Anda di halaman 1dari 37

Presentasi Kasus

Program Internship Dokter Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Chest Pain et causa STEMI


Oleh :
dr. Isti Iryan Prianti
Dokter Internship RS Islam Cempaka Putih
Periode Juni Oktober 2016

Pendahuluan
Kasus ini merupakan kasus asli yang ditangani di RSIJ Cempaka Putih
Alasan Pemelihan Kasus
Merupakan masalah kardiovaskular yang utama karena menyebabkan angka
perawatan rumah sakit dan kematian yang tinggi
Menurut data WHO penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian
pertama di dunia
Pasien dengan nyeri dada perlu dipastikan apakah karena infark miokard akut atau
bukan
Angina pectoris, gambaran iskhemia pada EKG, dan peningkatan enzim petanda
jantung menunjukkan terjadinya infark miokard akut
Temuan menarik dalam kasus
Penyakit jantung iskhemik memberikan gambaran dan perkembangan yang
membahayakan

Ilustrasi Kasus
Identitas Pasien
Nama

: Tn. R

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Umur

: 50 Tahun

Status Perkawinan : Menikah


Alamat

: Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat

Suku bangsa
Agama

: Jawa

: Islam

Pendidikan

: SMA

Masuk RS

: 11 Juli 2016

Ruang

: IGD

Ilustrasi Kasus

Autoanamnesis (11 Juli 2016, 07:05 WIB)

Keluhan Utama :
Nyeri dada sebelah kiri
sejak 1 jam SMRS

Keluhan Tambahan :
Nyeri ulu hati
Mual dan muntah
Keringat dingin
Perasaan gelisah

Ilustrasi Kasus

Riwayat Penyakit Sekarang

Nyeri dada sebelah kiri

Terus menerus
dan tiba-tiba

Terasa panas
terbakar
Seperti tertindih
benda
Lengan kiri

Menjalar

Leher sampai
punggung kiri
Tidak
dipengaruhi
posisi tubuh

Sesak napas
disangkal

Ilustrasi Kasus

Riwayat Perjalanan Penyakit

Rumah Pasien
11/7/2016 pukul 06:00 :
- Nyeri dada kiri tiba-tiba ketika
pasien menonton TV berita pagi
- Nyeri ulu hati
- Mual dan muntah berisi makanan
dan air sebanyak >5 kali
-Keluar keringat dingin dan perasaan
gelisah

Sulit tidur, demam dan batuk disangkal oleh


pasien. Buang air kecil dan buang air besar
normal lancar.

07:05

IGD RSIJ CEMPAKA


PUTIH

Ilustrasi Kasus
autoanamnesis

Riwayat penyakit dahulu


Pasien tidak pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya
Riwayat Hipertensi (-)
Riwayat Maag (+)
Riwayat Hiperkolesterol (+)
Riwayat Diabetes Melitus disangkal
Riwayat Alergi obat disangkal
Riwayat pembedahan atau operasi sebelumnya disangkal
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat Penyakit Jantung pada keluarga (+)
Riwayat Maag pada keluarga (-)
Riwayat Diabetes Melitus pada Keluarga (-)

Ilustrasi Kasus
autoanamnesis

Riwayat Kebiasaan

Pasien merokok 1 bungkus per hari


Pasien senang makanan-makanan berlemak tinggi
Riwayat Sosioekonomi

Kondisi Keluarga

: Pasien kepala keluarga dari satu orang istri dan tiga

orang anak serta tinggal bersama ketiga anak dan istri pasien.
Riwayat Pekerjaan

: Pasien bekerja sebagai karyawan swasta (petugas

keamanan) di salah satu bank swasta di Jakarta.


Lingkungan Sosial
Cempaka Putih.

: Pasien tinggal di area pemukiman padat di daerah

Ilustrasi Kasus

Pemeriksaan (11 Juli 2016, 07:05 WIB)


PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan umum : Tampak Sakit Sedang
Terlihat wajah penderita pucat, berkeringat dan tampak
kesakitan
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Nadi
: 59 x/menit
Respirasi
: 22 x/menit
Suhu
: 36,0 C
BB
: 82 Kg
TB
: 175 cm
GCS
: 15
VAS
:8

Sumber : http://www.ericlinmd.com/images/VAS-

Ilustrasi Kasus

Pemeriksaan Fisik (11 Juli 2016, 07:05 WIB)


Kepala : Normocephal, tidak tampak deformitas
Rambut

: Hitam, tidak mudah dicabut, penyebaran merata

Mata

: Conjunctiva anemis -/-, Sklera ikterik -/-

Pupil isokor, rangsang cahaya langsung +/+, rangsang


cahaya tidak langsung +/+
Hidung

: Tidak tampak deviasi, sekret, maupun area hiperemis

Telinga

: Tidak tampak deformitas, serumen minimal (+/+)

Gigi dan mulut : Mukosa bibir tampak sedikit kering, tidak tampak
ulserasi,karang gigi minimal
Leher : Kelenjar getah bening leher tidak teraba membesar
Kulit

: Tidak ikterik, tidak sianosis, tidak terdapat kelainan kulit

Kesan :
Pemeriksaan kepala, rambut, mata, hidung, telinga, gigi, mulut,
leher serta kulit dalam batas normal

Ilustrasi Kasus

Pemeriksaan Fisik (11 Juli 2016, 07:05 WIB)


Thoraks :
Paru
Inspeksi : bentuk dada simetris kanan maupun kiri, tidak terdapat
sikatriks maupun massa, simetris pada keadaan statis
Kesan :
maupun dinamis
Pemeriksa
Palpasi : tidak teraba massa, fremiktus taktil maupun vokal simetris
an paru,
kanan dan kiri
jantung
Perkusi : terdengar sonor pada seluruh lapang paru
dan
Auskultasi : Vesikuler (+/+) , Rhonki (-/-), Wheezing (-/-)
ekstremita
Jantung
s dalam
batas
Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat
normal
Palpasi : Iktus kordis teraba pada sela iga 5 garis midclavicula sinistra
Auskultasi : Bunyi jantung 1 dan 2 normal, tidak terdengar murmur
maupun gallop
Ekstrimitas

: Akral hangat, Edema (-) di keempat ekstrimitas

Abdomen
Inspeksi :

Abdomen tampak datar simetris

Tidak tampak gerakan peristaltik usus

Tidak tampak massa atau benjolan ,


tidak tampak sikatrik

Perkusi : Nyeri ketok (-), timpani di


seluruh lapang abdomen
Auskultasi : Bising Usus (+) normal

Palpasi :
Teraba supel, tidak teraba tahanan otot
abdomen
Nyeri tekan epigastrium (+), nyeri
Lepas (-) VAS 8
Tidak teraba pembesaran organ (Hepar,
Lien, Ginjal)
Tidak teraba massa

Ilustrasi Kasus
RENCANA PEMERIKSAAN
Laboratorium darah rutin (Hemoglobin, Hematokrit, Trombosit,
Leukosit, Eritrosit)
Pemeriksaan enzim jantung, Ureum dan Creatinin dan elektrolit
Gula darah sewaktu
EKG

Ilustrasi Kasus
Laboratorium darah

Lab tanggal 11 Juli 2016 / Pukul 09:08

Hasil
Satuan
Nilai
normal
Hemoglo
15.3
g/dL
11.7
bin
15.5
3
Leukosit
13.45
10 /L
3.60
11.00
Hematok
45
%
35 47
rit
Trombosi
259
103 /L
150

t
440
3
Eritrosit
5.22
10 /L
3.80
5.20
MCV/VER
86
fL
80

100
MCH/VER
29
Pg
26 34
MCHC/KH
34
g/dL
32 36
Pemeriksaan
enzim jantung untuk diagnosis infark miokard
ER
Pemeriksaan ginjal diperlukan untuk ada atau tidak ginjal
Pemeriksaan elektrolit diperlukan untuk mencari ada atau
tidaknya gangguan elektrolit
Pemeriksaan gula darah sewaktu diperlukan untuk ada
atau tidaknya resiko hiperglikemi

Kimia Klinik (11 Juli 2016


Pk. 09:08)
Jantun
g
CK
CK-MB
Tropon
in T
Faal
Ginjal
Ureum
darah
Kreati
nin
darah
Elektro
lit
Na
darah
K
darah
Cl

137
11
Negatif

U/L
U/L
ng/mL

< 195
< 24
< 0.03
(-)

19

mg/dL

10 50

0.3

Mg/dL

<1.4

138

mEq/L

3.5

mEq/L

99

mEq/L

135
147
3.5
5.0
94

Ilustrasi Kasus

EKG (11 Juli 2016/ Pukul 07:15)

Sinus rythm
Frekuensi 59 x/menit
Normoaksis
Gelombang P normal
Kompleks QRS normal
Elevasi segmen ST di V1, V2,
V3, V4 dan V5
Gelombang T normal

Kesan :
Infark miokard anterolateral

Ilustrasi Kasus
Diagnosis Banding

DIAGNOSIS BANDING
Perikarditis
Gastroesofageal reflux
Emboli Paru

Ilustrasi Kasus
Diagnosis

DIAGNOSA KERJA
Chest Pain et causa STEMI
Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Penunjang

Nyeri dada kiri sejak 1 jam


SMRS
Nyeri terus menerus,
menetap tanpa dipengaruhi
posisi, > 20 menit, seperti
tertindih benda berat,
menjalar ke leher, lengan
kiri dan punggung
Nyeri ulu hati
Mual dan muntah > 5 kali
Riwayat hiperkolesterol dan
maag
Riwayat merokok dan makan
makanan berlemak tinggi

Tampak sakit sedang ,


pasien membungkuk sambil
memegang dada dan
berkeringat
Suhu tubuh 36,0 C
VAS 8
Nyeri tekan epigastrium (+)

Lab darah : leukosit 13,45


103 /L
EKG : ST elevasi di V1-V5

Diagnosis Kerja
Hiperglikemia
Gula
darah
sewaktu

215

Mg/dL

70 200

Ilustrasi Kasus

Rencana Terapi di IGD RSIJ Cempaka Putih (11 Juli 2016)

Farmakologi :
Oksigen 4 liter/ menit
Infus Ringer Laktat 500 cc/6 jam
Clopidogrel 300 mg (4 tablet)
Aspilet 160 mg (2 tablet)
Isosorbid dinitrat 5 mg
Injeksi Ranitidin 50 mg/2ml
Injeksi Ondansentron 4 mg/2 ml
Konsul Dokter Spesialis Jantung
Tindakan : Rencana PCI (Informed Consent
terhadap pasien dan atau keluarga pasien)
Rujuk RSCM Jakarta pukul 10:10 WIB

Non-Farmakologi :
Tirah baring
Observasi tanda-tanda vital
Mengurangi keluhan
Edukasi
pasien
tentang
penyakit,
penyebab
penyakit,
pengobatan
penyakit, prosedur serta keuntungan
dan
kerugian
prosedur
tindakan
(informed consent)

Ilustrasi Kasus
Prognosis

Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad fungsionam : ad bonam


Quo ad Sanactionam

: dubia ad bonam

Tinjauan Pustaka
Infark Miokard Akut
Definisi
Anatomi dan fisiologi
Faktor Resiko
Patogenesis
Hubungan Patogenesis dengan
manifestasi klinis
Diagnosis
Dignosis Banding
penatalaksanaan

Tinjauan Pustaka
Definisi

Infark miokard dengan elevasi segmen ST (STEMI) merupakan bagian


dari sprektrum sindrom kororner akut yang menggambarkan cedera
miokard transmural, akibat oklusi total arteri koroner oleh
trombus.
Bila tidak dilakukan revaskularisasi segera, maka akan terjadi nekrosis
miokard yang berhubungan linear dengan waktu
Pasien datang dengan STEMI biasanya memiliki riwayat angina atau
penyakit jantung koroner, usia lanjut dan kebanyakan laki-laki
Kejadian sebagian besar timbul di pagi hari, berhubungan dengan
aktivitas neurohormonal dan sistem saraf simpatis

Tinjauan Pustaka

Anatomi dan fisiologi appendiks

Sumber :
Putz,R, Pabst,R. Sobotta : Atlas of Human Anatomy. Elsevier :
2006

Sumber :
Putz,R, Pabst,R. Sobotta : Atlas of Human Anatomy. Elsevier : 2006

Sumber :
Putz,R, Pabst,R. Sobotta : Atlas of Human Anatomy. Elsevier : 2006

Tinjauan Pustaka
Faktor Resiko

Tinjauan Pustaka
Patofisiologi

Tidak berhasil
berhasil

Demam tinggi, dehidrasi, syok, toksik

Tinjauan Pustaka
Patofisiologi

Tidak berhasil
berhasil

Demam tinggi, dehidrasi, syok, toksik


Massa perut kanan bawah, keadaan
umum berangsur membaik

Tinjauan Pustaka
Patofisiologi

Tidak berhasil

Demam tinggi, dehidrasi, syok, toksik


Massa perut kanan bawah, keadaan
umum berangsur membaik

Tinjauan Pustaka

Hubungan Patofisiologi dengan Manifestasi Klinis

Tinjauan Pustaka
Diagnosis

Anamnesis
Nyeri dada

Pemeriksaan fisik
tanda-tanda vital
et regio thorak, periksa bunyi jantung dan ada atau tidaknya
ronkhi untuk menyingkirkan diagnosis banding

Tinjauan Pustaka
Diagnosis

Pemeriksaan Penunjang
EKG

Marker Jantung

Tinjauan Pustaka
Diagnosis

Tinjauan Pustaka
Diagnosis Banding

Tinjauan Pustaka
Penatalaksanaan

Tinjauan Pustaka
Penatalaksanaan

Daftar Pustaka
Putz,R, Pabst,R. Sobotta : Atlas of Human Anatomy. Elsevier : 2006
Rilantono, Lily. Penyakit Kardiovaskular. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta :
2012
Muchid, Abdul. Pharmaceutical care untuk pasien Sindrom Koroner Akut : Fokus Sindrom
Koroner Akut. Depkes : 2006
Leksana, Ery, Purnomo, Ika. Troponin dan Manajemen Kimia Sindrom Miokard Akut.
Anesthesia dan Critical care : 2014
Satoto, Hary. Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Anestesiologi Indonesia : 2014
Nur, Samsu, Sargowo, Djanggan. Sensitivitas dan Spesifisitas pada Diagnosa Sindrom Koroner
Akut. Majalah Kedokteran Indonesia : 2007
Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia. Pedoman Tatalaksana Sindrom
Koroner Akut. Jurnal Kardiologi Indonesia : 2015
Kurniawan, boy, dkk. Pengaruh Jumlah Leukosit terhadap Mortalitas Pasien Infark Miokardium
Akut selama Perawatan. Kalbemed : 2015