Anda di halaman 1dari 14

Perencanaan Pemberdayaan

Komunitas
DANI RAMDANI, S.SOS
MUSIK. FOREIGNER WAITING FOR A GIRL LIKE YOU

Pemandu Materi
Martinez (2007) mengatakan bahwa
pembangunan (pedesaan) yang efektif
bukanlah semata-mata karena adanya
kesempatan, bukan hasil trial and
eror tetapi akibat dari perencanaan
yang baik, oleh karena itu kegiatan
pemberdayaan masyarakat yang
efektif harus melalui perencanaan
program/kegiatan yang baik.

Pengertian Perencanaan Program Pemberdayaan


Komunitas

Perencanaan adalah suatu proses


pengambilan keputusan yang
berdasarkan fakta, mengenai
kegiatan-kegiatan yang harus
dilaksanakan demi tercapainya
tujuan yang diharapkan atau yang
dikehendaki.

Beberapa pokok pikiran tentang perencanaan program, yaitu:


Perencanaan program, merupakan suatu proses yang berkelanjutan
Perencanaan program, dirumuskan oleh banyak pihak
Perencanaan program, dirumuskan berdasarkan fakta (bukan
dugaan) dan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia
yang mungkin dapat digunakan
Perencanaan program, meliputi perumusan tentang keadaan,
masalah, tujuan, dan cara (kegiatan) untuk mencapai tujuan, dan
rencana evaluasi atau hasil pelaksanaan program yang telah
dirumuskan.

Arti Penting Perencanaan Program Pemberdayaan


Masyarakat
Memberikan acuan dalam mempertimbangkan secara saksama tentang
apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melaksanakannya.
Tersedianya acuan tertulis yang dapat digunakan oleh masyarakat
(umum).
Sebagai pedoman pengambilan keputusan terhadap adanya usul/saran
penyempurnaan yang baru.
Memantapkan tujuan-tujuan yang ingin dan harus dicapai, yang
perkembangannya dapat diukur dan dievaluasi.
Memberikan peringatan yang jelas terhadap pilihan tentang:
Kepentingan dari masalah-masalah insidental (yang dinilai akan
menuntut perlunya revisi program)
Pemantapan dari perubahan-perubahan sementara (jika memang
diperlukan revisi terhadap program)

Mencegah kesalahartian dari tujuan akhir, mengembangkan kebutuhankebutuhan yang dirasakan maupun yang tidak dirasakan.
Memberikan kelangsungan dalam diri personel, selama proses perubahan
berlangsung, artinya, setiap personel yang terlibat dalam pelaksanaan
dan evaluasi program selalu merasakan perlunya kontinuitas program
sampai tercapainya tujuan yang diharapkan.
Membantu pengembangan kepemimpinan
Menghindarkan pemborosan sumber daya (tenaga, biaya, dan waktu),
dan merangsang efisiensi pada umumnya.
Menjamin kelayakan kegiatan yang dilakukan di dalam masyarakat dan
yang dilaksanakan sendiri oleh masyarakat setempat.

Ukuran Perencanaan Program Pemberdayaan


Masyarakat
Perencanaan Program yang
baik mencakup
Analisis Fakta dan Keadaan
Pemilihan Masalah Berlandaskan
pada Kebutuhan
Jelas dan menjamin kebutuhan
Merumuskan Tujuan dan Pemecahan
Masalah yang Menjanjikan Kepuasan
Menjaga Keseimbangan
Pekerjaan yang Jelas

Proses yang Berkelanjutan


Merupakan Proses Belajar dan
Mengajar
Merupakan Proses Koordinasi
Memberikan Kesempatan Evaluasi
Proses dan Hasilnya

Filosofi Program Pemberdayaan Komunitas


Bekerja berdasarkan kebutuhan yang dirasakan (felt
Need)
Bekerja dilandasi oleh anggapan bahwa masyarakat
ingin dibebaskan dari penderitaan dan kemiskinan
Bekerja didasarkan bahwa masyarakat menginginkan
kebebasan menentukan hidupnya sendiri
Nilai-nilai dalam masyarakat harus dipertimbangkan
selayaknya
Membantu dirinya sendiri (self help)
Masyarakat adalah sumber daya yang tersebar
Program mencakup perubahan sikap, kebiasaan, dan
pola pikir

Lingkup Materi Program Pemberdayaan Komunitas


Lingkup materi
pemberdayaan
masyarakat harus
mencakup segala aspek
kegiatan yang berkaitan
dengan upaya-upaya
seperti peningkatan
produksi, peningkatan
pendapatan, serta
perbaikan kesejahteraan
masyarakat penerima
manfaatnya.

Keberhasilan Perencanaan Program Pemberdayaan


Komunitas
Keberhasilan perencanaan pemberdayaan masyarakat tergantung
pada lima faktor sebagai berikut
Identifikasi sistem sosial yang
bersangkutan
Identifikasi mengenai Key Individual
dalam struktur kekuasaan dan
masyarakat penerima manfaat
Penerima tujuan program oleh keyindividual
Peran serta secara aktif key-individual
dan individu dalam masyarakat
Dorongan aktif dari setiap individu dalam
masyarakat

Tahapan Perencanaan Program Pemberdayaan


Komunitas

Tahapan-tahapan
perencanaan
program/kegiata
n pemberdayaan
masyarakat
dikemukakan
oleh Mardikanto
(2009),

Pengumpulan data
keadaan

Perumusan Cara
Mencapai Tujuan

Analisis Data Keadaan

Pengesahan Program
Pemberdayaan
Komunitas

Identifikasi Masalah
Pemilihan masalah
yang akan dipecahkan
Perumusan TujuanTujuan
Perumusan Alternatif
Pemecahan Masalah

Perumusan Rencana
Evaluasi untuk
Melaporkan Aksi
Pemberdayaan
Komunitas
Rekonsiderasi

Tahapan Pelaksanaan Program Pemberdayaan


Komunitas
Menurut Isbandi Rukminto Adi
(2002) mempunyai rumusan
strategi yang menjadikan
beberapa tahap dalam
pelaksanaan pemberdayaan, yaitu,

Tahap persiapan (engagement)


Tahap pengkajian (assestment)
Tahap perencanaan alternatif
program atau kegiatan
(designing)
Tahap pemformulasian rencana
aksi (designing)
Tahap pelaksanaan program atau
kegiatan (implementasi)
Tahap terminasi (disengagement)

Metode Pemberdayaan Komunitas


Dua metode penelitian
evaluatif yang bersifat
bottom-up adalah Rapid
Rural Appraisal (RRA) dan
metode Participatory Rural
Appraisal (PRA). Metode
yang pertama dengan cara
membentuk tim kecil untuk
memperoleh pemahaman
yang mendalam tentang
suatu komunitas, dan
metode yang kedua
memberikan penekanan
pada keterlibatan
masyarakat secara
langsung.

Sumber Pustaka
Mulyadi, Yad. 2014. Sosiologi SMA Kelas XII. Yudhistira. Jakarta

Copyright. Sosiologi SMAN 1 Cibeber