Manuaba I.B.G.F, Manuaba, I.D.C. 2007. Penyakit Trofoblas,
dalam: Pengantar Kuliah Obstetri. EGC: Jakarta
Mochtar, R. 1998. Penyakit Trofoblast, dalam Sinopsis Obstetri,
Jilid I, Edisi kedua. EGC: Jakarta
Prawirohadjo S, Wiknjosastro H. 2009. Mola Hidatidosa. Ilmu
Kandungan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohadjo:
Jakarta

TERIMA KASIH