Anda di halaman 1dari 16

Budidaya ikan kerapu

(Epinephelus sp)
Oleh Kelompok III :

RASDI
(L221 14 012)
ASLAM
(L221 14 304)
JAMALUDDIN
(L221 14 302)
MUH. AMRI YUSUF
(L221 14 316)
IRVAN ERISWANDY (L221 14 026)
A. MUH FAHREZA (L221 14 018)
MUH. FADIL M.
(L221 14 002)
ARI ANDIKA AN. (L221 13 004)
GRACE MALINDO P. (L221 14 306)
AMALIA SOLICHA
(L221 14 308)
FITRIANI SUFRI (L221 13 020)
RESKI IIN
(L211 14 008)
ALDIMAS BARAMULYA(L221 12 264)

PENDAHULUAN
Epinephelus spp. (ikan kerapu) dikenal dengan
groupers, hidupnya soliter, di alam memangsa
ikan dan krustase dan merupakan salah satu
komoditas perikanan yang mempunyai peluang
baik di pasar domestik maupun pasar
internasional, selain itu nilai jualnya cukup tinggi
(Langkosono, 2007 dan Triana, 2010). Jenis-jenis
ikan kerapu tersebut diantaranya adalah ikan
kerapu lumpur, ikan kerapu macan, ikan kerapu
malabar, ikan kerapu sunu, dan ikan kerapu totol.

Morfologi ikan kerapu


Ikan kerapu memiliki mulut lebar serong ke
atas dengan bibir bawah menonjol ke atas
dan sirip ekor yang umumnya membulat
(rounded). Warna dasar sawo matang, perut
bagian bawah agak keputihan dan pada
badannya terdapat titik berwarna merah
kecokelatan, serta tampak pula 4-6 baris
warna gelap yang melintang hingga
ekornya. Badan ditutupi oleh sisik kecil,
mengkilat dan memiliki ciri-ciri loreng.

Penyebaran
Ikan kerapu merupakan jenis ikan
demersal yang menyukai hidup di perairan
karang, di antaranya pada celah-celah
karang atau di dalam gua di dasar
perairan.

Kebiasaan Makan
Ikan kerapu dikenal sebagai ikan
pemangsa (predator) yang memangsa
jenis-jenis ikan kecil, zooplankton, dan
udang-udang kecil lainnya
jika pemberian pakan kurang terutama
pada ukuran panjang di bawah 4 cm, ikan
ini akan memakan temannya (kanibal.

Teknik Budidaya

Wadah budidaya
Penyediaan Air
Pemilihan dan Pemeliharaan Induk
Teknik Pemijahan
Pemeliharaan Larva
Pemberian Pakan
Pengendalian Penyakit dan Hama
pemanenan

Wadah budidaya
Wadah yang digunakan untuk ikan kerapu
ini dapat berupa bak beton, fiberglass, bak
kayu dilapisi plastik atau akuarium.
ukuran 1,2 m x 4 m x 0,8 m yang dapat
diisi air sekitar 2,5-3,5 m3. Pada bak ini
dapat ditebar 2500-3500 ekor benih
kerapu yang berukuran 1.5 3 cm atau
dengan padat tebar sekitar 1 ekor/liter.

Penyediaan Air
Air laut yang akan digunakan secara fisik,
kimiawi maupun biologis harus memenuhi
syarat untuk kehidupan ikan kerapu
Air laut dapat diambil dari laut dengan
jarak 100-300 m dari garis pantai,
tergantung kelayakan kondisi air laut
tersebut.

Pemilihan dan Pemeliharaan Induk


syarat induk yang siap dipijahkan adalah harus
sehat, tubuh tidak cacat, mempunyai ukuran
berat yang siap dipijahkan. Ukuran berat calon
induk Kerapu Tikus yang siap pijah adalah 1,53,5 kg untuk jantan sedangkan untuk betina 1-3
kg
Induk dipelihara dalam bak beton 10 ton dengan
kepadatan maksimal 50 ekor atau 25 pasang
dengan pergantian air 200-300 % perhari dan
dilengkapi aerasi

Teknik Pemijahan
Sex ratio induk Kerapu 1 jantan : 2 betina, induk
berhasil memijah selama 5-8 hari/bulan dengan
jumlah telur antara 1,304.000-12.318.000 butir
dan daya tetas telur antara 0-90 %. Waktu
inkubasi telur Kerapu antar 16-20 jam pada
suhu 28 - 32 0C dan salinitas 30 - 34 ppt.
Pemijahan Kerapu Bebek terjadi pada malam
hari yaitu antara pukul 23.00 - 04.00 wita. Pada
suhu air antara 27 30 0C dan salinitas 31 33
ppt.

Pemeliharaan Larva
larva yang dipelihara dapat langsung dari
telur yang telah diseleksi atau telur yang
telah diinkubasi terlebih dahulu dan setelah
menetas baru ditebar atau dipindahkan
kebak pemeliharaan larva. Sebelum telur
ditebar
terlebih
dahulu
dilakukan
aklimatisasi suhu dan salinitas sehingga
larva yang ditebar tidak mengalami stres.
Padat penebaran yang dipakai adalah 10
ekor/liter.

Pemberian Pakan
Pakan yang dipersiapkan untuk larva ikan
kerapu terdiri dari pakan alami dan pakan
buatan : Pakan alami yang dipersiapkan
melalui kultur massal secara terpisah
seperti Chlorella Sp. ; rotifera (Brachionus
plicatilis);
Artemia
dan
jambret
(Mysidaceae).

KERAMBA JARING APUNG


PEMILIHAN LOKASI BUDIDAYA
TATA LETAK DAN KONTRUKSI
Tata Letak
Konstruksi Rakit
Persiapan Jaring

Pengendalian Penyakit dan Hama


1. mempertahankan kualitas air tetap baik.
2. mengurangi kemungkinan penanganan
yang kasar.
3. pemberian pakan yang cukup, baik mutu,
ukuran maupun jumlahnya.
4. mencegah menyebarnya organisme
penyebab penyakit dari bak pemeliharaan

Pemanenan
Masa panen ikan Kerapu disesuaikan
dengan ukuran ikan yang diminati pasar,
yakni dengan berat antara 500 800
gram. Waktu pemeliharaan yang
dibutuhkan untuk mencapai ukuran
tersebut adalah sekitar 4-7 bulan
tergantung pada ukuran bibit

Terima kasih